Fotografi Still Life

Pentingnya Penggunaan Lighting dalam Fotografi Still Life

Ada banyak jenis kamera yang kini beredar di pasaran, mulai dari kamera saku, kamera prosumer, DSLR Low Leel, DSLR High Level, bahkan sampai dengan jenis kamera Digital Back. Dalam dunia fotografi, ada berbagaia macam bidang fotografi sekaligus cabangnya yang semakin digemari oleh para pecinta fotografi. Salah satu cabang yang diminati adalah fotografi Still Life. Mengapa dikatakan fotografi Still Life? Pemotretan Still Life adalah pemotretan benda mati yang menjadikan foto tersebut tampak lebih hidup dan bermakna.

Saat ini sudah semakin banyak fotografer yang menjadikan pemotretan ini bukan hanya sekadar hobi, namun mengarah pada pemotretan komersial. Salah satu penyebabnya adalah banyaknya perusahaan yang membutuhkan jasa fotografer andal untuk mengiklankan produknya. Hal ini menjadi salah satu peluang yang bagus bagi para fotografer untuk mengembangkan sayapnya dan terjun ke dalam dunia fotografi komersial.

Still Life sendiri identik dengan dunia fotografi komersial dan advertising. Pemotretan Still Life adalah dengan menciptakan sebuah gambar dari benda atau objek mati terlihat lebih hidup, segar, jika makanan maka makanan itu bisa terlihat hangat, dingin, atau lembut. Still berarti benda diam atau mati, sedangkan life berarti hidup dan memberikan konteks ‘tampak hidup’.

Sebuah gambar yang ingin dihasilkan dalam pemotretan Still Life harus komunikatif, sebab pemotretan ini bukan hanya memindahkan objek ke dalam bingkai kamera, namun dengan tujuan mencapai hasil akhir foto lebih artistic dan bermakna. Seorang fotografer Still Life harus bisa mengeluarkan emosi dalam melakukan pemotretan, sekaligus mencari ide-ide kreatif agar mampu menghasilkan foto unik dan mengagumkan.

Semua kamera bisa digunakan untuk pemotretan Still Life. Yang membedakannya adalah untuk keperluan pemotretan Still Life seperti apa kamera tersebut bisa digunakan. Adapun pilihan lensa yang bisa digunakan pada pemotretan Still Life adalah: Kamera Compact atau Kamera Pocket, Kamera DSLR, dan Kamera Digital Back. Saat ini, kamera DSLR lah yang lebih populer digunakan. Sedangkan pilihan lensa yang bisa digunakan adalah lensa Wide, Tele (baik zoom ataupun fix), dan lensa Makro. Sebenarnya apapun jenis lensanya, pastikan dulu dengan konsep pemotretan Still Life yang akan dilakukan. Apalagi pemotretan Still Life untuk iklan, pastikan konsep sudah sesuai dengan permintaan klien. Jadi, idealnya pemilihan lensa disesukan dengan tema pemotretan yang akan dibuat dengan mempertimbangkan hasil akhir dari pemotretan hasil akhir dari pemotretan Still Life itu sendiri.

Pemotretan Still Life bisa dilakukan di dalam ataupun luar ruangan. Semuanya kembali pada yang namanya konsep pemotretan. Untuk melakukan pemotretan ini, dibutuhkan alat pendukung untuk memulainya. Salah satunya adalah lighting.

Lighting

Lighting sangat pending dalam setiap pemotretan Still Life. Bahkan bisa disebut bahwa cahaya adalah segalanya bagi dunia fotografi. Mengapa cahaya sangat penting? Karena cahaya bisa memberikan hasil bagus tidaknya pada foto yang diambil. Pada pemotretan sederhana, kita bisa menggunakan bantuan cahaya matahari atau natural light. Namuan pada pemotretan Still Life yang menginginkan efek pencahayaan yang berbeda-beda, kita bisa menggunakan cahaya buatan atau artificial light. Keuntungan dari penggunaan cahaya buatan adalah besar kecilnya cahaya bisa dikendalikan sesuai dengan konsep pemotretan.

