Teknik Fotografi Landscape

Belajar Teknik Fotografi Landscape Bagi Pemula

Keindahan dan kemegahan alam semesta yang diciptakan Tuhan untuk manusia memang tak pernah ada habisnya. Indonesia merupakan salah satu negara dengan anugerah keindahan pemandangan alam yang luar biasa. Hampir seluruh wilayah Indonesia memiliki lokasi wisata alam yang menjadi incaran para wisatawan dalam dan luar negeri, tak terkecuali para fotografer yang ingin mengabadikan kemegahan landscape Indonesia. Bagi fotografer pemula, belajar teknik fotografi landscape mungkin sedikit menyulitkan pada awalnya, namun hal tersebut dapat dipelajari sedikit demi sedikit. Pada artikel ini akan dibahas berbagai teknik untuk pengambilan gambar landscape

 

 

 

Memilih Landscape Yang Tepat

Banyaknya pemandangan dan landscape yang indah kadangkala membuat fotografer bingung dan ingin mengabadikan seluruhnya. Hal tersebut tidak sepenuhnya keliru, namun yang perlu diingat adalah sebuah foto yang baik harus memiliki point of interest (POI) yang jelas, semakin banyak objek pada foto landscape malah akan membuat foto tersebut terkesan penuh dan terlalu ramai. Pilihlah salah satu objek landscape yang ingin menjadi POI, sebagai contoh saat momen matahari terbenam, fotografer bisa memilih pemandangan langit atau pemandangan alam dibawa langit yang tak kalah menakjubkan. Jadi jangan terlalu “serakah” memilih seluruh objek yang ada di landscape yang tersedia.

Memilih Lensa Yang Tepat

Lensa yang umum digunakan dalam teknik fotografi landscape adalah lensa wide-angle atau lensa dengan sudut luas. Lensa ini sering digunakan karena lensa ini mampu menangkap objek yang luas. Tapi sebenarnya lensa apapun dapat digunakan untuk melakukan pengambilan gambar landscape, dari mulai lensa fish-eye hingga lensa telephoto yang dapat mengambil foto dari jarak sangat jauh. Pemilihan lensa didasarkan pada POI foto landscape itu sendiri, jadi tidak perlu kecil hati jika anda tidak memiliki lensa wide-angle, gunakan saja lensa yang ada dan tentukan POI yang menarik serta dapat ditangkap dengan baik oleh lensa yang anda miliki.

Memaksimalkan Depth of Field (DoF) Pada Foto Landscape

Foto landscape yang indah biasanya memiliki kedalaman yang tajam, oleh karena itu fotografer harus memaksimalkan DoF dalam setiap objek yang dibidik. Pengertian umum dari DoF adalah bagian atau bidang atau zona dalam sebuah foto yang memiliki ketajaman atau kejelasan gambar. Bagian-bagian tersebut bisa saja berupa fokus foto atau mungkin latar belakang foto tersebut. Agar sebuah foto landscape mempunyai ketajaman yang baik dari segala sisinya, fotografer bisa mengaturnya dengan menggunakan aperture minimal f/8 bahkan hingga f/22, pengaturan tersebut menandakan bukaan diafragma dari lensa. Semakin kecil angka dibelakang simbol “f/” menandakan semakin besar pula bukaan diafragma lensa.

Pada foto landscape semakin besar bukaan diafragma maka akan semakin banyak gambar yang buram atau “blur”, sehingga foto yang dihasilkan akan menjadi tidak menarik lagi. Selain itu, fotografer juga harus mempertimbangkan jarak antara lensa dengan objek jika ingin menghasilkan foto dengan DoF yang dalam. Semakin dekat jarak lensa dengan objek, maka akan semakin semakin sempit pula DoF yang dihasilkan, sehingga akan banyak bagian objek yang menjadi buram atau “blur”.

Gunakan Foreground Yang Tepat Untuk Mempercantik Foto

Teknik fotografi landscape berikutnya adalah memanfaatkan keberadaan foreground yang tersedia di sekitar objek foto. Foreground merupakan objek-objek tambahan yang berada di antara lensa dan objek utama atau objek inti foto. Fotografer seringkali kurang menggunakan foreground ini dan terlalu fokus pada objek utama dari foto. Padahal jika foreground dimanfaatkan dengan baik, fotoyang dihasilkan menjadi lebih sempurna.

