Teknik Dasar Fotografi

Beberapa Teknik Dasar Fotografi yang Perlu Dipelajari Beserta Jenis-Jenisnya

Sebagaimana seni kreatif lainnya, fotografi juga mempunyai sejumlah teknik dasar di dalamnya. Teknik dasar fotografi sendiri perlu dipelajari guna mengasah kemampuan fotografi seseorang. Selain itu, mempelajari teknik dasar dalam fotografi juga akan membantu kita dalam menghasilkan foto yang kita inginkan.

Pada atikel kali ini, kita akan membahas beberapa teknik dasar fotografi yang perlu kita pelajari. Tak hanya itu, di artikel ini kita pun juga akan mengetahui apa saja jenis-jenis dari teknik dalam dunia fotografi itu sendiri. Adapun pembahasan tersebut bisa kita simak sebagaimana di bawah ini!

Bagaimana Cara Memegang Kamera?

Teknik dasar fotografi pertama yang harus dipelajari adalah cara memegang kamera itu sendiri. Seperti yang kita ketahui, bahwa kamera—utamanya yang DSLR—terhitung cukup berat. Jika kamera tidak dipegang dengan baik, maka bisa dipastikan bahwa kita akan merasa berat dan kelelahan dalam memegang kamera tersebut. Oleh sebab itu, mengapa teknik atau cara memegang sangatlah penting untuk dipelajari.

Cara memegang kamera sendiri dilakukan dengan memasang gantungan kamera terlebih dulu ke leher. Barulah setelah itu, peganglah kamera dengan tangan kiri dan peganglah shutter kamera dengan tangan kanan.

Pastikan kedua siku tangan menekan tubuh agar kamera tidak banyak bergoyang. Pastikan tangan kiri memegang kamera dengan kuat. Sementara itu, gunakanlah tangan kanan kita untuk mengatur setting kamera kita.

Cara Mengatur Exposure

Teknik dasar fotografi yang harus dipelajari selanjutnya adalah cara mengatur exposure. Exposure sendiri merupakan jumlah cahaya yang diterima oleh sensor kamera kita saat proses memotret. Dalam teknik ini, kita akan mempelajari bagaimana supaya sensor mendapat cahaya dalam jumlah yang cukup. Ada tiga cara yang bisa kita pakai dalam mengatur exposure. Adapun ketiga cara tersebut antara lain menentukan seberapa besar aperture; menentukan shutter speed; serta mengatur ISO.

Aperture merupakan bukaan lensa tempat dimana cahaya masuk. Adapun cara menentukan aperture sendiri adalah dengan mengetahui terlebih dahulu berapa cahaya yang dibutuhkan. Jika cahaya yang dibutuhkan banyak, maka aperture harus dibuka dengan cukup besar. Hal tersebut berlaku pula untuk sebaliknya.

Adapun cara membuka aperture secara besar adalah dengan men-setting bukaan ke angka yang terkecil. Misalnya: ke f/1, 4 atau ke f/1. Sebaliknya, jika hendak menutup aperture, maka setting bukaan harus diarahkan ke angka yang besar, seperti ke f/16 atau f/22.

Shutter speed atau kecepatan rana merupakan durasi yang dibutuhkan kamera untuk membuka sensor agar sensor menyerap cahaya. Adapun cara menentuka shutter speed sendiri dilakukan dengan mengatur shutter ke ukuran satuan kecepatan tertentu, misalnya 1/4000 detik atau 30 detik.

ISO merupakan ukuran sensitivitas sensor kamera terhadap cahaya. ISO sendiri mempunyai ukuran sensitivtas yang beragam, mulai dari yang terendah hingga yang tertinggi. Semakin rendah ukuran ISO yang dipakai, maka sensitivitas sensor terhadap cahaya akan semakin rendah, begitu pula sebaliknya.

Cara mengatur ISO sendiri dilakukan dengan menentukan ukuran sensitivitas yang kita butuhkan. Misalnya: jika kita ingin memotret objek dengan sedikit cahaya dalam ruangan, maka kita bisa menggunakan ISO dengan ukuran sensitivitas yang sangat tinggi.

Menggunakan Mode Dial dalam Kamera

Mode Dial merupakan penyetel dalam kamera yang berfungsi untuk mengubah mode dalam kamera. Mode Dial biasanya dapat ditemukan dalam berbagai macam kamera digital, terutama DSLR.

