Pilih Kamera DSLR Atau Mirrorless

Pilih Kamera DSLR Atau Mirrorless? Baca Dulu Ini Agar Tidak Salah Pilih!

Pada era global sekarang ini, media sosial seakan menjadi salah satu kebutuhan bagi eksistensi sebagian besar orang. Media sosial juga dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk membangun suatu citra bagi diri mereka sendiri. Pencitraan tersebut dapat dilakukan di media sosial baik melalui tulisan maupun sebuah foto. Hanya melalui sebuah foto, seseorang bisa dinilai dari berbagai macam sudut dengan berbagai macam persepsi yang muncul. Oleh karena itu, banyak orang yang ingin tampil luar biasa di dalam setiap foto yang diunggah ke media sosial. Hal inilah yang membuat banyak orang ingin belajar fotografi lebih mendalam, tidak hanya sekadar mengambil swafoto belaka.

Bagi fotografer pemula yang baru ingin menekuni dunia fotografi, langkah awal yang bisa dilakukan adalah menentukan kamera yang akan digunakan, pilih kamera DSLR atau mirrorless tentunya bisa menjadi hal yang membingungkan. Pada artikel kali ini akan dijelaskan tentang berbagai perbandingan kamera DSLR dan mirrorless yang bisa menjadi pertimbangan dalam memilih kamera.

Perbandingan Harga Antara Kamera DSLR Dan Mirrorless

Saat memilih suatu barang seperti kamera, salah satu hal yang menjadi pertimbangan adalah harga barang tersebut. Secara umum kamera DSLR memang lebih mahal dibandingkan kamera mirrorless. Harga kamera DSLR berstandar baik dapat mencapai minimal sekitar 4 juta, sedangkan kamera mirrorless dengan fitur paling sederhana harga minimalnya sekitar 1 juta. Kedua perbedaan harga tersebut menjadi pertimbangan tersendiri khususnya bagi fotografer atau penghobi fotografi pemula yang hanya mempunyai dana terbatas untuk membeli kamera.

Mahalnya harga kamera DSLR disebabkan karena komponen dan mekanisme kerja yang lebih rumit dari kamera mirrorless. Bagi fotografer pemula yang tidak memiliki banyak dana untuk membeli kamera DSLR baru, bisa membeli kamera DSLR bekas pakai yang masih dalam kondisi prima dengan harga yang lebih miring pula.

Bentuk Dan Kepraktisan Kamera

Kamera DSLR mempunyai komponen cermin pentaprisma yang disematkan dalam kerangka tubuh kamera. Cermin ini memiliki fungsi untuk memantulkan cahaya dari objek bidikan menuju ke sensor dan jendela bidik optik. Keberadaan perangkat cermin ini yang membuat bentuk kamera DSLR cenderung lebih “gemuk” dan besar. Sedangkan kamera mirrorless tidak memiliki perangkat cermin tersebut sehingga bentuknya lebih ramping dibanding kamera DSLR. Bentuk kamera mirrorless yang lebih ramping dan lebih praktis sering menjadi alasan mengapa orang lebih memilih kamera ini ketimbang kamera DSLR. Namun ada pula yang lebih suka menggunakan kamera DSLR meski bentuknya besar dan agak berat karena kinerja dan kualitas gambar yang lebih baik.

Fleksibilitas Penggantian Lensa

Selain harga dan bentuk, pertimbangan pilih kamera DSLR atau mirrorless bisa didasarkan pada fleksibilitas penggantian lensa. Pada kamera DSLR lensa bisa diganti-ganti sesuai dengan kebutuhan sang fotografer. Sebagai contoh, fotografer ingin mengambil gambar detail dari serangga unik, maka lensa bisa diganti dengan lensa macro. Sebaliknya jika ingin mengambil gambar suatu landscape yang luas, bisa menggunakan lensa wide-angle atau fish-eye jika ingin mendapatkan proporsi gambar cenderung cembung.

Pada beberapa kamera mirrorless dengan merek tertentu sebenarnya lensa juga bisa diganti, namun pilihannya lebih terbatas karena bentuk dan ketebalan lensa pada kamera mirrorless juga dirancang khusus. Kamera mirrorless mengandalkan bentuk lensa yang lebih tipis karena jarak antara dudukan lensa dengan sensor kamera juga lebih pendek dibandingkan kamera DSLR, oleh karenanya lensa kamera mirrorless lebih sering disebut lensa “pancake”. Namun saat ini telah beredar juga aksesoris tambahan atau adapter yang memungkinkan lensa kamera DSLR dipasang pada perangkat kamera mirrorless.

