Trik Memotret di Bawah Terik Matahari

Trik Memotret di Bawah Terik Matahari dan Cara Setting Kameranya

Salah satu kenikmatan bagi para fotografer adalah bisa mengabadikan momen dalam berbagai situasi dan kondisi. Setiap fotografer juga pasti memiliki teknik masing-masing untuk mendapatkan hasil jepretan kamera yang paling bagus dan memuaskan. Teknik tersebut bisa didapatkan dari berbagai cara, dari mulai mempelajari dan mengembangkan teori pelajaran dasar teknik fotografi, sampai dengan berbagai teknik otodidak yang didapatkan saat kita rajin mengotak-atik kamera dan mencari teknik sendiri yang nyaman dengan diri kita masing-masing.

Setiap fotografer juga pasti mengetahui aturan lama yang ada dalam dunia fotografi, yakni hindari cahaya matahari langsung yang sedang terik-teriknya. Tetapi walaupun hal itu dianjurkan untuk dihindari, namun tak berarti kita sama sekali tak bisa mengeksplorasi terik matahari menjadi teknik memotret yang bisa menghasilkan jepretan gambar yang tinggi nilai seninya.

Memang bagi fotografer konservatif pasti akan segera mengatakan bahwa cahaya siang adalah mimpi buruk dan hal itu jauh lebih baik jika dihindari, akan tetapi sesungguhnya cahaya matahati ini adalah satu peraturan fotografi yang bisa dilanggar dan dikembangkan apabila kita mengikuti beberapa tips foto spesial untuk pencahayaan yang natural dan juga ambient.

Untuk mengambil foto di bawah cahaya matahari yang terang, setidaknya harus memiliki salah satu peralatan yang akan membantu untuk mengatasi cahaya matahari yang terlalu terik, misalnya lensa telephoto medium (85mm-300mm). Jadi jenis lensa yang satu ini memungkinkan kita supaya bisa mendapatkan frame yang ketat di sekeliling objek yang akan kita ambil dan bisa mengurangi jatuhnya bayangan-bayangan yang tidak diinginkan di sekitar objek tersebut.

Pertama-tama, pada saat menentukan nilai exposure, sebaiknya dimulai dengan shutter speed yang tinggi, yakni sekitar 1/1000 ke atas, hal itu dikarenakan kita menghadapi peraturan Sunny 16 yang menyebutkan bahwa untuk memotret di bawah sinar matahari terang, atur shutter speed supaya seimbang dengan ISO dan pastikan juga angka aperture-nya f/16, jika diikuti dengan benar maka kita bisa mendapatkan exposure yang tepat. Lebih lengkapnya lagi jika kita mengatur ISO ke 100, serta mengatur shutter speed 1/100, jadi angka aperture-nya sebaiknya di f/16.

Akan tetapi, perlu diingat karena kita akan belajar memotret dengan matahari yang sinarnya sedang terik-teriknya, supaya bisa mengekspos wajah objek (modelnya) dengan lebih jelas,  maka aturlah angka aperture-nya satu atau dua f-stop lebih cepat, jadi di antara f/11 atau di f/8. Kemudian sebagai tambahannya, maka kita bisa coba untuk menjaga background tetap bersih dan tetap out of focus dengan menggunakan lensa panjang.

Jika begitu, maka jauh lebih baik jika menggunakan aperture yang lebih lebar dan kemudian jangan lupa untuk menaikkan shutter speednya juga. Kemudian untuk ISO 100 mungkin akan membutuhkan shutter speed 1/1000 dengan f/4 atau 1/2000 dengan f/2.8. Kemudian sebagai pemanasan, kita bisa menaikkan atau juga menurunkan shutter speed serta angka aperture sesuai dengan gaya fotografi kita masing-masing.

Selain mengotak-atik pengaturan kamera, kita juga bisa memanfaatkan bayangan pohon atau awan sebagai pendukung foto. Kita bisa meletakkan objek di bawahnya dan kemudian mensejajarkan lensa kamera dengan objek dan kemudian bidiklah daerah gelap di latar belakang objek. Hal ini nantinya akan membantu kita untuk mendapatkan penampilan exposure yang tepat untuk foto yang diambil sekalipun termasuk overexposed.

