Cara Memotret Sunrise

Tips Cara Memotret Sunrise Agar Menghasilkan Foto Terbaik

Matahari terbit menjadi objek menarik yang ingin diabadikan oleh para traveler maupun penyuka dunia fotografi. Untuk mendapatkan gambar matahari terbit atau sunrise ini dapat diperoleh secara sengaja maupun meluangkan waktu secara khusus untuk mendapatkan momen sunrise yang tepat. Saat matahari terbit memancarkan cahaya sangat indah dan cocok untuk difoto. Cahaya yang belum banyak masuk ke dalam bumi dan juga arah datangnya cahaya dari sudut yang rendah menjadikan sunrise cocok untuk Anda tangkap menggunakan lensa kamera. Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah melakukan riset dan mencari referensi terlebih dahulu.

Anda bisa mencari informasi tentang tempat yang tepat untuk berburu sunrise menggunakan internet atau juga dapat bertanya kepada teman maupun rekan yang juga menyukai fotografi. Referensi dari teman secara langsung ini akan lebih memudahkan Anda dalam mendapatkan hasil foto yang memuaskan. Hal ini karena Anda dapat memperoleh informasi lebih jelas dan lebih detail.

Namun, tidak ada salahnya ketika Anda melakukan riset melalui informasi yang ada di internet. Anda bisa mengabungkan dari berbagai sumber informasi yang Anda peroleh. Selain informasi lokasi, Anda juga sebaiknya mengumpulkan informasi perkiraan cuaca ketika Anda ingin bepergian untuk memotret sunrise. Hal yang juga tidak boleh Anda abaikan adalah persiapan alat yang Anda perlukan untuk mengambil foto sunrise.

Pastikan Anda menyiapkan peralatan yang lengkap untuk mendapatkan foto matahari terbit yang menakjubkan. Peralatan penting tersebut antara lain; kamera, berbagai jenis lensa, tripod, baterai cadangan jika dibutuhkan, media penyimpanan yang mencukupi, dan berbagai aksesoris lain yang diperlukan. Tahap persiapan ini juga dapat mempengaruhi hasil foto Anda. Saat Anda sudah mempersiapkan segala peralatan dengan tepat, maka Anda akan dapat memperoleh hasil foto sunrise sesuai keinginan Anda. Salah satu peralatan pendukung yang tidak boleh Anda abaikan adalah tripod.

Keberadaan tripod ini akan membantu Anda dalam pengambilan foto dengan kecepatan rana lambat. Akan tetapi, bagi anda yang tidak ingin atau tidak memiliki tripod ini maka masih dapat disiasati dengan menaikkan ISO untuk mendapatkan kecepatan rana yang bisa dikendalikan. Namun, pemilihan alternative ini akan memberikan dampak yang cukup signifikan bagi hasil foto Anda, yaitu hasil foto sunrise akan terdapat abnyak noise. Sehingga, jika dimungkinkan tripod ini merupakan kebutuhan pendukung yang penting untuk mendapatkan foto sunrise yang baik. Selain itu, tripod akan membantu Anda dalam mengatur sudut pandang dalam pengambilan gambar menjadi lebih fleksibel.

Peralatan lain yang Anda perlukan adalah cable release untuk menghindari goncangan pada kamera. Karena adanya goncangan dalam kamera dapat menajdikan hasil akhir foto menjadi kurang tajam. Sebenarnya keberadaaan cable release ini dapat digantikan dengan timer. Namun, dengan penggunaan timer ini Anda harus sedikit lebih sabar dalam menunggu. Sehingga, bagi Anda yang tidak suka menunggu dan ingin memanfaatkan fitur bulb, maka cable release adalah pilihan yang tepat. perlengkapan lain yang dapat Anda tambahkan adalah filter lensa.

Adanya filter lensa ini dapat meningkatkan kreatifitas Anda dalam memotret maupun untuk mendapatkan hasil foto yang tidak dapat dibandingkan dengan foto hasil olah digital. Selain itu, filter lensa juga dapat berfungsi untuk menjaga bagian depan optic lensa supaya tidak tergores. Saat peralatan sudah dipersiapkan dengan cukup dan lokasi sudah ditentukan, maka saatnya Anda berburu foto sunrise. Selain beberpaa penjelasan sederhana tersebut, Anda juga dapat mengikuti beberapa tips berikut untuk mendapatkan hasil foto sunrise yang luar biasa.

