Teknik Dasar Editing Video

4 Teknik Dasar Editing Video untuk Pemula

Kamu suka sekali berkreasi dengan mengedit sesuatu. Tentunya dasar-dasar dalam mengeditpun kamu sudah kuasai benar. Nah, bagaimana kalau saya seorang pemula dan ingin sekali belajar editing? Tenang, walaupun kamu adalah seorang pemula dan belum begitu mahir kamu tetap bisa mencoba mengedit benda dengan sederhana. Kamu bisa mendapatkan berbagai macam informasi editing di internet yang tentunya akan membantumu dalam proses editing.

Yah saat ini internet menjadi wahana pembelajaran yang murah dan fleksibel. Ngomong-ngomong soal teknik editing dalam artikel ini juga akan disinggung beberapa trik-trik paling dasar sekali yang bisa kamu gunakan untuk mengedit lho. Teknik dasar tersebut dibagi menjadi empat, yuk simak apa saja teknik- teknik dasar yang wajib kamu ketahui dalam editing.

Trims

Kamu bisa menggunakan Trims atau Trimming untuk memangkas suatu obyek. Proses editing tentu akan sangat membutuhkan fungsi ini, yang mana kamu dapat mengedit suatu bagian ataupun membuang bagian yang tidak kamu inginkan. Selain itu dalam editing video kamu bisa menggunakan fungsi Trims untuk memperpendek durasi video yang ditayangkan.

Adanya Trims ini akan membantu menyusun video sesuai kehendakmu dan tidak ada bagian video yang tidak kamu sukai karena sebelumnya kamu telah melakukan pemangkasan pada bagian yang tidak perlu kamu tampilkan. Kamu juga bisa menyesuaikan durasi video dengan kebutuhan acara yang akan kamu lakukan sehingga tidak akan terjadi miscomunication antara lama pemutaran video dengan rundown acara yang kamu buat. Trim ini difungsikan khusus untuk menentukan sebuah awal dan akhir sebuah video. Jadi kita hanya akan menggunakan trim di awal dan akhir video

Split

Selanjutnya kamu bisa menggunakan Split untuk memecah sebuah video menjadi beberapa bagian. Pemecahan video ini akan menguntungkan kamu saat kamu membutuhkan video dengan durasi yang singkat dan berkaitan antara satu video dengan video yang lainnya. Nah, apa sih keuntungannya menggunakan Split pada editing video. Pertama kamu tidak perlu memutar video dari awal lagi misal ingin memutar video di bagian tengah.

Kedua, secara otomatis video yang sudah di Split akan terbagi menjadi beberapa bagian, ini memudahkanmu saat ingin memutarnya. Ketiga, adanya Split sangat bermanfaat untuk acaramu yang mengonsepkan acara inti dengan selingan video-video atau musik. Cara melakukan Split pun juga sangat mudah, kita hanya perlu meletakan kursor pada bagian yang ingin kita beri efek Split kemudian tekan tombol S pada keyboard. Split pun sudah aktif dalam video buatan kita.

Cut

Cut merupakan teknik dasar editing video yang digunakan untuk memindahkan gambar satu dengan gambar lainnya tanpa adanya interupsi terlebih dahulu. Cut ini berfungsi untuk memperjelas adegan atau gambar sebelumnya dengan menampilkan detailnya. Ada hal yang perlu diperhatikan saat akan melakukan cut pada editing video yaitu kompisis dan kontinuitas gambar. Keduanya sangat berpengaruh terhadap hasil editing dan dapat mengganggu serta membuat rancu alur cerita bila salah dalam menempatkan cut.

Oleh karena itu, saat melakukan cut seorang editor perlu memperhatikan beberapa point dibawah ini agar hasil editing tetap bagus dan tidak melenceng dari jalan cerita, antara lain:

