Lensa Sudut Lebar

Lensa Wide Angle, Lensa Sudut Lebar dengan Hasil Foto Fantastis!

Banyak orang berpikir kalau memilih kamera berikut sistemnya tergolong sulit. Sebenarnya pernyataan tersebut keliru. Mengapa? Sebab memilih lensalah yang jauh lebih sulit. Lensa memang sudah tersedia banyak dipasaran. Mulai dengan harga dan variasi beragam. Ditambah dengan hadirnya perusahaan pihak ketiga yang turut menyediakan banyak pilihan lensa alternatif.

Lantas, bagaimana cara memilih lensa yang baik? Setelah kamu selesai memilih kamera, memillih lensa yang tepat untuk dipakai jelas lebih sulit sebab banyaknya pilihan dengan harga yang sangat bervariasi. Jadi, saat memilih lensa, kamu harus mempertimbangkan banyak hal, di antaranya:

1. Kualitas

Setiap produsen lensa berlomba-lomba membuat lensa dalam berbagai kelas. Berdasarkan kualitasnya, lensa dibagi menjadi beberapa kelas, yakni standar, menengah, dan kualitas tinggi. Lensa dengan kualitas standar adalah lensa yang paling murah, memiliki kualitas fisik dan foto tidak terlalu baik. Lensa standar biasanya sudah dipaket dengan kamera pemula dan menengah. Beberapa merek yang dikeluarkan oleh produsen lensa, mereka juga memberikan lebel pada lensa berkualitas tinggi. Misal pada lensa Canon dibelikan lebel L dan cincin berwarna merah pada fisik lensa. Sigma memberikan lebel EX, Nikon memberikan cincin berwarna emas pada lensanya.

2. Jarak Fokus

Jarak fokus disebut juga dengan focal length. Bagian ini termasuk salah satu faktor penting dalam memilih lensa. Jarak fokal yang lebar akan memiliki sudut pandang besar(wide angle), sedangkan jarak fokal panjang memiliki sudut pandang sempit (telefoto).

3. Aperture (Bukaan)

Bukaan maksimum pada lensa sangat menentukan berapa banyak cahaya yang bisa masuk menerangi sebuah foto dan termasuk salah satu hal penting jika kita banyak membuat foto pada kondisi cahaya yang minim. Bukaan maksimum juga mampu memudahkan kita untuk membuat latar belakang blur. Sebagian lensa memiliki bukaan yang relatif kecil dan bervariasi tergantung dari rentang fokalnya.  Lensa yang maksimum bukaannya besar lebih baik daripada yang kecil, namun semakin besar bukaan lensa, biasanya semakin mahal dan ukurannya semakin besar pula.

4. Peredam Getar

Peredam Getar disebut juga Image Stabilization. Fitur ini penting untuk meredam getaran yang ditimbulkan tangan saat memotret. Semakin jauh rentang fokal lensa, semakin penting Image Stabilization. Di dalam sistem kamera Pentax, Olympus, Sony Alpha, sudah terpasang peredam getar, jadi kita tidak perlu khawatir lagi dengan fitur lensa yang satu ini.

5. AF Speed

Kecepatan dan keakuratan autofocus sangat penting bagi fotografer olahraga, aksi, dan hewan liar. Biasanya lensa yang memiliki kecepatan autofocus tinggi pasti memiliki motor fokus cepat. Pada Canon terdapat USM (Ultra Sonic Motor), pada Nikon ada SWM (Silent Wave Motor), pada Sigma ada HSM (Hypersonic Motor). Motor fokus ini mampu memastikan kecepatan fokus lensa. Banyak juga lensa yang tidak memiliki motor fokus. Lensa semacam itu tergantung dari badan kamera untuk memutarnya, misalnya Nikon AF-D. Biasanya semakin canggih kameranya, semakin cepat auto fokusnya.

6. Third Party

Lensa tidak hanya diproduksi oleh produsen kamera, namun juga diproduksi oleh pihak ketiga seperti Sigma, Tokina, Tamron, Samyang, dan lain-lain. Produsen pihak ketiga ini membuat lensa yang bisa dipakai pada kamera Nikon, Canon, Sony, dan masih banyak lainnya. Sebagian besar lensa buatan pihak ketiga dibuat lebih murah daripada lensa buatan produsen kamera. Kualitas dan fiturnya tentu saja bervariasi. Agar hemat, pilihlah lensa dari produsen pihak ketiga. Namun pastikan garansinya cukup panjang dan lengkap.

