Kamera DSLR Canon Murah

Berburu Kamera DSLR Canon Murah Di Bawah 10 Juta

Kamera tipe Digital Single Lens Reflex (DSLR) merupakan kamera yang dibuat menggunakan cermin yang disetel secara otomatis dengan dilengkapi pentaprisma guna meneruskan sinar atau cahaya yang ditangkap menuju ke viewfinder. Karena sistem kerjanya yang relatif kompleks maka kamera DSLR pada umumnya memiliki kisaran harga yang cukup tinggi.

Bagi para penggemar fotografi dan khususnya mereka yang memang menggeluti seni fotografi, pasti membutuhkan dana yang tidak sedikit ketika akan bekerja menggunakan kamera jenis ini. Akan tetapi saat ini terdapat beberapa jenis kamera DSLR Canon murah yang dapat diperoleh. Meskipun murah, jangan kira loh kualitasnya sembarangan. Yuk kita lihat apa saja jenis kamera DSLR Canon murah.

Kamera Canon Dengan Harga Kurang dari 6 juta

1. Canon EOS 1300 D

Kamera jenis ini bikin ngiler siapapun yang melihatnya. Bagaimana tidak dengan kualitasnya yang oke punya, karena kamera ini memiliki kit 18-55 mm IS II yang dapat memotret dengan fokus yang bagus dan tepat. Kamera Canon 1300 D ini dirilis pada Maret 2016. Harganya yang hanya sedikit di atas 5 juta ini tentu saja sangat cocok bagi para pemula yang ingin belajar fotografi tanpa harus menghabiskan uang. Camera DSLR Canon murah tipe ini sering disebut juga dengan istilah Rebel T6.

Kelebihan kamera Canon 1300 D adalah adanya fitur Wifi di mana fitur ini merupakan inovasi terbaru dan belum pernah dijumpai pada kamera tipe sebelumnya. Hal ini tentu saja sangat membatu proses transfer gambar tanpa harus menggunakan USB. Selain itu, kamera juga memiliki fitur Scene Intelligent Auto di mana kamera dapat menterjemahkan cahaya alami menjadi tetap alami sehingga hasilnya sesuai dengan kenampakan aseli obyek yang dibidik. Selain itu, kamera tipe ini mempunyai kapasitas ISO yang memadai yaitu ISO 100-6400.

Berikut spesifikasi Canon EOS 1300D.

  • Tipe Digital, single-lens reflex, kamera dengan dilengkapi flash AF/AE.
  • Media penyimpanan berupa memory card SD, SDHC memory card, dan SDXC.
  • Memory card.
  • Sensor gambar ukuran 22.3 x 14.9mm.
  • Lensa kompatibel Canon EF (termasuk lensa EF-S) dengan sudut pengambilan gambar menggunakan lensa berukuran sekitar 1.6x panjang fokus.
  • Sensor gambar tipe CMOS.
  • Ukuran piksel 18.0 megapiksel.
  • Format perekaman Design rule for Camera File System (DCF) 2.0.
  • Tipe penyimpanan gambar dalam JPEG, RAW (14-bit Canon original).
  • Memiliki filter kebisingan dan alat pengatur cahaya otomatis.
  • Tipe pentamirror, kamera autofokus (viewfinder).
  • Tipe satu kali bidik pada temperatur ruang, ISO 100.
  • Zona kreatif pada ISO 100  – ISO 6400 disetel secara manual.
  • Terdapat tombol pengunci manual.
  • Suhu operasi 6°C – 40°C / 43°F – 104°F.
  • Dimensi  (W x H x D) berukuran 67.0 x 30.5 x 87.5mm / 2.6 x 1.2 x 3.4inci.
  • Berat 85g.
  • Charger baterai LC-E10E.
  • Lama mengisi baterai 2 jam pada suhu ruang.
  • Suhu optimal 6°C – 40°C.

2. Canon EOS 100D

Kamera Canon EOS 100D ini juga termasuk kamera DSLR Canon murah yang dinantikan para penggemar Canon. Kisaran harganya antara 5,8 juta sampai dengan 5,9 juta rupiah. Kamera ini diluncurkan pada 2018 sehingga masih sangat baru. Kamera ini berukuran sangat kecil namun justru sangat diburu para penggemarnya karena ringan dan mudah dibawa. Para penggemar fotografi dari kaum wanita lebih menyukai kamera rtipe ini karena praktis untuk dibawa.

DSLR Canon EOS 100D disebut juga kamera kiss 7 seven yang memiliki berat 470 gram sudah termasuk baterai. Kekuatan sensor CMOS APS-C adalah 18 megapixel dan dilengkapi dengan prosesor Canon digic 5. Kemampuan rekam video kamera jenis ini tidak perlu diragukan karena dapat merekam video full hd menggunakan optical viewfinder. Kamera dilengkapi pula dengan layar sentuh. Adanya sensor hibrid yang dimiliki oleh kamera EOS 100D memungkinkan kamera mampu menciptakan gambar akurat dan dibantu dengan kemampuan auto fokus yang disebar ke sejumlah 9 titik.

Spesifikasi Canon EOS 100D, yakni:

  • Tipe Kamera Digital DSLR – dengan lensa sensor gambar.
  • Ukuran piksel 18 megapiksel.
  • Ukuran dan tipe sensor optik 22.3 x 14.9mm CMOS.
  • Panjang fokus 35 mm, EF-S 18-55mm IS STM.
  • Pengatur kecepatan 30-1/4000.
  • Light Sensitivity (ISO) ISO 100 – ISO 6400.
  • Memori penyimpanan berupa Memory SD memory card, SDHC memory card, SDXC memory card.
  • Format penyimpanan gambar JPEG, RAW (14-bit Canon original).
  • Ukuran layar 3 inci.
  • Tipe Baterai dengan Battery Pack.
  • Nomor model baterai LP-E12.
  • Koneksi AV, HDMI.
  • Spesifikasi Dasar – Compact.
  • Tipe pentamirror.
  • Video Resolusi 1920×1080 (Full HD).
  • Format penyimpanan video MOV, MPEG-4 AVC.
  • Maksimal waktu pengambilan video 1 jam 5 menit pada suhu ruang 23°C dan 1 jam pada suhu renda 0°C.
  • Memiliki sistem pengenal wajah dan pengatur waktu otomatis.
  • Bidikan maksimal 4x per detik.
  • Sistem Live View.
  • Dimensi (WxHxD) ukuran 116.8 x 90.7 x 69.4mm.
  • Berat 407g (petunjuk CIPA),  370g (badan kamera).

3. Canon EOS 500 D

Saat ini, dunia fotografi sedang dibombardir dengan kamera DSLR Canon murah dengan harga yang mencengangkan. Kamera merek Canon EOS 500 D ini memiliki harga di bawah 5 juta, yaitu Rp. 4.900.000. Tentu bagi para pengguna fotografi pemula, akan sangat menguntungkan karena belajar seni memotret dengan modal yang cukup terjangkau. Kamera tipe ini dilengkapi dengan layar LCD berukuran 3 inch serta memiliki resolusi 950 K. Tidak hanya diburu para pemula, kamera ini pun menjadi primadona bagi para fotografer yang sudah mahir dan profesional.

Bobot kamera yang cukup ringan mempermudah para fotografer untuk menjinjing kamera yang memiliki kecepatan tinggi mengambil obyek ini. Memori disimpan di dalam SD card dalam format JPEG dalam mode burst yang tentu saja menghasilkan bidikan dengan kualitas yang tidak perlu dipertanyakan.

Spesifikasi Canon 500 D, di antaranya:

  • Tipe Kamera DSLR.
  • Lensa EF/EF-S.
  • Ukuran Sensor 22.3 x 14.9 mm.
  • Sensor gambar 15.1 MP.
  • Tipe Sensor CMOS.
  • Shutter.
  • Kecepatan shutter minimal 30 s.
  • Kecepatan shutter maksimal 1/ISO 8000 s.
  • Sensitivitas cahaya minimal ISO 100.
  • Sensitivitas cahaya maksimal  ISO 3200.
  • Ukuran layar 3 inci.
  • Resolusi Video 1920×1080 Piksel.
  • Format video MOV.
  • Tipe Viewfinder Pentamirror.
  • Memori penyimpanan Memory Card SD, SDHC.
  • Sistem port USB.
  • Kecepatan bidik per frame 30 fps.
  • Format penyimpanan gambar JPEG, RAW.
  • Dimensi ukuran 128.8 x 97.5 x 61.9 mm.
  • Berat 480 g.
  • Warna Hitam.
  • Tipe Baterai: Li-Ion.

Jika di atas dibahas kamera DSLR Canon murah dengan harga di bawah 6 juta, berikut adalah Kamera Canon murah harga antara 6 hingga 8 juta rupiah.

Kamera Canon Dengan Harga 6 Hingga 8 Juta

1. Canon 700 D

Kamera jenis Canon 700 D Kit EF-S 18-55 mm IS STM ini juga merupakan kamera yang sangat diburu. Bagi fotografer dengan kocek sedang namun membutuhkan kamera DSLR berkualitas prima sudah pasti akan sangat memburu kamera ini. Kamera tipe 700 D ini memiliki aneka auto fokus yang dapat disetel sesuai dengan kebutuhan. Kamera mempunyai IS yang menstabilkan goyangan dan STM (Strapper motor) yang berfungsi menghilangan suara bising saat sedang mengambil data berupa video.

Kamera dilengkapi dengan sensor hibrid CMOS AF dengan daya 18 megapixel sehingga gambar yang ditampilkan halus dan jernih, Kamera juga sangat peka cahaya sehingga mampu merekam gambar dalam pencahayaan rendah. Kemampuan lain yang dimiliki oleh kamera tipe ini adalah kemampuannya menangkap obyek yang bergerak cepat sehingga dihasilkan gambar dinamis namun jelas dan tegas. Harga kamera Canon 700 D berada di kisaran Rp. 7 juta.

Spesifikasi Canon 700 D adalah sebagai berikut.

  • Tipe Kamera Digital DSLR – dengan Lensa sensor gambar.
  • Resolusi gambar 18 megapiksel.
  • Tipe sensor optik CMOS ukuran 22.3 x 14.9mm.
  • Panjang fokus 35mm, 18-55mm, 18-135 mm.
  • Pembesaran optik 1.5x – 10x.
  • Kecepatan Shutter 1/4000 detik sampai dengan 30 detik.
  • Light Sensitivity (ISO) ISO 100 – ISO 6400 otomatis.
  • Memori Penyimpanan gambar SD memory card, SDHC memory card, SDXC memory card.
  • Format gambar JPEG, RAW (14-bit Canon original).
  • Ukuran layar 3.0 inci.
  • Tipe Baterai AC Adapter Kit ACK-E8 ukuran AA/LR6.
  • Nomor model baterai LP-E8.
  • Koneksi port USB,HDMI,GPS.
  • Tipe pentamirror.
  • Video Resolusi 1920×1080 (Full HD).
  • Format video MOV/MPEG-4 AVC/H.264 Variable (average) bit rate.
  • Rerata frame 30p: 29.97 fps, 25p: 25.00 fps, 24p: 23.98 fps, 60p: 59.94 fps, 50p: 50.00 fps.
  • Terdapat sistem pengenalan wajah,  pengatur waktu otomatis.
  • Dimensi (WxHxD) 133.1 x 99.8 x 78.8mm.
  • Berat 580 g.

2. Canon 650 D

Sebelum hadir Canon 700 D sudah diluncurkan generasi pendahulunya, yaitu Canon 650 D dengan harga sedikit lebih rendah dibandingkan dengan Canon 700 D, yaitu sekitar 6,9 juta rupiah hingga maksimal 7 juta rupiah. Kamera tipe ini merupakan kamera pertama yang menggunakan sistem layar sentuh.

Penggunaannya menjadi begitu mudah laksana kita sedang memainkan layar pada telepon genggam. Layar sentuh mempermudh operasi kamera seperti ketika akan mengganti setting kamera, membuat foto, mengubah obyek dan lain sebaginya. Jarak fokus kamera cukup lebar, yaitu mulai 18 sampai dengan 135 mm. Kamera mempunyai berat ringan, hanya 460 gram. Memiliki 9 buah titik fokus yang tersebar memudahkan pengambilan obyek. Tata letak tombol pada kamera jenis ini diatur sedemikian rupa sehingga mudah sekali untuk digunakan.