  1. Saat melakukan cut pada shot video, editor harus melakukannya dengan halus sehingga penonton tidak merasakan adanya perubahan dan perpindahan pada gambar.
  2. Lakukan cut dengan cermat dan hati-hati seta pada waktu yang tepat karena cut bertujuan untuk menampilkan detail suatu shot utama dan memperjelas adegan yang ingin dilihat oleh penonton, misalnya tumpukan buku dan nama-nama buku untuk memperjelas adegan orang yang sedang membaca buku.
  3. Sebelum melakukab cut kita harus memikirkannya baik-baik terlebih dahulu agar kita tidak salah dalam menempatkan cut dan membuat alur cerita menjadi rancu. Jadi selalu memikirkan kapan saat yang tepat untuk melakukan cut.
  4. Jangan memberikan efek cut pada orang yang sama dan pastikan shot berikutnya berisi adegan yang baru dan berbeda dari adegan sebelumnya.
  5. Adanya cut juga bisa membingungkan penonton saat kita mengambil cut dari adegan very long shot ke adegan big clouse up. Penonton akan bingung bagian mana yang ingin ditonjolkan oleh editor saat mengambil cut dari bagian tersebut. Bila ingin menunjukan lebih detail detail suatu adegan bisa menggunakan cut dari big clouse up ke clouse up.
  6. Sudut pandang kamera perlu dirubah bila kita akan melakukan cut dari very long shot (VLS) ke Medium Shot (MS) atau dari Medium Shot (MS) ke Custom Shot (CS).

Terdapat beberapa jenis cut yang sering digunakan dalam proses editing video, antara lain:

  1. Cut In, pemotongan gambar dengan cut in dilakukan dengan cara memasukan atau menyisipkan gambar lain ke gambar utama yang bertujuan untuk memperjelas gambar utama.
  2. Cut Away, Intercut, Reaction Cut merupakan jenis efek cut yang digunakan untuk menunjukan reaksi terhadap gambar utama dan gambar lain yang bisa dijadikan selingan.
  3. Jump cut merupakan jenis efek cut yang digunakan melakukan pemotongan dengan pergantian atau pemotongan gambar yang mana kesinambungan waktunya terputus karena perbedaan waktu.

Join

Join merupakan teknik dasar dalam editing video yang digunakan untuk menggabungkan dua gambar menajdi satu. Selain gambar kamu juga menggabungkan video, musik, dan juga konten yang lainnya ke dalam video yang kamu buat. Hal ini mmebuatmu dapat terus berkreasi dengan video yang kamu buat. Join akan memungkinkanmu menggabungkan gambar yang menarik ke dalam gambar yang kamu ambil. Join juga memungkinkanmu memasukan video lain ke dalam video yang sedang kamu buat. Cara membuat join juga cukup mudah tinggal mengimport gambar dan file lainnya ke dalam task videomu kemudian tinggal kamu joinkan saja.

Masih banyak teknik-teknik dalam editing video yang perlu kamu tahu. Kamu bisa mempelajarnya dengan mengumpulkan berbagai informasi tentang editing video. Cara paling murah dan tidak membutuhkan banyak waktu dan biaya adalah dengan mencari-cari informasi melalui internet. Kamu bisa mendapatkan berbagai materi yang ingin kamu ketahui melalui search engine yang ada di Internet. Sementara bila kamu ingin lebih mendalami editing video kamu bisa mengikuti kelas editing video dan akan membuatmu lebih kondusif dalam belajar. Cara lainnya ialah kamu bisa mengumpulkan buku-buku khusus editing video dan mempelajarinya.

Cara yang paling jitu untuk mengasah kemampuan editingmu adalah dengan terus berlatih dan sesekali mengikuti kompetisi editing video sehingga kamu bisa mengetahui sampai dimana letak kemampuanmu. Selain sebagai tolok ukur kemampuan, sebuah lomba atau kompetisi juga bisa menjadi pemicu semangatmu dalam memaksimalkan kemampuan editingmu. Sementara itu, bila kamu berhasil menyabet gelar juara dalam kompetisi tersebut maka hadiah tersebut adalah bonus untuk kerja kerasmu selama ini dalam belajar editing. Sebelum itu kamu harus terus belajar dan memperdalam materi  editing video khususnya teknik-teknik dasar.

Baca artikel yang lain mengenai Cara Menggunakan Gopro

Edit Video untuk Pemula

Belajar Edit Video untuk Pemula

Editing merupakan kegiatan merangkai dan memotong-motong gambar menjadi satu kesatuan video yang siap ditayangkan. Editing bertujuan untuk mensortir bagian gambar, suara, dan lain sebagainya yang tidak sesuai dengan pembuatan video sehingga dihasilkan konten video yang berkualitas.

