Perbedaan Mirrorless Dan DSLR

Belajar Tentang Fotografi: Kenali Apa Perbedaan Mirrorless Dan DSLR

Dunia fotografi sekarang ini tidak hanya ditekuni oleh fotografer profesional, tapi juga oleh semua orang yang berkaitan erat dengan dunia digital seperti para public figure, blogger, vlogger, Youtubers atau orang awam yang ingin media sosialnya berisi foto-foto cantik. Kamera menjadi salah satu elemen dalam dunia fotografi, oleh karenanya banyak orang yang kemudian tertarik untuk mempelajari seluk beluk alat ini. Saat ini ada dua jenis kamera yang banyak beredar di pasaran yaitu kamera jenis Digital Single-Lens Reflector (DSLR) dan kamera mirorrles. Banyak yang belum memahami perbedaan mirrorless dan DSLR khususnya bagi para penghobi fotografi pemula, hingga mengakibatkan kebingungan saat memilih kamera yang tepat. Pada artikel ini akan dibahas beberapa perbedaan mendasar dari kedua jenis kamera tersebut.

Perbedaan 1: Keberadaan Perangkat Cermin (Mirrorbox) Pada Tubuh Kamera

Secara umum, kamera DSLR dan kamera mirrorless merupakan kamera digital yang telah mengadopsi cara kerja digital sepenuhnya, mulai dari pengaturan hingga penyimpanan gambar. Perbedaan pertama yang cukup mendasar antara dua kamera adalah keberadaan cermin pentaprisma dalam sebuah mirrorbox pada tubuh kamera DSLR yang tidak dimiliki oleh kamera mirrorless (tanpa cermin).

Cermin tersebut berbentuk prisma yang memiliki tujuh buah sudut, oleh karenanya disebut dengan pentaprisma. Fungsi utama dari cermin ini adalah untuk memantulkan objek foto yang dibidik pada jendela bidik optik atau optical view finder (OVF) serta memantulkan objek foto pada sensor kamera. Pada kamera mirrorless, cermin ini tidak ada pada tubuh kamera sehingga objek foto yang dibidik langsung diteruskan ke sensor gambar utama menuju jendela bidik elektronik atau electronic view finder (EVF). Ketiadaan perangkat cermin pada kamera mirrorless ini menjadikan kerangka tubuh kamera menjadi lebih ramping.

Penggunaan electronic view finder pada kamera mirrorless kadangkala dianggap sebagai suatu keuntungan karena fotografer dapat menyesuaikan berbagai macam pengaturan foto atau berbagai modus melalui layar LCD. Pendapat lain mengatakan bahwa penggunaan EVF seringkali membuat fotografer hanya bisa melihat gambar melalui LCD, tidak dapat melihat objek bidikan dengan mata telanjang seperti pada kamera DSLR.

Perbedaan 2: Cara Kerja Sensor Kamera

Perbedaan mirrorles dan DSLR yang kedua adalah cara kerja sensor pada kamera saat digunakan untuk membidik suatu objek. Kamera DSLR mempunyai dua sensor yang berada di bawah dan atas perangkat cermin (mirrobox). Keduanya merupakan sensor untuk mengukur cahaya dan fokus saat sebuah objek dibidik oleh fotografer. Jadi saat fotografer membidik suatu objek, cahaya yang masuk akan dipantulkan oleh cermin pentaprisma menuju dua sensor dan menuju jendela bidik optik, pantulan ke kedua sensor bertujuan untuk pengaturan cahaya dan fokus.

Fotografer dapat melakukan pengaturan sambil melihat objek melalui lensa kamera lewat jendela bidik optik. Saat fotografer menekan tombol shutter barulah perangkat cermin terangkat dan pengambilan foto bisa dilakukan. Kedua sensor pada kamera DSLR ini kadangkala membutuhkan kalibrasi ulang agar dapat mengambil gambar dengan sempurna setiap saat.

Sedangkan pada kamera mirrorless, mekanismenya lebih sederhana karena kamera ini hanya memiliki satu sensor yaitu sensor gambar utama dengan mengandalkan teknik contrast detect saat pengambilan suatu objek. Pada saat suatu objek dibidik, gambar yang ditangkap oleh lensa diteruskan menuju sensor gambar utama dengan mengandalkan deteksi kontras gambar itu sendiri, kemudian fotografer bisa mengatur berbagai modus seperti fokus, white balance atau kecepatan ISO melalui gambar yang tampil pada layar LCD.