Spesifikasi Canon 650 D adalah:

  • Ukuran kamera 13.31 x 9.98 x 7.8 cm.
  • Resolusi gambar 18,0 Megapiksel.
  • Zoom Optik 7.0.
  • Resolusi Layar 1040000 dots.
  • Format penyimpanan gambar JPEG, RAW.
  • Ukuran File Foto 5184 x 345.
  • Format Video MOV.
  • Resolusi Video 1920×1080 (HD).
  • Panjang fokus 29 – 216mm.
  • ISO 100-12800.
  • Kecepatan shutter 1/4000- 1/60 detik.
  • Memori penyimpanan Memory Card SD/SDHC/SDXC.
  • Ukuran Layar 3 inci.
  • Terdapat HDMI Port.
  • Tipe Layar TFT Layar.
  • Tipe Baterai Li-Ion.
  • Berat 2 kg.
  • Warna Hitam.

3. Canon 750 D

Kamera Canon jenis 750 D merupakan pengembangan dari tipe sebelumnya. Mempunyai kisaran harga sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan kamera pendahulunya. Harga baru berada di kisaran Rp. 7.400.000,- sampai dengan Rp. 7.600.000,-. Kamera ini mempunyai kelebihan berupa sensor APS-C CMOS 24 megapiksel yang memungkinkan kamera membidik gambar dengan resolusi halus dan hasilnya jelas. Kamera mempunyai layar sentuh dengan LCD 3 inci dan 1040 k-dot yang sangat peka terhadap sentuhan sekecil apapun. Meskipun tidak mempunyai sistem auto fokus, namun kamera mampu memberikan fokus yang prima menggunakan setting manual dan mudah untuk pengoperiannya.

Spesifikasi Canon EOS 750 D ialah:

  • Ukuran kamera (L x W x H mm) 132 x 101 x 78 mm.
  • Resolusi gambar 24 Megapiksel.
  • Resolusi Layar 6000 x 4000.
  • Format penyimpanan gambar JPEG, RAW.
  • Ukuran File Foto 5184 x 3456.
  • Format Video MOV, MPEG-4 AVC/H264.
  • Resolusi Video 1920×1080 (HD).
  • ISO Range 100-12800.
  • Kecepatan shutter 30 – 1/4000 detik.
  • Built in Flash.
  • Memori penyimpanan Memory Card SD/SDHC/SDXC.
  • Ukuran Layar 3 inci.
  • Tipe Baterai Li-Ion.
  • Tipe Layar Clear View LCD.
  • Berat 0.6 kg.
  • Warna Hitam.

Masih terdapat jenis kamera DSLR Canon murah yang mempunyai harga di bawah 10 juta, jenis terakhir yang masih mempunyai harga di bawah 10 juta adalah Canon DSLR Eos 800 D. Kamera jenis ini dibanderol dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp. 8.500.000 sampai dengan Rp. 9.100.000. Kamera jenis ini mempunyai kelebihan berupa lensa yang dapat diganti-ganti sesuai dengan kebutuhan. Kamera tipe ini dilengkai dengan UI intuitif yang sangat mudah digunakan. Prosesor digic 7 serta sensor APS-C 24,2 megapixel menghasilkan gambaran obyek yang jauh lebih halus.

Kamera juga memiliki sistem dual fokus yang memungkinkan kamera untuk mengambil obyek berkecepatan tinggi. Pemotretan live view dapat dilakukan menggunakan tombol Rana mode. Kamera ini diperkaya dengan sistem transfer bluetoth yang hemat energi dan teknologi Wi-Fi/NFC yang sangat sensitif terhadap sinyal yang terpancar di sekitarnya.

Spesifikasi Canon EOS 800 D, yakni:

  • Lensa EF/EF-S.
  • Ukuran Sensor 22.3 x 14.9 mm.
  • Resolusi gambar 24,4 megapiksel.
  • Tipe Sensor CMOS.
  • Kecepatan Shutter minimal 30 detik.
  • Kecepatan Shutter maksimal 1/4000 detik.
  • Light Sensitivity (ISO)  ISO 100 – 25600.
  • Maximum Light Sensitivity.
  • Ukuran layar 3 inci.
  • Format penyimpanan gambar JPEG, RAW.
  • Resolusi Video 1920 x 1080 Pixel.
  • Format video MP4.
  • Tipe Viewfinder Pentamirror.
  • Memori penyimpanan Memory Card SD, SDHC, SDXC.
  • Port USB Port USB, HDMI, Microphone.
  • Dimensi ukuran 131 x 99.9 x 76.2 mm.
  • Tipe Baterai LP-Series.
  • Berat 532 g.
  • Warna Hitam.

Bagi anda penggemar fotografi, silakan pilah dan pilih kamera Canon DSLR murah sesuai dengan kondisi kantong. Semoga artikel ini memberi manfaat.

Baca artikel yang lain mengenai Teknik Dasar Editing Video

Kamera DSLR Murah

Ini Dia Daftar Kamera DSLR Murah Yang Siap Hasilkan Foto Berkualitas

Kamera DSLR menjadi kamera yang wajib dimiliki oleh insan fotografi. Sayang harga kamera jenis ini tidak sederhana alias menguras kocek. Kemampuan canggih yang dimiliki kamera DSLR seperti mampu membidik obyek jauh, autofokus, menangkap obyek yang bergerak cepat termasuk tidak mudah serta memerlukan teknologi tinggi.

Bagi pemula membutuhkan harga kamera yang terjangkau harganya karena untuk berlatih. Meskipun demikian tidak sedikit penggiat seni fotografi yang sudah profesional pun mencari kamera DSLR murah untuk menunjang aktivitasnya.  Berikut sederet tipe kamera jenis DSLR yang masih dapat dijangkau oleh kantong baik pemula maupun profesional yang sedang mengetatkan ikat pinggang.

Kamera Canon

Kamera merek canon sudah terbukti keunggulannya di dalam seni fotografi. Para pecinta merek ini pun sudah tersebar di seluruh dunia. Kemampuan tangkap obyek dan kualitas hasilnya tidak perlu diragukan lagi. Meski dikenal memiliki harga yang relatif tinggi, namun tidak sedikit seri kamera DSLR Canon yang mempunyai harga terjangkau bahkan di bawah 1 juta rupiah.

1. Canon EOS 1300 D

Kamera ini merupakan seri baru dan luncur di tahun 2018 tepatnya pada bulan Agustus. Kamera yang cukup mungil ukurannyavdan ringan ini ternyata sudah mampu menyedot perhatian para penggemar olah fotografi. Para fotografer terutama wanita berlomba untuk dapat memiliki kamera jenis ini. Meskipun mungil dan harganya terjangkau, hanya sekitar 5 jutaan namun kamera memiliki banyak keunggulan. Kamera mempunyai auto fokus dengan 920.000 titik yang tersebar. Selain itu, sistem transfer gambar mudah dilakukan karena kamera dilengkapi dengan wireless connection dan NFC.

Kamera tipe ini sangat mudah digunakan karena cukup simpel sistem operasionalnya dengan tombol-tombol besar yang mudah ditemukan.

2. Canon 700 D

Canon tipe ini juga cukup digemari. Harganya sedikit lebih mahal jika dibandingkan dengan Canon 1300 D.  Kamera ini merupakan kamera DSLR murah yang sudah cukup stabil. Kamera yang sudah menggunakan image processor digic 5 ini memiliki kualitas hasil bidikan yang sangat bagus dan natural dengan komposisi warna dan pencahayaan alami. Resolusi gambar 18 megapiksel dengan full HD 1080p menghasilkan kehalusan gambar yang sangat prima.

Untuk merekam video kamera canon tipe 700 D mampu menyimpan gambar dalam format stereo dengan filter yang akurat menghasilkan video bersuara jernih dengan mengurangi kekeruhan bunyi. Format codex pada kamera ini menggunakan sistem standar H264 motion JPEG yang menciptakan file ukuran optimal tanpa mengungangi kualitas gambar.

3. Canon EOS 70D

Kamera canon EOS 70D merupakan tipe pendahulu yang masih terus diburu para fotografer hingga saat ini. Harganya memang sedikit agak mahal, namun tetap di bawah harga Rp.  15.000.000. Di tahun 2018 ini kamera 70 D dibanderol dengan Kisaran harga 12-12,5 juta rupiah. Dengan kualitas yang tidak perlu diragukan lagi, harga tersebut tergolong murah di kelasnya.

Kamera tipe ini dilengkapi dengan dual pixel AF yang membantu memudahkan ketika akan membuat rekaman live view. Sistem ISO kamera canon 70 D ini cukup tinggi dan dapat dinaikan hingga mencapai 6400. Kamera ini sudah menggunakan teknologi layar sentuh atau touchscreen yang dilengkapi dengan pelindung layar sehingga tidak menghasilkan bekas tangan pada layar.  Salah satu keunggulan lain dari kamera tipe ini adalah fasilitas senyap suara yang mampu mematikan suara “cekrek” dan cocok bagi fotografer yang tidak menyukai suara bising pada saat pengambilan gambar.

Kamera Nikon

Nikon juga, merupakan merek kamera yang cukup dikenal selain Canon. Nikon dikenal memiliki ukuran yang relatif mungil dan nyaman untuk digenggam, selain itu kamera nikon mempunyai lensa-lensa berkualitas tinggi. Lalu bagaimana dengan harganya, mahal? Berikut daftar kamera DSLR murah merek Nikon.

1. Nikon D3400

Kamera dengan harga kurang dari 6 juta ini mempunyai keunggulan yang cukup banyak. Untuk memindahkan data ke perangkat mobile tidak perlu menggunakan PC.  Selain itu dilengkapi dengan CMOS 24.2 MP tanpa adanya low pass filter sehingga dihasilkan gambar yang mempunyai kualitas ketajaman serta tidak moire.

Kamera bedesain sederhana dan mungil ini sudah mampu merekam video dengan kualitas HD dan menggunakan processor EXPEED 4 yang dapat merekam obyek tanpa putus hingga kapasitas 5 fps.  Keunggulan lain nikon D3400 adalah adanya aplikasi software guide mode yang mampu menghasilkan gambar yang kompleks serta profesional tanpa menyulitkan sistem pengoperasian bagi para pemula.

2. Nikon D5300

Masih dari generasi nikon,  kamera DSLR murah tipe D5300 juga mempunyai harga sekitar 6 jutaan. Namun dengan harga tersebut kamera yang memiliki resolusi  24,5 megapiksel ini mampu menciptakan gambar berkualitas tinggi, halus dan sangat natural. Desain yang mungil dan ringan dijinjing dengan bobot 480 gram ini membuat para fotografer pemula mudah untul menjinjing.

Dengan sistem processor EXPEED 4 menghasilkan kualitas gambar yang prima dan kemampuan rekam hingga 60 fps.  Layarnya lebih lebar,  yaitu 3,2 inci memudahkan pengguna menetapkan obyek.

Kamera Olympus

Kamera merek olympus merupakan kamera produksi negeri Sakura yang juga cukup populer di seluruh negara termasuk Indonesia. Kamera merek ini memiliki tingkat kecepatan dan ketepatan di dalam membidik obyek. Kamera  Olympus juga memiliki kekuatan menstabilkan gambar atau obyer tanpa harus menggunakan bantuan tripod. Kamera ini dilengkapi dengan sensor cahaya yang cukup peka sehingga mampu membidik obyek dengan kualitas jelas meskipun dalam kondisi minus cahaya.

Berikut beberapa tipe kamera DSLR murah merek olympus buat para fotografer.

1. Olympus E500 kit

Kamera mirrorless tipe E500 kit mempunya kestabilan bidikan yang dapat dipertanggung jawabkan. Kamera ini cukup ringan dijinjing. Harganya juga sangan murah tidak mencapai 4 juta rupiah. Banyak toko yang membanderol kamera tipe ini di harga 3,8 juta rupiah.  Bagi pemula tentu saja merupakan harga yang sangat menggiurkan. Namun dengan harga yang sangat terjangkau, kualitas gambar yang didapat tidak perlu diragukan lagi. Kelebihan utama kamera DSLR murah tipe ini adalah sistem pengoperasian yang sangat mudah sehingga bisa dipakai oleh yang sangat pemula sekalipun.

