Fotografi Travelling

Tips Memilih Aksesoris Kamera Untuk Fotografi Travelling

Sebenarnya apa sih fotografi itu? Fotografi atau photography berasal dari bahasa Yunani, yakni ‘photos’ yang berarti cahaya dan ‘graphe’ yang berarti menggambar. Itu artinya, fotografi berarti menggambar dengan cahaya. Zaman dulu, untuk memotret dibutuhkan proses pengoperasian cukup sulit dengan peralatan yang masih manual. Seiring berkembangnya teknologi, perubahan pada dunia fotografi pun berangsur-angsur mengalami perubahan ke arah yang lebih baik. Step by step yang dialami pada dunia inilah yang akhirnya berhasil menciptakan fotografi digital seperti yang kamu kenal saat ini.

Saat ini, jenis kamera yang biasa digunakan pada fotografi digital adalah kamera berjenis DSLR dan Mirrorless. Sebenarnya penggunaan kedua jenis kamera ini tidak terlalu rumit. Memotret dengan jenis kamera ini berarti kamu  harus memahami dua tahap memotret, yakni tahap Preview (ketika pengguna melihat pemandangan visual yang akan dipotret) dan tahap Capture (ketika kamera menangkap citra gambar dan menyimpannya sebagai foto pada media penyimpanan).

Jenis Fotografi 

Dalam perkembangannya, dunia fotografi terbagi atas beberapa jenis fotografi. Misalnya landscape, portrait, wedding, travelling, still life, street fotografi, dan masih banyak lainnya.

Tentunya setiap jenis fotogafi memiliki masalah dan tantangan yang berbeda satu sama lain. Untuk mendapatkan hasil maksimal, diperlukan perlengkapan dan aksesoris kamera yang memadai. Setiap jenis fotografi pasti memiliki perlengkapan yang berbeda pula. Kali ini akan dibahas seputar seluk beluk perlengkapan dan aksesoris dalam melakukan fotografi traveling.

Fotografi Traveling

Fotografi travelling atau disebut juga fotografi jalan-jalan merupakan salah satu jenis fotografi yang harus mampu merekam suatu daerah dengan pemandangan, orang-orang, serta budaya setempat. Travel fotografi merupakan suatu jenis fotografi yang cukup populer sebab sebagian besar dari kita sangat mencintai jalan-jalan dan selalu ingin mendokumentasikan apa yang dilihat dan dialami.

Ada beberapa strategi untuk menikmati dan mendokumentasikan perjalanan yang dilalui. Misal dengan menggunakan peralatan fotografi yang sangat ringan, sehingga kita bisa menikmati perjalanan tanpa terbebani peralatan yang berat. Atau dengan menggunakan peralatan yang tidak terlalu besar dan berat, namun kualitas yang dihasilkan maksimal. Cara lain dengan fokus pada kualitas foto, yakni dengan menggunakan peralatan berkualitas tinggi namun cukup besar dan berat.

1. Gunakan Kamera Prosumer

Kamera prosumer memiliki range zoom panjang dengan ukuran yang relatif lebih kecil bila dibandingkan dengan kamera DSLR, sehingga idel buat orang yang tidak ingin terbebani dengan peralatan. Dengan lensa zoom yang lebar dan panjang, kamera ini bisa dipakai memotret apa saja, baik yang dekat maupun yang jauh sekali.

Kekurangan kamera ini adalah ukuran sensornya yang kecil, kurang lebih seperti kamera saku. Tak heran jika malam tiba, atau saat berada pada lingkungan gelap, agak menantang untuk mendapatkan kualitas foto tinggi.  Untuk memastikan foto tetap berkualitas tinggi, kita bisa menggunakan tripod sehingga kita bisa menggunakan iso rendah tanpa menimbulkan blur.

2. Gunakan Kamera DSLR Pemula atau Kamera Tanpa Cermin

Kamera DSLR memiliki ukuran sensor lebih besar, yang otomatis kualitas foto secara teknis akan jauh lebih baik. Kamera DSLR terdiri dari beberapa jenis, yakni ada yang untuk pemula (biasanya ringan), dan ada untuk profesional (berukuran besar dan berat).

