Foto Supermoon

Tips Mengambil Foto Supermoon Dengan Hasil Memuaskan

Fenomena supermoon tergolong langka. Fenomena ini terjadi karena orbit bulan mendekati bumi, sehingga bulan terlihat lebih besar dan lebih terang daripada biasanya. Seperti yang diketahui orbit bulan tidak berbentuk lingkaran sempurna. Akan tetapi lebih berbentuk oval, sehingga kadang-kadang bulan mendekati bumi.

Momen langka ini tak boleh dilewatkan oleh para fotografer. Termasuk Anda yang baru belajar tentang fotografi. Bahkan fenomena ini tidak hanya bisa diabadikan menggunakan kamera DLSR, tetapi juga bisa menggunakan kamera pocket bahkan kamera smartphone.

Ketika supermon berlangsung banyak orang berbondong-bondong mengabadikannya. Namun tidak sedikit dari mereka yang kecewa, lantaran hasil foto yang didapat tidak sama dengan pengelihatan mata telanjang. Di sinilah kuncinya, jangan sampai tertipu dengan pengelihatan mata. Meskipun terlihat besar, akan tetapi hasilnya belum tentu sama. Bisa jadi hanya titik kecil berwarna putih. Bisa dibilang mirip lampu penerangan jalan.

Berikut ini adalah tips bagaimana mengabadikan fenomena langka tersebut. Bukan hanya menggunakan kamera DLSR, Anda juga bisa memanfaatkan kamera smartphone Anda asal memiliki settingan manual.

Tips ini patut Anda coba, apalagi supermoon adalah fenomena langka. Jangan sampai sudah menunggu lama namun hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan harapan.  Sebab memotret supermoon tidak bisa hanya asal, akan tetapi ada tips untuk mendapatkan hasil yang ciamik.

Tips memotret supermoon untuk mendapatkan hasil yang memuaskan, yakni:

1. Pilih Posisi Yang Tepat

Posisi menentukan prestasi. Ungkapan tersebut bisa jadi berlaku ketika kita memotret objek langka, termasuk supermoon. Hal pertama yang wajib kamu perhatikan ketika supermoon adalah memilih posisi yang tepat. Pilih lokasi yang bisa menjadikan skala perbandingan antara objek foto dengan benda di sekitarnya. Jika ingin memotret supermoon tidak disarankan mengambil di wilayah perkotaan karena akan terganggu dengan sorot lampu.

Anda bisa memilih daerah pantai atau perbukitan yang luas dan gelap. Biasanya di tempat-tempat itulah supermoon akan terlihat jelas dan terang. Jika Anda berada di kota dan tidak mungkin mencapai wilayan pantai atau perbukitan, Anda bisa memilih tempat gelap dan minim cahaya.

Pengambilan gambar juga disarankan dilakukan di tempat yang minim polusi sehingga langit terlihat bersih dan gambar yang dihasilkan pun maksimal.

2. Gunakan Tripod

Benda ini sepertinya memang tidak bisa lepas dari pecinta fotografi. Anda bisa menggunakan tripod untuk mendapatkan foto supermoon yang maksimal.  Anda bisa memasang tripod kemudian menghidupkan image stabilization untuk menghindari gambar blur atau kabur. Anda juga bisa mengatur aperture lensa dengan f/4 sampai dengan f/8. Atur juga  shutter speed lambat

3. Menggunakan Lensa Panjang

Bulan purnama sempurna atau supermoon sepertinya terlihat besar jika dilihat dengan mata telanjang. Namun jika ditangkap dengan lensa kamera maka akan terlihat sangat kecil. Anda bisa menggunaan lensa telefoto yang relatif panjang dengan jarak fokus ekuivalem 400mm atau lebih.  Anda juga bisa menggunakan kamera superzoom yang memiliki zoom lebh dari 20 kali. Itu efektif untuk memotret bulan.

4. Atur Komposisi

Supermoon adalah fenomena alam yang langka. Itu sebabnya Anda harus bisa mendapatkan gambar yang tidak biasa. Bukan hanya foto supermoon-nya saja akan tetapi juga objek lain yang ada di sekitar. Jadi, foto supermoon yang ada hasilkan tidak’kosong’, tetapi ada pemanis yang membuat foto semakin berisi. Misal, pepohonan di sekitar, tiang listrik, suasana pantai, dan lan-lain. Sehingga fotomu tidak hanya kosong dan berisi supermoon saja. Kendati fokusnya pada supermoon akan tetapi objek lain juga perlu diperhatikan.

