Teknik Pencahayaan Fotografi

Mengetahui Berbagai Jenis Teknik Pencahayaan Fotografi beserta Cara Memanfaatkannya

Dalam fotografi, pencahayaan menjadi salah satu aspek penting yang patut diperhatikan. Pasalnya, pencahayaan menjadi salah satu penentuutama dalam menentukan jelas tidaknya suatu foto. Supaya dapat menentukan pencahayaan dengan baik, kita harus mempelajari secara mendalam apa itu teknik pencahayaan fotografi.

Teknik pencahayaan fotografi sendiri terdiri atas berbagai jenis. Guna dapat melakukan pencahayaan yang baik, kesemua jenis teknik pencahayaan tersebut tentu haruslah diketahui. Tak hanya diketahui, kita pun juga harus tentu harus tahu bagaimana cara untuk menggunakan kesemua jenis teknik pencahayaan tersebut.

Di artikel kali ini, akan ditampilkan berbagai jenis teknik pencahayaan fotografi beserta cara memanfaatkan kesemua jenis teknik tersebut. Adapun semua jenis teknik pencahayaan tersebut bisa disimak sebagaimana berikut ini!

Front Light

Jenis teknik pencahayaan fotografi yang pertama adalah front light. Teknik ini merupakan teknik memotret objek dengan menggunakan cahaya yang ada di belakang fotografer. Efek yang dihasilkan dari teknik ini adalah objek yang terkena pencahayaan dari arah depan mereka.

Cara memanfaatkan teknik ini sendiri adalah dengan menempatkan diri kita di antara objek dan cahaya, di mana objek ada di depan kita; sedangkan cahaya ada di belakang kita. Cahaya yang dipakai haruslah cukup dan mampu membuat objek terlihat oleh kamera kita.

Oval Light

Teknik pencahayaan fotografi selanjutnya adalah oval light. Teknik ini merupakan teknik pencahayaan yang dilakukan 45 derajat dari posisi fotografer berada. Teknik ini mampu menghasilkan objek yang memunculkan dimensi tertentu di dalamnya tanpa terkesan kehilangan karakter warna yang ada di dalamnya. Teknik ini biasanya digunakan di dalam studio dan mempunyai nama lain rembrant light.

Cara memanfaatkan teknik ini sendiri adalah dengan memposisikan terlebih dahulu cahaya yang dipakai. Adapun cahaya yang dipakai harus diletakkan kea rah 45 derajat dari tempat kita berpijak. Pastikan cahaya yang digunakan cukup dan mampu membuat objek memunculkan dimensi tertentu saat terekam kamera. Barulah setelah itu Anda bisa memotret objek dengan teknik pencahayaan fotografi ini.

Side Light

Teknik ini merupakan teknik yang menggunakan cahaya tempat dari arah samping objek. Teknik ini dapat menghasilkan foto dengan separuh bagian terkena cahaya, dan separuh lainnya seolah terhalang oleh bayangan. Cara memanfaatkan teknik ini adalah dengan menempatkan cahaya ke salah satu sisi samping objek, entah itu kanan ataupun kiri. Usahakan untuk menggunakan teknik ini di dalam studio, agar dapat menghasilkan foto yang ideal berdasarkan teknik ini.

Rim Light

Merupakan teknik pencahayaan fotografi yang memanfaatkan cahaya dari arah belakang objek dengan sudut kemiringan ¼ dari arah objek. Hasil yang didapat teknik ini adalah foto dengan bagian depan yang tampak agak gelap. Cara memanfaatkan teknik ini tentu saja dengan menempatkan cahaya dari belakang objek dengan sudut kemiringan sebesar ¼ dari arah objek.

Black Light

Sama seperti pada rim light, memanfaatkan teknik ini juga dilakukan dengan menempatkan cahaya dari arah belakang objek. Bedanya, dalam teknik ini cahaya harus tepat sekali berada di belakang objek. Oleh karena itu, usahakan agar objek yang kita potret betul-betul tengah membelakangi cahaya.

Efek yang dihasilkan oleh teknik ini adalah foto dengan seluruh bagian objek yang menyerupai siluet atau seolah tertutup bayangan besar. teknik ini sangat cocok untuk fotografi outdoor—terutama saat sore hari—dan juga untuk pembuatan foto siluet.

