Materi Dasar fotografi

Materi Dasar Fotografi yang Harus Dipelajari serta Beberapa Persiapan dan Langkah yang Harus Dilakukan

Secara sederhana, fotografi bisa didefinisikan sebagai seni memotret objek dengan kilatan cahaya yang muncul dari lensa kamera. Fotografi sendiri banyak dipelajari dan dijadikan sebagai hobi, terutama di era komunikasi visual saat ini.

Untuk mendalami seperti apa itu fotografi, seseorang harus mempelajari terlebih dulu beberapa materi dasar fotografi. Adapun beberapa mater dasar tersebut adalah sebagaimana berikut ini!

ISO

Materi dasar fotografi yang pertama dan harus dipelajari adalah ISO. ISO sendiri didefinisikan sebagai ukuran sensivitas sensor kamera terhadap cahaya. Ukuran ISO sendiri bervariasi, mulai dari angka 50 dan berlipat ganda hingga 3200 atau lebih. ISO dengan ukuran kecil menandakan bahwa sensitivitas sensor kamera terhadap cahaya rendah. Sementara itu, ISO dengan angka besar menunjukan bahwa sensitivitas sensor kamera terhadap cahaya cukup tinggi. Mempelajari ISO sangatlah penting, karena ISO dapat membantu kita dalam mengatur sensitivitas sensor kamera kita terhadap cahaya di sekitar objek yang hendak kita potret.

Shutter Speed (Kecepatan Rana)

Materi dasar fotografi selanjutnya adalah shutter speed atau kecepatan rana. Materi ini sendiri didefinisikan sebagai durasi yang diperlukan kamera dalam membuka sensor guna menyerap cahaya dari luar. Semakin lama durasi shutter speed, maka semakin banyak cahaya yang masuk ke kamera dan membuat hasil foto semakin bertambah terang.

Shutter speed sendiri mempunyai satuan berupa detik atau pecahan detik. Satuan shutter speed sendiri biasanya diawali dari angka 1/4000 detik hingga 30 detik. Pengaturan satuan shutter speed sendiri biasanya dilakukan atau diatur dari badan kamera.

Mempelajari shutter speed akan memberi kita sejumlah manfaat. Pertama, shutter speed akan membantu kita dalam mengatur cahaya yang masuk ke sensor kamera. Dan kedua, dapat membantu kita untuk memotret objek yang bergerak dengan kecepatan yang tinggi atau rendah.

Aperture

Materi dasar fotografi ini didefinisikan sebagai bukaan lensa kamera tempat di mana cahaya masuk. Semakin besar bukaan lensa, maka semakin banyak cahaya yang masuk, begitu pun dengan sebaliknya. Materi ini patut dipelajari karena dapat membantu kita untuk mengendalikan cahaya yang masuk ke dalam lensa kamera.

Tak sampai di situ saja, mempelajari aperture juga dapat membantuk kita dalam mengendalikan kedalaman ruang dari objek yang hendak dipotret. Hal ini disebabkan karena lewat aperture, kita bisa membuat kedalaman ruang objek menjadi tipis atau besar sesuai dengan kebutuhan.

Aperture sendiri harus dipelajari bersamaan dengan ISO dan shutter speed. Pasalnya, ketiga materi tersebut merupakan materi kunci untuk mendapatkan hasil foto yang ideal. Dalam dunia fotografi, ketiga materi dasar tersebut sering disebut sebagai segitiga emas fotografi.

Komposisi Fotografi

Komposisi merupakan teknik menyusun elemen-elemen penting yang ada dalam suatu objek foto secara menyeluruh. Adapun elemen-elemen yang dimaksud, antara lain garis, shape atau bentuk, tekstur, warna, patterns, serta gelap dan terang. Mempelajari komposisi beserta elemen-elemen di dalamnya sangat penting, karena komposisi membantu mata kita untuk lebih peka dalam menangkap berbagai elemen dalam objek saat memotret. Komposisi juga membantu memotret objek dengan kadar keseimbangan trtentu.

Rule of Third

Materi ini sebetulnya merupakan turunan dari komposisi. Adapun rule of three sendiri merupakan tekni membagi objek foto dalam tiga bagian sama besar, baik itu secara vertical maupun horizontal. Dari pembagian tersebut, objek yang diptret akan mempunyai 9 area berukuran besar dan punya empat titik pertemuan.