2. Olympus PEN EP-3 kit

Kamera dengan harga kurang dari 6 juta rupiah ini dikenal mempunyai banyak fitur.  Salah satunya adalah fitur Eye-fi yang memudahkan pengguna mengambil gambar video dengan hasil yang memuaskan. Kualitasnya tajam, namun halus diperkaya dengan sensor cahaya yang memungkinkan pengambilan gambar di tempat gelap namun tetap mampu menangkap obyek dwngan bail dan menghasilkan gambaran natural.

Kamera EP-3 ini memiliki kemampuan mentransfer gambar ke dalam mikro SD card dengan mudah. Sebagaimana kamera olympus lain,  kamera ini mempunyai kestabilan yang bagus ketika mengambil obyek tanpa harus menggunakan bantuan alat penopang atau tripod.  Khusus merek ini dapat membidik obyek dengan aneka kecepatan sehingga menghasilkan gambar yang hidup dan dinamis.

Kamera Sony

Sony sangat populer sebagai penyedia layanan barang elektronik berkualitas. Meskipun saham Sony sudah tidak ditanam di Indonesia, namun konsumen produk Sony tetap Setia menggunakan merek ini. Salah satu produk handal yang dimiliki Sony adalah kamera DSLR.  Berikut beberapa kamera DSLR murah merek Sony.

1. Sony A3500s

Sony seri Alpha merupakan tipe DSLR, memiliki kemampuan mencetak gambar dengan resolusi 20 megapiksel. Sensor EXMOR APS dan prosesor bionz menghasilkan bidikan yang tajam dengan komposisi yang tepat dan dinamis. Memiliki ISO 1600 dan dilengkapi dengan pengatur white balance sehingga hasil jepretan memiliki warna alami yang halus. Kamera ini dijual dengan harga sekitar 4,4 juta rupiah. Sangat murah untuk kamera dengan merek sama.

2. Sony A65V

Merek ini masih dalam seri DSLR,  dengan harga 8 juta rupiah, sudah bisa memiliki kamera dengan kualitas prima. Sensor Exmor APS HD CMOS yang dilengkapi warna utama RGB dan resolusi 24,3 megapixel ini menghasilkan gambar yang halus namun tajam. Data disimpan di dalam media data lengkap yaitu Memory Stick PRO-HG Duo, Memory Stick Pro Duo, memory card: SD, SDHC dan SDXC. Adanya sensor CMOS memungkinkan kamera mampu mengambil gambar berkecepatan tinggi dengan hasil tegas dan jelas. SonyA65 V dilengkapi dengan Translucent Mirror Technology, yang membuat kamera mampu merekam gambar secara terus menerus tanpa putus pada resolusi penuh. Demikian juga pada saat merekam video, dapat mengambil rekaman full HD tanpa putus.

Demikian deretan kamera DSLR murah berkualitas yang dapat digunakan baik oleh pemula maupun para profesional fotografer.

Adapun pedoman yang harus diperhatikan untuk membeli kamera DSLR adalah sebagai berikut.

  • Harga: Harga yang murah namun berkualitas adalah yang utama.
  • Resolusi: Semakin tinggi resolusi hasil semakin bagus.
  • ISO: Dibutuhkan untuk mengambil gambar berkecepatan tinggi.
  • Shutter speed: Dibutuhkan untuk mengatur kecepatan bidik.
  • Sensor: Mempengaruhi kualitas gambar.
  • Bentuk: Semakin nyaman digenggam akan memudahkan pemakaian.

Demikian seluk beluk kamera DSLR murah. Semoga bermanfaat bagi para penggila seni fotografi.

Baca artikel yang lain mengenai Teknik Dasar Editing Video

Kamera Canon untuk Pemula

Mengenal Lebih Jauh Tentang Kamera Canon untuk Pemula

 

Canon menjadi salah satu merek kamera yang paling banyak penggunanya. Produknya di Indonesia pun ada banyak sekali dari yang paling murah sampai mahal, dan untuk pemula maupun profesional. Jika para profesional sudah tahu kamera apa yang cocok dipilih oleh mereka, beda dengan pemula. Maka dari itu di sini akan dibahas kamera Canon untuk pemula agar mereka bisa terbantu dalam menentukan kamera Canon mana yang paling cocok untuk digunakan.

Ada juga sedang mencari informasi ini? Kalau begitu langsung lihat pembahasannya di berikut ini.

Level Kamera Canon untuk yang Baru Belajar Fotografi

Level kamera Canon ada pada produk kamera DSLR mereka. Dengan adanya pembagian level ini akan membuat orang-orang lebih mudah memilih kameranya apalagi pemula. Namun karena kamera DSLR punya fungsi yang cukup banyak dan bagi yang belum terbiasa memegang kamera akan tetap bingung maka pemula lebih baik belajar dulu menggunakan kamera pocket.

Maka jika mengurutkan kamera Canon untuk pemula yang paling mudah, kamera pocket adalah jawabannya. Fitur-fitur untuk mengambil gambar menggunakan kamera ini ada sedikit jadi mudah dipelajari. Beberapa kelebihan kamera pocket untuk pemula antara lain:

  • Ukuran kameranya kecil jadi bisa dibawa kemana saja. Jika tidak pernah membawa kamera, langsung menggunakan DSLR bisa membuat Anda pegal.
  • Oleh karena bentuknya kecil maka beratnya ringan jadi bisa dimasukkan kemana saja.
  • Lensa kamera pocket tidak perlu diubah karena memang sudah fixed. Bagi pemula, mencari lensa yang tepat untuk kamera adalah hal yang sulit sekali.
  • Harganya murah jadi cocok untuk yang baru belajar menggunakan kamera. Jika langsung memberi DSLR yang mahal bisa-bisa kameranya tidak terpakai karena tidak bisa mengoperasikannya.

Nah, setelah bisa menggunakan kamera pocket baru boleh lanjut menggunakan kamera Canon jenis DSLR untuk pemula. Berikut ini level dan jenis kamera DSLR Canon seperti apa yang khusus dibuat untuk pemula.

Level atau kelas kamera untuk pemula Canon adalah kelas entry level dan mid range. Mari bahas kedua kelas kamera Canon di ini.

Entry Level

Entry level adalah kelas kamera Canon untuk pemula, bisa disebut juga kelas low end. Kamera pada kelas ini mempunyai desain yang kecil dan menu-menunya mudah sekali untuk dioperasikan. Kemudian bodinya lebih ringan dan kadang licin.

Salah satu cara mengetahui kamera entry level ini dengan mudah adalah punya 3 sampai 4 angka digit di setiap serinya. Contoh kamera Canon kelas bawah ini adalah Canon EOS 1100D, 1200D, 700D, 750D, 600D, dan lain sebagainya. Sayangnya, kebanyakan kamera di seri ini sudah lama sekali.

Tadinya kamera Canon 1100D bernama Canon 1000D yang ada pada tahun 2008. Canon 1100D menggantikan kamera tersebut pada tahun 2011.

Mid Range

Ini adalah level terakhir untuk kelas pemula, bisa disebut juga Middle Pro. Meski sama-sama untuk pemula, tapi menu dan spesifikasi kamera Canon ini lebih hebat. Menunya lebih banyak dan teknologinya lebih unggul.

Jika Anda sudah fasih menggunakan yang entry level lalu ingin mengembangkan kemampuan fotografi lagi, bisa membeli kamera Canon ini. Seri ini memiliki kode nomor berjumlah 3 digit.

Kamera Canon untuk pemula kelas ini paling banyak jenisnya dan selalu diupgrade. Seri pertamanya ada pada tahun 2003 kemudian diupgrade sampai tahun 2014. Contoh seri kamera versi upgrade dari kamera sebelumnya antara lain:

  • Canon 350D dari 300D.
  • Canon 450D dari 400D.
  • Canon 550D dari 500D.
  • Canon 650D dari 600D.

Sampai sini saja kelas kamera Canon untuk pemula. Sedikit sekali ya? Selanjutnya ada lebih banyak lagi kamera untuk kelas profesional. Jika meneruskan kelas lainnya maka berikut ini urutannya.

  • Kelas semi advance.
  • Kelas advanced.
  • Kelas semiprofesional.
  • Kelas profesional.

Untuk kelas-kelas ini tidak akan dibahas karena artikel ini khusus untuk mengenal kamera Canon untuk kelas pemula.

Buying Guide Kamera Canon Bagi Pemula

Apabila Anda belum pernah membeli kamera sebelumnya dipastikan mengalami kebingungan ketika menentukan. Apalagi setelah melihat banyaknya kamera Canon yang khusus pemula. Setiap kamera punya ukuran lensa, pilihan menu, ukuran bodi, dan semua hal yang berbeda.

Maka dari itu, Anda harus mencari informasi dulu mengenai cara memilih kamera yang paling sesuai. Berikut ini beberapa tips bagi Anda.

Budget

Budget adalah hal utama yang harus diperhatikan ketika membeli sesuatu. Apalagi jika sesuatu itu bernilai penting dan akan digunakan dalam jangka waktu yang lama. Dengan mengetahui budget Anda maka bisa lebih mudah menentukan kamera seperti apa yang bisa dibeli.

Jika uang yang dimiliki terbatas tidak masalah membeli kamera Canon bekas. Oleh karena kualitasnya bagus maka kamera Canon bekas masih layak dimiliki. Namun jika masih pemula sih beli kamera Canon baru tidak terlalu berat karena harganya masih relatif terjangkau.

Tujuan Membeli Kamera

Jika ada budget tapi tidak memiliki tujuan membeli kamera bisa membuat bingung juga. Setiap tujuan punya spesifikasi kamera yang berbeda.

Apabila Anda membeli kamera untuk mengerjakan tugas kuliah, contoh kamera Canon yang bisa dibeli adalah Canon 750D kit. Resolusi yang dimilikinya 24 MP dengan lensa 18-55 mm untuk jenis pemotretan wide dan indoor.

Kamera saku untuk pengambilan gambar baisa seperti dokumentasi kantor atau kegiatan. Sementara jika untuk dibawa traveling pilih kamera jenis mirrorless karena biasanya ringan dan ukurannya kecil. Meski demikian kemampuannya mirip dengan DSLR.

Cari Referensi Kamera yang Banyak Digunakan

Jika bingung memilih Anda bisa mencari referensi dari orang sekitar Anda. Kamera Canon mana yang paling banyak digunakan oleh para pemula yang tujuan membeli kameranya sama dengan Anda. Tanya lebih detail mengenai spesifikasinya, harga, kegunaan, dan lain sebagainya.

Rekomendasi Kamera Canon Bagi Pemula

Jika buying guide di atas masih membuat Anda belum menentukan kamera Canon mana yang akan dibeli, lihat beberapa rekomendasi kamera Canon berikut ini.

Kamera untuk pemula ini punya monitor LCD vari-angle, pengaturan kameranya mudah digunakan apalagi dengan adanya bantuan gambar contoh dan ilustrasi yang informatif. Harganya sekitar 9,5 juta rupiah.

Kualitas gambar yang diambil kamera ini cukup tinggi karena adanya fitur auto shooting. Ukuran sensor kameranya adalah 18 MP APS-C. Harganya sekitar 5,7 juta rupiah.

EOS 200D ini adalah pembaharuan dari kamera EOS 100D yang muncul pada tahun 2013. Kamera ini berjenis mirrorless jadi cocok sekali digunakan pengguna yang baru mengenal fotografi. Resolusi sensor lensanya adalah 24,2 MP. Harganya sekitar 8,8 juta rupiah.

Bodinya mirip DSLR tapi lebih kecil, pada bagian belakangnya terdapat layar LCD touchscreen. Memiliki sensor 24,2 MP CMOS. Prosesor dan sensor gambarnya memang masih kelas pemula tapi bisa digunakan juga jika Anda serius dalam dunia fotografi. Harganya adalah sekitar 10,3 juta rupiah.

Itulah dia informasi mengenai kamera Canon untuk pemula yang bisa diberikan. Semoga bisa membantu Anda yang masih bingung mencari kamera Canon yang tepat.

Baca artikel yang lain mengenai Edit Video untuk Pemula

Kamera Mirrorless untuk Pemula

Panduan Memilih Kamera Mirrorless untuk Pemula yang Paling Cocok

Enam tahun yang lalu dalam dunia fotografi muncul sebuah kamera jenis baru yang menyita banyak perhatian fotografer. Kamera tersebut disebut dengan mirrorless. Sejak saat itu kamera ini mulai dilirik oleh banyak orang terutama untuk pemula karena harganya yang lumayan bersahabat dan penggunaannya yang lebih mudah dibandingkan dengan DSLR.

