Macam-Macam Lensa Kamera

Cari Tahu Macam-Macam Lensa Kamera Pihak Ketiga, Yuk!

Perkembangan dunia fotografi kini sangat pesat. Teknologi berhasil mengubah kesan pada fotografi yang sebelumnya adalah dunia mahal, rumit, dan penuh perhitungan menjadi dunia yang sangat menyenangkan dan tidak terlalu berat dikantong. Kini, siapa saja bisa menghasilkan foto berkualitas walaupun hanya menggunakan kamera saku bahkan kamera dari ponsel.

Kamera dari kelas SLR pun saat ini harganya sangat terjangkau dan sudah bisa dijadikan sebagai teman setia bagi para pecinta fotografi. Sayangnya banyak orang yang membeli kamera SLR namun tidak tahu bagaimana cara menggunakannya dengan baik dan benar. Akibatnya, foto yang dihasilkan tidak jauh berbeda dengan foto menggunakan kamera ponsel. Hal inilah yang seharusnya menjadi tantangan para fotografer. Seorang fotografer harus mampu menghasilkan foto-foto unik, berkualitas, spektakuler, bahkan menginspirasi banyak orang di luar sana.

Fotografi

Sebenarnya apa sih pengertian fotografi tersebut? Dalam Bahasa Indonesia, arti dar fotografi ialah jenis seni atau juga suatu proses yang bisa menghasilkan cahaya dan juga gambar pada suatu film. Itu artinya, fotografi tersebut adalah menulis atau juga bisa melukis menggunakan cahaya. Fotografi berasal dari Bahasa Yunani, yakni fotos yang artinya cahaya atau sinar, dan grafos dengan arti gambar. Bahkan dalam ilmu seni rupa sendiri, fotografi ini merupakan suatu proses dari pembuatan lukisan yang bisa memakai media jenis cahaya.

Secara umum, fotografi bisa disebut juga dengan metode atau juga proses yang bisa menghasilkan gambar ataupun foto, lengkap dengan suatu objek yang bisa juga merekam adanya pantulan dari cahaya. Pantulan cahaya ini yang mengenai dari objek tersebut yang tentunya sudah peka juga dengan cahaya. Alat populer menangkap cahaya inilah yang kini kita kenal sebagai kamera.

Pada prinsipnya, fotografi merupakan sistem fokusnya suatu cahaya yang bisa menggunakan bantuan pembiasan. Kemudian nantinya dapat membakar medium dari cahaya itu sendiri. Medium yang sudah dibakar itu menggunakan luminitas dari cahaya yang sesuai dapat menghasilkan bayangan yang sesuai dengan cahaya yang masuk ke medium pembiasan tersebut. Itulah yang disebut dengan sebutan lensa.

Hasil fotografi semuanya dikerjakan oleh kamera dan juga seperti dari kebanyakan kamera memiliki cara dan sistem kerja yang seragam dengan cara kerja dari mata manusia dalam memandang. Seperti juga mata, kamera ini juga memiliki lensa. Lensa inilah yang disebut sebagai mata kamera. Lensa akan mengambil adanya pantulan berupa cahaya terhadap objek dan kemudian akan menjadi sebuah gambar. Namun tentunya kamera juga bisa melakukan perekaman untuk menjadi sebuah gambar dalam sebuah film, meski hasilnya tidak dapat dibuat menjadi permanen, namun tentunya masih bisa diperlihatkan pada orang lain sekaligus bisa diperbanyak. Sedangkan mata manusia hanya bisa merekam gambar dalam memori otak, tetapi tidak dapat dilihat secara langsung kepada orang lain.

Lensa = Mata Kamera

Lensa merupakan salah satu bagian terpenting pada kamera. Mengapa demikian? Sebab bentuk dan kualitas lensa serta pelapis pada permukaannya dapat membantu menentukan kualitas foto. Perpanduan elemen pada lensa juga menentukan jarak fokus dan kualiatas optik. Kamera kompok memiliki lensa built in yang sesuai dengan sensor yang berada di belakangnya. Sayangnya kamera model ini memiliki berbagai keterbatasan soal lensa dibandingnya dengan lensa yang dapat diganti, misal pada kamera DSLR. Area pandang yang bisa dihasilkan pada lensa bisa sangat beragam. Misal pada lensa wide angel untuk mengabadikan pemandangan luas, atau lensa telefoto untuk mengabadikan objek jauh. Inilah mengapa berbagai lensa banyak diciptakan bagi pengguna kamera DSLR.

Ketahulilah bahwa setiap lensa pasti dilabeli sesuai dengan jarak fokus antara lensa dan gambar dalam millimeter, yang terbentuk pada sensor kamera digital ketika difokuskan dengan tajam pada jarak tidak terbatas. Misal, 18mm sampai 55mm. Oleh sebab itu, kamu  perlu mencermati nilai ini sebelum menentukan lensa yang tepat pada kamera yang kamu dimiliki.

