Cara Menjadi Fotografer

Mau Jadi Fotografer Andal? Miliki Syarat Ini Sebagai Cara Menjadi Fotografer!

Seni fotografi sangat menarik, banyak yang ingin menjadi fotografer. Apalagi di era digital ini, hasil foto dapat dijadikan alat pendulang uang. Foto dapat diperjualbelikan melalui dunia maya. Lomba fotografi pun semakin marak. Belum lagi tawaran-tawaran pengambilan gambar di banyak event. Namun ternyata menjadi fotografer tidak hanya bermodalkan kamera saja. Membidik foto tidak asal langsung cekrek. Yuk kita simak beberapa cara menjadi fotografer berikut.

Latihan Terus Tanpa Henti

Yang pertama harus disiapkan adalah mengasah keterampilan memotret. Fotografi membutuhkan olah keterampilan dan dipadu pengetahuan. Penggunaan alat pengambil gambar menjadi salah satu poin penting di dalam belajar fotografi. Kemampuan menempatkan obyek secara tepat, mengambil sisi yang pas juga wajib dimiliki. Lalu, bagaimanakah cara melatih kemampuan tangan terampil untuk sang juru kamera ini? Berikut kiat-kiatnya.

1. Mengasah Kemampuan Komposisi

Komposisi dari sebuah obyek yang dibidik merupakan hal vital yang harus dicermati oleh fotografer. Hasil fotografi pemula dan profesional dapat dibedakan dari hasil olah komposisi sebuah karya foto. Oleh karena itu, untuk memperoleh gambar yang tepat secara komposisi, seorang fotografer tidak dapat hanya mengambil sekali bidikan. Seprofesional apapun, pengulangan memfoto obyek wajib dilakukan. Hal ini digunakan untuk menentukan komposisi terbaik suatu hasil foto.

Langkah awal yang dapat dilakukan untuk mengolah kemampuan komposisi adalah dengan mengunakan satu lensa secara berkesinambungan. Hal ini ditujukan supaya fotografer dapat mengerti cara kerja lensa dengan baik untuk menciptakan foto yang berkualitas. Pengguna akan hafal terhadap lensa tersebut termasuk panjang fokus, kemampuan bidik dan lain sebagainya.

Cara menjadi fotografer selanjutnya adalah dengan mempelajari foto hitam putih. Di dalam foto hiBtam putih yang nampaknya sederhana, ternyata justru kaya akan corak, motif dan pola. Dengan meniadakan warna, kita akan mampu memperhatikan detail lain seperti adanya guratan, bayangan benda, garis, pola dan lain sebagainya sehingga mempertajam kemampuan memperhatikan obyek secara lebih detil. Pengulangan pola, garis, warna juga harus diperhatikan karena akan membuat fotografer semakin sensitif dan teliti.

Selanjutnya mencari garis serta subyek sebuah foto di ruang negatif dapat membantu fotografer untuk menciptakan sebuah karya yang dinamis dan tidak monoton. Melatih pengambilan foto di ruang negatif akan menghasilkan karya dengan obyek utama sebagai sisi yang ditonjolkan dan menciptakan sebuah foto yang mampu berbicara.

2. Berlatih Menggunakan Kamera

Semua profesi yang memerlukan alat untuk bekerja, membutuhkan keterampilan pengguna terhadap pemakaian alat tersebut. Demikian halnya dengan fotografer, seorang juru foto yang andal harus dapat mengoperasikan kamera dengan sempurna. Oleh karena itu, diperlukan berlatih menggunakan kamera setiap hari. Memotret segala bentuk benda setiap hari apapun hasilnya akan memperlancar seorang fotografer di dalam bekerja. Bukan hanya untuk fotografer pemula, seorang fotografer senior pun ketika menggunakan alat yang berbeda, wajib belajar terus menerus menggunakan kamera baru tersebut karena setiap tipe kamera dapat memiliki fitur yang berbeda sehingga diperlukan latihan menggunakannya.

