Cara Memotret Hujan

14 Tips Dasar Cara Memotret Hujan untuk Menciptakan Gambar yang Dramatis

Sebagai pecinta fotografi, ke mana pun Anda bepergian, Anda selalu bebas mengambil bidikan sempurna dari sudut terbaik lensa kamera Anda. Namun, seringkali hal tersebut tidak berlaku ketika hujan turun. Banyak fotografer pemula yang berpendapat bahwa musim penghujan tidak selalu bersahabat untuk menghasilkan foto terbaik di luar ruangan. Tapi jika Anda adalah seorang fotografer yang cerdas, sebenarnya Anda justru dapat mengambil foto yang lebih baik dalam hujan dibandingkan saat cuaca sedang cerah. Cuaca dingin dan badai adalah waktu terbaik untuk menangkap foto-foto dramatis dan berkesan muram yang akan membuat penonton terkesan. Setidaknya ada 14 tips dasar memotret air hujan untuk menciptakan gambar yang dramatis.

Pasti Anda penasaran ingin belajar bagaimana menjadi fotografer yang ahli menangkap air hujan bukan? Tutorial lengkap berikut ini akan membantu Anda memotret air hujan. Pilih pengaturan kamera yang tepat, dan bersiap-siap untuk pemotretan hujan badai pertama Anda.

Hal-hal yang Anda perlukan untuk membuat foto hujan yang artistik luar biasa, yaitu:

A. Persiapan Umum Memotret Air Hujan

1. Perlengkapan saat Hujan

Pertama-tama, untuk menghindari basah pastikan untuk membawa perlengkapan hujan yang diperlukan seperti payung, jas hujan, dan sepatu bot. Dan ya, pakai barang-barang yang tahan air.

Prioritas pertama kita tentu saja menghindari jatuh sakit, lalu berikutnya adalah menikmati menjepret momen demi momen di bawah hujan. Membawa peralatan hujan yang diperlukan akan membantu Anda agar tidak menggigil dan tetap kering dari ujung kepala hingga ujung kaki. Persiapan yang matang untuk bertempur di saat hujan akan membantu Anda tetap fokus pada sesi pemotretan Anda.

2. Casing Kamera Tahan Air

Menggunakan casing anti air selalu menjadi pilihan yang lebih baik daripada menggunakan kamera biasa. Kita harus melindungi kamera agar tidak basah. Jika Anda bepergian ke tempat yang lebih banyak debu dan pasir, umumnya di daerah gurun, maka masuk akal untuk melindungi kamera Anda dengan casing kamera eksternal yang tahan air. Sangat mudah menemukan jenis casing ini di situs-situs jual beli online.

3. Penutup Lensa

Penutup lensa berguna ketika memotret di bawah hujan karena dua alasan utama: (1) dapat mencegah tetesan hujan mengenai lensa kamera Anda dan (2) melindungi lensa Anda dari goresan saat terjatuh atau tak sengaja menyentuh benda asing.

4. Kain Microfiber

Jangan lupa membawa kain mikrofiber saat pergi ke luar ruangan untuk pemotretan. Jika kamera Anda basah, meskipun kamera Anda tahan air, tentu saja Anda harus menyeka air dan kotoran tersebut menggunakan kain agar Anda mendapatkan fokus yang lebih baik saat memotret objek atau tempat. Kain mikrofiber adalah jenis kain yang paling aman dan tidak akan menggores lensa kamera.

5. Tripod

Tripod memang bukan peralatan wajib untuk mengambil bidikan sempurna, tetapi terkadang Anda bisa mendapatkan fokus yang lebih baik dengan kamera yang diletakkan di atas tripod. Tentu saja ini hanyalah opsional, tetapi terserah Anda untuk memutuskan apakah Anda ingin membawa satu atau tidak. Fotografer profesional menggunakan tripod saat memotret dalam kondisi menantang untuk menghindari masalah gambar buram karena goyangan kamera.

Menempatkan kamera Anda pada tripod akan menghasilkan fokus yang lebih baik dan kecepatan rana yang lebih cepat. Dua hal ini sangat penting untuk mengambil bidikan yang sempurna dalam kondisi apa pun, apalagi saat hujan. Tanpa tripod atau dukungan lainnya, Anda mungkin harus puas dengan kecepatan rana yang lebih lambat dan gambar yang kabur karena kondisi pencahayaan yang redup. Ingatlah faktor-faktor ini ketika akan hunting foto dan memutuskan apakah Anda perlu membawa tripod atau tidak.

B. Tips Pengaturan Dasar Memotret Air Hujan

6. Kecepatan Rana (Shutter Speed)

Kecepatan rana kamera Anda menentukan sebagian besar kualitas foto Anda. Jika Anda ingin bisa menangkap setiap tetesan air hujan dalam keadaan membeku, maka Anda membutuhkan kecepatan rana yang lebih cepat. Jika tidak, sekali lagi, Anda harus puas dengan sesuatu yang kualitasnya jauh lebih rendah. Anda mungkin bahkan tidak menyukainya. Ingat, aplikasi edit foto tidak bisa membantu Anda sedikit pun untuk menghasilkan momen hujan yang dramatis. Apa yang Anda tangkap akan menjadi foto terbaik Anda. Jika berbicara mengenai kecepatan rana, titik awal setidaknya 1/250 detik, Anda bisa membuatnya lebih cepat atau lebih lambat tergantung selera Anda. Namun yang harus Anda ingat jangan memotret air hujan dengan kecepatan rana di bawah 1/125, sama sekali tidak disarankan!