Mode Dial sendiri terdiri atas berbagai mode di dalamnya, di mana beberapa di antaranya adalah: Mode M, Av, Tv, dan juga P. Kesemua mode dalam Mode Dial tersebut bisa kita gunakan sesuai dengan kebutuhan fotografi kita. Misalnya: jika kita ingin belajar mengatur aperture dan shutter speed secara manual, maka kita tinggal memutar Mode Dial kamera kita ke mode M atau yang biasa disebut juga Manual Exposure.

Jenis-jenis Teknik Fotografi

Setelah sebelumnya mengetahui apa saja teknik dasar fotografi yang harus dipelajari, kali ini kita akan mengetahui jenis-jenis teknik lainnya yang ada dalam dunia fotografi. Tak hanya untuk menambah wawasan, sejumlah teknik fotografi tersebut patut diketahui agar kita dapat mengasah kemampuan berfotografi kita. Dengan begitu, kita pun bisa menghasilkan foto yang baik dan juga berkualitas.

Adapun jenis-jenis teknik tersebut adalah:

  • Slow Speed Photography

Teknik ini merupakan teknik yang lazim dipakai untuk memotret objek yang sedang tidak bergerak. Untuk menggunakan teknik ini, pastikan kita telah mengatur shutter speed kita dengan kecepatan yang cukup lambat agar memudahkan kita dalam memotret objek yang bergerak. Teknik ini cocok dipakai untuk memotret objek tidak bergerak, seperti patung dan sejenisnya. Meski begitu, teknik ini juga cocok untuk objek air yang bergerak, seperti air terjun atau aliran sungai.

  • High Speed Photography

Kebalikan dari teknik sebelumnya, teknik ini merupakan teknik yang dipakai untuk memotret objek yang bergerak, utamanya dengan gerakan yang cepat. Teknik ini biasanya dipakai para jurnalis olahraga untuk memotret pergerakan atlet yang sedang berlaga. Efek yang dihasilkan teknik ini adalah objek yang terlihat mematung, padahal sebetulnya dia tengah bergerak. Cara menggunakan teknik fotogrrafi ini adalah dengan mengatur shutter speed ke ukuran kecepatan yang maksimum.

  • Panning

Teknik ini merupakan perpaduan dari dua teknik yang disebutkan di atas. Efek yang dihasilkan dari teknik ini sendiri adalah foto yang berisi objek utama yang terlihat tajam dan seolah mematung, dengan latar yang mengabur karena gerakan.

Teknik ini sendiri digunakan dengan mengatur shutter speed ke kecepatan medium. Lalu setelah itu kita fokuskan kamera kita ke satu objek utama dengan cara menekan setengah tombol shutter. Jepretlah objek utama tersebut sambil menggerakan kamera kita sesuai dengan arah dan kecepatan gerak si objek utama.

  • Strobist

Jenis teknik fotografi yang terakhir adalah strobist. Teknik ini sendiri dilakukan dengan cara memanipulasi cahaya guna membentuk karakter objek yang kita inginkan. Cahaya yang dimanipulasi sendiri bisa berupa cahaya alami (sinar matahari) ataupun cahaya buatan (lampu kilat atau lampu studio). Teknik ini sendiri biasa digunakan untuk fotografi model atau portrait.

Efek yang dihasilkan oleh teknik ini adalah adanya salah satu unsur foto yang terlihat sangat berbeda, entah itu sang model foto ataupun cahaya yang dimanipulasi teknik ini. Teknik ini sendiri terbilang cukup kompleks dan perlu pengetahuan teknik dasar fotografi yang cukup matang. Dengan begitu, teknik fotografi ini bisa dilakukan secara baik dan maksimal, serta hasilnya bisa sesuai dengan harapan.

Demikianlah pembahasan seputar teknik dasar yang harus dipelajari dalam fotografi, serta berbagai jenisnya. Dengan mengetahui dan mempelajari teknik dasar serta jenisnya, kita bisa mengasah kemampuan fotografi kita supaya lebih baik lagi. Dengan begitu, kita pun bisa menghasilkan foto yang baik dan berkualitas. Semoga artikel kali ini bermanfaat dan mampu menambah wawasan kita semua.

Baca artikel yang lain mengenai Fotografi Travelling

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 5 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.