Teknik Fotografi Model

Belajar Teknik Fotografi Model Perempuan

Dunia fotografi saat ini bukan hanya dianggap sebagai perihal mengambil foto, tetapi sudah dianggap sebagai sebuah seni tersendiri yang memanfaatkan objek foto sebagai medianya. Objek foto populer yang banyak menjadi bidikan para fotografer adalah keindahan alam serta seorang model khususnya perempuan. Seorang model perempuan banyak dipilih oleh fotografer karena banyak lekukan-lekukan indah pada wajahnya serta kemampuan seorang perempuan untuk bergaya di depan kamera. Keunikan berbagai bentuk dan tipe wajah pada perempuan kadangkala menjadi tantangan tersendiri bagi para fotografer khususnya fotografer pemula yang belum berpengalaman dalam melakukan pengambilan gambar model. Pada artikel kali ini akan dibahas mengenai beberapa teknik fotografi model khususnya model perempuan.

Persiapan Peralatan Dan Pengecekan Lokasi

Sebelum melakukan sesi pengambilan gambar atau pemotretan, ada baiknya melakukan berbagai persiapan khususnya bagi para fotografer pemula agar saat pemotretan semua prosesnya berjalan lancar. Persiapan pertama yaitu pengecekan lokasi pemotretan, baik saat pemotretan di studio (indoor) atau pemotretan di luar ruangan. Untuk pemotretan di studio atau dalam ruangan, fotografer harus memastikan latar belakang foto telah tertata dengan baik agar fotografer dapat memastikan sudut pengambilan gambar yang tepat.

Di samping itu, pastikan adanya sumber listrik yang memadai guna keperluan lampu kilat tambahan serta peralatan lainnya. Untuk pemotretan luar ruangan, selain memastikan latar belakang dan properti yang ada di sekitar lokasi, fotografer juga harus memastikan waktu pencahayaan terbaik di lokasi tersebut serta konsep foto yang akan diusung nantinya.

Setelah pengecekan lokasi, selanjutnya fotografer harus melakukan pengecekan peralatan yang akan digunakan. Alat pertama yang harus diperiksa tentu saja kamera yang akan digunakan saat pemotretan. Pengecekan kamera terdiri atas pengecekan fungsi tombol, pengecekan pengaturan atau setting kamera, serta pengecekan fungsi lensa. Fotografer perlu melakukan percobaan pengambilan gambar dengan berbagai pengaturan untuk memastikan kamera bekerja dengan baik. Selain kamera, kelengkapan atau peralatan penunjang lain juga perlu di cek seperti tripod, lampu hingga kabel-kabel listrik yang akan digunakan.

Pengaturan Kamera

Guna menghasilkan foto model yang indah, teknik fotografi model yang baik tidak lepas dari pengaturan kamera yang tepat. Pengaturan dasar kamera ada pada kecepatan ISO, bukaan diafragma lensa (aperture), serta pengaturan white balance (WB). Pengaturan kecepatan ISO dan bukaan diafragma lensa mengatur banyaknya cahaya yang masuk melalui lensa serta ketajaman gambar. Sedangkan pengaturan WB berfungsi untuk menyesuaikan gelap terangnya foto terhadap cahaya sekitar.

Fotografer dapat menyesuaikan pengaturan WB pada daylight pada cuaca cerah atau pencahayaan terang atau cloud pada cuaca mendung atau pencahayaan redup. Pengaturan kecepatan ISO rendah pada kondisi cahaya terang dan sebaliknya kecepatan ISO semakin tinggi pada kondisi pencahayaan redup atau cenderung gelap. Sedangkan untuk pengaturan aperture, fotografer dapat menggunakan aperture kecil seperti f/16 atau f/22 untuk mendapatkan gambar yang semakin tajam pada seluruh area objek foto atau aperture yang lebih lebar seperti f/1,8 atau f/2 untuk mendapatkan gambar dengan sedikit efek blur.