7. Bukaan (Aperture)

Saat memotret di tengah hujan, Anda tidak hanya menangkap objek tertentu. Segala sesuatu dari latar belakang hingga tetesan air akan selalu bisa menjadi fokus. Demi mendapatkan detail yang lebih halus untuk objek dan latar belakang, disarankan untuk menghindari menangkap momen dengan kedalaman yang lebih dangkal pada sebuah fokus elemen atau objek tertentu. Akan lebih baik memulai aperture dengan f/8 atau angka yang lebih tinggi.

Jika Anda memilih untuk memotret dengan kecepatan rana yang lebih cepat, maka aperture Anda juga perlu ditingkatkan. Hal ini akan membantu Anda mendapatkan foto hujan yang sempurna, bahkan dalam kondisi pencahayaan redup sekalipun.

8. ISO

Sebagian besar kamera digital modern hadir dengan fitur ISO Sensitivity Auto Control. Jika kamera milik Anda adalah kamera yang baru dibeli, Anda tidak perlu khawatir tentang itu – pasti kamera Anda akan memilikinya secara default. Misalnya, model terbaru Nikon memiliki fitur ISO otomatis ini dan bahkan memungkinkan untuk menetapkan batas maksimum dan minimum hingga seberapa tinggi yang bisa didapat. Juga memungkinkan Anda menggunakan preset kecepatan rana saat mengambil foto. Sehingga semua fitur ini dapat disesuaikan.

Apakah ada sedikit gerimis atau hujan deras, jika Anda sangat ingin memotret tetesan kecil air hujan,  maka nilai ideal ISO yang harus Anda atur yaitu 1600 atau lebih tinggi. Tetapi pastikan untuk jangan mengatur ISO terlalu tinggi karena semakin banyak Anda menaikkan ISO, semakin banyak pula noise gambar. Atur ISO dan kecepatan rana Anda sesuai dengan komposisi dan suasana yang ingin Anda munculkan dari foto-foto jepretan Anda. Jika Anda bukan fotografer profesional, jangan takut untuk bereksperimen dengan berbagai pengaturan.

9. Focal Length

Mengatur focal length juga perlu eksperimen. Focal length yang lebih dari 50mm baik untuk meningkatkan perbesaran. Ingatlah hal ini saat mengambil foto sehingga Anda dapat membandingkan blur yang dihasilkan dan menentukan seperti apa momen yang Anda inginkan.

10. Flash

Saat memotret dalam pengaturan alami yang redup, Anda pasti ingin menggunakan lampu kilat sangat sering. Ini sebuah hal yang sangat alami. Tetapi, jangan lupa bahwa jika yang Anda inginkan adalah efek buram, Anda tidak perlu menggunakan lampu kilat sama sekali.

C. Tips Tambahan untuk Membuat Foto Hujan yang Menakjubkan

11. Latar Belakang Gelap Lebih Disarankan

Ketika ingin memotret air hujan, memilih latar belakang yang lebih gelap dibandingkan pengaturan lingkungan yang terang lebih disarankan. Latar belakang gelap bisa menambah mood gambar yang Anda ambil. Background dan suasana yang gelap justru sebuah keuntungan besar saat Anda hunting foto di tengah hujan.

12. Bereksperimen dengan Pencahayaan

Pencahayaan yang dimaksud di sini adalah pencahayaan yang berasal dari belakang atau samping, bukan pencahayaan yang ada di depan Anda. Cobalah bereksperimen dengan pencahayaan buatan, dan lihatlah hasilnya.

13. Ambil Shots dari Multiple Angles

Manakah sudut terbaik untuk foto Anda? Cara terbaik untuk mengetahui jawabannya adalah berjalan mengelilingi elemen yang ingin Anda tangkap. Uji dengan beberapa sudut, dan lihat mana yang lebih mengesankan. Dengan melakukan ini, Anda akan menemukan minat Anda dan bahkan keterampilan Anda sebagai fotografer akan semakin meningkat.

14. Kreatiflah dengan Flash Anda

Seperti yang disebutkan sebelumnya, ada saatnya Anda bersenang-senang dengan menggunakan flash, dan ada saatnya pula Anda tidak perlu menggunakannya saat mengambil foto. Terkadang, flash dapat menunjukkan elemen dimmer dalam warna yang lebih baik dan Anda dapat menambahkan efek kustom untuk lebih meningkatkan tampilan gambar. Dalam kondisi tertentu, Anda mungkin tidak membutuhkan flash sama sekali. Tentu saja soal kapan Anda butuh flash atau tidak membutuhkan uji coba, jam terbang dan kreativitas dalam memotret air hujan.

Dengan 14 tips dasar memotret air hujan di atas semoga akan membuat Anda tidak lagi gentar ketika hujan turun dengan derasnya. Yang perlu Anda lakukan sekarang tonton ramalan cuaca dan tunggulah kapan hujan akan turun. Begitu titik-titik hujan menetes, segera ambil  perlengkapan foto Anda dan pergilah untuk mendapatkan pengalaman fotografi hujan terbaik!

Baca artikel yang lain mengenai DSLR Nikon D7500

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen − 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.