1. Komposisi Foto yang Harmonis

Momen yang tepat akan menjadi pendukung yang tidak dapat diperkirakan dalam menghasilkan foto terbaik. Namun, selain momen yang menarik tersebut juga terdapat komponen yang tidak dapat diabaikan yang akan mempengaruhi hasil foto, yaitu komposisi foto. Komposisi yang harmonis dalam sebuah foto akan membuat hasil foto tersebut menarik untuk dipandang.

2. Pemilihan Format Hasil Foto

Format hasil foto ini terdiri dari beberapa jenis. Dua format yang sering digunakan dalam fotografi adalah Raw dan JPG. RAW merupakan format digital kamera yang masih asli atau format mentah. Hasil foto dalam format ini belum mengalami kompresi dan belum terolah digital oleh prosesor kamera. Format RAW ini mempunyai ukuran yang lebih besar dari format JPG. Akan tetapi format Raw dapat menyimpan data lebih banyak, sehingga dapat mempermudah saat akan melakukan pengolahan di komputer.

Format RAW juga lebih mempermudah saat ingin melakukan pengolahan untuk mengurangi noise hasil foto, menerangkan daerah gelap dalam bagian foto, dan berbagai proses editing yang tidak dapat dilakukan dalam format JPG. Hasil foto dengan format JPG ini merupakan format yang paling umum digunakan dalam hasil foto kamera dengan ukuran file yang relatif kecil.

3. Pengaturan Exposure dan Mode Dalam Kamera

Mode kamera yang sebaiknya digunakan untuk mengambil foto sunrise adalah mode manual (M) dan pastikan mode Auto ISO dalam kondisi mati atau off. Hal ini dilakukan untuk menghindari kamera secara otomatis memilih Auto ISO yang terlalu tinggi karena mendeteksi pencahayaan yang tidak terlalu terang. Pengaturan ISO yang sebaiknya dipilih adalah set ISO rendah. Anda bisa mengatur ISO sekitar 100/200 atau disesuaikan dengan kamera yang Anda gunakan.

Penggunaan ISO rendah ini akan memberikan kualitas hasil foto yang lebih bagus. Untuk bukaan kamera dapat menggunakan f/8 atau f/16 yang dapat menjadikan ruang tajam menjadi lebih luas. Selanjutnya, mengatur shutter speed hingga lightmeter berada di titik nol saat menekan setengah tombol shutter. Biasanya shutter speed akan jatuh dalam posisi lebih lambat dari satu detik sesaat sebelum momen sunrise atau matahari terbit. Anda dapat memanfaatkan self-timer atau exposure delay untuk mendapatkan hasil foto yang tajam dan kamera tidak terguncang saat Anda menekan tombol shutter. Namun, Anda juga dapat menggunakan aksesoris tambahan berupa cable release ataupun remote seperti penjelasan di bagian awal.

4. Pemilihan untuk Menggunakan Filter atau Mengabaikannya

Filter GND atau graduated neutral density dapat digunakan untuk menyeimbangkan pencahayaan antara langit dan bumi saat terjadi sunrise maupun sunset. Namun, bagi Anda yang ingin mendapatkan kesan siluet di bagian latar depan atau foreground dapat mengabaikan penggunaan filter tersebut. Hal ini akan membuat hasil foto menjadi lebih alami dan terlihat lebih kuat. Pemilihan alternatif lain apabila Anda ingin pencahayaan langit dan bumi seimbang dapat mengaktifkan fitur Active D Lighting untuk kamera Nikon dan Auto lighting optimizer untuk kamera Canon atau bahkan fitur Built-in HDR di beberapa jenis kamera.

Saat fitur tersebut diaktifkan, maka otomatis kamera akan membuat dua gambar dan menggabungkannya menjadi satu secara langsung. Cara lain yang dapat Anda lakukan adalah melakukan pengolahan HDR menggunakan software fotografi setelah Anda mendapatkan dua foto dengan terang dan gelap yang berbeda. Hal yang harus Anda perhatikan adalah, sebaiknya menggunakan tripod saat menggunakan teknik HDR dalam pengambilan foto. Tujuan dari penggunaan tripod adalah supaya foto akhir yang dihasilkan tidak berbayang.

5. Pemilihan Mode Landscape atau Postscape

Anda bisa menghasilkan foto matahari terbit dengan mode landscape maupun portrait. Untuk memperoleh hasil foto yang Anda inginkan, maka dapat Anda lakukan dengan menyesuaikan lensa yang anda gunakan.

Semoga beberapa tips sederhana tersebut dapat membantu Anda untuk mengabadikan indahnya matahari terbit melalui lensa kamera Anda. Selamat berkreasi sembari mengagumi keindahan alam.

Baca artikel yang lain mengenai Kamera Fujifilm X100F

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen − 5 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.