Lensa Untuk Foto Landscape

Pilihan Lensa Untuk Foto Landscape

Dunia fotografi saat ini sudah menjadi dunia yang umum bagi setiap orang seiring dengan berkembangnya dunia digital dan media sosial. Setiap orang yang aktif di media sosial berlomba – lomba memajang foto-foto apik di akun media sosialnya, mulai dari swafoto hingga foto-foto landscape indah yang ada di Indonesia. Untuk menghasilkan foto yang indah, seorang fotografer haruslah memahami teknik-teknik dasar fotografi, termasuk memilih lensa yang tepat untuk berbagai kondisi cahaya dan lokasi pengambilan foto.

Suatu objek yang indah seperti sebuah landscape alam atau bangunan, jika dibidik dengan menggunakan lensa yang kurang tepat malahan akan menjadi foto landscape yang biasa saja. Para fotografer pemula kadang kurang memahami perbedaan berbagai macam lensa serta memilih lensa yang tepat untuk foto-foto landscape. Pada artikel kali ini akan dibahas pilihan lensa untuk foto landscape yang tepat agar bisa menghasilkan foto yang luar biasa.

Lensa Wide-Angle (Lensa Sudut Lebar)

Lensa wide-angle merupakan lensa yang paling sering digunakan untuk keperluan foto landscape. Lensa ini mampu menangkap bidang yang luas tanpa ada distorsi efek lengkung pada hasil akhirnya karena ada kaca aspherical pada tepi-tepi lensa sehingga hasil gambarnya lurus. Kemampuan inilah yang membuat para fotografer banyak memilih lensa ini untuk melakukan pengambilan gambar landscape.

Lensa wide-angle juga memiliki berbagai macam jenis yang secara umum dibagi menjadi dua yaitu lensa wide-angle, lensa ultra wide-angle serta lensa super-wide yang memiliki kemampuan menangkap gambar dalam bidang sangat luas. Masing-masing lensa sudut lebar tersebut meski sama-sama memiliki kemampuan menangkap area landscape yang luas, namun bidang tangkapnya berbeda menurut ukuran lensa masing-masing.

Jika ingin membidik foto landscape yang sangat luas seperti pegunungan atau kawasan danau, bisa digunakan lensa ultra wide-angle atau super-wide. Contoh lensa wide-angle yang beredar di pasaran seperti lensa zoom wide-angle EF-S10-22mm f/3.5-4.5 USM dari Canon atau lensa dari Fujifilm XF 10-24 mm.

Pengambilan gambar dengan menggunakan lensa sudut lebar juga membutuhkan teknik tersendiri. Meski lensa sudut lebar dapat menangkap objek landscape secara utuh, namun jika pengaturan modus kameranya kurang tepat, foto yang dihasilkan pun menjadi tidak maksimal. Pengaturan umum yang digunakan untuk mengambil gambar landscape yang tajam sekaligus menarik adalah gunakan kecepatan ISO rendah jika cahaya terang dan sebaliknya gunakan kecepatan ISO semakin tinggi jika cahaya redup. Sedangkan aperture atau bukaan diafragma lensa diatur pada posisi rendah atau kecil, seperti f/8 atau f/22. Jika pengaturan tidak dilakukan dengan benar maka akan menjadi hal yang amat disayangkan karena lensa yang digunakan sudah tepat.

Lensa Fish-Eye

Pilihan lensa untuk foto landscape berikutnya adalah lensa fish-eye atau lensa mata ikan. Lensa ini disebut mata ikan karena hasil akhir foto jika kita menggunakan lensa ini terdapat distorsi berupa pinggiran gambar yang berbentuk cembung, mirip mata ikan. Hal ini dikarenakan lensa fish-eye tidak memiliki kaca aspherical pada tepi-tepinya sehingga hasil akhir foto terdistorsi menjadi tepi yang cembung. Kelebihan lensa ini dapat menangkap gambar hingga sudut 180 derajat dengan bidang yang sangat lebar. Lensa fish-eye bisa digunakan untuk mengambil foto landscape luas serta hasil akhir yang unik.

