Cara Memotret Air Terjun

Cara Memotret Air Terjun untuk Pemula Supaya Hasilnya Bagus dan Profesional

Mengambil foto pemandangan alam adalah salah satu aktivitas fotografi yang paling banyak dilakukan, terutama oleh para pemula. Keindahan ciptaan yang Maha Kuasa memang tak ada tandingannya, terlalu berharga jika hanya dipandang begitu saja tanpa adanya kenang-kenangan untuk masa yang akan datang. Salah satunya adalah dengan mengambil foto panorama, dengan menggunakan teknik fotografi yang bagus supaya hasilnya ciamik dan menambah nilai estetika pemandangan itu sendiri.

Salah satu keindahan alam yang menjadi sasaran jepretan kamera para fotografer adalah air terjun, bukan tanpa alasan tertentu, salah satunya adalah karena air terjun terlihat sangat mewah dan elegan, ditambah lagi dengan banyaknya mitos serta legenda yang beredar mengenai air terjun sehingga menambah nilai lokasi wisata alam itu menjadi jauh lebih terkenal.

Selain itu, mengambil foto air terjun juga memberikan nilai plus untuk kesehatan dan stamina para fotografer, karena biasanya butuh kerja fisik yang lebih berat untuk sampai ke lokasi. Mengingat air terjun yang indah dan masih belum tersentuh tangan wisatawan medannya cukup terjal, maka para fotografer (terutama para pemula) wajib mengetahui tips memotret air terjun supaya hasilnya bagus, juga tidak berakibat buruk untuk kesehatan si fotografer itu sendiri. Berikut adalah tipsnya:

1. Lakukan Survey dan Riset

Pertama-tama, selalu biasakan untuk lakukan survey lokasi dan riset sebelum melakukan photoshoot di luar ruangan, terutama di tempat yang bukan comfort zone kita. Pun demikian dengan memotret air terjun, sebaiknya lakukan survey lokasi terlebih dahulu tanpa membawa perlengkapan fotografi lengkap (cukup kamera saku dan ponsel untuk jaga-jaga). Perhatikan rute perjalanan, kondisi air terjun, dan spot aman untuk melakukan pemotretan. Jangan lupa untuk bertanya pada rekan yang sudah pernah mendatangi lokasi ini, untuk mengetahui hal-hal teknis dan detail lainnya.

2. Perhatikan Kondisi Cuaca dan Musim

Jangan sepelekan musim jika ingin mengambil potret air terjun yang sempurna, pastikan kita mengetahui kondisi hutan di sekitar air terjun di setiap musim. Sebab ada air terjun yang tak terpengaruh musim kemarau sehingga airnya tetap banyak karena hutan di sekelilingnya masih sangat rimbun, ada juga yang baru berair saat musim hujan. Jangan sampai susah-susah kita sampai di lokasi, rupanya air terjun tak mengeluarkan air karena musim kemarau dan lain sebagainya.

3. Pakaian yang Aman dan Nyaman

Tak salah jika kita ingin mengabadikan foto diri dengan background air terjun yang megah, kita juga pasti ingin mengenakan pakaian yang layak supaya hasilnya semakin keren dan bergaya. Tetapi pastikan pakaian yang kita pakai adalah pakaian yang tidak menghalangi kebebasan bergerak, tetap mudah untuk bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain, serta melindungi tubuh dengan baik dari kemungkinan lintah atau serangga lain. Jangan pakai pakaian yang melebar atau berjubah supaya tidak tersangkut atau tersandung, bahaya.

4. Cari Sudut Pandang yang Tepat

Standar memotret air terjun adalah dari depan, tetapi rata-rata juga akan mengambil foto air terjun yang bisa diambil dari jalan utama. Tetapi, supaya hasilnya lebih bagus dan tidak monoton, baiknya cari angle lain yang lebih fresh dan belum banyak dilakukan oleh fotografer lainnya.

5. 1/3 Rules

Yang dimaksud dengan 1/3 rules atau aturan sepertiga adalah saat dimana kita membuat foto terbagi menjadi 9 bagian (dikotak-kotak), dan menempatkan objek pada sepertiga bagian foto. Kelebihan menggunakan teknik ini adalah kita bisa menangkap daerah yang lebih luas dari sekitar air terjun.

