Teknik Fotografi Makro

Cara Mudah Menguasai Teknik Fotografi Makro

Genre fotografi yang satu ini memiliki fokus pada subjek dengan ukuran yang kecil, misalnya seperti serangga dan berbagai jenis hewan kecil lainnya. Tetapi banyak juga yang memotret berbagai detail kecil yang halus dengan menggunakan teknik fotografi yang cukup sulit ini, terlebih untuk para pemula. Photomacrography atau Macrography ini juga biasa disebut sebagai fotografi close up yang ekstrim, mengingat hasil fotonya yang begitu detail, misalnya mata lalat yang bisa dijepret sampai ke seluruh sel-selnya secara kasat mata.

Berminat untuk melakukan fotografi makro? Sebaiknya kuasai dulu beberapa tips mudahnya di bawah ini:

1. Carilah Lokasi yang Potensial untuk Mengambil Gambar

Jika kita teliti, sebenarnya objek makro itu ada di sekeliling kita. Akan tetapi jika misalnya kita mencari hewan-hewan kecil seperti serangga, maka sudah tentu kita harus mencari lokasi dimana kita bisa menemukan populasi serangga tersebut supaya bisa mempermudah pengambilan gambar.

Misalnya capung berada di lokasi yang berair mengalir seperti hulu sungai atau mata air, kupu-kupu di taman dengan banyak bunga dan lain sebagainya. Kemudian jika ingin mencari ladybug atau belalang, maka carilah lokasi yang dekat dengan air, misalnya kolam. Jangan berharap bisa menemukan serangga-serangga tersebut di pemukiman yang padat penduduk dan banyak kendaraan berlalu lalang, sebab kita tak akan bisa menemukannya. Serangga dan hewan-hewan kecil menyukai daerah yang tenang, sedikit basah tetapi mendapatkan asupan cahaya matahari yang cukup.

2. Memilih Waktu yang Tepat untuk Eksekusi Foto

Jangan sepelekan timing untuk mengambil foto, jika terlalu siang yang ada matahari bersinar dengan sangat terik dan serangga juga akan bersembunyi, kalaupun muncul maka mereka pasti sedang mencari makan dan sedang aktif-aktifnya. Hasil jepretan kita juga tentunya tak akan maksimal, belum lagi objek yang bisa terlihat gelap karena cahaya matahari yang terlalu kontras.

Untuk pemotretan makro, disarankan untuk mengambil foto pada jam delapan sampai sepuluh pagi saja, sebab pada masa-masa tersebut matahari bersinar dengan lembut dan cantik, akan menghasilkan foto yang bagus. Sebelum jam delapan pun tak dianjurkan karena sebelum jam delapan pagi biasanya serangga belum keluar dari sarangnya dan cuaca juga belum begitu terang.

3. Latihlah Mata dan Biasakan Bergerak dengan Tenang

Karena objek makro itu tak sama dengan objek pemotretan yang lainnya, maka kita butuh kehati-hatian yang luar biasa saat mendekati objek. Objek-objek foto yang sangat kecil dan tersembunyi itu sangat waspada dengan getaran yang keras, jangankan gerakan dan getaran yang keras, hembusan napas saja bisa membuat mereka kabur sebelum sempat kita abadikan dalam foto.

Perhatikan dengan teliti objek apapun dan sekecil apapun di lokasi yang akan kita eksekusi, pastikan kita juga melihat komposisi warna dan backgroundnya supaya menghasilkan foto yang lebih ciamik. Pahami bahwa setiap hewan memiliki circle of fear yang berbeda, apalagi serangga kecil. Yang dimaksud dengan circle of fear adalah jarak maksimal antara si serangga dengan kita sebagai makhluk asing, dimana kita melebihi jarak tersebut maka si serangga atau hewan tersebut akan segera kabur.

Adanya circle of fear akan membantu kita untuk menentukan seberapa dekat kita berada bersama si objek dan berapa focal length yang digunakan saat menjepretnya.  Misal pemotretan kupu-kupu dengan circle of fearsnya yang 1-2 meter bisa menggunakan lensa dengan focal length 200mm ke atas.