5. Mengatur Kamera

Setelah mendapatkan komposisi yang pas, hal berikutnya yang harus dilakukan adalah mengatur kamera. Untuk dapat mengambil gambar supermoon yang terang dibutuhkan setting kamera 1/125 detik, f/11. Dan ISO 100 atau 200. Jika Anda mengambil foto gerhana bulan, maka setting ini masih bisa digunakan.

Kemudian, jika ingin menangkap gambar lebih detail lagi atau bagian bulan yang gelap makan shutter speed harus diatur lebih lambat dan memasang ISO lebih tinggi agar bagian yang gelap lebih terang lagi.

6. Gunakan Remote Saat Memotret

Anda bisa memanfaatkan remote control saat memotret bulan. Tujuannya suapaya kita tidak perlu menekan shutter sehingga kamera tetap  pada posisinya dan tidak goyang.

7. Menggunakan Manual Fokus

Untuk mendapatkan gambar maksimal diperlukan fokus, Demikian pula ketika mengambil foto supermoon. Anda perlu fokus untuk memastikan bulan terlihat tajam. Jika bulan terlihat terang akan lebih mudah untuk memastikan fokus. Lain halnya ketika bulan agak gelap atau sedikit tertutup awan. Anda bisa menggunakan manual fokus dan menggunakan layar lcd kamera dengan cara memperhatikannya betul-betu supaya fokus benar-benar akurat. Sebaiknya jika fokus sudah didapat tidak perlu mengubah fokus lagi.

8. Atur Jarak Dan Angle

Anda perlu mengatur jarak dan angle untuk mendapatkan hasil gambar lebih sempurna. Benda lain yang ada di sekitar bisa juga digunakan untuk mempercantik foto Anda.  Intuk mengambil gambar lebih banyak dan berbeda Anda bisa mengambil gambar dengan jarak ultra close up. Memang hanya sebagian wajah bulan yang terbidik, tetapi hasilnya sangat detail.

Jika tidak terlalu detail Anda bisa mengambil dari jarak agak jauh hanya terlihat sinar bulan dan pepohonan di sekitarnya.

9. Memotret Dengan Smartphone

Tidak perlu menggunakan kamera DLSR untuk memotret supermoon. Anda juga bisa memanfaatkan kamera smartphone untuk mendapatkan foto supermoon. Akan tetapi perlu diperhatikan adalah mode pengaturan pada smartphone haruslah ada mode pengaturan manual. Ini terkait dengan ilmu dasar fotografi yang erat kaitannya dengan komposisi cahaya. Jika Anda memiliki smartphone dengan kamera yang bisa diatur sendiri mode kameranya maka bisa digunakan untuk memotret supermoon. Atau bisa juga dengan menambahkan lensa untuk hasil yang lebih baik lagi.

Berbeda dengan memotret menggunakan kamera DLSR, jika memotret supermoon dengan smartphone sangat disarankan Anda mengambil foto di tempat terang. Memang tidak maksimal hasilnya,  akan tetapi Anda akan mendapatkan frame utuh supermoon dengan latar belakang yang ciamik. Anda bisa menjajal dengan cara menahan sejenak layar smartphone Anda dan muncul pilihan menerangkan atau menggelapkan exposure foo. Untuk mengambil foto supermoon, Anda bisa  memilih exposure lebih terang untuk mendapatkan hasil gambar yang lebih jelas.

Nah, demikianlah tips dan trik untuk mendapatkan hasil maksimal memotret supermoon. Kamu bisa berlatih dengan memotret bulan purnama setiap tengan bulan. Bahkan tips ini  bisa dipraktikkan untuk fotografer pemula bahkan amatiran sekalipun. Anda bisa mempraktikkannya baik menggunakan smartphone atau menggunakan kamera DLSR.

Jika menggunakan kamer DLSR Anda juga harus menguasai setiap fitur yang ada. Dan kemudian memaksimalkannya.  Nah bagaimana dengan tips di atas, Anda bisa mencobanya dan selamat memotret.

Baca artikel yang lain mengenai Kamera Canon EOS M6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two + ten =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.