Merekam Video Dengan Kamera Mirrorless

21 Tips Merekam Video Dengan Kamera Mirrorless Layaknya Profesional

Mirrorless camera nampaknya menjadi ide kamera yang paling efisien hingga saat in, dimana anda bisa mendapatkan kualitas jepretan seperti DSLR namun dengan body yang lebih ramping karena tak ada pentaprism yang tersemat dalamnya. Pemilik mirrorless camera terkesan lebih simple dibandingkan pengguna DSLR yang lebih terlihat pro dengan body besar kameranya. Nah terlepas dari itu, ada 21 trik merekam video layaknya profesional dengan mirrorless camera ini untuk anda yang ingin mengenal videografi lebih dalam. Simak selengkapnya.

1. Gunakan Tripod Pant Tilt Head

Tripod merupakan salah satu kit yang membuat anda bisa merekam layaknya pro. Anda bisa menghasilkan rekaman video yang bebas dari shaking sehingga tidak terjadi blur dan rekaman menjadi tajam. Tripod pant tilt head paling cocok untuk merekam video karena kemudahan dalam mengarahkan kamera secara dinamis.

2. Maksimalkan Kualitas Audio dengan Microphone

Microphone yang tersemat pada kamera memberikan audio yang kurang mumpuni. Agar lebih profesional, gunakan microphone eksternal sehingga anda bisa mendapatkan kualitas audio yang maksimal. Pst, anda juga bisa melakukannya dengan bantuan recorder smartphone saja!

3. Mainkan Frame Rate

Profesional sudah terbiasa untuk mengatur frame rate agar kualitas rekaman video tetap halus. Jika anda menginginkan slow motion video, gunakan frame rate yang tinggi, dan sebaliknya. Frame rate yang tinggi membuat gerakan objek tetap halus ketika diperlambat saat proses editing.

4. Setting Shutter Speed

Lakukan setting shutter speed yang paling seimbang untuk objek rekaman anda agar bidikan terlihat tajam namun normal dan bebas blur. Gunakan rumus Shutter Speed = 2 x Frame Rate untuk menghasilkan komposisi yang optimal. Jika tak ada angka kelipatan pada opsinya, ambil angka lebih besar dari frame rate video.

5. Redam Shaking dengan Shoulder Rig

Shaking pada saat perekaman akan membuat rekaman menjadi blur dan tidak profesional. Selain tripod, anda juga bisa menggunakan Shoulder Rig yang menjaga mirrorless camera anda tetap stabil dengan menyalurkan beban kamera ke pundak anda.

6. Atur Resolusi Video

Ada tiga pilihan resolusi video yang bisa anda setting dengan manual. Semakin tinggi resolusinya, maka semakin banyak kaspasitas memori yang diperlukan. Untuk menghasilkan gambar HD, anda bisa memilih resolusi 1280 x 720. Jika menginginkan resolusi Full HD, pilih resolusi 1920 x 1080.

7. Mainkan Setting ISO

Lakukan setting ISO secara manual, set ISO rendah ketika kondisi cahaya mencukupi. Lakukan sebaliknya ketika anda merekam video dalam kondisi low light. Setting ISO yang optimal memang butuh beeberapa kali pengaturan hingga menemukan komposisi yang tepat.

8. Utak-atik Aperture

Agar lebih profesional, anda harus mencoba untuk mengatur aperture alias bukaan lensa kamera yang cara kerjanya seperti pupil pada mata. Aperture ini mengendalikan jumlah cahaya yang masuk ke dalam sensor. Semakin kecil nilai aperture, semakin banyak cahaya yang masuk ke dalam sensor. Begitu juga sebaliknya.

9. Optimalkan White Balance

Anda harus mencoba untuk menyesuaikan White Balance dengan kondisi cahaya pada saat perekaman. Atur White Balance agar seirama dengan temperatur warna, sehingga hasil rekaman anda nantinya akan tampak natural.

10. Gunakan Filter ND

Sejalan dengan tips nomor 8, jika anda ingin mengatur aperture yang kecil alias bukaan besar, anda harus menambahkan filter ND agar tetap mendapatkan efek bokeh (shallow depth of field) yang artistik karena cahaya yang diterima sensor tidak terlalu banyak.