Kegiatan yang terlibat dalam proses editing video terdiri dari beberapa rangkaian antara lain Capturing atau Importing, Pemotongan, Penggabungan, Penyisipan, dan pengaturan transisi.

  1. Importing merupakan kegiatan memindahkan file hasil rekaman baik berupa suara, gambar, maupun musik kedalaman alat atau aplikasi yang digunakan untuk mengedit video.
  2. Pemotongan bertujuan untuk membuang gambar dan suara yang kurang bagus sehingga hasil video bisa lebih memuaskan.
  3. Penggabungan merupakan kegiatan menggabungkan dua gambar atau suara menjadi satu sehingga menjadi satu kesatuan.
  4. Transisi bertujuan untuk memberikan perpindahan gambar sehingga hasil video terasa hidup dan mampu dipahami alur ceritanya oleh penonton.

Editing video bertujuan agar penyampaian isi pesan dalam video bisa tepat sasaran dan tersampaikan kepada penonton melalui gambar, suara ataupun teks yang terdapat dalam video. Sementara itu, proses editing video sendiri dibedakan menjadi dua cara yaitu Editing Linear dan Editing Non Linear. Hal inipun juga berpengaruh terhadap alat editing yang digunakan dalam proses edit video.

Apa si perbedaan dari kedua jenis editing tersebut? Bagaimana cara kerjanya dan manakah editing yang paling fleksibel pada zaman ini?. Semua pertanyaan tadi akan kita bahas dalam ulasan sederhana tentang jenis edit video dibawah ini. Yuk, simak penjelasannya.

Editing Linear

Alat yang digunakan dalam editing jenis linear adalah Video Tape Recorder (VTR). VTR ini didalamnya terdapat kaset tape yang langsung digunakan untuk proses editing. Dalam sebuah VTR terdapat dua buah deck yang dilibatkan dalam proses editing yaitu satu deck untuk tempat playback memilih gambar atau konten editing dan satu deck lagi untuk recorder atau proses pengolahan editingnya.

Jadi cara kerja VTR adalah semua gambar yang diambil akan masuk kedalam deck playback, kemudian proses pengolahan editing akan dilakukan pada deck recorder. Saat memasuki tahap editing pada deck recorder, editor bisa membuang atau menggabungkan gambar dan memberikan sentuhan efek pada proses ini. Meskipun demikian pilihan efek yang disediakan tidak cukup banyak mengingat editing linear dilakukan secara langsung tanpa bantuan software editing video.

Selain menggunakan VTR, editing linear juga bisa dilakukan menggunakan kamera digital. Saat ini sudah banyak kamera digital yang canggih dan memungkinkan melakukan editing langsung pada kamera. Kita tinggal mengambil gambar atau membuat video kemudian setelah itu langsung mengeditnya melalui kamera digital yang kita punya.

  • Menghapus dan Memotong

Kita bisa menghapus dan memotong bagian video atau gambar yang tidak kita sukai. Oleh karena itu, editing langsung melalui kamera sangat diperlukan sebuah list dan editor harus merekam ataupun mengambil gambar berdasarkan jalan cerita yang telah ia susun sebelumnya dalam list tersebut.

Jadi cara kerja editing menggunakan kamera digital adalah pengambilan gambar berdasarkan list yang telah ditentukan sebelumnya, kemudian langsung dilakukan penghapusan atau editing untuk shot yang tidak sesuai dengan list ataupun hasil gambar yang kurang bagus.

  • Kelemahan dan Kelebihan Editing Linear

Kelebihan dari editing linear tidak ada proses capture dan rendering yang harus dilalui dalam proses editing. Capture merupakan pemindahan file dari kaset pita ke dalam memori penyimpanan di komputer, sedangkan redering adalah pemindahan hasil editing ke dalam VCD, DVD, dan media penyimpanan lainnya.

Kekurangan editing ini terletak pada terbatasnya efek yang bisa digunakan untuk pengolahan gambar yaitu hanya cut saja. Cut sendiri merupakan efek yang digunakan untuk memotong gambar dari satu gambar ke gambar yang lainnya. Tidak tersedianya efek pengolahan gambar yang lengkap tentu membuat kita kurang bebas berkreasi dengan video editing kita. Meskipun demikian bukan berarti pengolah video dengan cara linear editing kurang memuaskan hasilnya karena cara ini sangat sesuai untuk pengeditan video sederhana yang sangat ditunggu-tunggu hasilnya dan tidak mempunyai banyak waktu untuk pengolahan.

