Tips Memotret di Gunung

Tips Memotret di Gunung Untuk Menghasilkan Pemandangan Yang Luar Biasa

Gunung merupakan tempat yang memiliki banyak pesona untuk dapat ditangkap menggunakan lensa kamera. Selain menikmati keasrian alam yang menyejukkan, gunung memang menyajikan banyak objek yang menarik bagi orang yang menyukai fotografi. Momen yang paling pas dalam memotret gunung adalah saat melakukan aktivitas pendakian atau sedang berkemah. Akan tetapi, memotret di gunung mempunyai tingkat kesulitan sendiri karena memang kondisi area gunung yang tidak menentu. Selain itu, kondisi fisik juga dapat mempengaruhi kegiatan memotret Anda dan bahkan foto yang dihasilkan. Oleh karena itu, Anda harus mempersiapkan fisik dan stamina yang ekstra. Anda harus selalu menjaga kesehatan tubuh sebelum melakukan pendakian gunung.

Tantangan berikutnya dalam memotret di gunung adalah beban yang harus Anda bawa cukup banyak. Sehingga, Anda juga harus menjaga konsentrasi Anda selama perjalanan. Anda juga harus dapat mengamankan peralatan fotografi Anda dari kondisi yang diluar kendali, sebagai contoh saat tiba-tiba hujan, Anda terpeleset karena jalanan licin, maupun kondisi lain yang tidak dapat Anda hindari.

Jadi, simpanlah peralatan fotografi Anda dengan aman. Anda juga harus mempertimbangkan untuk membawa tripod atau tidak. Kondisi ini dapat Anda sesuaikan dengan objek apa yang ingin Anda abadikan dengan lensa kamera. Apabila Anda ingin memotret sunrise atau sunset, maka sebaiknya Anda membawa tripod untuk mendapatkan kualitas foto terbaik. Pilihlah tripod yang nyaman dibawa selama pendakian dan dengan berat yang ringan. Berikut ini beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat ingin memotret di gunung.

Persiapan Secara “Physic”

Persiapan secara “physic” ini adalah segala sesuatu yang perlu diperlukan untuk mendukung aktifitas fotografi selama pendakian. Hal yang termasuk dalam kategori ini adalah informasi gunung yang akan dituju, peralatan fotografi yang dibutuhkan, dan komponen pendukung peralatan fotografi. Berikut ini penjelasan secara singkat tentang bebrapa hal tersebut:

1. Mencari Informasi Gunung akan Dituju

Pendakian gunung akan mejadi lebih aman saat Anda sudah mencari informasi terlebih dahulu. Selain itu, dengan mendapatkan informasi tersebut dapat membuat Anda membantu untuk membayangkan medan yang akan dilalui. Anda juga dapat mengambil jalan paling mudah dengan mengajak teman yang pernah mendaki gunung yang ingin dituju. Melakukan pendakian bersama orang yang lebih berpengalaman akan menjadikan Anda merasa lebih tenang selama perjalanan karena orang tersebut pasti lebih mengenal jalur dan kondisi alam dari gunung tersebut.

Informasi yang Anda butuhkan dapat dilengkapi dengan berbagai keterangan spot yang menarik gunung. Karena setiap gunung pasti memiliki icon tertentu yang menjadikan gunung tersebut unik. Anda dapat mencari informasi tersebut melalui internet terlebih dahulu. Sehingga, dari awal penadkian Anda sudah dapat merencanakan objek yang ingin Anda foto. Namun, terkadang memotret objek secara spontan juga dapat dilakukan karena dimungkinkan Anda akan mendapatkan momen yang tidak terbayangkan.

2. Membawa Peralatan Fotografi yang Sangat Dibutuhkan

Anda yang menyukai fotografi sudah dapat diperkirakan pasti mempunyai jenis lensa yang sangat banyak. Akan tetapi, saat ingin memotret di gunung sebaiknya Anda memilih untuk membawa lensa yang paling dibutuhkan. Karena banyaknya barang bawaan dapat mempengaruhi kondisi fisik Anda selama pendakian. Semakin sedikit barang yang Anda bawa, maka akan semakin mengecil jumlah energy yang harus Anda keluarkan untuk membawa beban tersebut.

Objek yang dominan pada saat pendakian adalah bentang alam maupun aktifitas teman-teman Anda saat sedang berkemah. Sehingga, objek yang ingin Anda bidik dengan lensa kamera tergantung prioritas dan keinginan Anda. Salah satu lensa yang dapat dipertimbangkan untuk dibawa saat mendaki gunung adalah wide lens yang biasanya memiliki focal length sekitar 10 hingga 40 mm. Lensa ini dapat digunakan untuk menangkap gambar dengan cakupan yang luas dalam sebidang foto, sehingga sangat cocok untuk memotret objek pemandangan.

