Merekam Video Wedding

Tips Merekam Video Wedding

Anda ingin merekam video wedding atau video pernikahan tapi tidak tahu bagaimana caranya? Tenang saja kali ini penulis akan berbagi informasi tentang tips merekam video wedding agar menghasilkan video yang bermutu dan memorable. Mari simak informasinya berikut.

Pernikahan, Momen Sakral

Hal pertama yang harus Anda pahami adalah bahwa acara pernikahan merupakan acara yang sakral. Acara penting yang mungkin hanya akan dialami sekali seumur hidup. Dengan memiliki pemahaman seperti ini, Anda bisa menentukan bagaimana seharusnya merekam video wedding yang bagus. Selain itu, Anda juga akan berhati-hati dalam memilih gambar mana saja yang akan diambil agar kapasitas video tidak terbuang percuma.

Poin Penting dalam Video Wedding

Ada beberapa poin penting yang harus ada dalam video wedding. Poin-poin ini yang biasanya merupakan bagian-bagian dari isi video wedding. Apa saja poin-poin tersebut? Berikut rinciannya.

  • Bagian Opening. Bagian ini bisa Anda isi dengan hal-hal sebagai berikut.
    • Establish tempat dan ruangan;
    • Detail  berbagai perlengkapan pernikahan seperti bunga, souvenir, buku tamu, pelaminan, lampu, dan foto prewed;
    • Suasana make up;
    • Momen kedatangan pengantin laki-laki dan keluarganya; serta
    • Tittle acara, hari, dan tanggal diselenggarakannya wedding.

Backsound bagian ini bisa Anda isi dengan backsound bernuansa haru penuh cinta. Sementara audio aslinya sebaiknya dihilangkan.

  • Bagian Sambutan. Bagian ini dimulai dari sambutan tuan rumah, kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan yang lain. Pilih kata-kata yang penting dan tidak bertele-tele. Misalnya saja pada bagian salam pembuka, bisa dihilangkan. Langsung saja pada isi sambutan. Upayakan untuk tidak membuang sambutan dari keluargadan orang-orang yang penting. Selama mengambil gambar sambutan, sesekali Anda bisa menyelipkan reaksi para tamu undangan yang mendengarkan. Untuk bagian ini, Anda bisa menggunakan backsound instrument. Bisa juga dikosongkan jika sudah ada backsound dari audio aslinya.
  • Bagian Ijab Qobul. Umumnya bagian ini dimulai dari pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran dan khutbah nikah. Anda bisa mengambil seperlunya saja lantaran biasanya durasinya cukup panjang, termasuk pada saat ijab qobul. Di sini kameramen bisa mengambil angle serta komposisi yang beda. Pilihlah shoot netral ketika pengantin melakukan latihan, mislanya saat detail ketika salaman dengan pengantin wanita. Untuk backsound bagian ini bisa digunakan instrument supaya tidak mengganggu suasana ijab qobul yang khidmat. Baru setelah selesai ijab qobul, ganti instrumennta dengan backsound dengan vokal. Nuansa lagu yang digunakan bisa lagu yang haru atau ceria. Baru lanjutkan pada pemakaian cincin, tanda tangan, serta foto-foto agar video lebih pada berisi. Untuk tanda tangan sendiri, Anda tidak usah mengambil semua dan berurutan. Ambil saja  beberapa shoot yang berbeda supaya transisinya tidak patah.
  • Bagian Resepsi. Pada bagian resepsi ini, umumnya hampir tidak ada konten yang mesti diangkat kecuali jika ada prosesi adat. Misalnya saja untuk ada Jawa, ada beberapa prosesi seperti injak telur, lempar sirih, dan sebagainya.  Untuk bagian resepsi ini, Anda bisa menggunakan audio asli, atau bisa juga ditimpa dengan backsound yang tidak terlalu jomplang. Buang momen yang tidka perlu dan tidak penting seperti antri yang terlalu panjang, berjalan yang terlalu lama, dan sebagainya.
  • Bagian Acara Hiburan. Pada bagian ini, gunakanlah audio yang asli, tergantung dari hiburan yang digunakan misalnya hiburan dangdut, pop, dan sebagainya. Hindari menunggu satu lagu hingga selesai dan lanjut ke lagu yang lain. Perpendeklah lagu, bisa juga di-mash up dengan lagu atau penyanyi yang lain. Selama hibutan ni berlangsung, Anda bisa menyelipkan suasana lain misalnya saja gambar tamu yang tengah makan, tuan rumah yang tengah menerima tamu, reaksi pengantin yang bertemu dengan tamu undangan, foto-foto tamu undangan, foto-foto bagian dapur, dan sebagainya.
  • Bagian Komentar Tamu. Bagian ini biasanya bagian yang ditunggu oleh pengantin. Mereka penasaran apa saja komentar, harapan, atau doa apa saja yang diberikan oleh para tamu. Umumnya para tamu memberikan komentar doa yang terbaik seperti “semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah dan cepat punya momongan”.  Jika banyak  tamu yang komentar seperti ini, Anda cukup mengambil beberapa saja. Carilah komentar yang lain misalnya komentar lucu-lucuan dari teman sekantor. Selama bagian komentar ini, pilihlah backsound dengan nuansa yang ceria.
  • Bagian Penutup. Pada bagian ini, Anda sebagai editor harus memberikan klimaks. Anda bisa memasukkan wawancara dengan pengantin untuk mengisi bagian ini. Gunakan beberapa topik berikut sebagai bahan wawancara.
    • Ucapan terima kasih kedua mempelai untuk keluarga dan para tamu undangan.
    • Bagaimana kedua mempelai bertemu.
    • Bagaimana hubungan mereka hingga akhirnya bertemu di pelaminan.
    • Bagaimana perasaan ketika dilamar dan ijab qobul.
    • Harapan kedua mempelai untuk ke depannya.