Cahaya Alami dari Sinar Matahari (Natural Light)

Pada pemotretan Still Life, cahaya alami bisa didapatkan melalui cahaya matahari. Cahaya matahari bisa diperoleh dari luar dan dalam ruangan dengan memanfaatkan cahaya yang masuk melalui jendela atau celah lainnya. Memanfaakan sinar matahari pada pagi dan sore hari sangat baik untuk pemotretan Still Life sebab jatuhnya cahaya pada waktu tersebut sangat lembut.

Cahaya Buatan (Artificial Light)

  • Lampu Studio

Lampu Studio merupakan cahaya pengganti dari cahaya matahari yang fungsinya sama sebagai sumber cahaya. Hanya saja lampu studio dapat kita atur dan geser serta ditempatkan sesuai dengan keinginan. Pada lampu flash studio terdapat lampu model yang bentuknya seperti bohlam biasa yang terus menyala pada saat lampu flash studio dihidupkan dan secara umum menghasilkan warna kekuningan. Fungsi dari lampu tersebut adalah sebagai petunjuk agar kita mengetahui jumlah jatuhnya bayangan pada benda yang akan difoto dan sebagai bantuan agar kamera tidak dapat fokus.

  • Lampu LED

Lampu LED adalah lampu yang mirip dengan senter dan biasanya digunakan untuk pengambilan gamar pada videographer dan dapat juga digunakan sebagai sumber cahaya dalam pemotretan.

  • Lampu Flash External atau Lampu Blitz

Fungsi dari lampu flash external atau lampu blitz kurang lebih sama dengan lampu studio yaitu menggantikan cahaya matahari. Hanya saja pada jenis ini lampu tidak memiliki lampu model.

  • Lampu Belajar

Disebut sebagai lampu belajar sebab pada umumnya lampu jenis ini bisa digunakan untuk menemani kita belajar. Namun lampu jenis ini digunakan hanya sebagai alternatif murah untuk dijadikan sumber cahaya.

Flash External

Ketika kondisi cahaya rendah dalam ruangan (indoor) atau pada malam hari, flash built in yang terdapat pada kamera tidak akan mencukupi. Saat itulah dibutuhkan pentingnya kehadiran External Flash untuk memberikan pencahayaan yang baik. berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih Flash External:

1. Kepala Flash yang Bisa Diarahkan

Kelemahan utama pada flash builtin adalah hanya bisa menghadap ke depan. Hal ini dapat diatasi dengan penggunaan flash external yang mampu diarahkan ke samping maupun ke atas. Salah satu penggunaanya adalah ketika dilakukannya proses bouncing (pencahayaan).

2. Power yang Cukup

Istilah untuk power pada flash adalah Guide Number (GN). Semakin besar power, maka akan semakin kuat flash externalnya. Apabila kamu ingin menggunakan flash untuk jarak objek lebih jauh, pilihlah flash dengan GN lebih tinggi. Selain GN, yang perlu diperhatikan adalah fitur rechargetime, yakni waktu yang diperlukan flash untuk mengisi kembali power yang telah kosong. Fitur ini sangat penting untuk pemotretan yang berlangsung cepat, seperti modeling ataupun dokumentasi acara.

3. Perlu tidaknya Fitur TTL

TTL atau Through the Lens berarti pengukuran cahaya yang dilakukan melalui lensa kamera. Flash yang dilengkapi dengan fitur TTL dipastikan mampu mengatur secara otomatis intensitas cahaya yang dilepaskan, dengan memperhitungkan hasil pengukuran cahaya yang diperoleh melalui lensa kamera. Fitur ini sangat membantu bagi kamu yang sering memotret dengan flash pada skenari yang tidak stabil (berubah-ubah), misal ketika meliput suatu acara.

Menggunakan merek lampu flash dari produsen kamera akan memaksimalkan kinerja flash, namun jika budget terbatas, kamu juga bisa menggunakan produk 3nd Party. Untuk itu pastikan terlebih dahulu kompotibbilitas flash dengan kamera, dan juga berbagai fitur yang ditawarkan. Disarankan juga baterai untuk melengkapi flash external, sebab baterai rechargeable mampu untuk menghemat biaya operasional, sekaligus berkontribusi positif terhadap lingkungan.

Baca artikel yang lain mengenai Teknik Pengambilan Video Dengan Android

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × five =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.