Cara Setting Kamera DSLR Pada Malam Hari

Cara Setting Kamera DSLR Pada Malam Hari

Fotografi sekarang ini menjadi sebuah dunia seni yang telah banyak digemari orang khususnya para kaum millennial. Sensasi melakukan pengambilan gambar suatu objek baik benda mati maupun mahluk hidup menjadi daya tarik dunia seni ini. Biasanya pengambilan foto dilakukan saat cahaya terang untuk menghasilkan foto dengan pencahayaan baik, namun sebenarnya banyak objek-objek menarik yang dapat difoto saat malam hari. Salah satu kendala bagi para fotografer khususnya fotografer pemula yang akan mengambil foto malam hari yaitu cara setting kamera DSLR pada malam hari. Pada artikel ini akan dibahas mengenai beberapa hal dalam pengaturan kamera DSLR untuk foto malam hari.

Mengenal Pengaturan Dasar Dari Kamera DSLR

Bagi pengguna kamera pemula, pengaturan atau setting kamera DSLR memang terkesan agak rumit. Pada dasarnya sebenarnya ada tiga pengaturan dasar pada kamera DSLR yaitu pengaturan kecepatan ISO (ISO speed), pengaturan White Balance (WB) dan pengaturan bukaan diafragma lensa atau aperture. Sebelum menggunakan kamera untuk mengambil gambar, ada baiknya melakukan setting pada ketiganya. Kecepatan ISO berfungsi untuk mengukur jumlah cahaya yang masuk ke dalam kamera melalui lensa. Semakin cepat ISO, maka semakin banyak pula cahaya yang masuk. Sebaliknya semakin rendah kecepatan ISO, maka semakin sedikit pula cahaya yang masuk.

Pengaturan white-balance (WB) merupakan pengaturan gelap terangnya warna foto yang dihasilkan atau menyeimbangkan warna putih terang dalam foto. Pengaturan WB ini sebenarnya adalah penyesuaian setting kamera terhadap pencahayaan di sekitar lokasi pengambilan foto. Pengaturan WB ini menjadi penting bagi fotografer agar foto yang dihasilkan sesuai dengan keinginan khususnya yang terkait dengan suhu warna foto secara keseluruhan. Secara umum, pengaturan WB ditandai dengan simbol-simbol seperti matahari (daylight), awan (cloud/cold), atau lampu neon (flourescent). Sebagai contoh, jika pengambilan gambar dilakukan pada siang hari saat matahari bersinar cerah, WB diatur pada modus daylight agar foto yang dihasilkan tidak terlalu terang atau banyak berwarna putih.

Selain pengaturan kecepatan ISO dan WB, pengaturan dasar lainnya adalah bukaan diafragma lensa atau aperture. Pengaturan ini berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk melalui lensa kamera serta mengatur ketajaman dan kedalaman hasil foto. Nilai aperture disimbolkan dari huruf “f’ dan angka dibelakangnya, sebagai contoh “f/1.8” atau “f/22”. Simbol tersebut memiliki arti panjang lensa dibagi dengan angka yang tertera setelah garis miring.

Contohnya panjang lensa 85 mm disetel dengan aperture f/2.4 berarti bukaan lensa sebesar 35.4 mm. Jadi semakin kecil aperture maka semakin besar bukaan diafragma lensa, sebaliknya semakin besar aperture maka semakin kecil atau sempit bukaan diafragma lensa. Spesifikasi aperture tertinggi dan terendah biasanya sudah tercantum saat membeli lensa kamera. Fotografer harus mengetahui dan memahami berapa pengaturan aperture yang tepat pada lensa yang digunakan.

Cara Setting Kamera DSLR Pada Malam Hari

Tantangan terbesar saat melakukan pengambilan gambar atau pemotretan pada malam hari adalah minimnya pencahayaan di sekitar lokasi pengambilan gambar. Biasanya sumber cahaya yang tersedia hanya lampu neon atau bohlam, bahkan kadang pencahayaan hanya berasal dari sinar bulan purnama. Bagi fotografer pemula atau penghobi fotografi, ketiadaaan cahaya yang cukup pada objek foto seringkali menyebabkan hasil foto yang gelap dan kurang tajam. Hal tersebut bisa diatasi dengan pengaturan kamera DSLR yang tepat.