Sekarang kamera mirrorless semakin tren di kalangan fotografer dan traveler. Bagi Anda yang belum mengerti tentang dunia fotografi dan ingin membeli kamera mirrorless bisa lihat artikel ini yang akan membahas kamera mirrorless untuk pemula.

Kamera Mirrorless Seperti Apa yang Cocok untuk Pemula?

Kamera mirrorless artinya adalah kamera yang tidak memiliki cermin untuk memantulkan objek menuju view finder di bodinya. Cermin tersebut biasanya memang tidak terlihat dari luar karena berada di dalam bodinya.

Meskipun memiliki kegunaan yang baik tapi kamera dengan cermin seperti DSLR jadi memiliki bobot yang berat. Nah, pada kamera mirrorless bodinya menjadi lebih ramping sehingga mirip seperti kamera saku. Meski demikian, kualitasnya sama dengan DSLR dan tergantung dengan level yang dimilikinya.

Berbicara mengenai kamera mirrorless untuk pemula, banyak yang mencari tahu tentang hal ini. Dikarenakan para pemula masih belum terlalu mengenal fitur-fitur yang terdapat di dalamnya sehingga bingung harus memilih yang mana.

Jika Anda datang ke toko kamera pasti akan mendapatkan banyak sekali jenis kamera mirrorless yang dijual. Tidak jarang ada kamera dengan merek yang berbeda tapi fungsi dan kelebihannya sama. Bagi para fotografer profesional memilih kamera mirrorless atau jenis kamera apa saja juga butuh pertimbangan yang matang apalagi untuk pemula yang baru ingin belajar mengenai dunia fotografi.

Jika Anda bertanya kamera mirrorless seperti apa yang cocok untuk pemula maka jawabannya tergantung. Tergantung dengan keperluan dan budget yang dimiliki. Namun tentunya lebih baik jika memilih kamera yang fiturnya tidak terlalu banyak.

Kebanyakan pemula lebih membutuhkan kamera yang bisa membuatnya mengenal lebih jauh mengenai dunia fotografi. Akan lebih baik jika membeli kamera mirrorless yang fiturnya masih standar. Seperti menu live viewnya, penggaturan ISO, aperture, shutter speed, dan lain sebagainya.

Kemudian untuk lensanya hanya perlu menggunakan yang sudah tertanam dalam kamera tersebut. Jika sudah mahir dan mengerti akan lensa seperti apa yang cocok, baru bisa menggantinya dengan lensa lain.

Untuk mendapatkan kamera mirrorless yang fiturnya masih standar ini maka pilih kamera mirrorless yang ada dalam kelas entry level. Mengenai jenis atau serinya bisa lihat pada informasi daftarnya di pembahasan selanjutnya.

Daftar Kamera Mirrorless untuk Pemula

Ingin tahu lebih banyak mengenai daftar kamera mirrorless yang ada pada kelas entry level? Berikut ini beberapa daftar kamera mirrorless yang mungkin bisa Anda pilih.

  • Fujifilm X-A3

Meski ada pada level pemula tapi kamera Fujifilm ini punya sensor yang resolusinya besar. Jenis sensor tersebut adalah konvensional dan mempunyai filter array. Filter array memang biasa ada pada kamera untuk pemula.

Selain itu kamera ini memiliki kontrol dial yang nyaman digunakan oleh para pemula. Selain bisa memfoto objek lain, kamera ini pun bisa digunakan untuk selfie. Caranya adalah dengan melipat LCD layar sentuhnya ke atas.

Harga kamera ini cukup mahal yaitu sekitar 9 juta rupiah. Namun sudah dilengkapi dengan lensa kit sebesar 16 – 50 mm.

  • Canon EOS M10

Harga kamera ini lebih murah dibandingkan dengan yang di atas yaitu sekitar 5,3 juta rupiah. Sudah satu paket dengan lensa 15 – 45 mm.

Beberapa fitur yang dimiliki kamera ini adalah layar sentuh yang dapat dilipat ke atas dan dilipat ke bawah. Mempunyai bodi yang ringan karena berbahan plastik. Meski demikian jika digunakan untuk sehari-hari maupun traveling yang santai masih bisa kokoh.

  • Nikon 1 J5

Body dari salah satu kamera mirrorless untuk pemula ini sangat kecil karena menggunakan sensor sebesar 1 inci. Dengan demikian kamera ini bisa Anda bawa bepergian dengan mudah karena tidak memerlukan banyak ruang penyimpanan.

Sensor yang dimilikinya adalah sebesar 20,8 MP dengan jenis BSI CMOS. Bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi 1080p bahkan 4K UHD. Untuk lensanya sebesar 10 – 30 mm. Harganya adalah sekitar 5,3 juta rupiah.

  • Sony Alpha a6000

Meski untuk kelas pemula tapi kamera mirrorless ini mampu menghasilkan foto dengan kualitas terbaik. Kamera ini punya sensor sebesar 24,3 MP berjenis APS-C. Bisa digunakan untuk merekam video kualitas full HD sampai dengan 60 fps. Lalu untuk pemotretan continuous sampai dengan 11 fps. Kamera mirrorless dengan lensa kit 16 – 50 mm ini punya harga sekitar 9 juta rupiah.

Tips Membeli Kamera Mirrorless Entry Level

Di atas sudah ada daftar kamera mirrorless entry level beserta harganya. Walaupun sudah dijabarkan sedikit spesifikasinya tapi mungkin Anda masih belum mengerti mana yang paling cocok untuk dibeli.

Oleh karena itu kami akan memberikan informasi lainnya untuk menambah pengetahuan Anda, yaitu cara untuk memilih kamera mirrorless entry level. Berikut ini tips-tipsnya.

  • Pilih yang Murah

Untuk pemula akan lebih baik memilih kamera yang murah. Oleh karena pasti tujuan Anda untuk belajar memotret. Ketika sudah mahir nanti baru bisa membeli kamera mirrorless yang lebih mahal karena biasanya semakin mahal harga kamera maka fitur yang dimilikinya semakin banyak. Kelasnya pun semakin tinggi.

Memilih kamera yang murah juga bisa untuk berjaga-jaga karena siapa tahu saja suatu saat nanti keinginan Anda untuk bisa memotret dengan baik hilang. Jadi tidak akan ada penyesalan karena kamera yang dimiliki tidak mahal.

  • Perhatikan Kebutuhan

Jika ada budgetnya tapi Anda belum yakin akan kebutuhan paling pentingnya maka akan percuma. Setelah mengetahuinya baru Anda bisa menentukan kamera seperti apa yang akan dibeli. Oleh karena setiap kebutuhan perlu kamera yang berbeda.

Jika sekedar belajar, pilih kamera mirrorless yang sudah satu paket dengan lensanya. Jika ingin menggunakannya untuk membuat vlog maka pilih kamera yang kemampuan rekamannya bagus. Contohnya memiliki autofocus yang baik.

  • Perhatikan Sensor

Sensor di dalam kamera mirrorless penting untuk diketahui. Oleh karena masing-masing punya kelebihan dan kekurangannya. Untuk pilihan sensor ada APS-C, full frame, dan four thirds.

  • Ketahui Fitur Wajibnya

Tips lainnya adalah Anda harus tahu apa saja fitur-fitur wajib yang ada pada sebuah kamera mirrorless. Lebih baik pelajari hal ini sebelum membeli kamera yang diinginkan jadi ketika melihat lihat dan menimbangnya di toko Anda tidak akan terlalu pusing karena sudah memiliki sedikit gambaran.

Beberapa fitur yang harus ada di dalam sebuah kamera mirrorless antara lain sensor kamera minimalnya harus 4/3 atau four thirds, bisa untuk merekam video, auto focus cepat, shutter speed memiliki kecepatan 30 detik ke atas atau sepersekian ribu detik ke bawah, ISO besar, dan fitur burst.

Akan semakin baik jika ada fitur tambahan seperti GPS, wifim bluetooth, foto timelapse, panorama layar touch screen, slot microUSB, face detection, dan lain-lain.

  • Pilih yang Punya Viewfinder

Fitur viewfinder ini akan membantu Anda untuk melihat objek secara lebih jelas. Dengan adanya Viewfinder ini anda bisa membidik objek yang akan difoto dengan lebih jelas dan pas.

Demikianlah informasi yang bisa dibahas mengenai kamera mirrorless untuk pemula.

Baca artikel yang lain mengenai Edit Video untuk Pemula

Kamera DSLR Canon untuk Pemula

Cara Cari Kamera DSLR Canon untuk Pemula yang Paling Cocok

Kamera DSLR banyak sekali tingkatannya, dari tingkatan pemula sampai profesional. Kamera DSLR tingkat pemula memiliki spesifikasi standar karena diperuntukkan bagi mereka yang baru ingin mengenal fotografi.

Salah satu merek DSLR yang paling banyak dicari oleh pemula adalah kamera Canon. Banyak sekali tipe kamera DSLR Canon untuk pemula. Apabila kurang informasi atau referensi Anda akan kesulitan dalam mencari kamera DSLR yang tepat.

Maka dari itu, perbanyak membaca artikel mengenai cara memilih kamera DSLR Canon yang tepat untuk pemula. Salah satunya di artikel ini.

DSLR Canon yang Cocok untuk Pemula

Daftar kamera DSLR Canon untuk pemula ada banyak sekali. Dari harga yang murah sampai mahal tersedia. Namun jika membicarakan kamera yang cocok, setiap individu tingkat kecocokannya bisa berbeda-beda.

Salah satu cara untuk mengetahui cocok tidaknya sebuah kamera DSLR adalah dengan mengetahui kebutuhan dasarnya. Misalnya orang yang membeli kamera untuk memfoto pemandangan dan membeli kamera untuk studio foto memiliki spesifikasi kamera yang berbeda.

Kamera DSLR untuk membuat vlog dan video tutorial di Youtube juga beda. Jika mencari kamera DSLR yang bisa digunakan untuk membuat video tutorial di Youtube atau membuat vlog Anda bisa cari informasi kamera yang dipakai pada video yang Anda tonton.

Biasanya vlogger dan pembuat konten akan menuliskan kamera apa yang digunakan pada deskripsi video tersebut. Jika sudah tahu selanjutnya coba lihat review mengenai kamera tersebut. Dari situ Anda bisa mengetahui apakah kamera tersebut cocok untuk pemula atau tidak.

Jika fiturnya standar atau tidak terlalu banyak menu biasanya kamera itulah yang cocok digunakan oleh pemula. Jika menunya terlalu banyak Anda akan pusing sendiri untuk mengoperasikannya. Lebih baik belajar sedikit-sedikit dulu baru setelah agak mahir bisa membeli kamera lain di kelas yang lebih tinggi.

Ciri-ciri kamera DSLR Canon untuk pemula yang paling mudah adalah harganya yang terbilang murah. Biasanya dari 5 – 6 juta rupiah. Murahnya harga DSLR untuk pemula ini karena keterbatasan menu dan fitur yang ada tadi. Kemudian tombolnya lebih sedikit dan bentuk kameranya tidak terlalu besar.

Kamera pada kategori entry level ini kebanyakan memiliki fungsi utama yang sama. Hanya beda ukuran lensa dan teknologinya. Oleh karena ada merek kamera yang menggunakan teknologi tinggi ada juga yang standar.

Jika ingin memiliki kamera yang bisa digunakan lama Anda bisa memilih kamera DSLR yang bisa digonti-ganti lensanya. Beda lagi jika membutuhkan kamera untuk melakukan pemotretan di studio foto maka pilih kamera yang dapat digunakan sebagai flash commander.

Daftar DSLR Canon untuk Pemula

Setelah mengetahui dasar-dasar penentuan kamera DSLR apa yang cocok untuk pemula sekarang kami akan memberikan daftar beberapa kamera DSLR Canon untuk pemula yang spesifikasinya bagus.

Langsung saja berikut ini daftarnya.

  • Canon EOS Rebel T6 atau 1300D

Jika Anda masih pemula tapi sangat ingin mendalami fotografi bisa belajar memotret menggunakan kamera ini. Resolusi lensa yang digunakannya adalah 18 MP. Lensa ini mampu menghasilkan foto yang bagus dan jernih.

Selain itu memiliki sensor ISO yang sangat baik, digunakan untuk memfoto objek di dalam ruangan yang kurang cahaya pun lumayan bagus.