3. Mengambil Obyek Lebih Dekat

Cara menjadi fotografer yang baik adalah mengambil obyek secara lebih dekat. Obyek yang jelas dan dekat akan membuat olah foto menjadi lebih nyata dan dinamis dengan komposisi yang menarik. Sebuah foto yang akan menonjolkan suasana alam dengan tambahan obyek manusia sebagai sisipan, sebaiknya bukan mengambil obyek manusia yang didekatkan dengan kamera melainkan obyek alam yang ingin ditonjolkan itulah yang harus dibidik lebih dekat.

4. Banyak Membaca Tentang Seni Fotografi

Pengetahuan sangat berpengaruh di dalam semua ilmu. Dengan banyak tahu, maka seseorang dapat mengaplikasikan olah pengetahuan tersebut ke dalam sebuah keterampilan. Banyak membaca mengenai fotografi sangat bagus di dalam pengembangan kemampuan seorang fotografer. Mempelajari cara menjadi fotografer dapat mengasah keterampilan mengambil obyek secara tepat.

Seperti Ini Kamera Yang Bagus Untuk Jadi Fotografer Andal

Poin selanjutnya di dalam cara menjadi fotografer yang andal adalah menentukan alat yang akan digunakan. Alat sangat vital di dalam olah seni fotografi. Alat yang dipakai adalah kamera. Jenis kamera yang tidak tepat akan mengakibatkan hasil fotografi menjadi tidak bagus atau kurang optimal. Berikut syarat kamera yang bagus untuk fotografi.

1. Menentukan Sasaran Obyek

Seorang fotografer mempunyai kualifikasi dan ketertarikan yang tidak selalu sama antara fotografer satu dengan lainnya. Ada yang menyukai memotret obyek berupa manusia, ada yang senang dengan obyek alam atau lendscape, ada juga yang suka memotret isi air atau laut, danau dan lain sebagainya. Seorang yang ingin memotret kondisi bawah air tentu membutuhkan kamera yang bersifat water proof, dengan fokus yang tidak mudah goyah atau autofocus.

Kondisi kamera harus stabil karena sering terdapat gangguan arus bawah air. Seorang yang suka travelling dan memotret apapun yang ditemui di dalam perjalanan membutuhkan kamera yang ringan dijinjing namun kokoh dan mempunyai baterai yang awet daya hidupnya.

2. Menggunakan Kamera Beresolusi Tinggi

Resolusi yang bagus akan menghasilkan gambar yang berkualitas tinggi. Komposisi warna dan kenampakan alami gambar hasil bidikan dipengaruhi oleh filter warna dari sebuah lensa. Kamera dengan filter minimal 16 megapiksel adalah yang perlu digunakan. Jangan menggunakan kamera dengan filter di bawah 10 megapiksel karena akan menghasilkan gambar obyek yang tidak tajam dan kurang fokus.

3. Menentukan Bodi Kamera

Bodi kamera sangat penting untuk diperhatikan. Sebaiknya jangan menggunakan kamera yang terlalu besar bodinya. Saat ini sudah banyak ditawarkan di pasaran kamera berkualitas dengan ukuran yang mungil dan ringan serta nyaman untuk dipegang tangan. Jangan hanya tertarik oleh bentuk yang menawan namun tidak nyaman di tangan. Selain itu, bagi yang suka bepergian, gunakan kamera travelling yang ringan dan praktis untuk dimasukkan tas ataupun kantong.

4. Daya Tahan Baterai

Daya tahan baterai menjadi salah satu cara menjadi fotografer andal yang harus diperhatikan. Jangan sampai pada saat sedn mengambil gambar khususnya ketika merekam video, mendadak kehabisan baterai dan kita kehilangan momen yang seharusnya dapat disimpan. Tentu saja hal tersebut akan sangat mengecewakan dan merugikan. Pastikan baterai awet dan terisi penuh sebelum menyiapkan sebuah perekaman gambar.

5. Kekuatan Fram Per Second

Frame per second atau fs merupakan kemampuan kamera membidik obyek yang memiliki gerakan cepat. Semakin tinggi fs sebuah kamera, maka akan semakin dinamis gambar yang diciptakan bahkan ketika harus membidik sasaran yang bergerak cepat tanpa hasil yang blur.