Sebagai contoh, fotografer ingin mengambil foto satu buah pohon besar di pinggir sungai, diantara lensa hingga pohon tersebut terdapat bebatuan besar yang ditumbuhi lumut hijau. Fotografer bisa memanfaatkan bebatuan dan lumut tersebut sebagai foreground nan apik untuk menguatkan POI yaitu pohon besar.

Selalu Gunakan Tripod Agar Kamera Stabil

Tripod atau kaki tiga berfungsi sebagai dudukan kamera saat proses pengambilan gambar. Penggunaan tripod juga bertujuan agar kamera lebih stabil atau tidak goyang saat pengambilan gambar karena kadangkala tangan fotografer gemetar atau bergoyang saat pengambilan foto. Saat pengambilan foto landscape yang berada di alam bebas, penggunaan tripod sebaiknya dilengkapi dengan cable release atau selftimer beserta mirror lock up agar kamera tetap berada di tempat saat tombol shutter ditekan oleh fotografer. Pengambilan foto landscape seringkali berada di alam bebas dengan medan yang mungkin berbahaya bagi fotografer, oleh karena penggunaan tripod juga membantu keamanan fotografer.

Atur White Balance (WB) dan Kecepatan ISO Dengan Tepat

Pengaturan white balance (WB) dan kecepatan ISO yang tepat juga merupakan salah satu teknik fotografi landscape yang harus dikuasai oleh fotografer. Pengaturan WB perlu dilakukan agar komposisi gelap terang atau hitam putih pada foto landscape tidak berlebihan (over) atau terlalu gelap (under). Sebagai contoh, jika saat pengambilan gambar cuaca sedang cerah, fotografer bisa menggunakan pengaturan WB daylight. Sebaliknya jika cuaca sedang mendung, fotografer bisa menggunakan pengaturan WB cloud. Selain pengaturan WB, pengaturan kecepatan ISO juga menjadi salah satu syarat mutlak jika fotografer ingin foto landscape menjadi indah.

Kecepatan ISO berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk ke dalam kamera. Semakin cepat ISO, semakin banyak pula cahaya yang masuk. Pada kondisi cahaya luar ruangan yang sangat cerah, sebaiknya gunakan kecepatan ISO paling rendah agar foto yang dihasilkan tidak terlalu terang. Sebaliknya jika kondisi luar ruangan sedang mendung atau gelap pada malam hari, gunakan kecepatan ISO tinggi agar foto yang dihasilkan memiliki cukup cahaya dan tidak terlalu gelap.

Mencoba Berbagai Perspektif Atau Sudut Pandang

Keindahan suatu landscape tidak melulu berada di sudut pandang yang sama atau sudut pandang mainstream yang sering digunakan oleh banyak orang. Jika ingin menghasilkan foto landscape yang luar biasa, fotografer bisa mencoba berbagai sudut pandang serta mengubah posisi pengambilan gambar. Bagi fotografer pemula, pengambilan foto dengan berbagai sudut pandang memang kadang menyulitkan karena fotografer belum bisa menentukan sudut pandang yang baik, namun tidak ada salahnya mencoba dan belajar mengambil banyak gambar agar keahlian fotografi bisa lebih terasah.

Belajar berbagai teknik fotografi landscape bagi para fotografer pemula memang tidaklah mudah. Butuh kesabaran agar foto yang diambil semakin lama semakin indah. Disamping itu, fotografer juga harus mau bereksplorasi ke berbagai tempat yang menyediakan pemandangan landscape yang indah. Bahkan fotografer bisa berkunjung ke tempat-tempat yang mungkin jarang dijamah oleh fotografer lain, hingga dapat menghasilkan foto landscape yang jarang dihasilkan oleh orang lain. Selalu ingat pula bahwa hasil foto yang indah tidak hanya karena teknik fotografi yang baik tapi juga dihasilkan dari pengalaman dan naluri fotografer dalam mengambil foto suatu objek.

Baca artikel yang lain mengenai Perbedaan Lensa Kamera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 4 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.