Selain itu memiliki layar LCD berukuran 3 inci yang dapat membantu Anda dalam mengetahui hasil foto yang baru saja diambil. Kelebihan lainnya adalah punya fitur optik viewfinder yang memiliki tingkat fokus akurat dan kecepatan yang baik.

Harga untuk kamera ini adalah sekitar 5,2 juta rupiah.

  • Canon EOS Rebel SL1 atau 100D

Masih dalam seri rebel, kamera DSLR Canon untuk pemula ini punya bentuk yang tidak terlalu besar sehingga terasa pas ketika dipegang. Fitur-fitur yang dimilikinya memiliki kualitas yang sangat baik dalam hal mengambil gambar atau foto. Walaupun fiturnya tidak terlalu banyak.

Kamera dengan lensa 18 – 55 mm ini kemampuannya bisa dibilang lebih baik dibandingkan dengan kamera DSLR merek lain dalam kelas yang sama.

Kamera ini punya lensa 18 MP dengan sensor APS-C CMOS. Bisa melakukan pemotretan continuous sampai dengan 4 fps. Memiliki mode scene khusus seperti untuk memotret makanan, anak-anak, mode candlelight, dan filter lainnya.

Harga untuk kamera ini adalah sekitar 7,4 juta rupiah.

  • Canon EOS 70D

Kamera ini memiliki sensor 20,2 mp dengan jenis APS-C CMOS. Ini adalah sensor jenis terbaru yang punya kinerja canggih, dan memiliki autofocus yang sangat baik.

Salah satu kelebihan terbaik dari kamera ini adalah mempunyai fitur untuk fokus pada objek walau

dalam kondisi minim cahaya. Kemampuan pemotretan nya bisa sampai lebih dari 7 fps.

Harga untuk kamera ini adalah  sekitar 16,2 juta rupiah.

Itulah 3 contoh kamera DSLR dari Canon yang bisa coba Anda miliki.

Tips Membeli Kamera DSLR Pemula yang Benar

Agar bisa mendapatkan kamera DSLR yang tepat, Anda harus tahu dulu cara untuk membeli atau memilihnya yang benar. Anda bisa membaca tips-tipsnya berikut ini.

  • Siapkan Budget Dan Ketahui Kebutuhan

Jika hanya mencari kamera DSLR Canon untuk pemula maka budget yang perlu disiapkan tidak terlalu banyak. Seperti yang bisa Anda lihat dari kisaran harga DSLR Canon entry level yang sudah disebutkan di atas.

Sedangkan untuk kebutuhan karena kebanyakan pemula harus terbiasa dulu dalam memegang kamera maka beli kamera Canon entry level yang mana saja. Asal ada di entry level maka cocok saja untuk Anda. Oleh karena harus Anda ketahui bahwa setiap kamera DSLR untuk pemula baik Canon atau merek lain fitur dan spesifikasinya sama-sama standar jadi tidak terlalu sulit untuk menentukan.

  • Resolusi Megapixel

Anda harus tahu berapa megapixel ukuran yang baik untuk dipilih. Biasanya resolusi lensa kamera DSLR ada di angka belasan megapixel karena memang diperuntukkan bagi orang yang ingin mengambil foto dengan hasil bagus.

Untuk permulaan, lensa 14 MP mungkin sudah cukup. Nanti jika sudah terbiasa menggunakan kamera maka Anda bisa lebih mengerti tentang lensa. Lensa tersebut bisa diganti-ganti tanpa perlu membeli kamera baru. Kecuali Anda sudah mahir.

  • Sensor

Ukuran sensor dalam sebuah kamera DSLR juga penting untuk diperhatikan. Umumnya ada tiga jenis sensor, yaitu APS-C, full frame, dan four thirds. Anda harus tahu apa saja perbedaannya tapi kebanyakan kamera DSLR bagi pemula punya jenis sensor full frame.

Dengan penggunaan sensor ini hasil foto yang diambil sama persis dengan yang ditangkap. Tidak akan ada yang dipotong sedikit pun jadi memudahkan Anda melihat foto dengan detail.

  • ISO

Perhatikan bagian ISO, semakin besar ISO yang bisa disetting maka Anda bisa mengambil foto di ruang gelap dengan mudah. Hasil foto akan menjadi lebih terang.

  • Ukuran

Pilih kamera DSLR yang tidak terlalu besar dan berat. Ketika dibawa bepergian akan lebih mudah. Misalnya jika Anda ingin mengembangkan skill fotografi pemandangan dengan naik gunung maka dengan ukuran yang tidak terlalu besar dan berat ini Anda tidak akan kelelahan.

Jika bobot DSLR masih terlalu berat Anda bisa memilih kamera mirrorless. Memang ukurannya mirip kamera pocket tapi kualitasnya setara DSLR.

Demikianlah informasi mengenai kamera DSLR Canon untuk pemula. Semoga informasinya bermanfaat.

Baca artikel yang lain mengenai Edit Video untuk Pemula

Apa Itu Shutter Speed

Apa Itu Shutter Speed?

Begitu banyak istilah yang digunakan pada bidang fotografi. Oleh karena itu banyak yang tidak mengetahui apa maksud dari istilah-istilah tersebut.

Salah satu istilah dalam fotografi yang paling banyak disebut adalah shutter speed. Apa itu shutter speed? Apakah Anda mengetahuinya?

Bagi Anda yang akan belajar fotografi dan ingin menjadi seorang fotografer maka harus mengetahui apa itu shutter speed. Melalui artikel ini Anda bisa mengetahui lebih jauh mengenai arti dan kegunaan dari shutter speed.

Memahami Konsep Shutter Speed

Arti sederhana dari apa itu shutter speed adalah waktu yang dihitung mulai dari tombol shutter dipencet sampai tombolnya kembali ke posisi semula. Istilah ini juga digunakan untuk menyebutkan fungsi dasar dari pencahayaan sebuah kamera. Shutter speed adalah fungsi yang sangat penting dalam pengambilan sebuah gambar.

Shutter speed atau kecepatan rana saling berhubungan juga dengan ISO dan aperture. Semuanya akan bekerjasama untuk menyesuaikan banyaknya cahaya yang harus ditangkap oleh sensor pada kamera.

Apabila shutter speed memiliki kecepatan yang lebih maka efek membekukan gerakan semakin besar. Sedangkan jika lebih lambat akan membuat efek dinamis. Hitungan shutter speed adalah menggunakan detik. Supaya Anda lebih paham mengenai cara kerja shutter speed berikut ini ilustrasinya.

  • Di dalam setingan shutter speed semuanya memiliki kelipatan 2. Anda bisa melihat deretan shutter speed seperti 1/500, 1/250, 1/125, dan lain sebagainya. Namun ada juga yang memiliki settingan 1/3.
  • Cara membaca ukuran setting shutter speed, misalnya 1/500 artinya setting shutter speed dengan besar 500. 1/500 bisa dibaca sebagai seperlimaratus detik, waktu yang sangat cepat bukan? Jika ukurannya semakin kecil artinya shutter speed semakin cepat.
  • Shutter speed yang sepersekian detiknya lebih cepat maka akan mengumpulkan cahaya dua kali lebih besar dibandingkan dengan yang satu tingkat lebih lambat. Misalnya cahaya dari kecepatan 1/2 detik lebih besar dua kali lipat dibandingkan kecepatan 1/3 detik.
  • Ukuran aman ketika melakukan setting shutter speed adalah 1/60 sampai yang lebih cepat. Dengan begitu akan membuat foto lebih tajam dan tidak blur.
  • Supaya shutter speed ada dalam batas aman maka harus lebih besar dibandingkan dengan panjang lensa. Contohnya shutter speed 1/30 detik bisa digunakan pada lensa 17 mm atau shutter 1/60 detik untuk lensa 50 mm. Pilih kecepatan shutter yang paling dekat dengan ukuran lensa.
  • Jika akan mengambil foto bergerak sangat cepat seperti air terjun, cheetah, mobil yang sedang balapan, kendaraan di jalan raya, dan lain sebagainya maka shutter speed harus di-setting yang paling tinggi.
  • Selain digunakan untuk menangkap objek dengan pergerakan cepat supaya tidak blur, Anda juga bisa membuat blur yang disengaja. Maksudnya supaya terlihat efek pergerakan. Caranya adalah dengan memperlambat kecepatan shutter.

Sudah cukup jelas informasi mengenai apa itu shutter speed?

Efek dari Penggunaan Shutter Speed

Shutter speed akan memberikan efek yang berbeda pada sebuah objek bergerak tergantung dengan seberapa besar setting kecepatannya.

Misalnya Anda mengambil gambar sebuah air terjun kemudian menggunakan shutter speed yang lambat maka hasil foto untuk air terjun yang jatuh akan blur. Sementara itu, objek lainnya yang tidak bergerak seperti pohon, batu, dan lain sebagainya akan menjadi lebih tajam.

Hal ini berlaku juga ketika mengambil foto objek bergerak lainnya. Lambatnya kecepatan rana itu disebut dengan long exposure.

Long exposure sangat baik jika digunakan untuk memotret pemandangan. Oleh karena akan membuat adanya efek unik yang membuat hasil foto menjadi terlihat lebih indah. Masih dalam contoh pengambilan gambar air terjun tadi, hasil gambarnya akan terlihat seperti tempat tersebut berada di “negeri dongeng”.

Supaya bisa mendapatkan hasil gambar yang lebih baik maka harus diambil ketika cahaya sedang minim.  Jika pagi hari, waktu terbaiknya adalah sebelum pukul 08.00 pagi sedangkan sore hari setelah jam 04.00.

Shutter speed yang lambat juga bisa Anda manfaatkan untuk memotret kendaraan yang bergerak pada malam hari. Efek keindahan dengan melakukannya juga akan semakin membuat foto lebih menakjubkan.

Oleh karena penuh dengan cahaya maka akan menciptakan jejak dari cahaya mobil yang melaju. Anda pasti sering melihat gambar seperti ini. Kemudian bisa juga untuk memotret kendaraan lain yang melaju cepat misalnya motor, perahu, pesawat, sepeda dan lain-lain.

Apabila shutter speed cepat dan Anda mengambil foto sesuatu yang bergerak dengan cepat juga maka hasilnya objek utama akan terlihat seperti beku. Hasil ini akan didapat misalnya ketika Anda memotret seorang yang sedang bermain bola, orang yang lompat, orang yang berlari, dan lain-lain.

Jadi kesimpulannya shutter speed yang lambat akan membuat foto benda yang bergerak terlihat lebih indah sementara dengan shutter speed yang cepat membuat benda yang bergerak terlihat lebih tajam.

Tips dalam Mengambil Foto Shutter Speed

Setelah selesai membahas mengenai apa itu shutter speed dan efeknya pada hasil foto, ketahui juga tips-tips berguna ketika akan mengambil foto menggunakan kecepatan rana ini.

Berikut ini berbagai tips yang bisa Anda gunakan.

  • Apabila menggunakan shutter speed lambat maka gunakan tripod. Kegunaannya supaya kamera bisa stabil dan gambarnya menjadi lebih baik dan tajam.
  • Idealnya menggunakan lensa jenis ultra wide jika punya. Tapi jika tidak punya, menggunakan kamera smartphone atau kamera pocket juga tidak masalah asal ada menu settingnya.
  • Gunakan shutter release atau remote supaya lebih mudah ketika mengambil foto. Jadi Anda dapat mengambil foto kapan saja. Dibandingkan dengan timer tentunya akan lebih bagus menggunakan shutter release ini.
  • Jika akan mengambil foto objek dengan exposure maka pilih ISO yang paling rendah bisa 100 atau 200. Dengan demikian noise akan semakin rendah.
  • Lebih baik ambil foto dengan mode kamera manual atau aperture priority.
  • Apabila Anda ingin mendapatkan ruang yang tajam lebih banyak maka gunakan aperture kecil. Lebih baik kurang dari F20 supaya ketajaman gambar semakin baik. Semakin besar nilai aperture maka ruang tajam lebih besar.
  • Matikan settingan IS pada kamera Canon atau VR pada kamera Nikon apabila Anda menggunakan tripod. Oleh karena memang tidak membutuhkannya.
  • Gunakan format RAW supaya aman ketika melakukan penyetingan.
  • Jika akan mengambil gambar ombak, riak air, aliran air, dan objek serupa lainnya gunakan kecepatan yang lebih dari 1/250 detik.
  • Apabila akan melakukan zoom pada objeknya akan diambil maka gunakan shutter speed 1 sampai 5 detik. Contohnya jika Anda akan mengambil gambar daun pada sebuah pohon yang tinggi.
  • Jika akan menggunakan shutter speed yang sangat cepat pastikan bahwa kondisi cahaya sedang banyak kemudian ISO juga harus tinggi, dan aperture besar.