Cara menjadi fotografer andal selanjutnya adalah berlatih mengedit gambar. Saat ini sudah memasuki era digital. Hasil akhir gambar ditentukan pula oleh kemampuan edit seorang fotografer. Editing yang dilakukan bukan untuk menipu atau mengubah secara total melainkan edit dasar seperti mengatur pencahayaan, pemotongan obyek yang tidak perlu serta mengolah komposisi warna.

Yang terakhir di dalam cara menjadi fotografer yang profesional adalah memiliki syarat sebagai berikut.

1. Memiliki Kemampuan Desain Grafis

Kemampuan desain menjadi syarat wajib bagi seorang fotografer. Finishing touch karya fotografi adalah dengan pendekatan desain dan editing. Kemampuan ini akan memperkaya hasil dan mampu menciptakan olah gambar yang dinamis.

2. Mempunyai Style Dan Kepribadian Yang Kuat Dalam Menentukan Karakter Foto

Sebuah foto dapat dinyatakan berbicara, mampu mewakili tulisan apabila dibuat oleh seorang fotografer yang memiliki style dan kepribadian kuat. Selain itu, dengan style dan kepribadian yang kuat, hasil karya akan mampu mempunyai ciri khas yang akan mudah dikenal oleh penikmat foto dan menjadikan foto tersebut unik, spesifik dan memiliki nilai.

3. Serius Dan Fokus Membuat Karya

Tidak ada satupun karya yang dibuat tanpa keseriusan. Seorang fotografer harus serius dan fokus ketika membuat karya sehingga dihasilkan foto berkualitas tinggi.

4. Memiliki Alat Sendiri

Berhubungan dengan keseriusan,  seorang fotografer wajib memiliki alat sendiri terutama kamera.  Seseorang tidak dapat dinyatakan sebagai fotografer profesional jika belum menyediakan alat pribadi. Meskipun dapat menyewa alat, namun keseriusan kerja dan hasil yang optimal hanya bisa diperoleh ketika beroperasi menggunakan alat yang dimiliki sendiri

5. Mempunyai Jaringan Dan Portofolio

Untuk menjadi fotografer wajib mempunyai jaringan untuk menawarkan jasa. Selain itu, portofolio wajib pula disiapkan ketika jaringan yang dihubungi menghendaki contoh karya.

6. Tekun Dan Telaten

Tak satupun karya terbaik dunia ini yang dikerjakan tanpa adanya ketelatenan dan ketekunan. Demikian halnya, dalam seni fotografi syarat ini wajib dimiliki seorang fotografer. Membidik obyek tidak mesti langsung berhasil sehingga sering diperlukan pengulangan sampai diperoleh hasil maksimal.

Demikian beberapa kiat dan cara menjadi fotografer yang andal, semoga dapat dijadikan referensi bagi para calon fotografer dan yang sudah menggeluti seni fotografi.

Baca artikel yang lain mengenai Tips Mengedit Video

Belajar Fotografi Pemula

1, 2, 3 ..Cekrek! Yuk Belajar Fotografi Pemula

Seni fotografi bukanlah sekedar membidik objek dengan kamera. Terdapat teknik-teknik khusus yang harus dipelajari dan diperhatikan oleh fotografer supaya mampu menghasilkan gambar yang tidak hanya Indah namun juga punya bobot serta bisa bercerita. Seorang fotografer handal dapat menuangkan serangkaian kisah melalui proyeksi objek yang dibidiknya. Bahkan tidak sedikiy yang dapat menuangkan kritik, sindiran tanpa ada seutas pun narasi dari sebuah foto yang diciptakan.  Untuk dapat menjadi seorang fotografer handal pasti diawali dengan belajar. Lalu apakah ada kiat khusus untuk belajar fotografi pemula.

Dasar Yang Perlu Dipahami Pemula

Dasar-dasar yang perlu dipelajari oleh pemula adalah sebagai berikut.

