Filter Kamera Terbaik

Pilih Filter Kamera Terbaik untuk Kameramu

Filter adalah penyaring dan dalam dunia fotografi, istilah ini secara umum mengacu pada lempengen kaca atau bahan transparan lain yang dipasang di depan lensa untuk menyaring cahaya dan memberikan efek tertentu. Ukuran dimensi yang digunakan untuk memilih filter adalah diameter ulir lensa, misalnya 52mm, 58mm, dan seterusnya. Oleh sebab itu, perhatikan spesifikasi lensa terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli filter.

Ada banyak jenis filter yang bisa dipilih dan digunakan. Beberapa yang paling sering digunakan, antara lain:

  1. Protector dan UV
  2. Filter Polarizer
  3. Filter Neutral Density
  4. Filter Graduated ND
  5. Filter Close Up
  6. Effect Filter

Protector dan UV

Filter ini digunakan untuk melindungi optic depan lensa dari gesekan, debu, uap air, dan sebagainya. Saat bagian depan lensa kotor, kamu bisa membersihkan filter ini tanpa harus khawatir merusak lensa. Begitu juga jika terjadi hal yang tidak diinginkan pada muka lensa. Kamu hanya perlu mengganti filter yang harganya jauh lebih mudah dibanding lensa.

Pada dasarnya, fungsi perlindungan ini bisa juga digantikan oleh Filter UV. Jenis ini mengurangi pengaruh sinar ultra violet terhadap foto (yang menyebabkan gambar berkabut dan berwarna kebiru-biruan), dengan tanpa mengurangi pencahayaan atau mengubah warna.

Ketika kamu membeli filter, selalulah waspada dan berhati-hati sebab ada banyak filter palsu dengan coating berkualitas rendah di pasaran. Filter palsu itu memiliki cirri jika digunakan untuk melihat pantulan cahaya, bayangan yang muncul sangat terang tanpa semua warna dari lapisan coating. Filter palsu ini sangat merusak kualitas gambar yang akan dihasilkan lensa.

Filter Polarizer

Filter Polarizer digunakan untuk mengurangi pantulan sinar pada permukaan non-logam (misalnya air) dan juga mampu memperkuat kontras dan warna pada langit. Dalam penggunaannya, filter ini memiliki bagian yang bisa diatur dan diputar untuk menghasilkan sudut polarasi yang tepat.

Karena Filter CPL menggunakan mekanisme putaran untuk mengatur arah polarisasi, sebagai akibatnya sering kali cukup tebal dan menimbulkan vignetting (tepi hitam) pada lensa Wide Angle. Jika diperlukan, kamu bisa memilih filter CPL berjenis Slim Frame.

Salah satu aplikasi wajib para fotografi landscape adalah filter Polarizer. Aplikasi Filter Polarizer akan membuat langit lebih biru, serta bisa digunakan untuk mengurangi pantulan pada permukaan air, cat, dan permukaan non-logam lainnya. Sebagai catatan, penggunaan filter ini pada umumnya akan menurunkan intensitas sebesar 2 STOP. Pasang filter CPL pada ring filter lensa dan putar seperlunya untuk memperoleh sudut polarisasi dengan hasil sesuai yang diinginkan.

Filter Neutral Density

Lensa sering kali memiliki ring filter dengan ukurannya yang berbeda-beda. Hal ini menyulitkan sekali sehingga diperlukan filter khusus, misalnya CPL atau Neutral Density. Solusi lain adalah dengan menggunakan Filter Ring Adapter, sehingga fkamu hanya perlu menyiapkan filter dengan ring terbesar dari lensa-lensa yang kamu miliki. Contoh, jika kamu menggunakan lensa dengan ring 67mm dan 77mm, maka kamu hanya perlu menyiapkan CPL 77mm dan Filter Ring Adapter 67 – 77mm.

Kamu bisa menggunakan filter Neutral Density pada saat dibutuhkan untuk menggelapkan seluruh pemandangan. Filter ini sering digunakan untuk pemandangan yang berhubungan dengan air yakni pantai, air terjun, danau, dan sebagainya, sebab efek yang diberikan bisa mendorong speed kamera lebih jauh dan menghasilkan tampilan air yang lembut.

Ada beberapa notasi ND filter, contoh di samping menampilkan salah satu yang paling mudah dipahami. Penulisan NDX400, artinya filter ini memotong cahaya sehingga yang tersisa hanya 1/400 saja, berarti akan diperlukan shutter speed yang 400 kali lebih lambat.