Untuk bagian ini Anda bisa mengisinya dengan backsound yang romantis.

Alat dan Durasi Video Wedding

Selain memperhatikan poin-poin di atas, ada hal lain yang juga harus Anda perhatikan yaitu alat yang dibutuhkan dan durasi video wedding. Berikut rinciannya.

  • Alat Video Wedding

Dilihat dari segi alat yang dibutuhkan, video wedding membutuhkan alat khusus yang mendukung, misalnya saja kamera dengan teknologi HD, bisa juga kamera drone. Selain itu, video wedding juga membutuhkan lebih banyak orang dibandingkan dengan video biasa lantaran banyaknya hal yang harus diperhatikan, detail video, serta konten yang harus ada dalam video.

  • Durasi Video Wedding

Biasanya vendor memiliki standar durasi video wedding yang berbeda-beda. Ada yang full dengan durasi sekitar 90 hingga 120 menit, ada juga yang menawarkan video singkat dengan durasi sekitar 30 sampai 40 menit. Hal ini bisa tergantung dari kebutuhan video yang akan dibuat. Bisa juga disesuaikan dengan permintaa pihak pengantin.

Hati-hati dengan Momen Penting

Dalam video wedding tentu ada momen-momen penting yang wajib ada. Misalnya saja saat para sahabat penganti datang dan memberikan ucapan selamat, momen bertukar cincin, dan sebagainya. Momen-momen seperti ini tidak bisa diulang untuk kedua kalinya. Jadi, pastikan Anda sudah mendapatkan angle yang bagus sebelum datang momen tersebut. Anda tidak boleh melakukan percobaan dengan angle-angel yang baru saat momen sepert ini muncul.

Hal inilah yang membuat pemeriksaan tempat acara harus dilakukan sebelum hari pernikahan agar Anda tahu posisi mana yang bisa mendapatkan angle bagus untuk momen-momen penting, sumber cahaya, serta posisi yang memungkinkan untuk pengambilan gambar. Dengan begitu, Anda bisa mengambil gambar sesuai dengan posisi yang sudah direncanakan tanpa lagi perlu khawatir dengan angle yang akan didapatkan atau mencari-cari posisi pengambilan gambar.

Hindari juga penggunaan pan shot, setidaknya jangan full pan. Anda tentu tidak mesti mengambil gambar punggung tamu dan keluarga yang berjalan melewati posisi Anda. Anda bisa menggeser kamera sedikit saat keluarga atau tamu berjalan masuk.

Nah, itulah beberapa tips penting seputar video wedding. Semoga informasi ini menginspirasi dan memberikan titik terang terutama bagi Anda yang masih menjadi pemula dalam dunia videografi pernikahan. Semoga bermanfaat.

Baca artikel yang lain mengenai Macam-Macam Lensa Kamera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 + 12 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.