Pertama adalah mengenal alat pengambil gambar atau kamera. Untuk bisa belajar fotografi pemula harus tahu jenis-jenis kamera. Ada kamera DSLR dan ada kamera mirrorless. Ada juga kamera DSLR tipe SLT.  Fungsi mengetahui jenis kamera adalah untuk mengenal sistem operasi dari setiap jenis kamera sehingga ketika menggunakan tidak gagap alat. Digital Single lens Reflex atau DSLR adalah kamera yang menggunakan cermin untuk menangkap cahaya guna diteruskan dari lensa menuju viewfinder. Viewfinder adalah sebuah lobang kecil tempat pengguna kamera mengintip objek. Untuk mendapatkan gambaran objek, maka cahaya akan dipantulkan ke dalam sebuah alat disebut pentaprisma.

Jenis kamera lain yang perlu diketahui adalah mirrorless. Sebagaimana namanya, kamera ini tidak menggunakan bantuan cermin atau pentaprisma di dalam meneruskan cahaya.  Pada umumnya kamera mirrorless dapat diganti-ganti lensanya. Ukurannya yang mungil dan bentuknya yang simpel membuat kamera jenis ini cocok digunakan untul belajar fotografi pemula.

Selanjutnya, seorang fotografi harus tahu cara yang benar mengambil gambar menggunakan kamera. Sebelumnya perlu diperhatikan, jenis kamera ysng digunakan. Jangan takut untuk mengulang-ulang membidik objek. Supaya dapat lebih piawai di dalam menggunakan tombol-tombol ysng terdapat pada kamera dibutuhkan uji coba berulang kali hingga hafal letak tombol berikut fungsinya. Ketika sedang belajar mengoperasikan kamera, akan lebih baik jika menggunakan buku panduan yang disertakan pada saat membeli kamera. Dengan membaca panduan maka proses belajar akan relatif lebih cepat.

Seorang fotografer harus mengennal istilah-istilah pada kamera seperti ISO,  frame, shutter speed, aperture, frame per second, megapiksel dan masih banyak lagi istilah di dalam fotografi khususnya yang berkaitan dengan alat. Ketika menggunakan kamera juga harus diketahui kualifikasi serta spesifikasi dari kamera supaya tepat pengaplikasiannya. Sebuah kamera yang memiliki kecepatan tangkap objek rendah tidak akan mampu membidik benda bergerak secara tepat.  Shutter speed merupakan pengendali sebuah kamera di dalam  menangkap pergerakan sebuah objek.

Kamera dengan shutter speed tinggi, misalnya mencapai 60 fs, akan dapat membidik benda yang bergerak dengan kecepatan tinggi dan menghasilkan gambar yang detail tajam, namun dinamis. Bahkan terkadang objek nampak tidak bergerak namun sisi latar menunjukkan adanya pergerakan yang cepat sehingga hasil foto nampak berbicara serta hidup.

Seorang fotografer harus memiliki sensitivitas atau kepekaan terhadap objek. Detail objek berupa garis, titik dan bayangan harus dipahami secara rinci. Dengan bisa menetapkan garis objek maka juru kamera akan mampu menentukan arah atau sudut pengambilan gambar sehingga hasil bidikan memiliki angle yang tepat. Unsur visual lain seperti tekstur, pola dan warna juga harus diperhatikan untuk dapat menciptakan sebuah komposisi yang pas dan dinamis.

Belajar fotografi pemula harus mengenal the true of third, yaitu menempatkan objek di dalam tiga buah garis vertikal dan tiga garis horizontal di mana garis-garis tersebut digunakan untuk menempatkan objek ketika akan menentukan titik fokus. Pada kamera autofokus, terdapat beberapa titik fokus yang tersebar. Yang akan dengan mudah membantu pengguna menempatkan objek pada fokusnya. Namun the true of third tetap harus diaplikasikan untuk lebih menghasilkan gambar yang tajam.

Bagaimana Cara Belajar Dengan Sendiri Tanpa Guru?

Untuk para pemula, dapat belajar fotografi secara otodidak. Meskipun tanpa guru atau pelatih, namun belajar otodidak tidaklah kalah di dalam kualitas hasilnya. Justru pengalaman yang diperoleh dengan belajar secara langsung di lapangan relatif lebih kaya dan memberikan pengaruh positif terhadap sebuah karya seni. Lalu apa yang harus dilakukan untuk belajar fotografi pemula secara otodidak ini.

