Macam-Macam Editing Video

Mengenal Macam-Macam Editing Video Sebelum Praktik Secara Langsung

Jika Anda sekolah di komunikasi tidak asing jenis video editing itu apa saja. Namun, banyak orang di luar sana yang tidak tahu apa itu jenis video editing. Pada kesempatan kali ini, akan mengulas beberapa jenis video editing. Artikel ini cocok khusus bagi Anda yang mau belajar, baik belajar otodidak, atau memang sebelumnya sudah tahu.

Di dunia hiburan, video editing sering digunakan untuk membuat film, domenter atau sekedar buat have fun, seperti vlog, youtuber atau membuat video histori instagram untuk membranding. Berikut ada beberapa jenis editing video yang perlu kamu ketahui.

Editing Kontinuitas

Editing kontinuitas disebut juga dengan continuity cutting yang digunakan untuk menyambungkan potongan video agar berkesinambungan. Sehingga dari hasil penyambungan ini menghasilan shot satu dengan shot yang lain, menjadi sebuah cerita, pesan kepada penonton. Meskipun penyambungan ini bukan bagian dari shot sebelumnya, selama video sudah berdasarkan skrip.

Editing continuitas sebagai sekuen yang berkesinambungan, sekalipun itu dari angle yang berbeda. Kuncinya adalah, gambar atau video yang diambil ada kesinambungan pergrakan gambar, cerita/pesan. Apabila kamu tidak melakukannya dengan baik, maka dampaknya terjadi perpindahan shot dan mengakibatkan jump-cut.

Jadi, editing kontinuitas mempersingkat waktu sebenarnya. Semisal, ada pemain A berjalan menuju parkir mobil berjalak 100 meter membutuh waktu sekitar 5 menit, barulah dia masuk dan menghidupkan mobil. Maka dapat disingkat dengan, si pemain A menuju mobil dan menghidupkan mobil. Jadi, dari ulasan ini, intinya sama hanya dipersingkat, meskipun ada adegan yang dipotong, tetap tidak mengubah hal penting dan tidak merubah arti pentingnya.

Sebagai catatan tambahan bagi kamu yang ingin belajar dan mengedit video menggunakan jenis cutting to continuity nih. Jadi, pastikan menggunakan establishing shot. Establishing shot berfungsi untuk menyamarkan atau menghaluskan transisi. Establishing shot ini paling sering digunakaan di adegan awal cerita dan adegan akhir cerita. Kamu juga perlu berhati-hati, jika tidak berhati-hati dapat menyebabkan disorientasi dan menyebabkan jump-cut yang membingungkan dalam ruang dan waktu.

Editing Kompilasi

Editing kompilasi disebut juga dengan compilation cutting. Editing video ini sering digunakan untuk film berita sampai film documenter, survei, laporan, suvei dan analisa dokumentasi. Video-video perjalanan juga sering menggunakan editing compilasi. Pada dasarnya, editing compilasi digunakan untuk jenis video yang bersifat snapshot. Dimana pengambilan video ini menitikberatkan untuk memberikan informasi visual dan menyenangkan.

Selain menitikberatkan pada gambar/shot juga penting menyertakan narasi yang berkesinambungan. Karena fungsi narasi sebagai pemberi kesan dan emosi pada pembaca. lain cerita jika gambar/video yang tidak diberi narasi akan terasa hambar dan mati.

Kelemahan compilation cutting terletak pada kerumitan saat penggambilan shot dan mensinkronkan dengan narasi, sesuai dengan gerakan gambar.

Editing Kontinuitas dan Kompilasi

Continuity and compilation istilah umumnya. Editing ini digunakan untuk jenis film-film cerita. Video film pada dasarnya menggunakan editing kontinuitas dapat kamu gunakan, juga menggunakan eeiting kompilasi juga dapat digunakan. Jadi, semisal kamu memiliki longshot introduksi dan terdapat sekuen editing yang melibatkan waktu dan ruang yang berkesinambungan, kamu dapat memberikan impresi. Impresi adalah terjadi komunikasi film yang diputar dengan penonton. Impresi itu semacam bumbu agar penonton ikut merasakan emosi si pemain atau video yang sedang diputar.

