Lensa Zoom vs Lensa Fix

Lensa Zoom vs Lensa Fix? Pilih Sesuai Kebutuhanmu!

Sejak akhir abad ke-20, fotografi digital muncul dan mulai dikenal oleh banyak orang. Munculnya fotografi digital seiring dengan berkembangnya teknologi. Fotografi digital memberikan banyak keuntungan, antara lain hasil yang bisa didapatkan secara instan, kemudahan dalam penyimpanan dan pengolahan, dan yang terpenting biaya yang dikeluarkan cukup ekonomis. Keunggulan tersebut membuat fotografi digital semakin mudah diakses masyarakat.

Dengan berkembangnya teknologi, otomatis kemajuan internet juga ikut berkembang. Tak heran jejaring sosial, photoblog, dan berbagai macam galeri online bermunculan. Hal tersebut menjadikan fotografi menjadi sangat populer, jauh melebihi perkeriaan perintisnya saat itu. Masyarakat berlomba-lomba untuk menghasilkan foto terbaik. Maklum saja, saat ini semua orang—tanpa mengenal usia, latar pendidikan, ras, golongan, tempat tinggal, dan berbagai hal lainnya—bisa memotret yang kemudian berbagi dengan rekan atau fotografer di seluruh penjuru dunia pada waktu yang hampir bersamaan.

Di Indonesia sendiri, fotografi digital menjadi tren kurang lebih tiga tahun belakangan ini. Oleh sebab itu, pemandangan ketika orang-orang menenteng kamera sudah tidak asing lagi dilihat. Sebenarnya hal ini sudah terjadi di Indonesia sejak tahun 1980-an. Hanya saja saat itu kamera yang digunakan adalah jenis kamera film, sedangkan saat ini masyarakat sudah beralih pada kamera yang lebih canggih, yakni kamera digital.

Pengertian Fotografi

Sebenarnya apa sih fotografi itu? Fotografi atau photography berasal dari bahasa Yunani, yakni ‘photos’ yang berarti cahaya dan ‘graphe’ yang berarti menggambar. Itu artinya, fotografi berarti menggambar dengan cahaya. Zaman dulu, untuk memotret dibutuhkan proses pengoperasian cukup sulit dengan peralatan yang masih manual.

Seiring berkembangnya teknologi, perubahan pada dunia fotografi pun berangsur-angsur mengalami perubahan ke arah yang lebih baik. Step by step yang dialami pada dunia inilah yang akhirnya berhasil menciptakan fotografi digital seperti yang kamu  kenal saat ini.

Saat ini, jenis kamera yang biasa digunakan pada fotografi digital adalah kamera berjenis DSLR dan Mirrorless. Sebenarnya penggunaan kedua jenis kamera ini tidak terlalu rumit. Memotret dengan jenis kamera ini berarti kamu  harus memahami dua tahap memotret, yakni tahap Preview (ketika pengguna melihat pemandangan visual yang akan dipotret) dan tahap Capture (ketika kamera menangkap citra gambar dan menyimpannya sebagai foto pada media penyimpanan).

Cara Kerja Kamera DSLR

Kamera berjenis DSLR (Digital Single Lens Reflex) memanfaatkan satu grup lensa untuk melakukan tahap Preview dan Capture. Mekanismenya merupakan mekanisme cermin untuk mengarahkan citra visual objek yang dipotret. Objek akan masuk melalui sisi depan lensa, yang kemudian dipantulkan oleh cermin ke arah atas. Pantulan ini nantinya akan mengarah menuju prisma atau cermin segilima, lalu diteruskan pada Viewfinder (lubang incar). Lalu bagaimana dengan tahapan Capture? Pada jenis kamera ini, tahapan capture mekanismenya dengan menggerakkan cermin ke atas, bersamaan dengan membukanya bila penutup pertama yang sering disebut sebagai First Curtain. Hasilnya cahaya dari elemen lensa akan diteruskan secara langsung pada Sensor selama beberapa saat, sampai Shutter kedua bergerak menutup sensor dan mengakhiri esposure. Citra yang ditangkap tadi akan diproses oleh chip sebagai data digital dan disimpan sebagai file foto pada memori (media penyimpanan).