11. Lakukan Setting Exposure Lock

Selain menggunakan fitur Auto Exposure, anda bisa mencoba untuk mengatur exposure lock seacara manual. Pengaturan ini akan membantu anda dalam mengambil rekaman pada objek yang berbeda tingkat intensitas penerimaan cahayanya.

12. Atur Fokus Sendiri

Meskipun kamere amemliki fitur auto focus, akan tetapi lebih baik jika anda mengaturya secara manual. Auto focus yang dilakukan secara terus menerus akan menghasilkan hasil rekaman yang kurang baik. Pelajari dan latih teknik zoom in dan zoom out yang benar.

13. Gunakan Lensa Terintegrasi Stabilizer

Jika memungkinkan, ada baiknya untuk menggunakan kamera yang lensanya berstabilizer. Stabilizer akan meredam getaran karena gerakan teknis yang terjadi saat pengambilan rekaman (shaking). Stabilizer membuat sutter speed otomatis menjadi lebih lambat untuk mengumpulkan lebih banyak cahaya dan membat rekaman menjadi lebih jelas.

14. Buat Kondisi Lightning yang Apik

Jika tips nomor 10 mampu membuat anda menghasilkan kualitas rekaman yang oke saat siang hari, maka anda juga harus mampu melakukan rekaman di malam hari dengan kualitas rekaman yang baik juga. Sala satunya adalah meninimalisasi noise dengan memberikan cahaya buatan pada objek rekaman, sehingga nilai ISO tak harus dinaikkan terlalu tinggi. Anda bisa melakukan lightning yang tepat dengan tools LED portable. Lakukan pencahayaan yang sejalan dengan kondisi objek.

15. Mengganti Lensa Kamera

Anda bisa mengganti lensa kamera untuk mendapatkan hasil yang lebih profesional. Contohnya mengganti lensa dengan lensa wide angle agar dapat merekam area yang luas. Isa juga menggunakan lensa dengan nilai aperture yang rendah.

16. Menggunakan Audio Recorder Eksternal

Gunakan audio recorder eksternal untuk mendapatkan kemudahan saat editing video. Audio recorder yang sudah built in kualitasnya tidak begitu baik dan memiliki setting yang terbatas. Input juga biasanya hanya untuk 1 microphone saja.

17. Jernihkan Audio dengan Noise Filter

Sangat tak profesional jika ada begitu banyak suara tak diinginkan pada rekaman video anda. Gunakan noise filter yang bisa anda temukan di berbagai software editing seperti Adobe Soundbooth, Adobe Audition, Final Cut Pro X, dan Adobe Premiere.

18. Rekam Gambar dan Audio secara Terpisah

Anda bisa menggunakan teknik ini untuk menghasilkan kualiatas video yang oke. Lakukan 2 kali rekaman, pertama untuk merekam audionya saja dalam jarak dekat supaya lebih jelas, dan kedua rekam gambar objek dari posisi yang lebih jauh atau angle yang optimal. Gabungkan keduanya saat editing.

19. Lakukan Dubbing

Jika cara tips nomor 17 dan 18 masih belum maksimal dalam menghasilkan kualitas video dengan audio yang baik, anda bisa melaluka dubbing sehingga audio video nantinya bisa menjadi lebih jernih dan profesional.

20. Gunakan Resolusi 1 Tingkat dari Kebutuhan

Jika anda mengingnan resolusi video yang mid atau HD, maka gunakan pengaturan resolusi yang lebih tinggi, yakni Full HD. Ini juga berguna untuk membuat ideo terlihat seperti direkam dengan dua kamera tanpa merusak kualitas video tersebut.

21. Kenali Limitasi Kamera

Mirrrorless camera yang anda miliki sejatinya tidak diperuntukkan vendor untuk khusus merekam video, sehingga ada cukup banyak limitasi perekaman di dalamnya. Biasanya perekaman video yang diizinkan tidak lebih dari 30 menit, jika lebih maka akan terjadi sensor heating. Anda harus menunggunya normal baru kemudian merekam lagi. Ada juga batasan size file yang perlu anda perhatikan agar proses perekaman tak terkendala.

Nah, itulah 21 tips yang dapat membuat anda bisa merekam video like a pro menggunakan mirrorless camera. Selamat mencoba!

Baca artikel yang lain mengenai Lensa EF dan EF-S

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 − 6 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.