Empat titik pertemuan dalam rule of third sendiri biasanya disebut empat titik mata. Jika kita menempatkan satu bagian objek tertentu di salah satu titik tersebut, maka kita akan menghasilkan suatu foto yang memotret objek secara seimbang dan enak dilihat. Rule of three tentu sangat penting untuk dipelajari, terutama jika ingin mendapat foto yang seimbang dan enak dilihat.

Teknik Pengambilan Gambar (Tyipe of Shot)

Materi dasar fotografi terakhir yang harus dipelajari adalah teknik pengambilan gambar. Materi ini sendiri diartikan sebagai teknik memilih luas area frame yang kita berlakukan terhadap objek foto kita sesuai dengan ketentuan teknik pengambilan gambar yang berlaku.

Lewat materi ini, kita akan belajar bagaimana memilih frame yang baik, entah itu frame yang lebar maupun sempit. Materi ini juga akan mengajari kita bagaimana menentukan batasan pemotongan objek oleh frame sesuai dengan jenis teknik pengambilan gambit yang digunakan.

Teknik pengambilan gambar sendiri mempunyai banyak jenis. Adapun beberapa di antaranya adalah Extrem Long Shot, Long Shot, dan Medium Long Shot. Teknik pengambilan gambar beserta jenisnya sangat penting untuk dipelajari, utamanya untuk yang ingin menjadi seorang jurnalis foto. Hal ini dikarenakan teknik pengambilan gambar akan membantu untuk menangkap objek sesuai dengan framing atau pesan yang ingin disampaikan.

Selain beberapa materi dasar fotografi di atas, ada beberapa persiapan dan langkah yang harus dilakukan dalam mempelajari fotografi. Adapun sejumlah persiapan dan langkah tersebut adalah:

  • Persiapkan kamera itu sendri. Kamera yang dipakai bisa kamera jenis apa saja, namun disarankan untuk memakai jenis DSLR. Kamera DSLR akan sangat berguna, terutama dalam mempelajari materi Segitiga Emas Fotografi. Bila tidak mendapatkan kamera DSLR, menggunakan kamera saku juga tak ada salahnya untuk digunakan.
  • Jika diperlukan, siapkan pula mentor atau teman yang jago fotografi. Hal tersebut akan membantu kita dalam mempelajari fotografi secara mendalam
  • Pelajarilah soal pencahayaan lewat materi Segitiga Emas Fotografi. Adapun materi Segitiga Emas Fotografi sendiri terdiri atas ISO, Shutter Speed dan Aperture. Mempelajari pencahayaan sangatlah penting, karena pencahayaan adalah hal mendasar dalam fotografi.
  • Setelah mempelajari Segitiga Emas Fotografi, langkah selanjutnya adalah mempraktekan teori Segitiga Emas Fotografi tersebut secara langsung. Tak perlu jauh-jauh mempraktekan materi tersebut.di lingkungan sekitar kita.
  • Pelajari dan praktekan sejumlah materi dasar fotografi lainnya yang telah disebutkan di artikel kali ini. Tak perlu sekaligus, cukup pelajari dan praktekan satu per satu sesuai dengan kemampuan kita.
  • Melihat dan mempelajari karya dari berbagai fotografi handal. Hasil karya foto sendiri bisa kita temukan baik itu lewat pameran atau juga di internet (khususnya di Instagram).
  • Sering-seringlah berlatih. Dengan berlatih, kita akan jauh lebih memahami tiap materi dasar tentang fotografi yang telah dipelajari. Tak sampai di situ, berlatih juga akan mengasah kemampuan fotografi kita.
  • Berlatihlah di mana saja. Dalam berlatih fotografi, disarankan untuk melakukannya di berbagai tempat, seperti: taman kota, tempat wisata perkotaan, gunung, pantai, dan sebagainya.

Demikianlah pembahasan mengenai materi dasar fotografi serta persiapan dan langkah dalam mempelajari fotografi. Mengetahui dan mempelajari materi-materi dasar dalam fotografi sangatlah penting, karena kesemua materi tersebut akan menjadi pedoman sekaligus membantu kita dalam mempelajari apa itu fotografi. Selain itu, melakukan sejumlah persiapan dan langkah juga tak kalah penting, agar kita bisa mempelajari fotografi dengan baik dan maksimal.

Baca artikel yang lain mengenai Fotografi Still Life

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × one =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.