Cara Kerja Kamera Mirrorless

Jenis kinerja kamera Mirrorless berbeda dengan DSLR. Pada kamera ini, tidak digunakan mekanisme cermin untuk mengatur arah cahaya ke viewfinder. Cahaya masuk melalui sisi depan lensa, yakni melalui elemen-elemen optic dan pengaturan aperture, kemudian menuju sensor. Citra gambar akan ditampilkan secara langsung pada Display ataupun Electronic Viewfinder sebagai preview pengganti lubang incar. Tahap Capturenya sendiri diawali dengan menggerakkan bila penutup pertama dari mekanisme Shutter ke atas untuk menghalangi sensor. Lalu, bila shutter pertama akan membuka untuk mengawali exposure. Kemudian bila penutup akan bergerak ke bawah menutupi sensor dan mengakhiri exposure. Gambar yang diterima pada sensor saat kedua shutter terbuka inilah yang nantinya diproses chip kamera dan dipindahkan sebagai file foto pada media penyimpanan.

Lensa = Mata Kamera

Pada kamera, lensa merupakan salah satu bagian terpenting. Mengapa demikian? Sebab bentuk dan kualitas lensa serta pelapis pada permukaannya dapat membantu menentukan kualitas foto. Perpanduan elemen pada lensa juga menentukan jarak fokus dan kualiatas optik. Kamera kompok memiliki lensa built in yang sesuai dengan sensor yang berada di belakangnya. Sayangnya kamera model ini memiliki berbagai keterbatasan soal lensa dibandingnya dengan lensa yang dapat diganti, misal pada kamera DSLR.

Area pandang yang bisa dihasilkan pada lensa bisa sangat beragam. Misal pada lensa wide angel untuk mengabadikan pemandangan luas, atau lensa telefoto untuk mengabadikan objek jauh. Inilah mengapa berbagai lensa banyak diciptakan bagi pengguna kamera DSLR.

Lalu, bagaimana cara memilih lensa yang tepat? Setiap lensa pasti dilabeli sesuai dengan jarak fokus antara lensa dan gambar dalam millimeter, yang terbentuk pada sensor kamera digital ketika difokuskan dengan tajam pada jarak tidak terbatas. Misal, 18mm sampai 55mm. Oleh sebab itu, kamu  perlu mencermati nilai ini sebelum menentukan lensa yang tepat pada kamera yang dimiliki. Lensa merupakan bagian yang akan menentukan sudut pandang, seluas apa pandangan lensa, dan area mana saja dari objek yang akan diabadikan.

Pada prinsipnya, pilihan lensa harus ditentukan sesuai dengan gaya fotografi yang kamu  inginkan. Apalagi dipasaran tersedia banyak sekali pilihan. Jadi, jangan sampai bingung karena banyaknya pilihan. Kamu harus memahami bahwa pemilihan lensa harus kompatibel dengan lens mount kamera. Jangan membeli lensa Canon lalu memasangkannya pada kamera Sony. Begitu sebaliknya. Oleh sebab itu, dalam membeli lensa harus sesuai dengan merek kamera yang dibeli.

Lensa Zoom vs Lensa Fix

Jika dilihat dari mekanismenya, lensa dibagi menjadi dua yakni lensa zoom dan lensa fixed. Lensa zoom adalah lensa yang memiliki rentang panjang fokus 18-55mm atau 80-200mm. Sementara lensa fixed adalah lensa yang memiliki panjang fokus tetap, misal lensa 50mm atau 30mm.

Biasanya kamera DSLR sudah dilengkapi dengan lensa kit berupa lensa zoom. Lensa ini sangat cocok dengan berbagai macam kondisi, sebab jarak fokusnya setara dengan zoom optik 3x pada model yang paling kompak. Sehingga jangkauannya meliputi wide angle menengah hingga telefoto pendek, dengan jarak fokus 18-55mm atau 18-70mm. Jika bingung ingin memilih lensa wide atau tele, sebaiknya gunakan saja keduanya. Kamu bisa menambahkan lensa zoom kedua yakni jangkauan 70-200mm, sehingga kamu bisa melihat objek lebih dekat.

Lensa fixed sendiri biasa juga disebut sebagai lensa prime. Pada lensa ini, optik cenderung berkualitas tinggi dibanding dengan lensa zoom sebab optiknya didesain untuk dibiaskan pada tujuan tertentu, bukan didesain untuk menangkap semua pemandangan yang ada di hadapannya. Selain itu, lensa prime juga memiliki kecepatan tinggi karena mampu menyediakan apertur lebar maksimal.

Baca artikel yang lain mengenai Tips Merekam Video

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − 11 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.