7. Weather Sealing

Jika kamu suka outdoor dan fotografi pada cuaca ekstrim, maka lensa yang memiliki fitur weather sealing merupakan sebuah keharusan. Lensa weather seal sudah dilindungi dari air dan debu.

Lensa Wide Angle

Jarak fokus yang lebih pendek dan sudut pandang lebih lebar daripada lensa standar membuat lensa wide angel lebih banyak digunakan oleh fotografer lanskap dan jurnalis. Mengapa demikian? Karena sebagian besar kamera DSLR membutuhkan jarak fokus yang lebih pendek untuk mendapatkan area pandang yang ekuivalen jika tidak memiliki sensor full frame. Saat ini telah tersedia berbagai jenis lensa wide angel dengan sudut lebar, mulai dari lensa fish eye 8mm yang mampu membuat efek objek yang unik hingga lensa 28mm. Karena keunggulannya itu, lensa wide angel pun kian efektif dan popular digunakan.

Adapun beberapa pilihan lensa dari vendor lensa dan kamera, antara lain:

  • Nikon 14-24mm f/2.8G ED (1.7x) AF-S.
  • Canon 10-22mm f/3.5 – 4.5 USM EFS.
  • Laowa 15mm f/4 Wide Angel  1:1 Macro Lens for Sony.
  • Sony 11-18mm f/4.5 – 5.6 DT.
  • Sony Sel 20mm f2.8 Wide Angel Lens.
  • Olympus 11-22mm f/2.8 – 3.5.
  • Voigtlander 15mm f5.5 E-Mount Super Hide Heliar Aspherical Lens.
  • Signa 12-24mm F4 – 5,6 Ex DG.
  • Samyang 16mm f2.0 Wide Angel for Canon.

Lensa wide angel juga sering disebut sebagai lensa sudut lebar. Artinya, lensa ini bermakna lebar. Lebar di sini bermaksud cakupan sudut gambar yang begitu luas. Jadi, lensa ini mampu memasukkan area luas dalam satu foto. Adapun fungsi dari lensa wide angel, antara lain:

  1. Mampu menangkap objek luas meskipun dalam jarak dekat atau ruang kecil.
  2. Memberikan sudut pandang lebih luas dibanding penggunaan lensa standar ataupun lensa lainnya.

Lensa Wide Angle juga memberikan beberapa pilihan focal length, mulai dari Medium Wide Angel hingga Extreme Wide Angle. Medium Wide Angel mampu memberikan sudut pandang lebih lebar dibanding normal, sedangkan Extreme Wide Angle mampu mengabadikan landscape selebar pandangan mata manusia.

Salah satu ciri dari lensa Wide Angle adalah ukuran objek yang berubah menjadi lebih kecil dibanding ukuran sebenarnya. Sehingga jika menggunakan lensa ini, kamu dapat memotret lebih banyak orang yang berjejer dibanding dengan menggunakan lensa standar. Oleh sebab itu, semakin pendek jarak fokus, maka akan semakin lebar pandangannya. Berapa harga lensa Wide Angle? Tergantung merek dan tipenya. Biasanya mulai dibandrol dengan harga empat jutaan hingga belasan juta.

Anatomi Lensa

Apa saja anatomi lensa itu? Anatomi lensa terdiri dari: ulir filter, cincin zoom, cincin fokus, nama lensa, mounting lensa, angka jarak fokus, saklar pengganti mode fokus, dan indikator jarak fokus. Pada sebagian lensa terdapat VR/IS yang bertujuan untuk meredam getar. Pada sebagian lensa juga mampu membatasi jarak fokus terdekat sekaligus terjauh.

Adakah Lensa yang Sempurna?

Tentu banyak di antara kita yang mendambakan lensa yang sempurna. Padahal tidak ada lensa yang diciptakan dengan sempurna. Jika perancang lensa berusaha untuk membuat lensa dengan kategori bagus, misal bukaan besar, rentang zoom jauh, dan kualitas bagus, maka harga lensa akan sangat tinggi dan ukuran lensa bisa sangat besar sekaligus berat.

Itulah mengapa perancang lensa membuat batasan-batasan seperti harga lensa dan ukuran lensa dalam batas wajar. Hal itulah yang mengakibatkan kita sebagai pengguna kamera DSLR membutuhkan lebih dari satu lensa.

Baca artikel yang lain mengenai Teknik Fotografi Malam Hari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − 10 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.