Sementara itu, supaya Anda bisa mengukur seberapa cepat shutter speed yang dibutuhkan beberapa tipsnya antara lain:

  • Perhatikan apakah Anda mengambil gambar dalam posisi bergerak atau diam. Jika dalam keadaan bergerak maka setting shutter speed agar menjadi lebih cepat.
  • Perhatikan seberapa cepat objek bergerak. Untuk membekukan sebuah gerakan pada objek yang kecepatannya sangat tinggi maka shutter speed juga harus tinggi.
  • Jarak pemotretan foto juga menentukan kecepatan shutter speed yang harus digunakan. Semakin jauh jarak Anda dengan objek yang akan difoto maka lebih leluasa untuk mengikuti pergerakannya dibandingkan jika terlalu dekat. Jika jarak Anda cukup jauh gunakan shutter speed yang lebih cepat.

Itulah penjelasan mengenai apa itu shutter speed dan informasi lainnya mengenai efek yang ditimbulkan dari penggunaan shutter speed pada foto, dan tips mengambil gambar dengan shutter speed.

Baca artikel yang lain mengenai Prinsip Dasar Editing Video

Istilah dalam Fotografi

Istilah dalam Fotografi yang Digunakan pada Kamera, Lensa, dan Cara Pengambilan Gambar

Segala bidang atau kegiatan pasti memiliki istilahnya masing-masing termasuk dalam bidang fotografi. Istilah-istilah tersebut berhubungan dengan teknik-teknik pengambilan gambar, fitur-fitur di dalam kamera, fitur dalam lensa, dan lain sebagainya.

Istilah dalam fotografi harus diketahui oleh para fotografer. Terutama bagi mereka yang masih pemula supaya bisa mengetahui cara pengambilan gambar yang benar.

Jika Anda juga sedang mencari informasi mengenai istilah-istilah fotografi bisa membaca artikel ini yang akan membahasnya.

Istilah Fotografi dalam Kamera yang Sering Digunakan

Sebenarnya istilah-istilah fotografi dalam sebuah kamera ada banyak sekali tapi ada beberapa yang paling sering digunakan. Langsung saja lihat daftar istilah dalam fotografi yang paling sering digunakan berikut ini.

  • Exposure

Jika diartikan exposure maksudnya adalah pencahayaan. Istilah ini digunakan untuk menyebut jumlah cahaya yang terdapat pada sensor digital kamera.

Exposure harus disesuaikan dengan keadaan ketika foto itu diambil. Contohnya jika exposure terlalu terang ketika mengambil pemandangan di siang hari yang terik maka hasil gambarnya akan tidak realistis, terlalu mencolok, dan terlalu terang.

  • Flash

Untuk arti dari flash adalah lampu kilat. Kebanyakan dari Anda pasti sering mendengar istilah ini bukan?

Flash dalam kamera harus disesuaikan dengan situasi dan cahaya nyata dalam sebuah objek. Flash bisa dijadikan lampu tambahan supaya objek foto terlihat lebih terang.

  • White Balance

Istilah ini artinya adalah keseimbangan warna. Pengaturan white balance dilakukan untuk memperbaiki warna dari sebuah foto. Oleh karena warna yang ditangkap oleh kamera selalu berubah. Sesuai dengan warna yang dihasilkan dari cahaya alami yang menyinari objek.

  • Shutter Speed

Istilah ini sering berhubungan dengan ISO atau aperture. Shutter speed menggambarkan lamanya sebuah shutter ketika terbuka. Semakin lama shutter speed maka gambar akan menjadi kabur karena terlalu banyak cahaya yang masuk.

  • Post Processing

Jika diartikan post processing artinya adalah proses mengolah gambar ketika pemotretan selesai dilakukan. Ketika melakukan kegiatan ini foto akan diedit sedemikian rupa sehingga hasilnya bisa berbeda jauh dengan gambar asli yang kamera tangkap.

  • ISO

Merupakan istilah dalam fotografi yang berarti internasional standard organization. Arti lebih sederhananya adalah sebuah ukuran sensitifas cahaya.

  • Depth of Field

Arti sederhananya adalah ruang tajam yang menggambarkan bagian dalam foto yang paling jelas dan paling tajam. Biasanya sebuah benda, orang, dan lain sebagainya yang dijadikan objek utama dalam foto.

  • Auto Focus

Istilah dalam fotografi yang disingkat AF ini memiliki arti sebuah cara kerja dari kamera yang otomatis melakukan fokus pada objek tanpa harus diputar oleh fotografer.

  • Distortion

Penyimpanan bentuk atau distorsi yang umumnya terjadi ketika fotografer mengambil foto dengan kamera yang lensanya memiliki sudut lebar.

  • Film Frame Counter

Alat penghitung dari jumlah bingkai film. Tujuan penggunaannya adalah mengetahui jumlah film yang sudah digunakan.

  • Manual Focus

Singkatannya adalah MF, artinya adalah cara kamera untuk memfokuskan objek secara manual.

  • Optical Sharpness

Ketajaman yang biasanya bisa dicapai oleh kamera yang kualitasnya baik.

  • Pop Up Flash

Sebuah lampu kilat berukuran kecil yang dibuat langsung menyatu dengan kamera.

  • Sharpness

Kemampuan film untuk mendapatkan ketajaman dari objek apapun yang dipotretnya.

  • Special Effect

Efek yang dihasilkan lewat teknik tertentu sehingga lebih istimewa.

  • Auto Programed Auto

Sebuah fasilitas dalam kamera yang akan otomatis memilih pencahayaan yang terprogram antara kecepatan atau pemakaian fokus lensa.

  • Built in Dioper

Pengaturan lensa plus minus pada pembidik kamera yang biasanya digunakan oleh fotografer yang menggunakan kacamata.

  • Charge Couple Device

Istilah yang disingkat CCD ini adalah sebuah chip yang berguna untuk mengganti film dari kamera digital untuk merekam citra atau gambar.

  • Film transparency

Film positif yang umumnya dipakai untuk keperluan pers, iklan, dan lain sebagainya.

Itulah beberapa istilah dalam fotografi untuk kamera yang paling sering digunakan.

Daftar Istilah Fotografi Dalam Lensa

Setelah mengetahui istilah fotografi dalam kamera sekarang saatnya untuk mengetahui istilah-istilah yang terdapat dalam lensa. Oleh karena kategorinya berbeda berbeda makanya dibahas terpisah.

Berikut ini beberapa istilah dalam fotografi untuk sebuah lensa.

  • VR/IS

VR adalah singkatan dari vibration reduction sedangkan i s adalah image stabilizetion. Meski istilahnya berbeda tapi sebenarnya maksudnya sama. Yaitu teknologi stabilizer dalam sebuah lensa yang berguna untuk meminimalkan getaran tangan ketika memotret dalam kecepatan yang rendah.

Namun VR biasanya digunakan pada kamera nikon sedangkan IS pada kamera canon.

  • Aperture

Aperture disebut juga sebagai diafragma. Istilah ini maksudnya adalah ukuran lebar bukaan sebuah lensa. Semakin kecil angka aperture maka bukaan akan semakin lebar. Bukaan ini akan menentukan jumlah cahaya yang dapat sensor tangkap.

  • Focal Lenght

Focal Lenght adalah jarak titik fokus sebuah lensa. Arti lebih lengkapnya adalah sebuah jarak antara titik lensa menuju sensor pada kamera. Sensor inilah yang akan menghasilkan sebuah foto.

  • Fokus

Fokus adalah salah satu fungsi dari sebuah lensa kamera untuk menangkap gambar yang lebih jernih. Sedangkan untuk bagian yang tidak fokus akan terlihat kabur. Namun bukan berarti jelek bisa saja objek yang tidak fokus memang disengaja demi keperluan efek bokeh dan lain sebagainya.

  • Fix Lens

Sebuah penamaan untuk lensa yang punya panjang focus atau titik api.

  • Focus Ring

Adalah istilah untuk menggambarkan pertemuan antara cahaya atau sinar lewat lensa yang akan dipantulkan.

  • Lens Hood

Tutup lensa yang kegunaannya adalah menurup elemen lensa dari cahaya yang mungkin masuk secara langsung.

  • Macro Lens

Sebuah lensa yang kegunaannya adalah untuk mengambil foto  sebuah objek yang kecil.

  • Super Wide Lens

Lensa yang memiliki sudut sangat lebar. Kamera ini digunakan untuk mengambil foto interior, arsitektur, pemandangan, eksterior, dan lain sebagainya.

Daftar Istilah Fotografi dalam Pengambilan Gambar

Setelah mengetahui daftar istilah fotografi pada kamera dan lensa, sekarang mari ketahui beberapa istilah dalam pengambilan gambar di dunia fotografi.

  • High camera angle. Artinya posisi kamera ada di atas mata jadi untuk mengambil foto kamera harus ditundukkan.
  • Normal angle. Artinya posisi kamera yang sesuai dengan tingginya subjek.
  • Low camera angle. Artinya posisi kamera ada di bawah mata jadi untuk merekam subjek harus didongakan.
  • Subjective camera angle. Posisi kamera ada pada tokoh yang tidak terlihat pada layer.
  • Objective camera angle. Kamera merekam foto apa adanya tanpa editing, dan lain-lain.
  • Angle of view. Artinya adalah sudut dalam pemotretan.
  • Birds eye view. Sudut pandang mengambil foto yang mirip dengan pandangan seekor burung ketika terbang.
  • Color balance. Artinya keseimbangan warna.
  • Center weight. Artinya pengukuran batas pencahayaan yang tertuju pada bagian tengah gambar.
  • Flash exposure compensation. Artinya cara untuk membuat pencahayaan kurang atau lebih memakai lampu kilat.
  • FPS. Frame persecond yang artinya sebuah satuan dalam pengambilan gambar per detiknya.
  • High Key Photo. Foto dengan nuansa putih sebagai dominasinya.
  • Incident light metering. Cara untuk mengukur seberapa kuatnya cahaya dalam menerangi objek.
  • Long Shot. Sebuah sudut pandang lebar yang akan lebih focus pada objek. Sedangkan latar belakang yang mengganggunya akan dihilangkan.
  • Microphotography. Merupakan pengambilan gambar dengan bantuan mikroskop karena menggunakan film kecil.

Demikianlah informasi mengenai istilah dalam fotografi yang paling sering digunakan. Sebenarnya masih ada banyak istilah lain tapi tidak bisa dijelaskan semuanya. Semoga bermanfaat!

Baca artikel yang lain mengenai Prinsip Dasar Editing Video

Pengertian ISO

ISO Kamera Adalah? Ketahui Informasi Mengenai Pengertian ISO Kamera di Sini!

Salah satu istilah yang paling sering digunakan dalam kamera adalah ISO. Tahukah Anda ISO kamera adalah apa?

Bagi para fotografer pastinya sudah mengenal sekali apa yang disebut dengan ISO, tapi bagi fotografer pemula atau orang awam pastinya masih belum tahu maksudnya.

Apabila Anda sedang mencari informasi dan ingin mengetahui ISO kamera adalah istilah untuk apa bisa melihat pembahasannya pada artikel ini.

Pengertian ISO dalam Fotografi

Dalam dunia fotografi memang banyak sekali istilah-istilah dalam pengambilan gambar. Salah satunya istilah ISO ini. ISO kamera adalah singkatan dari International Standard Organization. Apabila diartikan secara sederhana ISO adalah besaran untuk menyatakan sensitivitas yang ada pada sebuah kamera.

Sensitivitas sensor yang ada pada kamera sudah mempunyai standar bakunya sendiri dan telah berlaku secara internasional. Jadi tidak bisa diubah oleh siapa pun. ISO akan diawasi dan dikelola oleh sebuah organisasi yang berada di negara swiss.

Mengenal Konsep ISO dan Efeknya

Setelah Anda tahu ISO kamera adalah sebuah istilah sensitivitas sensor, Anda juga harus mengenal lebih jauh mengenai konsepnya.