Pertama yang harus dilakukan adalah belajar membidik obyek secara tepat. Ketika mengambil foto, sebisa mungkin terapkan jarak yang dekat untuk hasil optimal. Berusaha untuk meniadakan ruang kosong kecuali kita memang hendak menjadikan ruang tersebut sebagai salah satu unsur yang akan dimaksudkan di dalam narasi karya. Mencoba berulang untuk memotret objek dari segala arah dan sudut, selanjutnya pelajari karakteristik hasil pengambilan gambar menggunakan arah dan sudut yang berbeda tersebut. Ketika menangkap gambaran benda, gunakan point of interest atau fokus terhadap benda yang akan dibidik. Seorang fotografer sudah harus memiliki konsep di kepalanya sebelum menentukan point of interest.

Kemudian, perhatikan momen yang ajan dibidik. Jangan sampai kehilangan momen. Di sini lah kepekaan dan ketangkasan seorang fotografer diperlukan. Untuk dapat mengasahnya diperlukan latihan dan sering mencari momen yang menarik untuk dibidik. Komposisi objek juga harus diperhatikan. Komposisi yang seimbang memberikan kualitas yg prima untuk sebuah hasil foto. Foto-foto yang mahal dan eksklusif selalu menyajikan komposisi yang seimbang.

Selektif ketika memilih objek, akan membantu fotografer memberikan hasil bidikan yang bagus. Selain itu menentukan fokus objek juga wajib diperhatikan ketika belajar fotografi pemula ini.  Terus belajar menetapkan fokus yang tepat dengan cara membidik berulang akan meningkatkan kepiawaian seorang fotografer ormula di dalam menangkap objek.

Ketika belajar otodidak, anda harus berani untuk memotret. Jamgan pernah ragu ketika melakukan bidikan. Terus mencoba dan terus berusaha mendapatkan hasil yang optimal. Sering-sering lah bepergian sekedar untuk menciptakan intuisi. Jika belajar di rumah, sering-seringlah mencari sasaran untuk dibidik. Bahkan benda ysng tidak bermanfaat di rumah pun dapat menjadi objek yang menarik untuk diabadikan jika kita mampu menemukan point of interest dan selanjutnya dimunculkan menjadi sebuah narasi berupa gambar.

Adakah Tempat Belajar Fotografi Yang Bagus?

Bagi yang ingin belajar fotografi pemula, berikut adalah beberapa link yang dapat membantu memberikan informasi penting buat seni fotografi.

1. Digital Photography School

Situs ini sangat tepat untuk penggiat fotografi, selain banyak tips dan artikel, di situs ini juga disediakan ajang kumpul para fotografer. Forum komunikasi yang tersedia di situs memungkinkan para fotografer untuk saling sharing pengalaman.

2. Photo.net

Situs ini merupakan media sosial bagi para penggiat seni fotografi. Aneka galery hasil pemotretan terpajang di situs ini. Situs yang berbasis komunitas ini sangat tepat bagi para fotografer yang ingin menampilkan hasil karyanya. Di photo.net sering ditampilkan aneka informasi mengenai lomba foto. Terdapat juga forum komunikasi para anggota.

3. Geoff Lawrence

Situs ini membahas secara detail dan lengkap mengenai cara belajar fotografi, tips dan kiat-kiat hingga ke pengolahan komposisi dalam fotografi.

4. SLR Lounge

Jika anda ingin menikmati informasi yang modern dan perbincangan terkini tentang fotografi, maka SLR loungevadsksh situs yang anda cari. Di sini segala jenis informasi paling up to date tersaji dengan bahasan yang menarik.

Demikian seluk beluk belajar fotografi pemula, semoga membantu bagi anda yang tertarik untuk menjadi seorang fotografer handal. Selamat belajar.

Baca artikel yang lain mengenai Tips Mengedit Video

Cara Fotografer Memotret

Cara Fotografer Memotret yang harus Dipelajari

Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan fotografi adalah mempelajari cara fotografer memotret. Adapun cara memotret fotografer yang harus dipelajari tentu saja cara memotret dari para fotografer profesional.

