Cara Menghaluskan Foto

Cara Menghaluskan Foto dengan Adobe Camera RAW dan Frequency Separation

Apabila Anda menangkap foto portrait wajah maka warna kulit modelnya harus dibuat sehalus dan secerah mungkin. Oleh karena warna kulit menjadi salah satu hal yang bisa menjadi penentu keindahan dalam foto tersebut. Apabila modelnya memiliki warna kulit yang cerah maka foto akan terlihat lebih menarik.

Untuk bisa mendapatkan hasil foto yang bagus bukan hanya harus mengambil dari angle yang tepat atau dengan pencahayaan yang bagus tapi juga dari cara pengeditannya. Terkadang mengambil foto wajah seseorang lebih sulit dibandingkan mengambil foto objek lain.

Apabila hasil foto belum sesuai dengan yang diinginkan, misalnya warna kulit terlalu kusam maka Anda bisa melakukan pengeditan untuk menghaluskannya. Ada dua cara yang bisa dilakukan, yaitu dengan Frequency Separation dan Adobe Camera Raw yang ada di Photoshop. Kedua cara ini akan dibahas di bawah ini.

Menghaluskan Kulit dengan Adobe Camera RAW

Ini adalah cara pertama untuk menghaluskan kulit yang akan dibahas. Pengeditannya dilakukan di Photoshop tapi Anda harus mendownload dulu plug in-nya karena tidak semua Photoshop memilikinya. Di sini tidak akan diberikan link downloadnya, Anda cari saja di Google dengan kata kunci Adobe Camera Raw for Photoshop, sesuaikan dengan jenis Photoshop yang Anda gunakan. Sesudah itu simpan di dalam folderĀ  Adobe Photoshop, sesuaikan dengan letaknya di komputer Anda.

Sesudah itu langsung ikuti langkah-langkahnya di bawah ini.

1. Sesuaikan White Balance

Ini adalah langkah pertama. Anda harus memperhatikannya dengan baik-baik dan edit seperlunya supaya hasilnya maksimal karena jika menggunakan temperatur yang terlalu dingin akan membuat warna kulit menjadi kebiruan dan jika terlalu panas berwarna merah kekuningan.

Supaya Anda mengetahui keakuratannya maka gunakan white balance targeted adjustment tool yang memiliki ikon seperti eye dropper pada bagian layar atas. Klik tool dropper lalu klik bagian gambar yang warnanya putih misalnya mata. Warna putih ini akan menjadi acuan pengeditan Balance yang akan Anda setting nanti.

Apabila masih terlihat terlalu hangat temperaturnya maka ubah menggunakan slider dengan cara menggeser ke kanan atau kiri supaya white balance-nya sesuai. Jika dibutuhkan maka ubah bagian tint-nya juga.

2. Exposure

Pengeditan bagian exposure memang selalu dilakukan untuk mempertajam atau menghaluskan foto. Dan dalam pembahasan ini inilah cara kedua yang harus dilakukan.

Pertama Anda harus lihat dulu bagian histogram yang letaknya ada di bagian kanan. Tujuannya adalah supaya Anda tahu apakah gambarnya sudah mendapatkan pencahayaan yang benar atau belum. Umumnya bentuk histogram yang baik adalah seperti kurva. Bagian tengah harus adalah yang paling tinggi bukan kanan atau kirinya. Karena jika bagian ujungnya yang lebih tinggi maka artinya exposure terlalu tinggi atau terlalu rendah.

Apabila belum pas maka perbaiki level cahaya menggunakan exposure slider dengan menggeser-geserkannya ke bagian kanan atau kiri lalu lihat atau perhatikan histogramnya. Jika bagian tengahnya sudah tinggi maka artinya sudah pas.

3. Luminance

Ini adalah langkah terakhir yang harus Anda lakukan. Luminance letaknya ada di bagian button yang memiliki gambar garis zigzag berbentuk horizontal. Apabila di klik akan ada tiga tombol warna, antara lain orange, red, dan yellow dan green. Warna orange adalah yang harus digeser, yaitu geser ke arah kanan atau yang lebih terang. Sesudah itu pasti kulit akan terlihat lebih cerah.

Itu dia langkah-langkah untuk menghaluskan kulit dengan menggunakan Adobe Camera Raw. Cara ini mudah apalagi jika sudah sering dipraktikkan.