Setelah fotografer puas dengan tampilan gambar di layar, objek bisa langsung dibidik dengan menekan tombol shutter. Bagi fotografer atau penghobi fotografi pemula, cara kerja kamera mirrorless ini dianggap lebih praktis dan mudah sehingga banyak yang memilih kamera jenis ini.

Perbedaan 3: Jenis Lensa Yang Digunakan

Selanjutnya perbedaan mirorrles dan DSLR lain yang cukup mendasar adalah jenis lensa yang digunakan pada kedua kamera. Rancang bentuk kamera mirrorless yang tidak mempunyai perangkat cermin atau mirrorbox menyebabkan jarak antara dudukan lensa dan sensor gambar atau yang sering disebut flange focal distance menjadi lebih pendek.

Hal tersebut mengakibatkan bentuk lensa harus dirancang lebih tipis dan pipih ketimbang lensa pada kamera DSLR. Saat ini telah banyak beredar lensa yang khusus dibuat untuk kamera mirrorless dengan berbagai merek, banyak dikenal dengan sebutan lensa ”pancake” karena bentuknya yang tipis miriproti dadar tersebut. Selain menggunakan lensa khusus, kamera mirrorless juga dapat menggunakan berbagai jenis lensa termasuk lensa DSLR dengan bantuan adapter khusus, namun memang tidak semua kamera mirrorless memiliki fleksibilitas dalam hal gonta-ganti lensa.

Perbedaan 4: Daya Baterai Kamera

Keberadaan perangkat cermin pada kamera DSLR ternyata menguntungkan dari segi penggunaan daya baterai kamera. Oleh karena cahaya dan objek dapat dipantulkan oleh cermin pentaprisma dalam tubuh kamera, fotografer dapat melihat objek secara langsung melalui jendela bidik optik tanpa harus menyalakan kamera, sehingga daya baterai tidak banyak terkuras habis saat fotografer melakukan viewing.

Berbeda dengan kamera mirrorless yang tidak memiliki perangkat cermin, fotografer hanya bisa melihat gambar pada layar LCD kamera, sehingga kamera harus dalam kondisi menyala saat fotografer melakukan viewing pada objek yang ingin dibidik, yang pada akhirnya akan menguras daya baterai lebih cepat. Daya baterai yang cepat habis pada kamera mirrorless seringkali menghambat proses pengambilan gambar khususnya jika fotografer ingin mengambil banyak gambar pada berbagai macam objek.

Perbedaan 5: Keberadaan Fitur Image Stabilization

Perbedaan mirrorless dan DSLR selanjutnya adalah keberadaan fitur image stabilization atau fitur anti goncangan yang menjadikan gambar yang diambil aman dari goncangan tangan fotografer. Pada sebagian besar kamera DSLR, fitur image stabilization disematkan pada lensa kamera, bukan pada tubuh kamera. Bentuk kamera DSLR yang cenderung lebih “gemuk” dengan lensa panjang dan besar menjadikan tangan fotografer lebih stabil saat melakukan pengambilan gambar.

Sedangkan pada kamera mirrorless yang memang memiliki ukuran lensa cenderung lebih ramping, fitur image stabilization disematkan pada tubuh kamera. Hal tersebut bertujuan agar gambar yang dihasilkan kamera mirrorless menjadi gambar yang apik, karena ringannya kamera mirrorless cenderung membuat tangan fotografernya gampang bergetar atau bergeser.

Berbagai perbedaan mirrorless dan DSLR tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan saat memilih kamera mana yang ingin digunakan sesuai dengan kebutuhan masing-masing fotografer. Selain itu, cara perawatan kedua jenis kamera pun berbeda karena terdapat berbagai perbedaan dari cara kerja dan perangkatnya. Kamera DSLR memang cenderung membutuhkan banyak perawatan karena mekanisme kerja yang rumit serta perangkat yang lebih banyak pula. Kamera jenis mirrorless dapat dikatakan lebih mudah dalam hal perawatan karena perangkatnya yang lebih sederhana dengan cara kerja yang lebih sederhana pula.

Baca artikel yang lain mengenai Kegunaan Tripod

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 − 5 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.