Ada sejumlah cara fotografer memotret yang harus dipelajari. Pada artikel kali ini, beberapa di antaranya akan disampaikan. Adapun beberapa cara fotografer memotret sendiri bisa disimak sebagaimana berikut ini!

Fokus pada Objek

Cara fotografer memotret yang pertama dan harus dipelajari adalah bagaimana cara fotografer fokus kepada objek. Cara untuk fokus pada objek sendiri bisa dilakukan dengan menggunakan mode autofokus yang ada pada kamera.

Misalnya, mode Autofocus Face Detection. Fitur fokus ini sangat cocok untuk memotret secara khusus wajah manusia. Pasalnya, mode ini mampu membuat lensa kamera fokus ke wajah objek yang nantinya akan tampil di layar kamera Anda. Mode autfokus ini dilengkapi dengan fitur Smile Shutter yang mampu membantu shutter kamera saat hendak memotret atau mendeteksi objek manusia yang tengah tersenyum.

Jika ingin mengatur fokus secara manual, Anda bisa memakai mode autofokus manul yang ada di kamera Anda. Mengatur autofokus sendiri mempunyai sejumlah keuntungan, salah satunya adalah membuat Anda bisa membuat fokus kamera secara maksimal.

Adapun cara menggunakan mode ini adalah dengan menekan tombol autofokus, kemudian gunakanlah control navigasi untuk memilih titik fokus pada objek yang diinginkan. Fokuslah pada titik tersebut dan kemudian memotretlah.

Mengambil Objek dengan Baik

Cara fotografer memotret yang harus dipelajari selanjutnya adalah bagaimana cara mengambil gambar atau objek dengan baik. untuk mengambil objek dengan baik, ada sejumlah trik yang bisa dipakai, salah satunya dengan menggunakan teknik rule of third.

Cara mengambil objek dengan rule of third sendiri harus dilakukan dengan sejumlah langkah. Pertama, buatlah garis imajiner yang membagi foto menjadi sembilan bagian sama besar dan mempunyai empat titik pusat di bagian tengahnya. Kemudian, tempatkanlah objek yang hendak dipotret ke salah satutitik pusat tersebut. Dengan cara ini, diharapkan foto yang dihasilkan akan mempunyai kesan yang dinamis.

Selain rule of third, ada satu cara lain yang bisa dilakukan, yaitu dengan mengambil sudut yang menarik. Cara ini dilakukan dengan memotret objek dari sudut yang tidak biasa, entah itu dari sebelah atas objek; di bawah objek; atau berbagai sudut lainnya yang dirasa menarik bagi Anda.

Mengatur Exposure dengan Tepat

Dalam dunia fotografi, exposure diartikan sebagai jumlah cahaya yang diterima oleh sebuah sensor kamera. Untuk menghasilkan foto yang baik, exposure haruslah diatur secara tepat. Saat ini, mengatur exposure dengan tepat bukanlah hal yang sulit. Pasalnya, di semua jenis kamera—utamanya yang digital—terdapat satu mode bernama Mode Auto Exposure. Lewat mode tersebut, kamera akan secara otomatis melakukan pengaturan exposure sesuai dengan titik fokus dan objek yang hendak dipotret.

Jika Anda ingin belajar mengatur exposure secara manual, Anda bisa menggunakan Mode Manual Exposure di dalam kamera Anda.  Bila mengambil mode ini, maka Anda harus belajar mengatur sendiri sejumlah komponen pengatur exposure, seperti ISO, aperture, dan juga shutter speed. Selain itu, Anda jugaharus mempelajari kondisi cahaya yang mengitari sekitar objek.

Meskipun terlihat merepotkan, namun ada sejumlah keuntungan jika menggunakan Mode Manual Exposure. Salah satu keuntungan tersebut hasil foto yang akan tetap bagus kendati pun kondisi pencahayaan di sekitar objek  berubah-ubah.

Itulah beberapa cara fotografer memotret yang harus dipelajari. Dengan mempelajari kesemua cara tersebut, diharapkan Anda dapat menguasai teknik fotografi dengan lebih baik lagi. Dengan begitu, Anda pun bisa menghasilkan foto yang baik dan berkualitas.