Point of View

Jenis editing video yang lain adalah poin of view atau editing pemandangan. Teknik editing ini fokus untuk membangun hubungan suatu tempat. Jadi tempat satu dengan tempat yang lain di shot. Sehingga shoot video memiliki frame lain di luar frame shot yang tengah diambil. Teknik editing pemandangan ini juga sering digunakan untuk film dan beberapa program acara televisi. Poin of view ini dibagi menjadi beberapa teknik, sebagai berikut.

  • Cross Cutting

Pernahkah kamu mendengar teknik cross cutting? Bagi kamu yang terbiasa didunia editing film atau acara TV pasti tahu. Bagi kamu yang belum tahu dan mencari tahu tentang jenis editing video, cross cutting merupakan editing video yang terdiri dari paralele editing. Jadi, tidak hanya ada satu parallel editing, tetapi bisa lebih dari dua kejadian dapat kamu gabungkan. Saat dihubungkan, dalam pola bolak-balik.

Selain digunakan untuk editing film, cross cutting juga dapat digunakan untuk beberapa hal, semacam berikut ini.

  1. Jika kamu ingin menaikan interest, kamu dapat menggunakan teknik cross cutting. Misalnya, shoot yang ada adegan aksi yang sedang sedang berlangsung atau suatu kejadian yang saling berkesinambungan.
  2. Membuat klimaks dalam dua aksi yang diambil dalam waktu yang bersamaan. Bisa juga digunakan untuk membuat konflik, sehingga penonton juga merasakan emosi yang sama dengan pemain atau acara yang tengah berlangsung.
  3. Mengajak penonton untuk merasakan ketegangan. Ketegangan dalam hal ini masalah yang penyebab konflik itu muncul. Misalnya, dalam acara film/drama ada adegan atau shoot yang ditampilkan ada dua kejadian secara bergantian, namun memiliki kejadian itu memiliki hubungan.
  4. Meningkatkan suspense. Salah satu kunci keberhasilan pembuatan film/acara di televisi adalah mengajak penonton betah. Misal penonton merasakan cemas saat menonton adegan tersebut, maka film yang baik dan betah di tonton adalah film yang berhasil mengajak penonton menuju kea rah klimaks.
  5. Cross cutting berfungsi untuk membandingkan objek dan peristiwa tertentu.
  6. Cross cutting yang fokusnya lebih keperjalanan dan dokementer, maka teknik ini lebih menggambarkan kontras suatu negeri/daerah yang diulas. bisa juga mengulas pada kebudayaan dan metode.
  • Cutting by Moment

Cutting by Moment digunakan untuk melakukan perpindahan gambar. Perpindahan gambar dilakukan ketika terjadi moment maupun kejadian tertentu.

  • Cutting by Scene

Sesuai dengan namannya, cutting by scene perpindahan yang didasarkan pada scene (adegan). Pemotongan ini tetap berpacu pada naskah/skrip yang mempunyai blocking.

  • Cutting by Narration

Cutting by narration ini perpindahan gambar yang mengikuti narasi naskah. Bisa juga mengikuti sang naratornya.

  • Cutting by Rhythm

Cutting by rhythm perpindahan gambar yang didasarkan pada beat dan tempo. Perpindahan ini biasannya disertai atau mengikuti ketukan, suara music (sound effect) dan bierama yang menyetarai adegan tersebut.

Intercutting Editing dan Editing Analitis

Intercutting editing disebut juga dengan editing intercut yang melakukan pemotongan video yang dilakukan secara bersamaan di tempat yang sama. Sedangkan editing analitis itu sendiri merupakan teknik editing yang melibatkan video/gambar yang memiliki ukuran yang berbeda.

Itulah jenis-jenis video editing yang perlu kamu tahu sebelum mempelajari secara teknis. Untuk teknis penggunakan jenis editing tersebut, kamu bisa belajar belajar langsung dengan video editor yang sudah berpengalaman. Karena di internet ulasannya masih terbilang sedikit. Setidaknya ulasan artikel ini memberikan gambaran dan memperkenalkan editing video. Semoga artikel ini bermanfaat.

Baca artikel yang lain mengenai Cara Membuat Video Stop MotionĀ 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 + three =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.