Foto Prewedding Outdoor

Teknik Foto Prewedding Outdoor Bagi Fotografer Pemula

Seiring dengan berkembangnya zaman, makin berkembang pula berbagai macam trend termasuk trend dalam dunia fotografi. Zaman dahulu jasa seorang fotografer sebagian besar berasal dari pemotretan sebuah produk, model komersial atau sebuah objek untuk kepentingan suatu kampanye. Zaman sekarang penggunaan jasa fotografer telah merambah ke semua bidang, hal tersebut dikarenakan makin banyak orang yang ingin mengabadikan momen-momen tak terlupakan dalam hidup mereka. Salah satu momen yang mungkin hanya terjadi sekali seumur hidup adalah pernikahan. Setiap orang pasti hanya ingin menikah sekali seumur hidup, oleh karenanya tidak ada yang ingin melewatkan berbagai momen indahnya termasuk momen saat persiapan pernikahan.

Foto Prewedding

Salah satu bagian yang dianggap persiapan dalam sebuah upacara pernikahan adalah membuat foto-foto calon mempelai untuk dipajang di lokasi upacara serta ditempelkan dalam undangan pernikahan. Persiapan inilah yang disebut dengan foto prewedding atau pengambilan foto sebelum upacara pernikahan (wedding). Foto prewedding seringkali menjadi bagian penting dalam proses persiapan pernikahan, sehingga banyak mempelai yang benar-benar memikirkan konsep atau tema foto yang akan digunakan.

Banyak pasangan calon mempelai yang kemudian muncul dengan berbagai macam konsep dan ide menarik untuk foto prewedding mereka, mulai dari konsep foto sederhana dalam ruangan hingga foto nyentrik di luar ruangan. Hal inilah yang menuntut keahlian lebih dari para fotografer agar mampu mengikuti ide-ide gila dari para kliennya.

Teknik Foto Prewedding Outdoor Bagi Fotografer Pemula

Maraknya pasangan calon mempelai yang ingin menggunakan jasa fotografer untuk mengabadikan dan mewujudkan ide foto prewedding mereka menjadikan bisnis foto prewedding menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan. Banyak fotografer yang mulai merambah ke bisnis ini tak terkecuali para fotografer pemula. Salah satu tantangan bagi fotografer pemula adalah jika para calon mempelai menginginkan foto prewedding outdoor atau di luar ruangan.

Tidak hanya fotografer pemula sebenarnya, foto di luar ruangan juga menjadi tantangan tersendiri bagi para fotografer senior sekalipun. Saat melakukan proses pengambilan foto outdoor, seorang fotografer tidak bisa melakukan pengaturan yang sempurna pada  berbagai hal seperti saat pengambilan gambar di dalam ruangan, seperti pencahayaan, objek-objek foto yang ada di luar ruangan, dan juga latar belakang. Selain itu, seorang fotografer juga harus mampu memanfaatkan berbagai objek yang mungkin sebenarnya kurang artistik menjadi lebih artistik saat objek tersebut tampil dalam foto.

Berbagai tantangan tersebut mau tidak mau membuat fotografer khususnya para pemula belajar tentang macam-macam teknik yang dapat digunakan agar dapat menghasilkan foto prewedding yang cantik dan disenangi oleh calon mempelai. Berikut ini beberapa trik dan teknik yang dapat diadopsi oleh para fotografer pemula yang ingin belajar melakukan foto prewedding outdoor.

1. Lakukan Survei Lokasi Sebelum Proses Pengambilan Gambar

Untuk menghasilkan gambar atau foto prewdding yang sempurna, ada baiknya fotografer melakukan survei lokasi sebelum proses pengambilan gambar. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar fotografer memperoleh gambaran tentang latar belakang dan objek yang berada di sekitar lokasi yang nantinya akan digunakan sebagai semacam properti dalam pengambilan foto. Selain itu, fotografer juga dapat mengenali dan mengkalkulasi pencahayaan alami di lokasi serta peralatan yang mungkin dibutuhkan saat pengambilan gambar.