Filter Graduated ND

Filter Graduated ND memiliki bagian terang dan gelap. Pada umumnya filter yang satu ini berbentuk kotak (Square Filter) dan terkadang juga disebut sebagai Cokin Filter. Filter Graduated ND dengan bentuk kotak dibutuhkan holder khusus.

Filter ini biasanya digunakan oleh fotografer landscape agar mendapat tingkat terang yang berimbang pada kedua sisi atas dan bawah foto. Sisi atas yang biasanya berupa langit umumnya jauh lebih terang daripada sisi bawah yang berupa daratan. Penggunaan sisi gelap di sebelah atas akan menahan tingkat terang langit sehingga diperoleh gambar yang lebih berimbang.

Filter Close Up

Filter Close Up disebut juga sebagai Filter Macro. Filter ini digunakan untuk memotret pada jarak yang sangat dekat. Cara kerjanya mirip dengan lensa pembesar dan akan memperdekat jarak fokus terdekat antara lensa dan objek. Yang perlu diketahui, kualitas optic filter close up sangat memengaruhi kualitas detail dan warna foto yang dihasilkan. Filter Close Up dengan kualitas rendah akan menghasilkan banyak distorsi dan Choromatic Abberation.

Satuan yang umum digunakan pada filter ini sama seperti lensa tunggal pada umumnya, yakni ‘Diopter’ atau Dioptri yang dilambangkan dengan +1, +2, +4, +8, dan seterusnya. Dioptri +1 artinya filter merupakan lensa cembung dengan titik fokus 1000mm (1000/1), sedangkan Dioptri +4 artinya lensa cembung 250mm (1000/4).

Effect Filter

Ada banyak jenis filter yang dipasarkan. Jenis paling lazim digunakan adalah filter star untuk menampilkan ujung-ujung bintang pada lampu. Filter IR untuk membuat foto Infrared, dan soft filter.

Teknik pada soft filter sebenarnya merupakan warisan dari masa fotografi analog. Pada saat itu belum ada komputer dengan harga terjangkau dan kecepatan mumpuni. Ditambah software editing sekelas Adobe Photoshop atau GIMP. Oleh sebab itu, fotografer harus mampu berkreasi secara analog dengan peralatan seadanya untuk bisa mendapatkan efek yang diinginkan.

Adapun peralatan yang dibuthkan adalah filter ‘korban’, bisa dengan menggunakan filter bekas,murah, Vaseline, ataupun balsam gosok. Oleskan Vaseline atau balsam secara melingkar, lalu sisakan bagian tengah agar tetap bersih supaya setail yang diperoleh cukup pada point of interestnya.

Filter di Pasar

Ada berbagai jenis filter di pasaran. Mulai dari yang bermerek, hingga berkualitas biasa. Mulai dari harga ratusan ribu, hingga jutaan. Di Indonesia, beberapa merek filter yang beredar, antara lain Marumi, Hasselblad, Optic Pro, B+W, Athabasca, Tiffen, dan masih banyak lainnya. Berikut beberapa list daftar harga filter dipasaran yang bisa kamu jadikan referensi dalam memilih dan membeli filter untuk kameramu.

Nama Filter Harga
MARUMI FILTER DHG CPL 62 MM Rp 480.000
MARUMI FILTER DHG CPL 55 MM Rp 410.000
B+W Filter 486 UV/IR CUT 77 (B31976) Rp 1.485.000
B+W Filter MRC Slim CPL 77mm Rp 1.725.000
Hasselblad Polarizing Filter77mm3053486 Rp 2.688.000
Hasselblad Polarizing Filter 95mm3053490 Rp 4.032.000
HOYA FILTER HD UV 52MM Rp 350.000
HOYA FILTER CPL HMC 77MM Rp 1.100.000
OPTIC PRO FILTER CPL 62MM Rp 150.000
OPTIC PRO FILTER CPL 82MM Rp 175.000
TIFFEN CLOSE UP LENS 62MM Rp 1.140.000
TIFFEN FILTER ND6 37MM Rp 240.000
ATHABASCA FILTER UV 52MM Rp 125.000
ATHABASCA FILTER UV 77MM Rp 195.000

Baca artikel yang lain mengenai Cara Menggunakan Kamera Drone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight − seven =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.