Pengaturan ISO pada kamera harus dilakukan sebelum mengambil foto tujuannya untuk mencegah kemungkinan foto untuk blur atau kabur. Biasanya fotografer sudah melakukan setting ISO sebelum menggunakannya sehingga ketika ada momen yang harus ditangkap, kamera akan langsung bekerja dan gambar jadi bagus.

Jadi efek yang akan ditimbulkan dari penggunaan ISO adalah gambar yang tidak blur atau lebih tajam. Penggunaan ISO harus disesuaikan dengan cahaya yang ada pada objek foto. Oleh karena sensor kamera memiliki jutaan pixel yang sangat sensitif terhadap cahaya maka pengaturan ISO harus tepat supaya gambarnya pun bisa lebih baik.

Apabila ISO yang di setting tinggi maka sensitivitas sensor juga akan semakin tinggi. Jika hal itu terjadi maka cahaya yang diserap akan lebih banyak. Sensitivitas sensor ini juga akan berhubungan dengan durasi shutter speed dalam mengumpulkan cahaya.

Deret angka ISO dalam kamera biasanya 100, 200, 400, 800, 1600, 3200, dan 6400.  Untuk menghitung ISO dari deret angka ini adalah satu angka yang lebih tinggi dari ISO sebelumnya akan memiliki sensitivitas cahaya yang lebih banyak.

Misalnya ISO 200 punya sensitivitas sensor dua kali lebih besar dibandingkan dengan ISO 100. ISO 400 juga 2 kali lebih besar dibandingkan dengan ISO 200, begitu seterusnya.

Setiap jenis kamera punya standar ISO-nya masing-masing. Standar ISO paling rendah untuk kamera DSLR biasanya adalah 100 sementara yang paling tinggi 1600 sampai 3200. Kemudian untuk kamera saku dari ISO 50 sampai 400.

Pengaruh atau Efek yang Akan Terjadi karena Perbedaan ISO

Sudah jelas kan informasi ISO kamera adalah istilah untuk apa dan memiliki konsep seperti apa?

Sekarang Anda juga harus melihat pengaruh atau efek apa saja yang akan terjadi jika ada perbedaan ISO. Dalam hal yang akan dibahas ini pengaruh akan penggunaan ISO dalam angka tinggi.

  • Pencahayaan

Foto akan semakin terang jika ISO yang digunakannya semakin tinggi. Hal ini berhubungan dengan konsep ISO yang telah dibahas di atas bahwa ISO yang tinggi bisa mengumpulkan cahaya lebih banyak dibandingkan ISO yang rendah.

  • Durasi Shutter Speed

Jika ISO ditingkatkan maka akan membuat shutter speed lebih cepat. Mengambil gambar dengan shutter speed yang cepat ini akan membuat foto yang blur bisa dihindari meskipun objek yang ditangkap bergerak dengan cepat.

  • Bintik Hitam pada Foto

Bintik hitam yang terdapat pada sebuah hasil foto disebut dengan noise. Penggunaan ISO yang tinggi akan membuat hal ini terjadi. Dengan demikian hasil foto kurang bagus seperti kurang tajam atau memiliki banyak “pori-pori” yang terbuka lebar.

Kemungkinannya akan semakin besar apabila kamera yang mempunyai sensor kecil menggunakan ISO yang tinggi. Sedangkan jika sensor kameranya kecil biasanya noise tidak akan muncul.

Berbicara mengenai noise, ada sedikit tips bagi Anda dalam mengatur ISO supaya tidak muncul gangguan ini. Caranya adalah dengan mengatur ISO 400 ke bawah karena ISO yang rendah adalah yang paling diperlukan. Akan lebih baik jika dari 60 sampai 100 agar warnanya bisa terlihat lebih sempurna dan padat.

Cara Mengatur ISO pada Kamera

Seorang fotografer harus bisa mengatur ISO yang tepat untuk kameranya. Tentu saja supaya hasil fotonya akan bagus dan sesuai keinginan sehingga tidak mengecewakan atau butuh retouch lagi.

Pengaturan ISO bisa dilakukan dengan cara manual dan auto. Berikut ini penjelasan cara melakukan pengaturan dengan keduanya.

Mengatur ISO Manual

Mengatur ISO secara manual berarti harus dilakukan sendiri oleh fotografer. Bagi yang masih pemula mungkin masih bingung dalam mengaturnya. Namun tidak perlu khawatir karena pembahasan cara pengaturan ISO manual berikut ini mudah dipahami oleh Anda.

Pertama Anda harus mencari menu ISO dulu, biasanya letaknya ada di sebelah menu aperture dan shutter speed. Sesudah itu tinggal ubah saja angka ISO yang ada. Ada bisa mencoba satu persatu angkanya kemudian ambil foto.

Jika angka ISO sudah sesuai maka hasil gambarnya pasti akan bagus. Jika masih kurang Anda bisa menambahkan atau mengurangi angka ISO sehingga sesuai dengan hasil yang diinginkan.

Untuk ISO yang paling rendah biasanya digunakan untuk mengambil objek ketika cuaca sedang cerah atau di outdoor. Sedangkan ISO yang tinggi seperti pada angka 1600 digunakan pada tempat yang cahayanya kurang baik atau gelap tapi tidak diperbolehkan untuk memakai flash.

Untuk ISO sedang atau pada angka 400 sampai 800 bisa digunakan pada saat cuaca mendung atau sore hari.

Mengatur ISO Auto

Cara mengatur ISO auto sebenarnya lebih mudah dibandingkan dengan mengatur secara manual karena hanya perlu memberikan perintah kepada kamera dengan cara mensettingnya. Namun kekurangannya adalah hasil gambarnya bisa kurang bagus atau tidak sesuai dengan keinginan.

Kelebihannya adalah kamera bisa memperkirakan sendiri angka ISO yang harus digunakan untuk mengambil foto objek yang dituju. Kemudian bisa membuat penangkapan gambar dari benda yang bergerak jadi lebih cepat. Jika harus mengatur secara manual dulu maka momennya bisa terlanjur hilang.

Setiap merk kamera punya pengaturannya sendiri-sendiri. Jika Anda menggunakan kamera DSLR Nikon maka caranya adalah dengan masuk ke Shooting Menu. Kemudian pilih ISO Sensitivity lalu ubah ISO Sensitivity Auto Control menjadi ON. Selanjutnya pilih angka 1/125 untuk membatasi shutter speed minimumnya. Kemudian klik OK.

Sementara untuk kamera DSLR Canon caranya adalah pencet kemudian tahan tombol bertuliskan +/- ISO. Selanjutnya putar bagian main dial sehingga terdapat mode A atau Auto. Selanjutnya langsung pilih 1/125 untuk shutter speed minimalnya.

Mengatur kamera menggunakan ISO auto cocok digunakan oleh para pemula. Oleh karena biasanya mereka masih bingung harus menggunakan ISO sebesar apa. Dengan ISO auto maka kamera yang akan menentukan sendiri seperti apa ISO yang benar.

Demikianlah pembahasan mengenai ISO kamera, Anda jadi tahu ISO kamera adalah apa, bagaimana cara mengaturnya, dan lain sebagainya. Semoga informasinya bermanfaat.

Baca artikel yang lain mengenai Prinsip Dasar Editing Video

Perbedaan Kamera Canon dan Nikon

Perbedaan Kamera Canon dan Nikon dari Segi Fitur, Harga, dan Kelebihan Masing-masing

Dalam segmen kamera, baik kamera pocket, DSLR, digital, dan kamera lain, merek Canon dan Nikon selalu saling bersaing. Makanya banyak orang yang mencari tahu perbedaan kamera Canon dan Nikon. Oleh karena masih banyak yang bingung apa yang membedakan keduanya. Manakah kamera yang paling bagus?

Ketahui perbedaan kamera Canon dan Nikon pada pembahasannya di bawah ini.

Kelebihan dan Kekurangan Kamera Nikon

Sebelum mengetahui perbedaan antara dua merek kamera populer ini, Anda harus tahu kelebihan dan kekurangan dari masing-masingnya. Baru nanti akan dibahas mengenai perbandingan aspek lainnya seperti lensa, fitur, harga, service center, dan lain sebagainya.

Sekarang mari ketahui dulu kelebihan dan kekurangan dari kamera Nikon.

Pertama akan dibahas dulu mengenai kelebihannya. Ada 4 buah kelebihan paling utama, antara lain:

  • Bodi Kamera Nikon Solid

Oleh karena material untuk bodinya solid maka kamera Nikon lebih tahan banting. Dibandingkan dengan merek kamera lain bodinya akan sangat tahan terhadap segala jenis benturan.

  • Kualitas Gambarnya Tajam

Dibandingkan dengan para kompetitornya, kamera Nikon selalu menghasilkan gambar yang sangat tajam dan kaya warna. Jika dibandingkan dengan kamera Canon yang hasil warnanya terlihat lebih halus maka kualitas kamera Nikon adalah terbaik.

  • Pengaturan Menunya Kompleks

Sebenarnya hal ini bisa menjadi sebuah kekurangan maupun kelebihan tergantung dengan penggunanya. Bagi fotografer profesional tentu saja menjadi sebuah kelebihan tapi bagi fotografer pemula kamera Nikon kurang cocok untuk dimiliki.

  • Teknologi Kameranya Everlasting

Lensa dari kamera Nikon punya teknologi kamera yang sangat everlasting. Maksudnya adalah bisa digunakan sepanjang jaman. Lensa tua dari Nikon masih bisa digunakan pada kamera terbaru atau yang modern.

Sedangkan untuk kekurangannya antara lain:

  • Punya bobot yang berat.
  • Harga lensa tambahannya sangat mahal.
  • Ring lensa yang dimilikinya harus diputar ke arah berbeda dibandingkan dengan lensa pada umumnya. Jadi pengguna baru akan merasa aneh.
  • Kurang cocok digunakan oleh pemula.
  • Ketika ada dalam mode live view, aperturenya tidak bisa diubah.

Kelebihan dan Kekurangan Kamera Canon

Setelah melihat kelebihan dan kekurangan dari kamera Nikon sebagai kompetitor kamera Canon, sekarang saatnya untuk melihat kelebihan dan kekurangan kamera satu ini.

Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan kamera Canon akan dibahas secara lebih singkat saja. Oleh karena kebanyakan berupa kebalikan dari kamera Nikon.

Langsung saja lihat daftar kelebihan kamera Canon di bawah ini.

  • Lebih cocok digunakan oleh fotografer pemula karena menunya yang tidak terlalu rumit.
  • Harga kamera Canon lebih murah dibandingkan dengan Nikon.
  • Processing frame rate dari kamera Canon sangat cepat.

Sementara itu, untuk kekurangannya antara lain:

  • Kualitas lensanya lebih rendah dibandingkan dengan kamera Nikon, begitu juga fitur premiumnya.
  • Kurang cocok digunakan oleh fotografer profesional.
  • Ketahanan fisiknya berada di bawah kamera Nikon.

Perbandingan Kamera Nikon dan Canon

Di atas sudah dibahas kelebihan dan kekurangan dari masing-masing kamera. Namun mungkin masih kurang jelas bagi Anda yang ingin tahu perbedaan kamera Canon dan Nikon yang lebih lengkap.

Maka dari itu, kami membuat informasi tambahan mengenai perbedaan kamera Canon dan Nikon. Mari langsung ke pembahasan utama untuk membandingkan kedua kamera ini dari segi lensa, fitur, harga, dan servis centernya.

  • Fitur

Perbedaan kamera Canon dan Nikon pertama yang akan dibahas adalah masalah fiturnya. Sebenarnya dua kamera ini memiliki fitur yang hampir sama. Akan tetapi beda segmen penggunanya. Oleh karena fitur Canon lebih sederhana maka lebih cocok digunakan oleh fotografer pemula.

Canon memang memiliki jumlah megapixel yang paling tinggi tapi untuk kualitas gambar Nikon lebih unggul. Oleh karena itu, kamera Nikon bisa mengurangi tingkat noise yang muncul.

Dengan adanya perbedaan ini Anda bisa menentukan sendiri apakah butuh kamera yang fiturnya standar tapi punya kualitas gambar bagus atau yang punya megapixel tinggi dan banyak fitur.

  • Lensa

Perbedaan kamera Canon dan Nikon dari segi lensa ada lumayan banyak. Hal paling utama adalah dari segi harga, lensa kamera Canon lebih murah dibandingkan dengan kamera Nikon.