Tips untuk Menjadi Seorang Forografer Andal

Selain memberikan sejumlah cara fotografer memotret, di artikel kali ini kami akan berikan pula sejumlah tips untuk menjadi seorang fotografer andal. Adapun sejumlah tips tersebut adalah:

  • Belilah Kamera yang Terjangkau dan Kenalilah Kamera Tersebut

Salah satu elemen penting dalam belajar fotografi tentu saja adalah kamera itu sendiri. Jika hendak membeli atau menyewa kamera, pastikan bahwa harga atau tariff sewa kamera tersebut dapat dijangkau oleh Anda.

Setelah itu, kenalilah kamera Anda dengan mempelajari spesifikasi dan keunggulan kamera tersebut. Dengan begitu, Anda pun bisa mendapatkan kamera tanpa harus mengeluarkankocek terlalu banyak, serta dapat memaksimalkan kamera Anda sesuai dengan spesifikasi dan keunggulan yang dimilikinya.

  • Bacalah Buku Panduan dalam Kamera Anda

Seringkali, kita selalu mengabaikan buku panduan dalam setiap barang yang kita pakai. Buku panduan pada kamera termasuk salah satunya. Padahal, buku panduan pada kamera sendiri mempunyai sejumlah manfaat, terutama untuk yang sedang belajarr fotografi.

Buku panduan dalam fotografi sendiri dapat membantu Anda dalam mengenali segala spesifikasi dan keunggulan kamera yang Anda pakai. Selain itu, buku panduan juga berisi sejumlah tips menggunakan kamera yang bisa Anda pakai untuk kamera Anda. Oleh karena itulah, sebaiknya Anda tidak membuang buku panduan kamera Anda dan menjadikannya panduan untuk belajar.

  • Mempelajari Literatur Fotografi

Tips selanjutnya yang bisa Anda lakukan adalah dengan mempelajari literature tentang fotografi. Mempelajari literature fotografi sangatlah penting, agar Anda bisa mengetahui beberapa teori dasar dan penunjang dalam dunia fotografi. Literatur fotografi sendiri kini bisa didapatkan dengan mudah, baik itu secara offline lewat buku khusus fotografi; maupun secara online lewat sejumlah artikel yang ada di internet.

  • Belajar Lewat Kursus atau Workshop Fotografi

Agar lebih maksimal, Anda juga harus belajar fotografi lewat sejumlah kursus ataupun workshop. Lewat kursus ataupun workshop, Anda dapat melatih kemampuan fotografi Anda secara praktis, sehingga Anda pun bisa lebih mahir dalam soal potret-memotret.

  • Teruslah Berlatih Di Mana pun dan Kapan pun

Tips selanjutnya yang bisa dilakukan adalah tentu saja terus berlatih. Berlatih fotografi sendiri bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Dengan terus berlatih, kemampuan fotografi Anda akan semakin terasah, dan bukan tidak mungkin Anda akan menajdi fotografer profesional suatu saat nanti.

  • Jangan Malu Memposting Hasil Karya Anda di Media Sosial

Tips terakhir yang harus Anda lakukan adalah mencoba memposting karya fotografi Anda sendiri. Hasil karya fotografi Anda sendiri bisa Anda terbitkan di akun media sosial Anda. Selain untuk belajar mempublikasikan karya, memposting karya Anda ke sosial media juga akan membuat Anda tahu sejauh mana karya Anda diapresiasi dan juga dikritik.

Jika karya Anda diapresiasi maka syukurilah hal tersebut dan jadikan hal itu sebagai penyemangat untuk terus berkarya. Sebaliknya, jika dikritik, maka jadikan hal itu sebagai evaluasi guna memperbaiki kualitas karya fotografi Anda supaya lebih baik.

Demikianlah beberapa tips yang bisa Anda terapkan bila hendak menjadi fotografer andal. Semoga semua tips di atas berguna dan membantu Anda menjadi fotografer yang andal, dan bahkan bisa menjadi seorang fotografer profesional.

Baca artikel yang lain mengenai Fotografi Travelling