Editing non Linear

Editing non linear merupakan editing menggunakan jasa pihak ketiga dan editing dilakukan tidak secara langsung. Jadi alat edit yang digunakan dalam proses editingnya meliputi kamera, komputer, dan CD/DVD.

  • Cara Menggunakan Editing Non Linears

Kita menggunakan kamera atau DSLR untuk proses pengambilan gambar dan video yang akan dilakukan editing. Selain menggunakan kamera, kita juga bisa menggunakan smartphone untuk pengambilan gambar atau videonya. Meskipun demikian hasil pengambilan gambar menggunakan kamera atau DSLR akan lebih baik bila dibandingkan dengan hasil dari smartphone.

Setelah itu, kita memindahkan hasil pengambilan gambar dari kamera tadi kedalam komputer atau Laptop kita. Disinilah proses editing akan dilakukan. Selain menggunakan komputer sebagai wahana editing, kita juga perlu menginstal software editing video untuk memperlancar proses editing.

  • Software yang Termasuk di Editing Non Linear

Terdapat bermacam-macam jenis software editing video yang bisa kamu pilih seperti Adobe Premier, Final Cut Pro, Pinacle, Avid, dan lain sebagainya. Setiap software editing mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing, ada software yang khusus diciptakan untuk kaum profesional dan ada pula yang didesain untuk pemula. Kita mulai mengerjakan editing menggunakan software tersebut, yang mana kita bisa menggunakan berbagai macam efek dan fitur editing yang tersedia dan membuat video kita semakin menarik.

Perlu diketahui juga bahwa efek yang disediakan software editing tidak hanya sebatas cut, kita bisa memberikan tulisan, suara, menggabungkan gambar, dan lain sebagainya kedalam video yang akan kita edit. Berbagai macam fitur editing yang disediakan software tersebut tentu akan membuat video kita semakin menarik. Setelah kita selesai melakukan proses editing, kita bisa mengakhiri proses editing yang kita lakukan dengan cara menyimpannya kedalam komputer atau memindahkannya kedalam flashdisk, VCD, DVD, atau CD.

  • Keuntungan dan Kelemahan Editing Non Linear

Keuntungan menggunakan editing non linear antara lain hasil video bisa lebih maksimal karena didukung oleh penggunaan efek video seperti transisi dan grading colour. Kita bisa memasukan efek-efek yang terdapat dalam software editing video kedalam hasil rekaman kita, yang mana tentu efek yang disediakan jauh lebih lengkap dan bervariasi mengingat vendor software yang bersangkutan selalu meningkatkan kualitas layanan softwarenya.

Kekurangan dari penggunaan editing non linear terletak pada lama waktu pengerjaannya.  Hasil editing dengan non linear tentu  tidaklah instant dan perlu melalui berbagai macam tahapan sehingga membutuhkan waktu pengolahan yang lebih lama. Hal ini tentu berbanding lurus dengan hasil yang akan didapatkan, yang mana hasil yang memuaskan membutuhkan waktu yang lebih lama dan proses yang lebih matang.

Alasan Kenapa Harus Melakukan Editing Video

Kenapa sih di dalam video diperlukan sekali proses editing. Alasannya tidak lain dan tidak bukan dikarenakan dalam sebuah editing terdapat beberapa fungsi yang akan membuat hasil video menjadi lebih indah. Fungsi tersebut di antaranya adalah fungsi sound atau suara yang mana dalam sebuah video diperlukan musik ilustrasi, back soud, suara dubbing untuk narasi dan lain sebagainya.

Selain fungsi sound juga terdapat fungsi editing image yang digunakan untuk menunjang elemen grafis dalam pembuatan judul dan ilustrasi. Juga terdapat fungsi animasi dan visual effect yang mana fungsi ini akan menampilkan efek visual dan juga animasi pada video. Setelah proses editing selesai tahap akhir adalah pendistribusian kepada kepada penonton. Dimana untuk menarik minat penonton kita perlu menyiapkan demo yang berupa potongan-potongan adegan dalam video yang mengundang rasa tertarik dan penasaran penonton untuk melihat video secara keseluruhan.

Baca artikel yang lain mengenai Cara Menggunakan Gopro