3. Mempersiapkan Tempat Penyimpanan dan Baterai Cadangan

Gunung menyajikan banyak pemandangan yang menakjubkan dan momen yang tidak terduga. Sehingga, hampir semua objek dapat Anda jadikan sasaran untuk anda simpan dalam kamera Anda. kondisi ini akan sangat disayangkan ketika tempat penyimpanan Anda tiba-tiba penuh maupun baterai Anda telah kosong karena terlalu seringnya kamera digunakan untuk memotret.

Kondisi ini dapat disiasati dengan membawa tempat penyimpanan cadangan maupun baterai cadangan. Sebaiknya Anda membawa tempat penyimpanan atau memory card dalam kondisi yang benar-benar kososng sebelum memulai pendakian. Namun, bagi Anda yang tidak terlalu ingin repot membawa tempat penyimpanan maupun baterai cadangan dapat menerapjkan beberapa cara sederhana berikut ini.

  • Selektif dalam membidik objek untuk lebih menghemat ruang penyimpanan. Selain itu, Anda juga dapat mensiasati dengan memotret objek yang menjadi prioritas Anda;
  • Usahakan untuk tidak memotret objek yang sama berulang kali supaya dapat menghemat daya baterai;
  • Anda dapat mengubah kualitas foto menjadi lebih rendah jika hal ini tidak menjadi prioritas Anda. karena dengan menurunkan kualitas foto maka akan dapat menghemat ruang dari tempat penyimpanan;
  • Hindari untuk melihat foto secara berulang kali, karena terlalu sering menyalakan kamera hanya untuk mereview hasil foto akan mempercepat pengurangan daya baterai;
  • Sesuaikan format hasil foto dengan besarnya tempat penyimpanan yang Anda miliki.

Pengaturan Kamera untuk Memotret Bentang Alam di Gunung

Tips selanjutnya adalah tentang pengaturan kamera yang diperlukan supaya dapat menghasiolkan foto yang menakjubkan dengan penyesuaian kondisi alam dan pencahayaan yang dimungkinkan ada di area gunung. Berikut ini beberapa tips yang dapat anda praktikkan:

1. Menggunakan Filter ND dalam Kamera

Penggunaan filter ND ini sangat penting saat Anda ingin memotret di gunung. Hal ini karena bentang alam yang ada di pegunungan dapat mempunyai bayangan penuh atau cahaya yang ada tidak dapat terfokus pada objek yang dituju.

2. Memanfaatkan Fitur “Exposure Bracketing”

Saat terjadi perbedaan gelap dan terang antara dataran dan langit terlalu tinggi akan membuat kamera tidak mampu menangkap kedua bagian tersebut secara sempurna atau dengan kata lain kamera akan berfokus memdbidik salah satu bagian dan mengorbankan bagian lainnya. Sehingga, salah satu bagian dapat mengalami washed out yang menjadikan foto kurang bagus saat dipandang. Untuk mengatasi hal tersebut anda dapat menggunakan filter GND atau “Graduated Neutral Density”.

Namun, bagi Anda yang tidak memiliki filter tersebut, maka dapat memanfaatkan exposure bracketing yang meruapakan salah satu teknik untuk memotret sebuah objek yang sama dengan beberapa exposure yang berbeda (normal exposure, underexposed dan overexposed).

Menggunakan teknik ini Anda akan menghasilkan beberapa foto dengan terang gelap yang berbeda. Foto-foto dengan exposure yang berbeda tersebut selanjutnya dapat digabungkan menggunakan software pengolah foto untuk menghasilkan hasil akhir foto yang lebih dinamis.

3. Pengaturan Difragma/Aperture Kamera

Kondisi cahaya yang minim di area gunung membutuhkan bukaan diafragma yang cukup lebar untuk menghasilkan hasil foto dengan waktu yang tidak terlalu lama. Karena semakin lebar bukaan diafragma akan menjadikan semakin cepat waktu yang digunakan dalam menangkap cahaya yang masuk ke bagian sensor kamera. Lensa dengan bukaan lebar, yaitu sekitar f > 2.8 akan sangat bermanfaat saat Anda ingin memotret di gunung. Akan tetapi, lensa kits dengan bukaan f/3.5 juga sudah memadai untuk digunakan memotret saat di gunung ketika malam hari.

4. Pengaturan ISO Kamera

Pengaturan ISO kamera saat malam hari di gunung sangat bervariasi, yaitu mulai dari 100 hingga 1600, bahkan saat ini sudah banyak jenis kamera yang dapat mencapai 3200 hingga 6400. Memang tidak ada aturan pasti untuk pengaturan ISO ini karena hal ini tergantung hasil foto yang Anda ingin dapatkan. Makin kecil nilai pengaturan ISO, maka waktu yang dibutuhkan akan semakin lama dan menjadikan bukaan diafragma menjadi lebih besar.

Kondisi ini akan memberikan hasil foto dengan noise yang cukup sedikit. Sedangkan, saat Anda memilih pengaturan ISO yang tinggi, maka waktu yang dibutuhkan cukup singkat dan dapat mengurangi bukaan diafragma. Sehingga, akan menghasilkan foto yang memiliki banyak noise.

Baca artikel yang lain mengenai Kamera Fujifilm X100F

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven − 8 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.