4. Pakailah Lensa Macro atau Gunakan Teknik Reverse Lens

Karena objek makro sangat kecil, maka jika kita ingin menangkap detailnya dengan baik maka pakailah lensa yang mampu menangani jarak fokus yang sangat dekat. Sudah tentu bukan menggunakan lensa kit bawaan kamera ya, tapi gunakan lensa khusus yang dikenal dengan sebutan lensa makro. Tapi mengingat harganya yang lumayan, maka bisa juga menggunakan teknik khusus yang dikenal dengan nama reverse lens.

Jadi teknik ini cuma membutuhkan sebuah ring khusus yang harganya berkisar antara 60-80 ribu Rupiah saja, tempelkan pada lensa (gunakan lensa fix atau prime dengan apperture yang lebar, contohnya EF 50mm f1.8 saja yang harganya juga murah) dengan posisi yang terbalik. Lalu bagaimana untuk focusing? Gunakan cara manual, toh pemotretan makro juga rata-rata memang menggunakan cara manual untuk focusing.

5. Pakailah Custom Function

Macro depth of field sangat tipis jika kita memotret makro, sedikit saja goyang maka jadi tidak fokus. Maka karena itu, jika kita gunakan metode focusing yang menekan separuh shutter benar-benar tidak praktis, sebab setiap kali akan mengambil gambar maka kamera akan focusing. Karena itu gunakanlah custom function IV yang biasanya tersedia di semua kamera Canon.

Jadi dengan adanya fungsi ini maka kita bisa memindahkan tombol focusing ke bagian belakang kamera, jadi saat kita menekan tombol shutter tak perlu melakukan focusing lagi. Lalu bagaimana supaya bisa focusing dengan baik? Dekati dulu objeknya, lalu tekan tombol focusing dengan fokus pada mata objeknya dan setelah itu tak perlu focusing lagi, hanya cukup menggerakkan kamera maju dan mundur sedikit demi sedikit sampai fokusnya tepat.

6. Pakai Flash Jika Perlu

Ada beberapa kondisi dimana kita membutuhkan flash, salah satunya supaya muncul catch light (sebuah sinar di mata objek sehingga objek terlihat lebih hidup). Apakah perlu menggunakan flash eksternal? Sebenarnya tak perlu, karena menggunakan flash yang sudah ada dalam perangkat kita masing-masing. Tetapi ada kekurangannya yaitu flash built ini cenderung keras sinarnya dan bisa menimbulkan bayangan yang kurang enak dilihat.

Tetapi untuk mengakalinya kita bisa gunakan flash exposure compensation (baca petunjuk manual kamera anda untuk melakukan settingnya). Karena kepentingannya hanya dan menggunakan diffuser. Kita bahkan bisa mebuatnya sendiri dengan menggunakan bekas tabung film (yang warnanya putih) Bisa juga menggunakan tissu, tapi jangan sampai kertas tisunya menempel di lampu flash.

7. Tahanlah Napas dan Gunakan Apperture yang Memadai

Dengan menahan napas maka gerakan kita akan lebih stabil, dan foto yang diambil pun lebih tajam. Hasil dari apperture yang sama dalam foto makro dan non makro itu berbeda, karena itu pastikan apperture yang kita gunakan itu memadai, setidaknya membutuhkan paling tidak f8 sampai ke pemotretan serangga yang paling kecil supaya bisa mendapatkan mata serta bagian tubuh lainnya dengan tajam. Tetapi akibatnya dari melakukan hal ini adalah shutter speed yang turun jika tidak diimbangi dengan ISO yang memadai.

8. Pakai Tripod

Untuk mengambil objek yang diam seperti bunga, kita bisa gunakan tripod dan live view untuk dapatkan hasil foto yang terbaik. Tripod akan membuat kamera berada dalam posisi yang sangat aman, sementara live view akan membuat kita bisa zoom sampai lima kali, sehingga manual focusing bisa dilakukan dengan presisi yang tepat. Kemudian setelah mendapatkan fokus, gunakan timer atay cable release supaya tak ada goyangan apapun yang membuat foto jadi goyang.

Baca artikel yang lain mengenai Lensa Kamera DSLR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 − thirteen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.