Merekam Video Malam Hari

20 Tips Merekam Video Malam Hari/Low Light

Dunia fotografi dan videografi memang sulit untuk ditolak adiksinya. Merekam momen dan mengabadikannya memang menjadi poin utama dalam dunia ini. Tapi kini, begitu banyak aspek yang menjadikan hasil rekaman menjadi lebih berkualitas, apik, ciamik, sehingga menjadi sebuah karya artistik yang lebih dari “hasil rekaman”.

Rintangan Low Light dalam Rekam-merekam

Terkadang, ada berbagai rintangan dalam mengabadikan suatu momen menggunakan perangkat kamera, mulai dari yang bisa anda manipulasi hingga yang hanya bisa diakali. Salah satunya adalah kendala cahaya, di mana anda membutuhkan intensitas cahaya yang cukup untuk bisa menjepret dan merekam dengan kualitas hasil yang baik. Lalu, bagaimana jika anda ingin merekam pada saat malam hari atau dalam kondisi low light alias miskin cahaya? Disinilah teknik grafis bekerja, melalui akal-akalan si penjepretnya alias anda sendiri. Untuk mengetahuinya, anda perlu membaca 20 tips merekam video saat malam hari/low light di bawah ini!

First of All

Sebelum masuk ke tips merekam video saat malam hari/low light, pertama-tama anda harus menyiapkan tools yang mendukung kegiatan videografi anda nantinya, alias kamera apa sih yang akan anda gunakan? Pastikan untuk mempersiapkannya dengan baik, memastikan bahwa si kamera mampu berfungsi dengan semestinya. Alangkah baiknya jika kamera yang anda gunakan memiliki spesifikasi yang tinggi dan mendukung penuh berbagai teknik pengambilan hasil.

20 Tips Merekam Video Saat Malam Hari/Low Light

1. Gunakan Lensa Ber-Stabilizer

Sesuai dengan titel “stabilize”nya, stabilizer pada lensa atau yang langsung terintegrasi dengan kamera membuat resiko rekaman yang blur menjadi lebih rendah. Stabilizer akan meredam getaran karena gerakan teknis yang terjadi saat pengambilan rekaman. Stabilizer membuat sutter speed otomatis menjadi lebih lambat untuk mengumpulkan lebih banyak cahaya dan membat rekaman menjadi lebih jelas.

2. Jangan Remehkan Tripod

Tripod menjadi suatu tools yang berguna untuk mecegah “shaking” pada saat perekaman objek. Tripod juga menjadi solusi ketika anda melakukan self making report dimana anda tak dibantu siapapun dalam mengambil rekaman yang ada sendiri masuk ke dalamnya. Ketika mengambil rekaman dengan kondisi low light, tripod membuat kita bisa melakukan setting ISO dan shutter speed yang rendah, sehingga kualitas rekaman menjadi lebih baik. Setting ISO yang tinggi membuat kualitas rekaman menjadi berkurang karena munculnya noise.

3. Maksimalkan Fungsi Flash

Flash memang diperuntukkan untuk bantuan merekam objek saat low light. Jadi, gunakan flash untuk memberikan tambahan cahaya sehingga rekaman menjadi lebih jelas tanpa harus melakukan setting ISO yang lebih tinggi.

4. “Panggil” Bantuan Cahaya dari Luar

Bukan hanya flash yang sudah terintegrasi lho yang bisa anda gunakan dengan maksimal. Anda juga bisa melakukan pencahayaan buatan untuk membuat ojek terekam dengan lebih jelas atau bahasa umumnya adalah setting lightning. Anda tak harus mengarahkan cahaya langsung ke objek, tetapi bisa memantulkannya terlebih dahulu untuk membuat pencahayaan yang lebih alami.

5. Gunakan Lensa Bukaan Tinggi

Lensa dengan titel angka pengikut “f” yang lebih kecil menunjukkan bukaan yang lebih tinggi. Contoh, lensa f/1.8 artinya memiliki bukaan lensa yang lebih tinggi dibandingkan lensa f/2.8. Nah, lensa bukaan tinggi membuat anda bisa mengumpulkan cahaya yang lebih banyak pada saat merekam, sehingga hasil rekamannya dapat menjadi lebih jelas.