2. Siapkan Peralatan Lengkap Dan Memadai

Peralatan yang lengkap dan memadai menjadi salah satu faktor penentu dalam proses pengambilan foto prewedding outdoor. Peralatan tersebut tentunya kamera tipe DSLR (Digital Single Lens Reflex) yang berfungsi baik, lensa kamera, tripod serta alat-alat lainnya untuk mendukung pengambilan gambar seperti lampu dan stereofoam putih. Untuk foto di luar ruangan, sebaiknya fotografer mempersiapkan lensa dengan jenis wide lens atau lensa sudut lebar yang dapat menangkap bidang gambar yang luas.

Hal ini dimaksudkan agar objek dan latar belakang foto dapat diambil secara sempurna. Tripod dan alat-alat penunjang lainnya juga perlu dipersiapkan dengan matang sebelum pengambilan gambar. Pastikan seluruhnya berfungsi dengan baik.

3. Lakukan Pengaturan White Balance Pada Kamera

Pengaturan white balance bertujuan untuk mensiasati pencahayaan dalam hasil foto agar tidak under atau over exposure. Under exposure berarti foto yang dihasilkan terlalu gelap atau tidak cukup cahaya pada hasil foto, sedangkan over exposure berarti foto yang dihasilkan terlalu terang hingga merusak warna asli dari objek maupun latar belakangnya. Pengaturan white balance harus menyesuaikan kondisi pencahayaan lokasi pengambilan gambar, karenanya pengecekan atau survei lokasi menjadi hal yang penting untuk dilakukan.

4. Lakukan Pengaturan Kecepatan ISO Pada Kamera Dengan Tepat

Selain pengaturan white balance, untuk mendapatkan foto prewedding outdoor yang apik, pengaturan kecepatan ISO pada kamera juga harus dilakukan dengan tepat. Kecepatan ISO secara umum menggambarkan jumlah cahaya yang diperlukan kamera untuk menangkap gambar dengan baik. Semakin besar atau cepat ISO pada kamera maka semakin besar pula cahaya yang masuk ke dalam kamera.

Oleh karena itu, untuk pengambilan gambar di luar ruangan di siang hari saat cuaca cerah, sebaiknya atur kecepatan ISO serendah mungkin agar foto yang dihasilkan tidak over exposure. Sebaliknya jika pasangan calon mempelai ingin melakukan foto prewedding di malam hari dengan hanya ditemani lampu bohlam, maka atur kecepatan ISO tinggi agar cahaya dalam foto cukup memadai.

5. Gunakan Aperture Rendah

Aperture berguna untuk mengubah cahaya yang diperoleh sensor. Untuk foto di luar ruangan, gunakan aperture berkisar f/11 dan f/16 agar kamera dapat menangkap cahaya yang pas. Selain itu, aperture yang rendah juga dapat menjadikan foto menjadi lebih fokus.

6. Atur Pose Yang Tepat

Setelah pengaturan kamera dan persiapan pengambilan gambar selesai dilakukan, saatnya mengatur posisi yang tepat dari calon mempelai yang akan menjadi fokus foto. Pose yang paling baik adalah tidak membelakangi cahaya karena akan menghasilkan foto backlight kecuali jika memang menginginkan efek tersebut. Di samping itu, atur pose yang menonjolkan sisi apik dari kedua calon mempelai tanpa mengurangi keindahan foto.

7. Lakukan Pengambilan Gambar Lebih Dari Satu Kali

Pengambilan gambar berkali-kali dengan pose yang sama dan berbeda memungkinkan pilihan yang lebih banyak dari hasil foto. Jika fotografer dan calon mempelai tidak puas dengan pose atau satu hasil gambar, ada banyak pilihan foto-foto lain yang lebih apik.

Semakin banyak pengalaman seorang fotografer dalam mengambil foto prewedding outdoor, maka akan semakin baik pula foto-foto yang dihasilkan. Seorang fotografer pemula dapat belajar melakukan pengambilan foto di luar ruangan dengan banyak melakukan eksplorasi ke berbagai tempat-tempat menarik kekinian. Pelajari karakteristik pencahayaan dan letak objek di setiap tempat yang didatangi, sehingga saat ada calon mempelai yang tertarik untuk melakukan foto prewedding di lokasi tersebut, anda tidak lagi kesulitan dan dapat memberikan karya indah bagi klien.

Baca artikel yang lain mengenai Perbedaan Lensa Kamera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × two =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.