Perlengkapan Fotografer Pemula

Perlengkapan Fotografer Pemula yang Wajib Dimiliki

Ada banyak penggunaan dan juga aliran yang sering disebut sebagai genre dalam dunia fotografi. Penggunaan kamera sendiri sangat luas, mulai dari foto sehari-hari, dokumentasi acara, foto produk, landscape, portraiture, dan masih banyak lainnya. Masing-masing jenis penggunaan ini sering kali membutuhkan peralatan yang khas sesuai dengan karakter gambar yang ingin diperoleh. Contoh, untuk foto landscape, umumnya dibutuhkan lensa dengan sudut lebar, tripod, dan juga filter CPL.

Lensa pada kamera berfungsi untuk mengarahkan cahaya yang dipantulkan atau dipancarkan dari objek menjadi citra gambar pada permukaan sensor. Pengarahan cahaya menjadi citra ini dilakukan oleh elemen optic berupa lensa-lensa yang terbuat dari bahan kaca atau sejenisnya yang terususn secara berurutan di dalam unit lensa.

Kamera sistem DSLR dan juga Mirroless menggunakan lensa yang bisa diganti dan dipasang (Interchangeable). Sedangkan pada kamera saku, smartphone, dan large sensor compact memiliki lensa yang tidak bisa dilepas pasang (Fixed).

Focal Length dan Penggunaannya

Focal Length pada lensa mampu memengaruhi lebar sudut pandang gambar yang ditangkap oleh kamera. Penggunaan yang berbeda pada umumnya membutuhkan Focal Length berbeda. Berikut beberapa acuan umum penggunaan lensa. Namun acuan ini tidak bersifat baku. Kamu sangat dipersilahkan untuk menggunakan focal length berapa pun untuk sesuai keperluan dan kebutuhanmu.

Focal Length Kategori Contoh Penggunaan
Full Frame Crop M43
< 24 mm <16 mm <12 mm Ultra Wide Arsitektur, pemandangan
24 – 35 mm 16 – 24 mm 12 – 17 mm Wide Angle Landscape, foto group
35 – 70 mm 24 – 50 mm 17 – 35 mm Standard Dokumentasi, potret
70 – 135 mm 50 – 85 mm 35 – 75 mm Tele Potret, Close up
>135 mm >85 mm >75mm Super Tele Olahraga, binatang liar

Prime VS Zoom

Berdasarkan jangkauan Focal Length, lensa untuk kamera bisa dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu lensa Prime dan lensa Zoom.

1. Lensa Prime

Lensa Prime atau yang terkadang disebut juga sebagai Lensa Fix adalah lensa yang memiliki satu Focal Length. Salah satu yang terkenal adalah lensa 50mm. Itu sebabnya hampir semua pabrikan kamera memproduksi jenis yang satu ini. Makanya lensa prime sangat banyak dijumpai dipasaran dengan harga yang sangat terjangkau.

Kelebihan utama lensa prime adalah ukuran yang ringkas, ringan, srta kualitas maksimal dengan Aperture lebar. Sedangkan kelemahannya adalah tidak bisa digunakan untuk mengatur lebar sudut pandang pemotretan. Sehingga fotografer harus bergerak maju atau mundur terhadap objek.

2. Lensa Zoom

Berbeda dengan lensa prime, lensa zoom memiliki focal length yang bisa diatur pada jangkauan tertenru. Kamu bisa mendapatkan sudut pandang dari beberapa focal length sekaligus pada satu lensa. Contoh, lensa kit 18-55mm bisa digunakan mulai dari 18mm yang masuk pada kategori Wide Angle, hingga 55mm yang masuk pada kategori tele.

Kelebihan utama lensa zoom adalah bisa digunakan untuk mendapatkan berbagai lebar sudut pandang foto. Kamu hanya perlu membawa satu lensa untuk menggantikan beberapa lensa prime. Sedangkan kelemahannya adalah ukuran yang lebih besar dan lebih mahal untuk kualitas yang sama.

Aperture Terlebar

Spesifikasi aperture terlebar dari sebuah lensa umumnya ditampilkan pada sisi muka selongsong. Sangat berbeda dengan lensa prime, aperture terlebar pada sebuah lensa zoom umumnya bergeser mengikuti perubahan focal length. Angka aperture akan semakin kecil pada saat focal length semakin panjang.