6. Kreatif Dengan Bingkai Alami

Jangan terpaku dengan hanya memotret air terjun dengan vertikal atau horizontal saja, gunakan berbagai property yang bisa kita temukan di sekitar lokasi. Misalnya saja dedaunan, atau aneka semak belukar pun bisa kita jadikan bingkai indah untuk mengambil foto air terjun. Adanya bingkai alami itu (misal dedaunan atau dahan dan ranting) akan membuat foto yang kita ambil lebih berdimensi karena menunjukkan jarak antara bingkai dengan air terjun.

7. Gunakan Filter yang Pas

Jangan ragu menggunakan filter lensa, sebab benda itu akan membuat foto yang kita ambil terlihat lebih menakjubkan, apalagi jika kita pandai menggunakannya. Untuk air terjun yang objeknya bergerak, maka ada dua filter yang direkomendasikan, yakni filter Natural Density (ND) dan juga Circular Polarizer (CPL). Jika ingin mengambil foto dengan teknik slow speed, maka filter ND akan sangat berguna karena akan membantu mengurangi jumlah cahaya yang masuk ke dalam kamera kita. Sementara itu filter CPL akan menghilangkan refleksi yang muncul di bebatuan yang diakibatkan cahaya matahari yang jatuh. Kemudian saat mengambil foto langit yang biru, maka warna langitnya juga terlihat lebih biru.

8. Slow Speed

Kita bisa mendapatkan hasil foto air terjun yang terlihat seperti benang halus atau surai yag panjang, dan tidak bisa kita lihat hanya berbekal mata telanjang saja, melaiknkan dengan menggunakan teknik low speed. Kuncinya adalah menggunakan kecepatan rana rendah, dan membutuhkan kestabilan tinggi sesuai dengan waktu yang dibutuhkan. Untuk dapatkan kecepatan rana yang lebih pelan maka pastikan kita menggunakan ISO rendah, dan juga bukaan yang kecil.

9. Jangan Malas Bawa Tripod

Sekalipun agak ribet dan berat untuk dibawa, tapi percayalah membawa tripod sangat worth to do jika ingin mengambil foto air terjun yang bagus. Sangat berguna jika akan mengambil foto dengan menggunakan teknik slow speed.

10. Pakai Timer dan Matikan Image Stabilizer

Jika ingin mengambil gambar dengan teknik slow speed, pastikan menggunakan fitur timer untuk menghindari adanya goncangan mikro saat menekan shutter. Kemudian matikan image stabilizer yang ada dalam kamera atau lensa, sebab sistem akan membaca gerak air dalam kecepata rendah sebagai goncangan dan akhirnya kamera akan melakukan kalibrasi ke foto. Hasilnya? Foto jadi terlihat kabur.

11. Carilah Foreground dan Perhatikan Detail

Jangan memotret begitu-begitu saja, cobalah berkeliling dan cari foreground yang menarik dan letakkan objek tersebut di depan air terjun (misal bebatuan aneka ukuran yang ditumpuk dan lain sebagainya). Nah, metode ini dijamin akan menambah nilai artistik foto. Psst, boleh juga berpose narsis di depan foreground itu. Jangan lupa ambil detail-detail kecil yang terlewat, misalnya tetesan air di permukaan daun, atau lumut-lumut yang basah terkena cipratan air terjun.

12. Jangan Ragu Mempelajari Foto Orang

Kita bisa mencari inspirasi dari foto orang lain yang ada di internet, kemudian menerapkan teknik dan angle pengambilan fotonya pada air terjun yang sedang kita datangi. Dan jangan hanya berfokus pada air terjun, bisa juga mengambil mata air atau juga muara yang ada di sekitar lokasi untuk mendapatkan foto lain yang lebih bervariasi.

Demikian adalah beberapa tips memotret air terjun untuk pemula, supaya hasilnya bagus dan lebih profesional. Yang terpenting adalah kita memotret dengan enjoy dan menikmati semua prosesnya.

Baca artikel yang lain mengenai Panduan Editing Video

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.