Penggunaan Daya Baterai Kamera

Kamera DSLR dan kamera mirrorless keduanya telah mengadopsi cara kerja yang sepenuhnya berkonsep digital mulai dari pengaturannya hingga penyimpanan gambarnya. Oleh karena itu, kamera ini sangat mengandalkan baterai sebagai sumber daya utamanya. Penggunaan daya baterai juga ternyata menjadi salah satu pertimbangan pilih kamera DSLR atau mirrorless bagi para fotografer.

Mekanisme kerja pada kamera DSLR yang memiliki perangkat cermin pentaprisma memungkinkan fotografer untuk melihat objek foto melalui lensa lewat jendela bidik optik meski kamera dalam keadaan mati atau off. Hal itulah yang menyebabkan daya baterai pada kamera DSLR bisa lebih dihemat karena jika fotografer belum akan membidik atau mengambil gambar, kamera bisa digunakan untuk melakukan viewing terlebih dahulu tanpa menggunakan daya baterai.

Berbeda dengan kamera mirrorless yang tidak memiliki perangkat cermin pentaprisma, objek foto yang masuk melalui lensa langsung akan dihantarkan menuju sensor dan ditampilkan pada jendela bidik elektronik atau electronic view finder (EVF) dalam bentuk layar LCD. Oleh karena itu, kamera harus dalam keadaan menyala atau on jika kamera akan digunakan, meski hanya untuk melakukan viewing atau melihat-lihat objek bidik. Mekanisme tersebut menjadikan kamera mirrorless lebih boros pada penggunaan daya baterai. Hal ini terkadang membuat para fotografer merasa sangat terganggu apalagi jika ingin mengambil gambar dalam jumlah banyak.

Kualitas Gambar Yang Dihasilkan Kamera

Perbandingan berikutnya antara kamera DSLR dan mirrorless adalah mengenai kualitas gambar yang dihasilkan. Kamera DSLR memiliki dua sensor berbeda, yaitu sensor cahaya dan sensor fokus kamera, keduanya bekerja secara simultan dengan pengaturan dan kalibrasi masing-masing. Oleh karena itu, gambar yang dihasilkan pun lebih sempurna dan jernih jika dibandingkan dengan kamera mirrorless yang hanya memiliki satu sensor gambar utama. Meski begitu, seorang fotografer harus lihai dan ahli dalam melakukan berbagai pengaturan pada kamera DSLR untuk menghasilkan foto yang baik. Meski foto yang dihasilkan oleh kamera mirrorless bisa dikatakan kurang sempurna, namun jika pengaturannya baik dan sesuai, foto yang dihasilkan juga tak kalah indah dengan foto kamera DSLR.

Kerumitan Pengaturan Kamera

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, mekanisme kerja kamera DSLR bisa dibilang lebih rumit jika dibandingkan kamera mirrorless. Oleh karena itu, modus-modus pengaturan pada kamera DSLR juga lebih rumit jika dibandingkan pada kamera mirrorless. Selain pengaturan-pengaturan standar, kamera DSLR juga membutuhkan proses kalibrasi pada sensor-sensor yang ada agar saat digunakan kedua sensor dapat bekerja dengan baik.

Pengaturan pada kamera mirrorless bisa dikatakan lebih sederhana karena secara umum hanya mengadopsi pengaturan standar sebuah kamera seperti kecepatan ISO, pengaturan white balance serta pengaturan aperture. Jika pertimbangan dalam pilih kamera DSLR atau mirrorless didasarkan pada kerumitan pengaturan, maka fotografer yang tidak ingin dipusingkan dengan teknik pengaturan kamera bisa memilih jenis mirrorless yang sederhana.

Pada akhirnya, apapun jenis kamera yang digunakan, kemampuan dan naluri seorang fotografer dalam proses pengambilan gambar menjadi faktor penentu utama dalam menghasilkan foto yang apik dan indah. Secanggih apapun kameranya, jika tidak dimanfaatkan dan diatur dengan baik, foto yang dihasilkan pun bisa menjadi tidak sempurna. Begitupula sebaliknya, kamera sederhana pun jika sudut pengambilan gambarnya tepat dan pengaturan kameranya sesuai, foto yang dihasilkan bisa menjadi sempurna.

Baca artikel yang lain mengenai Penggunaan Flash Kamera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 + 13 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.