Menghaluskan Kulit dengan Frequency Separation

Pada awal penggunaan Photoshop, para fotografer melakukan pengeditan skin tone smoothing dengan cara yang sederhana. Pertama, melakukan seleksi pada area kulit yang ingin diedit kemudian copy ke layer yang baru. Sesudah itu menggunakan Filter Blur agar kulit yang ada di layer baru menjadi lebih lembut. Kemudian turunkan Opacity agar bisa menyatu dengan layar originalnya yang letaknya ada di bawah layar kedua. Namun dengan cara ini memiliki kelemahan dalam hal skin tone karena akan menghilangkan tekstur atau detail dari kulit. Maka dari itu digunakan teknik Frequency Separation supaya hasilnya lebih bagus.

Pengeditan kulit wajah supaya lebih halus menggunakan teknik ini juga lumayan mudah. Tujuan dari teknik Frequency Separation sebenarnya adalah untuk memisahkan elemen detail (high frequency) atau tekstur dengan elemen color (low frequency) atau tone dari sebuah area tertentu, di dalam pembahasan ini tentu saja area kulit.

Setiap area kulit yang tertangkap kamera memiliki frekuensinya masing-masing. Untuk yang memiliki frekuensi tinggi antara lain bulu dan rambut, pori-pori kulit, dan garis atau kerutan kulit. Sedangkan yang frekuensinya rendah adalah tone dan warna yang letaknya ada di permukaan.

Kedua elemen itu sudah terpisah sehingga salah satu elemennya akan mudah diedit tanpa berpengaruh dengan elemen yang lain. Contohnya saja Anda bisa melakukan balancing dan smoothing dari skin tone tanpa mengubah detail tekstur dari kulit pada area yang sama.

Tips Menggunakan Frequency Separation

Supaya mendapatkan hasil yang maksimal maka ada beberapa tips yang bisa Anda ikuti dalam melakukan Frequency Separation, antara lain sebagai berikut.

  • Pakai file asli yang kualitas teknisnya baik

Kualitas teknis dari foto asli yang akan diedit bisa menentukan hasil akhirnya. Semakin bagus foto aslinya maka hasil editnya pun pasti akan lebih bagus lagi. Beberapa kualitas teknis yang dimaksud adalah sharpness, exposure yang baik, dan jumlah pixel yang cukup.

Apabila resolusinya atau pixelnya sudah banyak maka detail dari kulit akan terlihat lebih jelas terutama jika di zoom sampai dengan level 100%. Sedangkan dengan sharpness yang baik dan eksposure yang cukup bisa memunculkan tekstur foto yang baik pula.

  • Untuk melakukan skin smoothing gunakan layer yang terpisah

Jika Anda menggunakan Frequency Separation maka akan ditemukan layer yang berada di antara layer low dan high frequency. Layer ini berguna untuk melakukan smoothing skin tone dengan memakai brush yang diameternya kecil. Dengan layer ini proses skin smoothing akan lebih akurat.

  • Jangan gunakan angka radius terlalu tinggi

Di tahap penggunaan filter gaussian blur yang ada pada layer low frequency jangan gunakan radius yang terlalu tinggi karena membuat skin akan terlalu smooth. Lebih baik jika memilih radius yang secukupnya hanya sampai detail dalam foto sedikit hilang.

  • Pada layer high frequency jangan gunakan soft edge

Ketika Anda mengedit high frequency maka gunakan tool yang mempunyai edge hardness tinggi, misalnya stamp tool atau clone tool. Oleh karena jika menggunakan soft edge akan membuat detail hilang.

  • Melanjutkan editing dengan processing dan burning

Meski dengan menggunakan proses Frequency Separation hasil foto sudah menjadi lebih halus tapi akan lebih baik lagi jika dilanjutkan dengan proses touching dan burning supaya gambar lebih mempunyai dimensi dan terlihat lebih nyata.

  • Variasikan zoom level

Untuk melihat color tone dan detail dari foto yang diedit baik pada layer yang low atau high frequency harus dilakukan zoom in sampai dengan level 100%. Hal ini bertujuan supaya Anda dapat mengedit area tertentu dengan lebih akurat dan baik. Namun jangan selalu ada dalam level itu, sesekali lakukan zoom out sampai dengan lever terbesar supaya dapat menilai sebuah hasil editan jadi lebih baik.

Demikianlah pembahasan mengenai cara menghaluskan kulit dengan menggunakan berbagai tool di Photoshop. Semoga bermanfaat dan membantu Anda dalam memahami proses editing ini.

Baca artikel yang lain mengenai Mempertajam Foto dengan Photoshop

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 − 5 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.