Sebagian fotografer tidak menyukai hasil cembung pada foto lensa fish-eye karena jika lensa ini tidak digunakan dengan baik, hasil foto cembung yang dihasilkan malah tidak sedap dipandang dan kurang artistik. Lensa ini sangat cocok jika digunakan untuk pengambilan gambar landscape berupa bangunan arsitektur yang unik jika ada efek cembung pada hasil akhir fotonya. Untuk fotografer pemula yang belum memiliki naluri tajam untuk menghasilkan foto cembung memang harus berhati-hati saat menggunakan lensa ini. Fotografer pemula dapat melakukan pengambilan gambar berkali-kali untuk menemukan komposisi yang tepat saat menggunakan lensa fish-eye. Sudut pengambilan gambar yang berbeda juga dapat menghasilkan foto cembung yang berbeda pula.

Lensa Standar

Lensa standar adalah lensa yang disertakan saat kita membeli kamera, biasanya lensa ini merupakan paket standar dari kamera kit yang disediakan para produsen kamera. Lensa standar ini sebenarnya juga sudah mempunyai performa yang baik untuk mengambil gambar di berbagai situasi dan kondisi. Jika fotografer belum mampu membeli lensa tambahan, lensa standar ini dapat digunakan untuk melakukan pengambilan gambar landscape dengan pengaturan kecepatan ISO dan aperture yang tepat. Contohnya lensa standar 50 mm dengan aperture f/1.8 dapat menjadi lensa untuk foto landscape yang baik. Pengaturan kecepatan ISO dan aperture yang tepat menjadi kunci penggunaan lensa standar dalam pengambilan foto landscape.

Lensa Telephoto (Lensa Jarak Jauh)

Lensa jarak jauh atau lensa telephoto biasa digunakan untuk mengambil foto dengan objek yang sangat jauh dari posisi fotografer. Lensa ini banyak digunakan oleh fotografer alam liar dengan objek foto hewan-hewan liar ganas seperti singa atau fotografer yang ingin mengabadikan sebuah landscape yang cukup berbahaya lokasinya. Melalui lensa ini, fotografer bisa melihat objek yang jauh menjadi lebih dekat sehingga tidak perlu mendekat dan membahayakan nyawa dari fotografer. Lensa tele juga banyak digunakan untuk melakukan pengambilan gambar langit dan bintang di malam hari.

Kadangkala lensa ini mampu menangkap objek-objek angkasa di galaksi bima sakti, serta berbagai fenomena alam di langit seperti aurora borealis di daerah kutub atau momen gerhana bulan di malam hari. Luar biasa, bukan? Harga lensa telephoto memang kebanyakan dipatok dengan harga yang mahal dan kadang tidak terjangkau oleh kantong para fotografer pemula. Namun tidak usah risau karena fotografer pemula dapat menggunakan lensa jenis lain yang lebih terjangkau.

Berbagai pilihan lensa untuk foto landscape yang telah dijelaskan diatas bisa menjadi bahan rujukan bagi fotografer pemula yang ingin mendalami atau lebih tertarik menjadi fotografer spesialis foto landscape. Saat ini telah dijual berbagai jenis dan merek lensa-lensa yang dapat dipilih untuk keperluan foto landscape. Para fotografer pemula yang belum memiliki banyak dana untuk membeli lensa, bisa menggunakan lensa standar bawaan saat membeli kamera baru untuk pengambilan gambar landscape.

Namun jika sangat menginginkan sebuah lensa wide-angle untuk keperluan pengambilan gambar landscape, fotografer bisa membeli lensa bekas pakai yang masih layak. Selalu ingat untuk melakukan pengecekan kondisi serta fungsi lensa sebelum membeli lensa bekas pakai. Sebaiknya lakukan pembelian langsung jika ingin menggunakan lensa bekas pakai ketimbang pembelian secara daring karena rawan terjadi kerusakan saat pengiriman atau barang yang memang tidak dalam kondisi baik.

Para fotografer pemula juga sebaiknya banyak berlatih menggunakan berbagai jenis lensa agar dapat mengetahui lensa mana yang paling cocok untuk pengambilan gambar landscape. Seperti kata pepatah: practice makes perfect, hal itu berlaku pula di dunia fotografi

Baca artikel yang lain mengenai Kegunaan Tripod

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 − ten =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.