Post Processing dalam Fotografi

Pengertian Post Processing dalam Fotografi bagi Pemula

Pengeditan hasil gambar melalui berbagai proses dalam bidang fotografi disebut dengan post processing. Pengeditan ini tentu saja dilakukan untuk memaksimalkan hasil foto. Meski Kebanyakan digunakan untuk edit foto yang hasilnya kurang bagus tapi post processing juga banyak digunakan untuk mempercantik hasil foto supaya lebih menarik. Misalnya menambah kontras warna, memberikan berbagai efek, mempertajam foto, menghaluskan foto, dan masih banyak lagi.

Ada fotografer yang mengeditnya sedikit sekali sehingga tidak jauh berbeda dengan hasil jepretan kameranya. Ada juga yang mengeditnya sampai benar-benar berbeda dengan hasil aslinya, misalnya hingga menyerupai sebuah lukisan.

Meskipun tidak ada salahnya untuk melakukannya tapi ada juga orang yang menganggap bahwa post processing adalah sebuah kegiatan pemalsuan atau penipuan karena mengubah hasil foto menjadi tidak nyata. Namun sebenarnya seberapa penting post processing ini dan bagaimana cara melakukannya yang baik? Simak pembahasannya dibawah ini.

Perlukah Post Processing untuk Foto Digital?

Jika ada pertanyaan mengenai perlukah post processing dilakukan maka sebenarnya tergantung pemikiran Anda. Ada yang bilang perlu ada juga yang bilang tidak. Ada orang yang menganggap bahwa dengan mengedit sebuah foto maka fotografer dianggap curang dan ada juga yang berpikiran sebaliknya.

Dulu hanya fotografer yang memiliki ruang gelap yang melakukan pengeditan pada foto sedangkan sekarang karena sudah banyak software yang bisa didownload dengan mudah maka siapa saja bisa melakukannya.

Foto adalah sebuah hasil karya yang diambil oleh fotografer untuk ditunjukkan kepada orang lain. Setiap fotografer pasti berusaha untuk mengambil gambar sebaik mungkin sehingga melakukan pengaturan terlebih dahulu sebelum mengambil gambar. Ada yang berkali-kali mengambil foto dengan objek yang sama supaya mendapatkan hasil terbaik tapi ada juga yang mengambil foto seperlunya kemudian diedit kembali supaya lebih bagus.

Namun intinya adalah setiap fotografer pasti ingin bisa mendapatkan foto yang sama persis dengan aslinya atau sebagus mungkin. Namun hasilnya tidak selalu seperti itu. Jadi menurut Penulis tidak ada salahnya jika fotografer melakukan post processing.

Ada banyak alasan fotografer melakukan pengeditan pada foto. Namun kebanyakan bertujuan untuk semakin menonjolkan beberapa hal. Ada yang ingin membuat langit terlihat lebih biru, bentuk awannya bagus, sinar mataharinya terpancar di foto, foto lebih terang, membuat foto seperti sebuah lukisan, dan masih banyak alasan lainnya.

Alasan lain diperlukannya pengeditan pada foto adalah karena lensa dan kamera bukan alat yang sempurna sehingga pasti akan membuat kekurangan-kekurangan pada gambar yang ditangkapnya. Untuk melakukan post processing ada banyak sekali software yang bisa anda unduh kemudian digunakan. Paling banyak mungkin Photoshop tapi karena terlalu rumit ada juga software editing lainnya yang lebih mudah bahkan aplikasi hp di android juga bisa digunakan.

Software yang Digunakan

Jenis software yang biasa digunakan ada software editor foto, dan manajemen foto.

  • Software manajemen foto digunakan untuk mengatur atau mengelompokkan sebuah foto. Fungsi dan fiturnya juga banyak. Contoh software seperti ini adalah Google Picasa, Adobe Lightroom, dan Adobe Photoshop. DSLR yang dibeli.
  • Software editor foto berfungsi untuk mengelompokkan foto. Software ini cara penggunaannya lebih rumit dibandingkan manajemen foto makanya hanya para profesional yang menggunakannya. Software yang biasa digunakan antara lain GIMP, Adobe Photoshop, Photoscape, dan Pixellator.

Selain itu ada juga software yang ada dalam satu paket dengan kamera DSLR.

Post Processing Dasar

Ada banyak sekali cara yang bisa dilakukan dalam hal post processing tapi hal yang paling dasar dari pengeditan ini adalah hanya menaikkan ketajaman, menaikkan kontras, dan memperbaiki bayangan atau highlight. Post processing dasar ini hanya digunakan untuk sedikit mengubah gambar yang sudah ada.