Bagi yang tidak ingin terbebani kamera dan lensa yang terlalu berat dan besar, namun ingin menghasilkan foto yang kualitasnya di atas kamera saku, maka sangat dianjurkan untuk membawa kamera DSLR pemula yang relative ringan dan kecil. Saat ini sudah banyak sistem kamera berukuran lebih kecil dari kamera DSLR namun memiliki sensor gambar yang sama seperti kamera DSLR. Sistem inilah yang bisa dijadikan alternatif yang sangat baik.

3. Gunakan Kamera DSLR Full Frame

Kamera DSLR untuk profesional, terutama dengan sensor besar (full frame) memiliki kemampuan membuat foto dengan kualitas yang sangat baik secara teknis meski pada kondisi cahaya yang kurang baik. Kamera semacam ini juga tahan banting.

Lensa yang Digunakan untuk Fotografi Traveling

Bagaimana cara memilih lensa untuk fotografi traveling?

  1. Lensa lebar sangat cocok untuk foto pemandangan, orang-orang, lingkungan, budaya, dan sebagainya. Lensa lebar mampu memberikan kesan dimensi dan memaksa kita untuk lebih dekat dengan subjek foto. Dengan lebih dekat dengan subjek foto, jadi tidak terasa asing bagi subjek dan oleh sebab itu kita bisa mendapatkan foto yang lebih alami.
  2. Lensa telefoto zoom dapat digunakan jika subjek foto sangat jauh dari kita dan sangat tidak memungkinkan bagi kita untuk mendekatinya. Misalnya ketika kita berada di dalam sebuah perahu atau tengah duduk menikmati pertunjukan seni. Lensa telefoto juga baik digunakan untuk foto portrait sebab dengan fokal lensanya yang panjang, membuat latar belakang lebih mudah.
  3. Lensa 50mm berbukaan besar biasanya digunakan untuk foto portrait. Dengan bukaan besar, mampu mempermudah fotografer dalam mengisolasi subjek. Bukaan besar juga membantu kondisi cahaya yang kurang bersahabat. Sudut pandang lensa 50mm kurang lebih sama dengan sudut pandang mata manusia, sehingga foto yang dihasilkan pun terlihat lebih alami.

Aksesoris Pendukung dalam Fotografi Traveling

  1. Tiga baterai kamera dan charger. Hal ini dibutuhkan supaya bisa memotret dari pagi hingga malam.
  2. Kartu memori. Misal 32Gb. Jika format penyimpananmu RAW, biasanya foto yang dihasilkan akan menguras media penyimpanan. Itulah mengapa diharuskan bagi fotografer untuk siap sedia dalam memindahkan foto ke notebook ataupun laptop.
  3. Tripod. Tripod adalah alat yang digunakan untuk menyangga kamera. Dengan adanya tripod, kamera tidak akan bergerak ketika proses memotret (dalam waktu membuat foto) dengan exposure lambat. Tripod juga sangat baik digunakan ketika cuaca tengah gelap, misal dalam ruangan kuil, pemandangan, hutan, air terjun, dan sebagainya.
  4. Rocket Circular Polarizer dan ND8. Alat ini sangat membantu dalam foto air terjun dan membuat langit lebih biru jika posisi sinar matahari yang didapatkan sangat pas.
  5. Flash Eksternal. Ketika kondisi cahaya rendah dalam ruangan (indoor) atau pada malam hari, flash built in yang terdapat pada kamera tidak akan mencukupi. Saat itulah dibutuhkan pentingnya kehadiran External Flash untuk memberikan pencahayaan yang baik.
  6. Topi. Hal ini bertujuan untuk melindungi fotografer dari sengatan sinar matahari dan hujan rintik-rintik.
  7. Payung, jas hujan plastic, atau rain cover. Dapat digunakan supaya fotografertetap bisa memotret di saat hujan tiba.
  8. Ransel foto yang bertujuan untuk menyimpan semua peralatan foto saat tidak digunakan.
  9. Ikat pinggang dan kantong tempat lensa atau aksesoris, supaya fotografer bisa mengambil dan mengubah lensa dengan mudah dan cepat.
  10. Spider holster, pengait kamera. Pada saat yang tepat, kamera bisa dikaitkan pada leher supaya tangan bisa beristirahat dari beban.

So, ready untuk melakukan travel fotografi?

Baca artikel yang lain mengenai Teknik Pengambilan Video Dengan Android

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 5 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.