Memilih Lensa Makro

Cerdas Memilih Lensa Makro

Semakin berkembangnya teknologi, perkembangan lensa kamera digital pun kian melaju ke arah lebih baik. Oleh sebab itu, ada banyak jenis lensa yang bisa kita temukan dewasa ini dipasaran. Setiap lensa kamera model terbaru biasanya turut menyertakan beragam fitur baru di dalamnya. Untuk itu, jika kita ingin membeli lensa, kenali terlebih dahulu komponen di dalam lensa tersebut. Kamu juga wajib mengenali setiap jenis lensa yang ada di pasaran saat ini. Poin ini sangat penting apalagi bagi kamu seorang fotografer professional.

Selain lensa yang umum ditemui dipasaran dengan berbagai jenis atas jangkauan lensa, ada beberapa jenis lensa lain yang dipergunakan untuk keperluan khusus. Lensa ini sendiri diciptakan dengan efek-efek tertentu pada gambar tanpa bantuan olah digital.

Lensa

Pada kamera, lensa disebut juga sebagai mata kamera. Lensa berfungsi untuk memfokuskan cahaya hingga mampu direkam oleh media perekam, baik itu sensor ataupun film. Lensa terdiri dari beberapa lensa yang berjauhan namun bisa diatur sehingga dapat menghasilkan ukuran tangkapan gambar dan variasi fokus yang berbeda. Memang, ada berbagai macam jenis lensa yang bisa didapatkan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan si pengguna. Jadi, fotografer harus mampu memilih lensa berdasarkan sudut pandang, fleksibilitas, dan teknologi pada lensa itu sendiri.

Mengenal Lensa Khusus

Apa saja lensa khusus itu?

  • Lensa Fisheye

Lensa ini sangat lebar sehingga hasil fotonya terlihat terdistorsi (berubah bentuk), terutama pada bagian ujung. Fisheye banyak digunakan untuk memberikan kesan luas. Ada lensa fisheye yang mampu menghasilkan foto berbentuk bulat, ada juga yang berbentuk segiempat. Biasanya fisheye digunakan untuk fotografi pemandangan.

  • Lensa Makro/Mikro

Lensa makro memiliki kelebihan dibanding lensa lain, yakni bisa fokus dalam jarak yang sangat dekat dengan subjek, sehingga mampu mendapatkan perbesaran yang lebih baik dan membuat latar belakarang menjadi lebih blur. Lensa makro biasanya digunakan untuk memotret benda kecil seperti bunga, produk, perhiasan, makanan, serangga, dan masih banyak lainnya.

  • Lensa Tilt-Shift

Lensa Tilt-Shift disebut juga sebagai lensa perspective control. Cara pakai lensa ini sedikit berbeda dengan lensa DSLR lainnya. Lensa khusus ini diciptakan untuk pemotretan lanskap dan arsitektur. Dengan menggunakan lensa Tilt and Shift, kamu dapat mengontrol perspektif secara fleksibel dan manual. Lensa ini juga mampu mengoreksi pengelolaan perspektif melalui lensa bukan sistem kamera ataupun software olah digital. Pada badan lensa dimiliki pengaturan.

Fungsi Tilt adalah untuk mengontrol ruang ketajaman, sedangkan Fungsi shift pada lensa digunakan untuk mengontrol perspektif. Dengan menggunakan lensa ini, bentuk bangunan yang hendak dipotret tidak akan terdistorsi secara langsung ketika proses pemotretan berlangsung. Saat ini semua vendor kamera telah mengeluarkan jenis lensa yang satu ini, namun dibandrol dengan harga yang sangat mahal. Dalam tulisan kali ini, lensa khusus yang dibahas lebih terperinci adalah Lensa Makro.

Memilih Lensa Makro

Memilih lensa makro/mikro memang tergolong rumit sebab banyak pilihan lensa, dari yang harganya 2 jutaan hingga belasan juta. Apa saja yang kita butuhkan untuk memperoleh lensa makro yang sesuai dengan kebutuhan dan kantong kita? Supaya tidak menyebal karena memilih lensa makro yang kurang tepat, maka perlu diperhatikan beberapa fitur dari lensa makro berikut ini.

