Penggunaan Flash Kamera

Penggunaan Flash Kamera Digital

Perkembangan dunia fotografi kini sangat pesat. Teknologi berhasil mengubah kesan pada fotografi yang sebelumnya adalah dunia mahal, rumit, dan penuh perhitungan menjadi dunia yang sangat menyenangkan dan tidak terlalu berat dikantong. Kini, siapa saja bisa menghasilkan foto berkualitas walaupun hanya menggunakan kamera saku bahkan kamera dari ponsel.

Sebenarnya apa sih pengertian fotografi tersebut? Dalam Bahasa Indonesia, pengertian fotografi adalah seni atau proses menghasilkan gambar dan cahaya pada film. Itu artinya, fotografi tersebut adalah menulis atau melukis dengan cahaya. Fotografi berasal dari Bahasa Yunani, yakni fotos yang berarti cahaya atau sinar, dan grafos yang berarti gambar. Dalam seni rupa sendiri, fotografi adalah proses pembuatan lukisan dengan menggunakan media cahaya. Secara umum, fotografi memiliki pengertian untuk sebuah proses atau juga metode agar bisa menghasilkan foto atau juga gambar pada objek tertentu dengan melakukan perekaman dari pantulan cahaya yang sudah mengenai objek tersebut, dari media yang juga peka terhadap cahaya. Alat populer menangkap cahaya inilah yang kini kita kenal sebagai kamera.

Pentingnya Cahaya pada Pemotretan

Cahaya memegang peranan penting dalam mementukan exposure yang diatur oleh shutter dan aperture pada kamera. Di alam tercinta ini, cahaya sangatlah beragam dan kompleks. Mulai dari cahaya yang berasal dari sinar matahari, berbagai jenis lampu, dan benda lain yang berpendar. Setiap sumber cahaya memiliki intensitas dan temperatur warna yang berbeda, sehingga diperlukan kemampuan dalam mengenali karakter masing-masing sumber cahaya tersebut.

Cahaya termasuk energy berbentuk gelombang elekromagnetik yang kasat mata dengan panjang gelombang sekitar 380 s/d 750 nm. Ilmu fisika menyebutkan cahaya merupakan radiasi elektromagnetik, baik dengan panjang gelombang kasat mata maupun tidak. Sedangkan pada kehidupan sehari-hari, cahaya mampu menyinari apa saja sehingga sesuatu dapat terlihat oleh mata manusia. Menurut sumbernya, cahaya dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

  • Cahaya alam (matahari, bulan, bintang, api, dan lainnya).
  • Cahaya buatan (lampu, neon, flash, dan lainnya).

Dalam dunia fotografi, cahaya memegang peranan penting sebagai sumber materi untuk memotret. Tanpa adanya cahaya, kegiatan memotret tidak akan bisa dilakukan, sebab prinsip fotografi adalah merekam cahaya. Cahaya diharapkan dalam sebuah pemotretan sebab sangat bergantung pada kesan yang akan ditimbulkan, serta komposisi yang diharapkan dari cahaya serta bayangan pada foto.

Berikut tiga hal yang harus diperhatikan seputar cahaya, antara lain:

1. Intensitas

Intensitas merupakan seberapa kuat cahaya tersebut hadir. Cahaya yang sangat kuat akan menimbulkan bayangan yang jelas (harsh), sedangkan cahaya yang lemah akan menimbulkan bayangan yang lembut (soft). Pada pemotretan di luar ruang, cahaya alami (matahari) akan tersedia sejak terbit matahami (sekitar jam 05.00) hingga senja (sekitar jam 18.00). Adapun cahaya dengan intensitas tinggi akan diperoleh pada jam 09.00 s/d 15.00.

2. Arah Datangnya Cahaya

Arah datangnya cahaya ini akan berpengaruh pada matering dan komposisi highlight dan shadow pada objek. Arah datang cahaya secara jelas akan memengaruhi arah dan ukuran bayangan. Pada pemotertan model, arah datangnya cahaya juga memengaruhi ekspresi model.

3. Spektrum

Spektrum atau banyaknya warna yang terkandung dalam cahaya. Cahaya matahari yang berwarna putih kekuningan sebetulnya merupakan gabungan dari banyak spectrum warna. Beberapa di antaranya bisa dilihat sebagai jajaran warna pelangi, tetapi sebetulnya spectrum cahaya matahari lebih luas dari itu.