Memilih Lensa Yang Tepat

Pada dasarnya, semua jenis lensa dapat digunakan untuk melakukan pengambilan foto model, mulai dari lensa ukuran 50 mm hingga 200 mm. Bagi fotografer yang memiliki kamera APS-C (pada sebagian besar kamera DSLR atau mirrorless) paling tepat menggunakan lensa ukuran 50 mm dan 85 mm untuk melakukan pengambilan foto model setengah badan. Sedangkan bagi fotografer yang mempunyai kamera full frame dapat memanfaatkan lensa ukuran 85 mm dan 135 mm untuk foto model setengah badan. Lensa ukuran 85 mm dan 135 mm juga lebih cocok digunakan untuk foto model jarak dekat atau close up. Pilihan lensa ini juga bergantung pada kenyamanan dari fotografer saat melakukan pengambilan gambar.

Pengaturan Point Of Interest (POI) Dan Komposisi Foto

Teknik fotografi model wanita yang cukup penting berikutnya adalah pengaturan POI dan komposisi foto. Tujuan utama dari melakukan pemotretan model wanita adalah menonjolkan kecantikan dan keunikan dari model tanpa mengabaikan latar belakang foto. Oleh karena itu, pengaturan POI dan komposisi foto menjadi hal yang penting agar tujuan tersebut tercapai. Pengaturan POI yang biasa digunakan pada dunia fotografi adalah rule of thirds, dimana fotografer membayangkan fokus foto pada sebuah bidang segitiga yang terbentuk dari garis vertical dan horizontal.

Pada pemotretan model wanita, kedua mata model dapat menjadi POI yang tepat. Arahkan model untuk selalu melihat ke kamera agar keindahan mata sang model tertangkap dengan baik. Khusus bagi model wanita dengan struktur wajah lebar atau cenderung persegi, untuk menghindari wajah yang terlihat sangat melebar di hadapan kamera, model bisa diarahkan agak menyamping namun mata tetap tertuju ke kamera.

Komposisi foto model yang apik tidak hanya melibatkan modelnya saja, namun ketepatan latar belakang juga sangat berpengaruh pada keindahan foto. Fotografer bisa memanfaatkan komposisi warna di sekitar lokasi atau studio dan menyesuaikannya dengan warna baju atau aksesoris yang digunakan oleh model.

Fotografer juga dapat memanfaatkan kontras warna latar belakang dengan baju atau aksesoris dari model. Latar belakang buram atau efek bokeh banyak digunakan pada pemotretan model, namun fotografer juga harus memperhatikan nilai estetika atau keindahan foto karena tidak semua efek bokeh menjadi indah.

Manfaatkan Pencahayaan

Pencahayan menjadi hal yang krusial juga dalam teknik fotografi model wanita. Saat pemotretan model, cahaya lebih baik dijatuhkan pada sisi kiri atau kanan dari sudut wajah model yang paling fotogenik. Pada model professional yang telah terbiasa melakukan pemotretan seringkali sudah paham sudut mana dari wajahnya yang paling apik, sehingga akan mudah bagi fotografer dalam mengambil foto.

Sebaliknya pada model pemula yang belum berpengalaman, fotograferlah yang harus pandai mengarahkan sang model agar cahaya tepat mengenai wajah atau bagian tubuh dengan apik. Sumber-sumber cahaya redup seperti lampu bohlam atau neon dapat juga dimanfaatkan oleh fotografer untuk memberikan efek romantis dan sejuk.

Komunikasi Dengan Model

Selain teknik fotografi model yang telah disebutkan sebelumnya, tips selanjutnya adalah melakukan komunikasi dengan model saat pengambilan gambar. Komunikasi yang apik antar fotografer dan model saat sesi pemotretan bertujuan untuk menyatukan visi antara fotografer dengan pose-pose yang dilakukan oleh model.

Sebagai contoh, fotografer ingin foto dengan lebih lembut, sedangkan sang model malah melebarkan matanya sehingga malah terkesan garang, maka fotografer bisa menyampaikan kepada model untuk lebih melembutkan pandangan matanya. Fotografer juga harus sabar dalam mengarahkan model khususnya para model pemula yang belum terbiasa melakukan sesi pemotretan.

Pada akhirnya berbagai teknik dalam dunia fotografi memang perlu dipelajari dengan sabar dan teliti. Selain itu, fotografer juga harus banyak berlatih dalam melakukan pengambilan gambar baik yang menggunakan model maupun objek-objek lainnya.

Baca artikel yang lain mengenai Tips Memilih Tas Kamera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven − 6 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.