Lensa Buatan Pihak Ketiga

Tahukah kamu bahwa lensa tidak hanya diproduksi oleh perusahaan yang memproduksi kamera semata, namun ada juga beberapa perusahaan yang memproduksi lensa yang dapat dipakai di kamera merek lain. Beberapa perusahaan yang hingga kini telah terkenal memproduksi lensa untuk kamera, antara lain Tokina, Tamron, dan Sigma.

Pada awal tahun 1990, Sigma hanyalah sebuah perusahaan yang berkonsentrasi pada pembuatan lensa-lensa murah berkualitas kurang baik, sebanding dengan harganya yang sangat murah meriah. Kala itu, produsen kamera DSLR menjual kamera secara terpisah dengan lensa (biasa disebut dengan body only). Seiring berjalannya waktu, kurang lebih 7-8 tahun yang lalu, produsen pun mulai menjual kamera beserta lensa standar yang disebut kit lens.

Sejak saat itu, Sigma, Tokina, dan Tamron berganti stategi menjual lensa dengan kualitas yang lebih tinggi atau menjual lensa alternative dengan harapan mampu bersaing dari segi harga dan kualitas dengan merek lensa yang telah terkenal.

Dikarenakan kualitas control dan desain lensa pihak ketiga yang menggunakan teknik reserve engineering, kadang-kadang ada lensa yang bermasalah misalnya back/front focusing, artinya lensa tersebut fokusnya tidak akurat. Jika kita menggunakan kamera yang lumayan canggih, kita bisa mengompensasikan kesalahan fokus tersebut melalui fungsi AF Fine Tune. Jika tidak, lensa dan kamera itu harus dikalibrasi agar pas.

Adapun lensa buatan pilihan pihak ketiga, antara lain:

1. Lensa Sigma

Koleksi Lensa Sigma bisa dikatakan lumayan lengkap, dari yang murah meriah hingga berkualitas tinggi. beberapa lensa Sigma juga cukup unik, sehingga patut dipertimbangkan oleh para pengguna kamera. Sigma membagi kelas lensa menjadi dua bagian, yakni DG dan DC. Lensa-lensa DG cocok dipakai untuk segala jenis kamera DSLR, sedangkan DC dikhususkan hanya untuk kamera DSLR bersensor APS-C yang kini sudah banyak ditemui di pasaran.

Di antara lensa D/DC, Sigma membuat label EX (excellent) untuk menandakan lensa tersebut berkualitas tinggi. Salah satu contoh lensa Sigma yang bisa digunakan dan memberikan hasil foto berkualitas tinggi dengan harga yang tidak terlalu mahal adalah Sigma 24-70mm f/2.8 dan 70-200mm f/2.8 HSM II dengan kamera Nikon D700.

2. Lensa Tamron

Lensa Tamron saat ini juga memiliki koleksi yang cukup lengkap. Fokus utama Tamron tertuju pada consumer peminat fotografi awam yang menginginkan lensa praktis dengan harga relatif murah. Tamron terkenal dengan lensa-lensa sapu jagatnya. Salah satunya adalah Lensa Tamron 18-270MM F/3.5-6.5 PZD VC. Lesan sapu jagat diminati karena bisa lebar dan bisa tele, sehingga pengguna kamera DSLR tidak butuh waktu untuk mengganti-ganti lensa.

Ukuran lensa juga relatif pendek dan tidak terlalu berat. Tamron juga memiliki lensa untuk peminat fotografi serius yang mendamkan kualitas optic bagus dengan harga relatif murah. Misal, Lensa Tamron 17-50mm f/2.8 dan lensa Tamron 90mm f/2.8 Macro.

Salah satu permasalahan yang terjadi pada lensa Tamron adalah kecepatan atau fokusnya tidak cepat dan kurang sensitive. Sehingga sering gagal dalam mengunci fokus dalam keadaan tertentu seperti gelap atau kontras rendah. Namun belakangan ini Tamron mulai memakai motor fokus yang lebih cepat dan tidak bersuara. Contoh pada Lensa Tamron 70-300mm USD.

3. Lensa Tokina

Lensa Tokina tidak membuat banyak lensa. Secara umum, kualitas lensa Tokina sangat baik, apalagi beberapa tahun belakangan ini, Tokina mulai membuat lensa lebar berkualias tinggi. Tokina telah membuat berbagai versi lebar berbukaan besar seperti Tokina 11-16mm f/2.8 dan Tokina 16-28mm f/2.8.

Baca artikel yang lain mengenai Cara Menerbangkan Drone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 − four =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.