Selain itu kamera Canon juga lebih unggul karena lebih kompatible dengan segala jenis lensa EOS. Sementara kamera Nikon tidak selalu bisa kompatible jadi membuat pengguna harus hati-hati dalam memilih lensa yang tepat.

Hal-hal lain yang menjadi perbedaan adalah diameter lensa, teknologi lensa, sistem stabilizer, dan kastanya.

Ukuran diameter lensa kamera Canon menggunakan istilah EF dan EF-S. Sedangkan untuk Nikon hanya memiliki kode DX. Kamera Canon dengan kode EF memiliki diameter yang besar, sementara yang kodenya EFS memiliki image circle yang lebih kecil.

Kemudian, lensa dari kamera Nikon dengan kode DX hanya dapat digunakan pada kamera SLR atau DSLR full frame.

Dari segi teknologi lensanya, tidak semua lensa Canon punya motor focus USM. Motor focus USM atau Ultra Sonic Motor punya fungsi yang sangat baik dalam hal kecepatan, kehalusan, dan akurasi. Sementara semua lensa Nikon AF-S punya motor focus SWM atau Silent Wave Monitor.  Artinya lensa kamera Canon lebih baik karena motor SWM yang ada pada Nikon biasanya ada pada lensa yang murah. Kemudian punya kekurangan seperti tidak halus dan lambat.

Meski banyak perbedaan tapi lensa Nikon maupun Canon memiliki kesamaan juga, yaitu fitur Optical Image Stabilizer tidak disertakan pada semua jenis lensanya.

  • Harga

Meski punya banyak perbedaan tapi masalah harga keduanya tidak jauh beda. Tentunya jika yang dibandingkan berada pada segmen serupa. Setiap kelas kamera punya harganya masing-masing. Namun jika ditanya mana yang lebih mahal maka Nikon jawabannya.

Sementara untuk harga second biasanya kamera Canon lebih mahal. Hal ini dikarenakan bisa dioperasikan dengan mudah sehingga banyak yang mencarinya terutama pemula. Semakin banyak peminat maka harga jual kembali sebuah produk semakin mahal.

  • Ketahanan

Ketahanan kamera Nikon maupun Canon bisa dibilang setara karena masing-masing ada pihak yang “membelanya”. Ada yang menyebutkan Canon lebih unggul karena meski sudah tersiram air panas tetap bisa berfungsi.

  • Service Center

Oleh karena keduanya sangat populer di Indonesia dan produknya juga banyak maka service center resminya mudah ditemukan. Terutama di kota-kota besar. Jakarta adalah kota yang paling banyak memiliki service center resmi kedua merek kamera ini.

Beberapa alamat service center Canon di Jakarta ada di Jl. Darmawangsa Jakarta Selatan, Mangga Dua Raya Jakarta Utara. Kemudian untuk daerah Bekas ada di Ruko Suncity Square. Lalu service center untuk kota lain di Jabodetabek ada di Bandung, Surabaya, Pekanbaru, Palembang, Medan, Makassar, dan Balikpapan.

Service center untuk kamera Nikon juga banyak tapi lebih memusatkan di daerah Jakarta dan Pulau Jawa. Untuk yang ada di Jakarta bisa dicari di Mangga Dua Square, Poins Square, dan Jendral Sudirman Jakarta.

Kota lain yang ada service center resminya adalah Surabaya, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Jember, Malang, Yogjakarta, dan Purwokerto.

Jadi untuk segi service centernya, baik Nikon maupun Canon imbang. Oleh karena tidak semua kota memilikinya.

Itu dia informasi mengenai perbedaan kamera Canon dan Nikon yang harus Anda ketahui. Meski ada banyak perbedaan tapi keduanya sama-sama bagus. Untuk memutuskan mana yang paling bagus tentunya tergantung dengan selera dan kebutuhan Anda. Oleh karena Nikon maupun Canon punya segmennya masing-masing.

Semoga informasinya bermanfaat!

Baca artikel yang lain mengenai Transisi Pada Editing Video

Cara Mengatur Kamera Canon

Cara Mengatur Kamera Canon agar Mendapatkan Exposure yang Tepat

Dalam dunia fotografi, exposure didefinisikan sebagai jumlah cahaya yang masuk ke dalam sensor kamera kita. Untuk mendapatkan exposure yang tepat, kita harus menggunakan menggunakan cara tertentu yang sesuai dengan kemampuan kamera kita. Exposure sendiri bisa kita dapatkan dengan jenis kamera—utamanya DSLR—dari merek apa pun. Canon menjadi salah satu di antaranya.

Canon merupakan salah satu brand yang menghasilkan kamera jenis DSLR. Adapun keunggulan dari kamera DSLR keluaran Canon sendiri adalah tampilan penggunanya. Kamera DSLR merek Canon sendiri mempunyai tampilan pengguna yang cukup sederhana. Hal ini membuat kamera DSLR satu ini mudah digunakan oleh siapa pun, terutama bagi mereka yang pemula.

Bagi Anda yang kini sudah punya kamera DSLR Canon dan kini tengah belajar mendapatkan exposure, maka Anda sedang membaca artikel yang benar. Pasalnya, di artikel ini akan dijelaskan bagaimana cara mengatur kamera Cannon agar menghasilkan exposure yang tepat sesuai dengan keinginan. Adapun sejumlah cara tersebut adalah sebagaimana berikut ini!

Menggunakan Dial Mode “Manual” pada Kamera Canon

Cara mengatur kamera Canon yang pertama adalah menggunakan Dial Mode “Manual”. Sama seperti kamera dari merek lainnya, kamera Canon juga mempunyai mempunyai Mode Dial “Manual” di dalamnya. Dalam kamera DSLR Canon, Mode Dial “Manual” biasanya disebut sebagai Manual Exposure atau M Mode.

Untuk mengubah kamera Canon ke M Mode terbilang mudah. Anda hanya tinggal perlu memutar Mode Dial yang ada di shutter ke arah huruf M yang merupakan simbol dari M Mode. Menggunakan Mode Dial “Manual” pada kamera Canon sangatlah baik, utamanya guna mendapatkan exposure yang tepat. Dengan menggunakan mode tersebut, Anda bisa mengatur sendiri shutter speed, aperture, dan ISO secara mandiri sesuai dengan kebutuhan dan exposure yang ingin Anda dapatkan.

Mengatur Shutter Speed, Aperture, dan ISO dengan Tepat

Cara mengatur kamera Canon selanjutnya adalah mengatur shutter speed, aperture, dan ISO secara tepat. Sebagaimana yang disebutkan di paragraf sebelumnya, kalau manfaat menggunakan mode manual pada Canon adalah memberikan kebebasan penggunanya untuk mengatur shutter speed, aperture, dan ISO. Ketiga elemen itu sangatlah penting, utamanya guna mendapatkan exposure yang tepat sesuai dengan keinginan,

Bagi yang belum tahu, shutter speed merupakan durasi yang dibutuhkan sebuah kamera untuk membuka sensor yang dimilikinya. Sensor sendiri berfungsi sebagi penyerap cahaya yang masuk. Sementara itu, aperture merupakaan diagframa lensa tempat cahaya masuk. Adapun ISO sendiri merupakan ukuran sensitivitas sensor kamera terhadap cahaya yang masuk.  Dalam dunia fotografi, ketiga elemen tersebut tidak bisa dipisahkan dan sering disebut sebagai Segitiga Emas Fotografi.

Meskipun bebas mengatur shutter speed, aperture, dan ISO sendiri, namun bukan berarti Anda biisa mengatur ketiga elemen tersebut secara sembarangan. Apalagi, jika Anda ingin mendapatkan exposure yang tepat sesuai dengan keinginan.

Untuk mengatur shutter speed dan aperture, Anda disarankan untuk menggunakan indikator level pencahayaan yang ada di dalam fitur Viewfinder kamera Canon Anda. Indikator tersebut dipakai agar Anda bisa mengatur keduanya secara baik dan tepat.

Khusus untuk pengaturan ISO, disarankan agar Anda mengatur ISO ke kecepatan tertentu secara konsisten, meskipun pengaturan shutter speed dan aperture-nya berubah-ubah. Caranya sendiri adalah dengan menetapkan ISO (misalnya: ISO 100) ke kecepatan tertentu saat shutter speed dan aperture sudah diatur dan hendak diubah. Namun, jika tidak berhasil mendapatkan exposure yang tepat, Anda bisa mengatur ulang kecepatan ISO kamera Canon Anda. Kecepatan ISO bisa Anda atur ke kecepatan yang lebih tinggi atau juga rendah sesuai dengan kebutuhan.

Dapatkanlah Exposure yang Tepat, Utamanya pada Kondisi-kondisi Objek Tertentu

Meskipun sudah mengatur shutter speed, aperture, dan ISO dengan tepat, namun hal itu kadang tak menjamin untuk mendapat exposure yang tepat. Pasalnya, ada beberapa kondisi objek tertentu yang membuat kita harus mengatur ulang ketiganya agar mendapat exposure yang tepat dan sesuai dengan kondisi objek tersebut. Adapun beberapa kondisi yang dimaksud adalah:

  • Saat Objek Berupa Ruangan yang Bagian Dalamnya Gelap, sedangkan Bagian Luarnya Cerah

Saat mendapatkan kondisi objek seperti ini, maka hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengatur ulang shutter speed, aperture, dan ISO secara manual. Aturlah shutter speed kamera Canon Anda ke kecepatan 1/60 detik. Sementara itu, aturlah aperture dengan bukaan f/3,5. Adapun ISO yang semula berada di angka 100, harus Anda pindahkan ke angka 640.

Dengan mengatur ketiganya dengan ukuran-ukran yang dimaksud, Anda akan mendapatkan jumlah cahaya atau exposure tepat sesuai dengan kondisi objek tersebut, sehingga Anda pun dapat menghasilkan foto dari kondisi objek tersebut. Dengan begitu, Anda pun bisa menghasilkan foto ruangan tersebut, beserta dengan bagian dan luarnya.

  • Saat Objek Berupa Manusia dengan Latar Cahaya di Belakangnya, dan Kita Hendak Memotret Bagian Wajah Manusia Tersebut dengan Jelas

Saat mendapati kondisi objek tersebut, maka aturlah shutter speed ke kecepatan 1/125 detik. Setelah itu, aturlah aperture ke ukuran f/4, dan membiarkan ISO dalam ukuran 100. Dengan begitu, Anda pun bisa mendapatkan exposure yang tepat saat mendapati kondisi objek tersebut. Gambar yang akan didapatkan pun akan baik, di mana Anda akan mendapatkan bagian wajah pada objek secara jelas tanpa terpengaruh latar cahaya yang ada di belakangnya.

  • Objek Mempunyai Tingkat Kecerahan yang Pas, Namun Anda Ingin Memotret Objek Tersebut dengan Tingkat Kecerahan yang Lebih Tinggi atau Lebih Rendah

Jika menemui kondisi objek seperti ini, maka Anda harus mengatur shutter speed anda ke kecepatan 1/20detik. Setelah itu, aturlah aperture ke ukuran f/4 dan biarkan ISO di angka 100. Dengan pengaturan tersebut, Anda pun bisa mendapatkan exposure yang tepat, terutama jika ingin mendapatkan kondisi objek yang lebih cerah atau gelap.

  • Objek Berada di Kejauhan dan Anda Ingin Memotretnya Secara Jelas dari Kejauhan

 Sama seperti pada beberapa kondisi objek sebelumnya, cara menghadapi kondisi objek ini tentu dengan mengatur Segitiga Emas Fotografi pada kamera Canon kita. Aturlah dulu shutter speed ke kecepatan 1/200 detik, baru setelah itu mengatur aperture ke angka f/5. Adapun untuk ISO, aturlah hingga ke kecepatan 1000. Selain akan mendapatkan exposure yang tepat, pengaturan tersebut juga akan membantu menghasilkan foto dengan warna yang jelas, kendatipun objek berada di kejauhan.

Demikianlah beberapa cara mengatur kamera Canon supaya mendapat exposure yang tepat. Dengan sejumlah cara di atas, diharapkan Anda bisa mendapat exposure yang tepat saat memotret dengan kamera Canon Anda. Sebab, exposure sangatlah pentiing dalam dunia fotografi, terutama saat hendak memotret objek.

Sekian untuk artikel kali ini. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan untuk Anda sekalian, utamanya dalam cara mengatur kamera Canon yang Anda miliki.

Baca artikel yang lain mengenai Transisi Pada Editing Video