1. Pengaturan Kecepatan ISO

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pengaturan kecepatan ISO berfungsi untuk menakar atau mengukur jumlah cahaya yang masuk atau ditangkap oleh sensor kamera. Saat pengambilan foto di malam hari, sebaiknya gunakan kecepatan ISO tinggi dari mulai 400 hingga 6400 jika cahaya di sekitar sangat minim agar kamera dapat menangkap lebih banyak cahaya di sekitar lokasi pengambilan foto.

Namun kadangkala kecepatan ISO yang terlalu tinggi dapat menimbulkan semacam gangguan atau noise pada hasil foto. Beberapa fotografer menyarankan untuk menggunakan kecepatan ISO rendah atau gunakan auto ISO agar noise pada foto dapat diminimalkan. Ada baiknya fotografer melakukan berbagai pengaturan kecepatan ISO dan membandingkan hasil foto yang didapatkan untuk memutuskan kecepatan ISO yang paling tepat.

2. Pengaturan Aperture

Fotografer perlu mengatur bukaan diafragma lensa untuk mengatur ketajaman dan kedalaman hasil foto nantinya. Pengaturan aperture paling ideal untuk foto pada malam hari adalah aperture besar yang akan menghasilkan bukaan diafragma semakin kecil, sehingga dapat menghasilkan gambar yang lebih tajam dan dalam. Fotografer harus menyesuaikan pengaturan aperture ini dengan kecepatan ISO agar cahaya yang masuk ke sensor kamera menjadi lebih tepat.

3. Pengaturan White-Balance (WB)

Pengaturan WB yang tepat juga dapat membantu dalam menghasilkan foto yang baik. Pada keadaan minim cahaya pada malam hari, pengaturan WB paling baik adalah pada modus fluorescent atau tungsten light. Keduanya akan membuat foto memiliki suhu warna yang apik dan unik. Fotografer juga dapat mengatur WB pada modus auto WB yang artinya secara otomatis kamera akan melakukan penyesuaian saat pengambilan gambar. Pengaturan WB ini juga tidak selalu sesuai dengan selera fotografer, karenanya fotografer juga dapat melakukan pengaturan WB dengan modus yang berbeda-beda dan membandingkan hasil fotonya lalu pilih yang sesuai dengan keinginan.

4. Format Foto

Cara setting kamera DSLR pada malam hari berikutnya adalah pengaturan format foto. Pengaturan format foto yang paling ideal untuk foto pada malam hari adalah format RAW. Pada format ini kemungkinan untuk menyunting atau mengutak-atik foto dari mulai pengaturan kontras hingga kecerahan foto dapat dilakukan tanpa mengurangi kualitas foto.

Warna-warna yang tertangkap pada format RAW juga lebih banyak bila dibandingkan dengan format JPEG, oleh karenanya kualitas fotonya sangat baik. Salah satu kekurangan format RAW ini adalah ukuran file yang cukup besar sehingga dapat menghabiskan daya simpan kartu memori pada kamera. Sebaiknya fotografer melakukan pemindahan file foto-foto lama dari kartu memori, sehingga akan cukup ruang untuk penyimpanan foto baru dalam format RAW.

Fotografer pemula dapat mempelajari cara setting kamera DSLR pada malam hari baik secara otodidak maupun secara formal pada kursus atau pelatihan fotografi. Secara otodidak, fotografer dapat belajar dengan membaca artikel dan buku fotografi atau mungkin menonton video yang membahas tentang berbagai teknik fotografi. Fotografer yang ingin mempelajari secara formal berbagai teknik fotografi dapat mengikuti berbagai kursus dan pelatihan yang diadakan oleh berbagai studio foto.

Pada kursus atau pelatihan tersebut fotografer pemula dapat menimba ilmu dari para fotografer senior dan berpengalaman sekaligus mempraktikkan teknik-teknik tersebut. Apapun cara belajarnya, satu hal yang menjadi kunci dalam meraih kesuksesan menjadi fotografer adalah banyak berlatih dengan banyak mengambil foto berbagai objek di lokasi dan pencahayaan yang berbeda untuk mengasah ketajaman insting fotografer.

Baca artikel yang lain mengenai Cleaning Kit Kamera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 + 15 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.