Kemudian, jika memang memiliki rencana untuk memotret tepat di bawah sinar matahari, misalnya saja di padang rumput yang luas, di pantai atau di gurun pasir, maka gunakan reflektor. Tak perlu membeli yang mahal, cukup manfaatan saja styrofoam putih, atau bisa juga menggunakan selembar piringan yang dilapisi seng untuk memantulkan cahaya matahari.

Reflektor ini akan menghilangkan bayangan pada objek yang tak diinginkan, misalnya saja bayangan di bawah hidung, atau kantung mata yang bisa membuat wajah terlihat suram. Selain itu bisa juga dengan memanfaatkan pengaturan fill-flash pada kamera, gunanya adalah untuk menggantikan fungsi reflektor. Tinggal diplih saja, mana yang paling cocok dan paling mudah untuk kita lakukan.

Jika boleh jujur, pencahayaan memiliki hubungan dengan selera masing-masing fotografer. Ada fotografer yang jatuh cinta dengan foto-foto yang bermandikan cahaya, ada juga yang merasa jauh lebih nyaman jika mengambil foto dengan cahaya yang minimalis. Tapi satu hal yang pasti, apabila ingin mengambil foto di bawah sinar matahari langsung yang terik, sebaiknya lakukan dengan benar. Pilihlah lensa yang tepat, pastikan crop ketat, kemudian angka aperture dengan tepat dan jika dibutuhkan, reflektor dan fillflash akan sangat membantu.

Nah, sebagai informasi tambahan untuk fotografer pemula yang ingin mencoba memotret outdoor di bawah sinar matahari langsung, sebaiknya memperhatikan teknik setting kamera supaya siap dipakai untuk menjepret berbagai moment spesial di tengah cahaya matahari. Sebab tanpa pengaturan yang tepat maka hasilnya objek pada foto akan terlihat lebih gelap.

Sekalipun solusi yang sudah disampaikan di atas sudah cukup membantu untuk mempercantik gambar di bawah sinar matahari, tetapi memang dynamic range sensor kamera tidak akan bisa menyamai pemandangan asli apa seperti yang kita lihat. Kamera tetap akan kesulitan untuk menangkap bagian terang dan gelap yang ada di alam sebaik mata kita. Tetapi dengan settingan di bawah ini sudah cukup membantu, kok! Seperti berikut ini:

  • Setting yang pertama adalah dengan mengatur kompensasi eksposur, jadi biasanya akan dikompensasi ke arah positif (+), yang ini dilakukan jika kita ingin objek utamanya terlihat terang, tetapi mau tak mau backgroundnya jadi over terangnya.
  • Untuk Nikon, lakukan pengaturan fitur Active D Lighting, Sementara itu untuk Canon lakukan Auto Lighting Optimizer, pengaturan ini bisa menjaga kontras sehingga hasil fotonya bisa diusahakan supaya seimbang dan tidak ada yang terlalu terang ataupuan yang terlalu gelap.
  • Tambahan lagi jika objeknya bergerak-gerak, maka demi mendapatkan berbagai foto bagus yang timingnya pas, maka kita memerlukan fokus dan drive terus menerus. Kemudian kita harus memilih shutter speed yang cukup cepat supaya bisa mendapatkan objek yang diam atau beku.

Di mana kita bisa mengubah settingnya? Kita bisa memilih drive continu di drive mode, jadi kamera bisa memotret 4 foto per detik (bahkan bisa lebih jika kameranya lebih canggih) dan itu sudah cukup bagus untuk mendapatkan banyak moment berturut-turut. Bagi pemilik kamera Sony dan Nikon, untuk mengaktifkan fokus kontinu pilihlah mode AF-C. Sementara itu di Canon maka aktifkan AF mode ke AI Servo.

Demikian adalah beberapa trik yang bisa dilakukan untuk mengambil foto di bawah cahaya matahari langsung, plus beberapa cara setting kamera supaya hasil jepretan kamera kita lebih ciamik! Selamat mencoba trik-trik di atas ya dan semoga bisa mendapatkan hasil yang memuaskan!

Baca artikel yang lain mengenai Panduan Editing Video

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 2 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.