6. Imbangi ISO Tinggi dengan Full Frame

Agar hasil rekaman terlihat lebih jelas, anda bisa menggunakan sensor kamera full frame, contohnya yang bisa anda dapatkan pada kamera DSLR, dimana permukaannya 0.5 kali lebih besar. Permukaan yang lebih besar membuat pengumpulan cahaya dari lingkungan sekitar menjadi lebih banyak, meskipun ISO yang digunakan tinggi.

7. Lakukan Setting Auto Focus

Tentunya anda familiar dengan kelakar si auto focus yang membuat rekaman menjadi maju – mundur ketika berusaha untuk memfokuskannya. Dan ini bisa berlangsung lama dan tidak efektif. Jadi, lakukan setting auto fokus secara manual jika anda menggunakan kamera dengan auto focus yang lambat. Mudahnya, anda bisa menggunakan kamera ber- auto focus cepat.

8. Atur Shutter Speed Sampai Optimum

Untuk menghasilkan rekaman yang baik saat low light, anda harus menggunakan shutter speed yang lambat. Lakukan uji coba hingga anda menemukan nilai shutter speed yang tepat denga teknik long exposure.

9. Gunakan Remote Shutter Release

Penggunaan remote shutter release akan membuat anda tidak menggetarkan kamera saat menekan tombol shutter manual. Bisa juga dengan menggunakan fitur self timer.

10. Cobalah Auto ISO

Bagi anda yang masih sulit untuk setting kamera secara manual, anda bisa menggunakan Auto ISO dan membiarkan si kamera men-setting ISO yang paling tepat hingga anda bisa mengutak-atiknya sendiri.

11. Lakukan Setting Aperture

Selain menggunakan tips nomor 5, anda juga dapat mengatur bukaan lensa alias aperture secara manual. Setting ke aperture tinggi dan gunakan modus Apertre Priority untuk mendapatkan cahaya yang lebih banyak saat merekam.

12. RAW untuk Detail yang Lebih Baik

File dlam bentuk RAW dapat membuat rekaman yang anda ambil memiliki kualitas yang lebih optimal. Dengan ini, anda bisa menghindari terjadina image noise pada saat ISO tinggi.

13. Painting with Light

Teknik ini adalah istilah utuk menambahkan sebuah titik cahaya pada bagian objek yang paling membutuhkan. Anda harus mencobanya untuk mendapatkan pencahayaan objek yang lebih efektif.

14. Drive Mode

Mode ini membuat anda dapat melakukan continuous drive untuk menemukan satu rekaman yang paling berkualitas baik.

15. Waiting for the Moment

Selain melakukan setting kamera, anda juga harus menunggu momen yang tepat untuk melakukan rekaman. Intinya, lebih bersahabat dengan suasana yang ingin direkam.

16. Latih Anti-Shaking

Jika tak memungkinkan menggunakan tripod, anda harus belajar terebih dahulu untuk dapat menggenggam kamera dengan lebih mantap sehingga rekaman tidak mengalami shaking yang berarti. Selaraskan postur tubuh dan pernafasan anda.

17. Temukan Angle yang Tepat

Sama halnya dengan menjepret, merekam video juga harus dilakukan dengan angle yang tepat. Perhatikan ke mana arah jatuhnya cahaya, intensitas, dan sudut rekam yang paling maksimal.

18. Kunci Kamera

Untuk menghasilkan gambar yang tajam, anda bisa meminimalisasi shaking dengan mengunci kamera anda melalui fitur Exposure Delay Mode (Nikon) atau Mirror Lock Up (Canon) yang mendukung cahaya masuk ke dalam sensor.

19. Optimalkan White Balance

Optimal bukan berarti maksimal. Untuk mendapatkan kualitas rekaman yang baik, anda harus menormalkan warna putih dan warna lainnya untuk mendapatkan hasil yang natural. White balance yang baik akan membuat warna putih pada objek akan tetap natural dalam kondisi apapun.

20. Pilih Focal Length Pendek

Dalam tips ini, anda harus melakukan beberapa kali setting hingga menemukan komposisi yang terbaik. Gunakan focal length yang pendek pada lensa zoom, karena penggunaan focal length panjang akan suskses memberikan blur pada hasil rekaman anda bahkan dengan getaran yang sangat minor sekalipun.

Itulah 20 tips merekam video saat malam hari/low light yang bisa anda coba. Ingat, kuncinya adalah jangan menyerah untuk menemukan komposisi setting kamera dan lingkungan yang paling optimal dengan objek.

Baca artikel yang lain mengenai Lensa EF dan EF-S

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

six + 18 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.