1. Perbesarannya

Carilah informasi seputar perbesaran lensa makro. Misal size 1:1 atau 1:2 atau 1:3.5. Sebenarnya perbesaran terbaik adalah 1:1, artinya kita bisa fokus dengan sangat dekat dengan subjek dan ukuran subjek sama dengan ukuran sensor kamera atau film. Kalau kita foto sebuah penggaris, 1 cm di penggaris akan sama dengan 1 cm yang ditangkap sensor kamera. Lensa makro 1:1 biasanya termasuk dalam lensa yang tidak bisa melakukan zoom.

2. Full Frame dan tidak Full Frame

Saat ini banyak lensa makro yang didesain untuk kamera DSLR biasa dengan kamera DSLR bersensor full frame. Lensa untuk kamera full frame memiliki diameter lebih besar, sehingga harganya pun jauh lebihmahal. Belakangan ini ada juga lensa yang khusus untuk kamera DSLR bersensor lebih kecil dari full frame. Oleh sebab itu, lensa mikro berjenis ini lebih murah dan ringan. Contoh pada lensa Nikon DX 40mmf/2.8 micro, Canon EF-S 60mm f/2.8 macro.

3. Jarak Fokal

Semakin tele, atau jangkauannya semakin jauh, otomatis lensa juga akan semakin mahal. Lensa yang jangkauannya jauh, misalnya 100-200mm, sangat dibutuhkan di luar ruangan. Misal untuk memotret serangga atau benda bergerak lainnya. Lensa yang jangkauannya pendek, misal 60mm, sangat sesuai untuk foto indoor seperti makanan ataupun still life.

4. Kecepatan Auto Fokus

Sebagian besar lensa makro memiliki kinerja auto fokus yang lambat sebab desain rentang fokus sangat lebar. Sebenarnya ada beberapa lensa makro yang memiliki kecepatan auto fokus tinggi, misal pada lensa Canon yang memiliki motor USM. Setiap lensa makro juga biasanya memiliki fokus limit switch, artinya kita bisa membatasi rentang fokus, jadi mampu mempercepat kinerja auto fokus lensa. Kecepatan auto fokus sebenarnya tidak begitu penting bagi fotografer yang menyukai close-up fotografi. Namun untuk fotografer yang memotret jenis fotografi olahraga dan aksi, lensa makro memiliki auto fokus cepat sehingga lebih efektif untuk digunakan.

5. Peredam Getar

Tidak banyak lensa makro yang memiliki fungsi peredam getar. Bisanya lensa yang memiliki fitur ini pasti dibandrol dengan harga lebih mahal. Contoh pada lensa Canon 100mm Lf/2.8 IS USM, Nikon 105mm f/2.8 VR dan Sigma 150mm f/2.8 OS HSM. Peredam getar ini sendiri mampu mencegah getaran tangan yang bisa mempengaruhi hasil foto. Meski sangat membantu para fotografer di lapangan, namun sebagian fotografer lebih memilih untuk menggunakan tripod untuk mendapatkan hasil maksimal.

6. Mampu Menahan Debu dan Air

Jika sering memotret pada cuaca tidak bersahabat, maka lensa makro bisa menjadi pilihan tepat sebab lensa yang satu ini memiliki fitur tahan debu dan air.

7. Zoom

Sebenarnya ada beberapa lensa zoom yang memiliki fitur makro. Biasanya perbesaranya sekitar 1:3 sampai 1:5 dengan kualitas foto yang tidak begitu detail dan baik jika dibandingkan dengan penggunaan lensa khusus makro. Meskipun harganya murah, namun mampu memerankan fungsi ganda sehingga bisa menarik perhatian para pecinta dunia fotografi.

8. Bukaan Maksimal

Bukaan maksimal lensa makro biasanya relatif besar, yakni f/2.8 dan f/2. Bukaan maksimal ini tidak begitu penting pada lensa makro sebab biasanya fotografer close-up lebih memilih bukaan yang cukup besar supaya subjekfotonya tajam dari sisi ke sisi. Walaupun tertulis f/2.8, lensa makro jika semakin dekat dengan objek foto, maka semakin kecil bukaan maksimumnya. Misalnya pada jarak 1m, maka bukaan maksimum yang bisa dipilih adalah f/2.8, namun jika hanya berada pada jarak 10 cm dari subjek foto, maka bukaan maksimumnya mengecil menjadi f/4.5, bisa juga lebih kecil lagi.

Baca artikel yang lain mengenai Cara Menerbangkan Drone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 − nine =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.