Sony Cyber-shot WX220

Mau Motret yang Santai? Sony Cyber-shot WX220 Jagonya!

WX220 merupakan kamera compact yang sederhana, tapi menawarkan banyak fitur menarik. Salah satunya adalah adanya 10x optical zoom yang kebanyakan tidak dimiliki oleh ponsel pintar. Tersedia layar LCD sebesar 2.7 inch dengan 460,000 dot yang tidak sensitif dan sensor 18MP. Ini bukanlah kamera yang ditujukan agar penggunanya dapat mengontrol segalanya karena memang cenderung bekerja secara otomatis. Tersedia mode Program Auto yang memberikan kesempatan pengguna untuk mengubah pengaturan seperti white balance, tapi tidak dengan parameter lain seperti aperture atau kecepata shutter.

Spesifikasi Sony Cyber-shot WX220

  • Ukuran: 92.3mm x 52.4mm x 21.6mm
  • Berat: 121 gram
  • Sensor: 1/2.3 type(7.76mm) Exmor R™ CMOS sensor
  • Efektif piksel: 18.2 MP6.7cm
  • LCD: (2.7type) (4:3) / 460,800 dots / ClearPhoto / TFT LCD
  • Movie Recording Mode: AVCHD: 28M PS (1,920×1,080/50p) / 24M FX (1,920×1,080/50i) / 17M FH (1,920×1,080/50i),MP4: 12M (1,440×1,080/25fps) / 3M VGA (640×480/25fps)

Fitur Filter Digital

Bagi yang sering menggunakan instagram atau aplikasi editing foto lainnya mungkin akan senang mengetahui ada filter digital di kamera ini. Terdapat juga Sweep Panorama Mode milik Sony. Fitur untuk merekam video secara Full HD tersedia, begitu juga Wifi dan NFC yang menjadi pelengkap untuk masalah konektivitas. Seperti kamera Sony lainnya, kita dapat mengunduh aplikasi PlayMemories di perangkat mobile untuk dihubungkan dengan WX220. Dengan spesifikasi yang dimilikinya, kamera ini setara dengan Canon IXUS 140 dan Nikon Coolpix S6400.

Sistem Optical SteadyShot untuk stabilisasi gambar cukup membantu mendapatkan gambar yang tajam melalui pembesaran ataupun pada cahaya yang kurang. Kamera ini dilengkapi dengan banyak teknologi otomatis tapi kita masih bisa mengaturnya secara manual.

Fisik Kamera

Dari segi fisik kamera ini cukup kecil, jadi sangat mudah untuk menaruhnya di saku. Meskipun kecil namun memiliki performa yang keren seperti pembesaran 10 kali yang disertakan. Walau tak ada grip di bagian depan kamera atau tempat jari di belakang namun ternyata cukup nyaman saat dipegang di tangan. Ini mungkin karena beratnya yang ringan jadi seperti tidak akan mudah jatuh saat dipegang. Bagi yang memiliki tangan besar maka perlu sedikit berhati-hati tidak mengaburkan flash dengan jari saat memegangnya karena ukuran kamera yang kecil.

Seperti yang diperkirakan, kamera ini hanya memiliki sedikit tombol saja. Pada bagian atas kamera terdapat tombol on/off, bersama dengan shutter. Pada bagian belakang kamera terdapat scrolling dial yang memiliki beberapa fungsi. Terdapat juga tombol tanpa fungsi yang digunakan untuk pengaturan umum.

Jika kita menavigasikan mode Program Auto maka kita dapat membuat perubahan ke pengaturan yang berbeda seperti white balance dan sensitivitas. Kita perlu melakukan perubahan tersebut melalui sistem menu. Ini bukanlah kamera yang diperuntukkan bagi yang melakukan perubahan terlalu sering.

Konektivitas Kamera

Adanya Wifi atau NFC pada kamera ini mempermudah koneksi dengan perangkat mobile. Penggunaannya cukup mudah, ponsel pintar yang perlu dihubungkan perlu menggunakan password dari kamera. Namun perangkat tersebut tidak selalu terhubung jadi perlu menghubungkannya lagi. Namun jika menggunakan perangkat yang memiliki fitur NFC maka prosesnya akan lebih cepat.

Aplikasi Sony PlayMemories untuk iOS dan Android cukup mudah untuk digunakan. Ini dapat mentransfer foto dari kamera dengan cepat lalu membagikannya via sosial media dan email. Kita juga bisa menggunakan aplikasi ini untuk mengendalikan kamera dari jauh. Aplikasi ini juga berguna untuk pemotretan kelompok bersama dengan orang lain.