Contoh lensa Zoom dengan focal length 18-55mm. Pada penanda di muka lensa ditampilkan spesifikasi Aperture 1:3.5 – 5.6. Artinya lensa tersebut memiliki Aperture terlebar F/3.5 pada focal length 18mm dan Aperture terlebar F/5.6 pada focal length 55mm.  Lensa Zoom dengan grade tinggi sering kali sudah dilengkapi dengan fitur Aperture  lebar yang konstan. Contoh pada lensa yang sering diandalkan oleh fotografer adalah zoom 24 – 70mm F/2.8 dan zoom tele 70 – 200mm F/2.8.

Mounting

Mounting adalah jenis bagian sambungan atau kontak dari lensa dan body kamera. Setiap pabrikan memiliki jenis mounting yang khas, bahkan dalam satu merek pun sering kali menggunakan beberapa jenis mounting yang sangat berbeda satu dengan yang lain. Penggunaan mounting yang tidak sesuai bisa menyebabkan tidak aktifnya beberapa fungsi misalnya autofocus, sehingga lensa tidak bisa dipasang sama sekali atau bahkan menyebabkan terjadinya kerusakan parah jika dipaksakan.

Jika menginginkan hasil terbaik, kamu bisa menggunakan lensa dari pabrikan kamera. Namun jika diperlukan, saat ini juga telah banyak tersedia lensa yang cukup bersaing dari produksen 3rd Party, antara lain Sigma, Tokina, dan Tamron. Baik produk pabrikan maupun dari 3rd Party, pastikan untuk selalu cek terlebih dahulu kompatibilitas lensa dengan kamera, terutama jenis mounting, fungsi dari motor autofocus, dan ukuran format Full Frame atau APS-C. Sangat disarankan untuk selalu mengacu pada buku manual dan membawa kamera saat membeli lensa untuk cek kompatibilitas secara langsung.

Kamu juga bisa menggunakan mounting Adapter untuk lensa dengan mounting berbeda. Namun, penggunaan alat ini umumnya menjadikan tidak aktifnya kontak elektronik dengan lensa, misalnya aperture, autofocus, dan data exif.

Filter Ring

Saat ini pada muka lensa terdapat bingkai melingkar dengan ulir pada sisi dalam yang digunakan untuk memasang tutup lensa. Ulir ini juga digunakan untuk memasang filter lensa agar sesuai dengan kebutuhan. Misalnya pada CPL, UV, dan sebagainya. Adapun acuan yang digunakan adalah diameter dari lingkar dalam bingkai dan biasanya pada sisi muka lensa. Contoh pada lensa Kit Caon 18-55mm F/3.5 – 5.6, ukuran ring filter yang digunakan adalah 58mm.

Lensa Hood

Lensa Hood digunakan untuk melindungi bagian depan lensa sekaligus menghalangi sinar dari arah samping agar tidak mengganggu pengumpulan cahaya oleh lensa. Sangat disarankan untuk memasang lenshood pada pemotretan yang berhadapan dengan sumber cahaya yang kuat, misal sinar matahari, lampu sorot, bahkan lampu studio.

Banyak seri lensa yang dijual dengan menyertakan lensa Hood di dalamnya. Jika tidak ada, kamu bisa mendapatkan lensa yang satu ini diberbagai toko, baik itu toko online maupun offline.

Lensa Populer

Adapun beberapa jenis lensa populer yang digunakan oleh fotografer, antara lain:

  • Lensa Super Zoom
  • Lensa Prime 50mm F/1.8, F/1.4
  • Lensa Prime 85mm F/1.8, F/1.4
  • Lensa Zoom 24-70mm F/2.8
  • Lensa Tele 70-200mm F/2.8

Sedangkan lensa khusus yang populer, terdiri dari:

  • Lensa Macro
  • Lensa Wide Angle
  • Lensa Fish Eye

 Masalah yang Terjadi Pada Lensa

Ada beberapa masalah yang sering dialami oleh lensa pada kamera dan bisa mengganggu pengoperasian, bahkan menurunkan kualitas gambar. Adapun beberapa masalah pada lensa adalah:

  • Vigneting yang merupakan gejala munculnya area gelap pada tepi gambar.
  • ChromaticAberration merupakan munculnya tepian tipis berwarna ungu dan merah.

Untuk mengurasi risiko terjadinya masalah pada lensa, perhatikan selalu lensa kameramu, sekaligus jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihannya.

Baca artikel yang lain mengenai Cara Menggunakan Kamera Drone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen − 11 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.