Umumnya di Photoshop, menu yang digunakan adalah Levels. Menu tersebut dapat digunakan untuk sesuaikan kontras, brightness, warna, tone, dan lain sebagainya.

Melakukan Post Processing yang Benar untuk Pemula

Bagi para pemula mungkin belum bisa menentukan apakah foto yang diambil perlu diedit lagi atau tidak. Jika tahu pun mungkin akan bingung bagaimana menentukannya. Maka dari itu Anda perlu mengetahui banyak hal mengenai post processing yang benar. Pada pembahasan di bawah ini juga ada tips untuk Anda para pemula dalam melakukan post processing yang benar.

1. Pilih Software Editing yang Benar

Ini adalah satu hal yang harus paling Anda perhatikan karena tentunya untuk melakukan pengeditan Anda harus menggunakan software editing. Tipe software yang digunakan akan mempengaruhi pula tipe editing Anda. Untuk yang paling banyak digunakan ada dua nama, yaitu Lightroom dan Adobe Photoshop. Keduanya banyak digunakan fotografer yang profesional atau amatir.

Sayangnya software tersebut memiliki banyak menu yang rumit sehingga mustahil bagi pemula untuk bisa menggunakannya. Anda perlu belajar beberapa lama sebelum menggunakannya. Makanya gunakan saja aplikasi yang sederhana seperti Picasa dan PicMonkey. Menggunakan aplikasi di hp juga tidak apa-apa.

2. Potong Bagian Foto yang Tidak Perlu

Potong atau crop foto termasuk bagian dari post processing juga. Sebelum mengedit kekurangan dengan langkah-langkah yang rumit lebih baik belajar dulu untuk memotong bagian foto yang tidak perlu. Jika Anda membiarkan elemen tidak penting tetap ada maka hasil foto akan kurang bagus. Jika menggunakan Photoshop, cara memotongnya adalah menggunakan tool clone/stamp sedangkan jika di Lightroom gunakan healing brush. Jika ingin lebih mudah gunakan software yang memiliki fitur cropping.

3. Sesuaikan Contrast dan Exposure

Ini termasuk post processing dasar yang sudah disebutkan di atas. Kontras dan eksposure ada hubungannya dengan kecerahan. Penambahan kedua hal ini dalam foto dilakukan pada foto yang terlalu gelap. Sedangkan pengurangannya dilakukan ketika gambar yang diambil terlalu terang. Namun Anda harus berhati-hati dalam mengedit karena dengan menambahkan kecerahan justru akan berdampak kepada kontrasnya. Biasanya membuat bagian yang sudah terang jadi lebih terang sementara yang gelap menjadi lebih gelap. Jika hal ini terjadi maka Anda harus memperbaikinya. Apabila menggunakan Lightroom maka gunakan Contrast Slider.

4. Perbaiki Saturation

Memperbaiki nilai saturation dari sebuah foto bisa memberikan kesan tertentu. Hal ini bisa dilakukan supaya warna yang dihasilkan lebih baik. Misalnya Anda mengambil sebuah gambar ilalang yang dipenuhi salju kemudian ketika dilihat hasilnya ternyata warnanya terlihat terlalu putih. Maka dengan memperbaiki saturation Anda bisa lebih membuat warnanya lebih jelas dari warna ilalang yang coklat dengan salju putihnya.

Sesudah fotonya diedit dan sesuai dengan kehendak Anda maka selanjutnya Anda harus mencetak atau mengekspornya ke website. Jangan disimpan saja. Akan lebih baik jika banyak orang yang tahu hasil jepretan Anda. Supaya lebih bagus hasilnya maka simpan dalam resolusi yang besar sedangkan untuk formatnya terserah Anda. Namun format JPEG adalah yang paling umum dan bisa dibuka dimana saja.

Jika akan menyimpannya di web maka resolusinya lebih baik yang 72 PPI. Ini termasuk resolusi kecil tapi sudah lumayan bagus dan cocok untuk dipasang di website. Namun jika akan diprint idealnya menggunakan resolusi yang besar, yaitu 150 atau 300 DPI.

Demikianlah pembahasan mengenai tips post processing bagi pemula. Semoga dengan membaca artikel ini Anda jadi lebih mengerti bagaimana melakukan post processing yang benar dan mengerti apa pentingnya pengeditan dalam sebuah foto.

Baca artikel yang lain mengenai Lightworks Video Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × 2 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.