Performa Kamera

Dengan harga yang cukup murah ternyata performa kamera ini tidaklah mengecewakan. Menguji pada sensitivitas tinggi seperti ISO3200 kita bisa melihat sejumlah noise namun ini sebenarnya cukup bagus untuk ISO yang tinggi. Melihat gambar yang diambil dengan sensifivitas sedang seperti ISO 800-1600, akan tampak detail pada percetakan normal dan ukuran web. Namun gambarnya akan kehilangan ketajaman dekat dan detailnya.

Warna gambar yang dihasilkan cukup terang dan jelas. Sistem pada kamera ini membuat warna yang dihasilkan cukup seimbang. Adanya pengaturan white balance otomatis menghasilkan warna yang cukup akurat. Jika kita merasa ada masalah maka dapat menggantikan dengan pengaturan pada Program Auto.

Selain pembesaran 10 kali lipat, Sony menawarkan digital filter yang dapat diakses hanya saat memotret pada Program Auto mdoe. Kecepatan autofocus memuaskan, mengunci pada subyek secara cepat dan akurat pada cahaya yang baik. Pada kondisi cahaya yang lebih rendah, kamera sedikit membutuhkan waktu untuk fokus.

Pada fitur video, kamera ini dapat merekam sampai resolusi 1920 x1080 pada 60p, 60i fps dan menyimpan dalam format MPEG-4 dan AVCDH. Resolusi video Full HD pada kamera ini sudah cukup baik untuk kamera dengan harga yang cukup murah. WX220 juga memiliki microphone stereo dan sebuah mono speaker. Kamera ini tidak memiliki fitur koneksi dengan microphone eksternal dan headphone. Jika kita ingin kamera compact yang memiliki fitur tersebut maka pertimbangkan Olympus XZ-2 iHS atau Samsung PL 120 yang memiliki harga tak jauh berbeda.

Kekurangan Kamera

Baterai pada Sony WX220 ditenagai dengan NP-BN. Baterai tersebut tergolong rata-rata dan mampu memotret sampai 254 kali. Di kelasnya tampaknya daya tahan baterai ini cukup rendah jadi direkomendasikan untuk pengguna WX220 membeli baterai tambahan.

Sony tampaknya bermain aman dengan kamera ini. Hal yang cukup mengecewakan adalah layarnya tidak sensitif tapi ini yang mungkin membantu harganya menjadi tidak terlalu mahal. Fitur Wifi mungkin terlihat standar namun terdapat pada kamera dengan harga lumayan murah seperti WX220 sudah cukup bagus. Pilihan kreatif pada kamera ini cukup memuaskan dengan berbagai pilihan filter digital yang bisa diuji coba pada foto, misalnya Toy Camera dan High Contrast Mono.

Kekurangannya mungkin karena kamera ini cenderung digunakan untuk mode otomatis sehingga sedikit kesulitan jika ingin mengubah pengaturannya. Meskipun demikian terdapat pilihan menu dan tombol fungsi yang dapat digunakan. Kamera ini merupakan kamera yang solid namun ramah di kantong. Cocok bagi pemula ataupun pecinta fotografi yang membutuhkan kamera berbudget minim.

Kamera ini juga tidak memiliki viewfinder dan tidak ada pilihan untuk eksternal viewfinder. Kekurangan ini bisa menjadi masalah terutama pada cahaya yang terang saat tampilan LCD tidak maksimal. Jika kita ingin kamera compat dengan built-in viewfinder pada kamera sejenis maka bisa mempertimbangkan Fujifulm FinePix S8100fd atau Sony Cyber-shot DSC-H50.

Kesimpulan

Jika sedang mencari kamera compact yang menawarkan kualitas gambar yang lebih baik terutama pada performa zoom maka WX220 merupakan pilihan yang tepat. Foto yang dihasilkan memiliki warna yang bagus dan cukup cerah, sementara resolusi detail juga baik terutama untuk mencetak pada ukuran normal atau sharing online.

Kamera ini sangat cocok untuk fotografi sehari-hari, tidak direkomendasikan untuk fotografi sport, potrait, ataupun lanscape. Namun kamera ini tetap bisa menghasilkan gambar yang baik jika digunakan pada pengaturan yang tepat. Jika dibandingkan dengan kamera pada kelas yang sama, Sony WX220 tetap berada pada sepuluh besar. Jadi kamera ini tetap lebih baik dari kebanyakan kamera compact lainnya.

Baca artikel yang lain mengenai Teknik Fotografi Malam Hari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen − ten =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.