Dari sudut pandang fotografi, jenis-jenis pencahayaan yang dikenal, antara lain:

  1. Direct Light merupakan cahaya yang langsung mengenai objek secara langsung tanpa terhalang apa pun. Karakter dari direct light, jika intensitasnya tinggi sifat keras dan menghasilkan bayangan kuat.
  2. Diffuse Light merupakan cahaya yang tidak langsung tepat mengenai objek, namun terhalangi sesuatu seperti kabut, awan, kaca tembus cahaya, debu, dan masih banyak lainnya. karakter diffused light sendiri terdiri dari cahaya baur, sifatnya lebih lembut, namun intensitas cahaya merata mengenai objek.
  3. Reflected Light merupakan cahaya yang dipantulkan oleh sesuatu seperti air, cermin, tembok, dan sebagainya. Karakter dan intensitas cahaya pantulan akan sama dengan sumber cahaya itu sendiri jika dipantulkan dengan cermin, namun intensitasnya akan berkurang jikalau dipantulkan dengan benda-benda dengan sifat tidak mengkilat.
  4. Window Light merupakan cahaya melewati celah, misal lubang, ventilasi, celah, dan sebagainya. Karakter jenis pencahayaan jenis ini sangat terarah dan volumenya mengikuti bentuk celah yang dilaluinya.

Sumber pencahayaan dalam pemotretan sendiri masih dibagi lagi menjadi dua jenis, yakni:

  1. Available Light merupakan pencahayaan dengan memanfaatkan sumber cahaya yang ada. Available Light ini sendiri terdiri cahaya lampu, cahaya bulan, cahaya matahari, dan sebagainya. Oleh sebab itu, Available Light sangat berkaitan dengan sumber cahaya yang tersedia dan untuk memanfaatkan sumber cahaya tersebut sangat dibutuhkan penyimpanan objek.
  2. Artificial Light merupakan cahaya yang sengaja diadakan untuk mencapai tujuan pemotretan. Cahaya yang dihasilkan berupa cahaya yang didesain khusus alias cahaya buatan untuk keperluan pemotretan.

Sebenarnya cahaya pada pencahayaan studio sebenarnya mengacu pada sifat cahaya matahari, arah cahaya yang ditimbulkan harus searah agar bayangan timbul hanya satu, misal cahaya dan matahari.

Flash External

Ketika kondisi cahaya rendah dalam ruangan (indoor) atau pada malam hari, flash built in yang terdapat pada kamera tidak akan mencukupi. Saat itulah dibutuhkan pentingnya kehadiran External Flash untuk memberikan pencahayaan yang baik. berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih Flash External:

  1. Kepala Flash yang Bisa Diarahkan

Kelemahan utama pada flash builtin adalah hanya bisa menghadap ke depan. Hal ini dapat diatasi dengan penggunaan flash external yang mampu diarahkan ke samping maupun ke atas. Salah satu penggunaanya adalah ketika dilakukannya proses bouncing (pencahayaan).

1. Power yang Cukup

Istilah untuk power pada flash adalah Guide Number (GN). Semakin besar power, maka akan semakin kuat flash externalnya. Apabila kamu ingin menggunakan flash untuk jarak objek lebih jauh, pilihlah flash dengan GN lebih tinggi. Selain GN, yang perlu diperhatikan adalah fitur rechargetime, yakni waktu yang diperlukan flash untuk mengisi kembali power yang telah kosong. Fitur ini sangat penting untuk pemotretan yang berlangsung cepat, seperti modeling ataupun dokumentasi acara.

2. Perlu tidaknya Fitur TTL

TTL atau Through The Lens berarti pengukuran cahaya yang dilakukan melalui lensa kamera. Flash yang dilengkapi dengan fitur TTL dipastikan mampu mengatur secara otomatis intensitas cahaya yang dilepaskan, dengan memperhitungkan hasil pengukuran cahaya yang diperoleh melalui lensa kamera. Fitur ini sangat membantu bagi kamu yang sering memotret dengan flash pada skenari yang tidak stabil (berubah-ubah), misal ketika meliput suatu acara.

Menggunakan merek lampu flash dari produsen kamera akan memaksimalkan kinerja flash, namun jika budget terbatas, kamu juga bisa menggunakan produk 3nd Party. Untuk itu pastikan terlebih dahulu kompotibbilitas flash dengan kamera, dan juga berbagai fitur yang ditawarkan. Disarankan juga baterai untuk melengkapi flash external, sebab baterai rechargeable mampu untuk menghemat biaya operasional, sekaligus berkontribusi positif terhadap lingkungan.

Baca artikel yang lain mengenai Tips Membuat Video Traveling

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.