Top Light

Teknik pencahayaan fotografi selanjutnya adalah teknik top light. Teknik ini merupakan pencahayaan yang menempatkan cahaya dari arah atas objek. Teknik ini sangatlah cocok untuk objek manusia yang rambutnya tergerai. Pasalnya, teknik ini dapat menghasilkan foto dengan objek yang rambutnya seolah-olah berkilau. Adapun cara memanfaatkan objek ini sendiri adalah dengan menempatkan cahaya di bagian atas, dengan agak sedikit membelakangi objek. Selain untuk memotret objek yang rambutnya tergerai, teknik pencahayaan ini cocok digunakan untuk orang yang ingin membuat foto dengan efek butterfly light.

Ray of Light

Teknik pencahayaan fotografi terakhir yang harus diketahui adalah ray of light. Teknik ini sendiri merupakan teknik memanfaatkan cahaya yang muncul karena terobosan melalui objek tertentu. Misalnya cahaya matahari yang muncul dan menerobos awan di kala pagi tiba.

Ada beberapa cara untuk memanfaatkan teknik ini. Pertama, cahaya yang digunakan haruslah cahaya alami, khususnya cahaya matahari yang menembus awan di pagi atau sore hari. Kedua, pastikan bahwa tempat cahaya itu muncul mempunyai background yang cukup gelap.

Adapun efek yang dihasilkan teknik ini adalah foto yang menggambarkan sebuah tempat yang mendapatkan pencahayaan dari sinar yang menembus dari awan. Karena cahaya yang dipakai harus cahaya yang alami, maka teknik ini haruslah dilakukan secara outdoor atau di alam terbuka.

Demikianlah beberapa jenis dari teknik pencahayaan fotografi yang harus kita ketahui. Dengan mengetahui kesemua jenis teknik tersebut, diharapkan kita akan mampu melakukan pencahayaan yang baik saat memotret. Dengan begitu, kita pun bisa mendapatkan hasil foto yang kita inginkan.

Semua jenis teknik tersebut juga harus kita ketahui bagaimana carra memanfaatkannya. Pasalnya, mengetahui cara memanfaatkan kesemua jenis teknik tersebut akan membuat kita dapat mengoptimalkan kesemua jenis teknik tersebut, sehingga kita pun dapat melakukan pencahayaan dengan baik sesuai dengan jenis-jenis teknik pencahayaan tersebut.

Dari artikel di atas, bisa kita ketahui bahwa kesemua jenis teknik pencahayaan di atas mempunyai cara pemanfaatannya masing-masing. Meskipun kesemua jenis teknik tersebut punya cara pemanfaatan yang berbeda, namun ada dua hal yang perlu dipertimbangkan saat hendak memanfaatkan kesemua jenis teknik tersebut, terutama saat menggunakan cahaya yang dipakai. Adapun beberapa hal yang harus dipertimbangkan tersebut adalah:

  • Kualitas Cahaya

Saat hendak memanfaatkan salah satu atau semua jenis teknik pencahayaan di atas, usahakan untuk memerhatikan kualitas cahaya yang dipakai. Kualitas cahaya yang dipakai haruslah sesuai dengan teknik pencahayaan yang digunakan.

Misalnya jika ingin menggunakan teknik ray light, maka pastikan bahwa cahaya yang muncul mempunyai kualitas yang baik, sehingga dapat ditangkap oleh kamera. Agar mendapatkan kualitas cahaya yang baik untuk teknik ray light, disarankan untuk mendapatkannya di saat matahari akan terbit atau terbenam. Sebab, di dua waktu tersebut, kualitas cahaya sangat baik dan dapat dipakai untuk teknik ray light.

Sebagaimana yang diketahui, bahwa ray light merupakan teknik pencahayaan yang menggunakan cahaya yang alami. Itu sebabnya mengapa disarankan untuk mendapatkan cahaya alami, terutama saat matahari akan terbit atau terbenam.

  • Intensitas Cahaya

Selain kualitas cahaya, intensitas cahaya menjadi hal lain yang patut diperhatikan. Sama seperti kualitas cahaya, intensitas cahaya yang dipakai haruslah disesuaikan dengan teknik pencahayaan yang digunakan.

Misalnya jika hendak menggunakan teknik side light, pastikan bahwa intensitas cahaya yang dipakai cukup, terutama di bagian samping yang hendak kita cahayai. Sebab sebagaimana yang dibahas di atas, bahwa teknik side light merupakan teknik yang memanfaatkan pencahayaan dari salah satu sisi samping objek, sehingga intensitas cahaya dari salah satu sisi samping objek haruslah mencukupi.

Sekian untuk artikel kali ini. Semoga bermanfaat dan mampu menambah wawasan kita semua, terutama mengenai soal pencahayaan dalam dunia fotografi.

Baca artikel yang lain mengenai Transisi Pada Editing Video

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven − ten =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.