Cara Export Video

2 Cara Export Video Ini Sebagai Langkah Awal Dalam Belajar Videografi

Setelah kamu suka berkreasi dengan video editing, tentunya kamu ingin menyimpan hasil karyamu tersebut bukan. Menyimpan hasil editing sangat penting dilakukan agar jerih payahmu selama ini tidak terbuang sia-sia. Kamu tahu bukan editing video merupakan kegiatan yang bisa menguras kesabaranmu. Oleh karena itu setelah kamu rasa hasil editingmu kamu anggap selesai segera simpan editingmu. Kamu tidak inginkan kehilangan hasil editingmu begitu saja bila terjadi mati listrik dadakan sementara hasil editingmu belum kamu simpan. Rasanya seluruh semangatmu pasti akan lenyap seketika bila itu terjadi. Maka dari itu segeralah mengexport video kreasimu. Cara mengexport video juga cukup mudah loh. Bila kamu masih belum bisa kamu bisa mengikuti langkah-langkah yang ada dalam ulasan dibawah ini.

Export di Adobe Premier Pro

Kamu sudah kenalkan dengan yang namanya Adobe Premier Pro, yang tidak lain adalah program yang digunakan untuk editing video. Baik pemula maupun profesional pasti sudah terbiasa menggunakan program ini untuk keperluan membuat film dan editing vidoe. Pada bagian ini kita akan mengupas tentang langkah-langkah dalam mengexport video. Langkah-langkahnya juga cukup mudah, yaitu:

  1. Setelah hasil kerjamu di Adobe Premier telah selesai, kamu bisa mengexport hasil kerjamu dengan cara menekan tombol Ctrl + M pada keyboard atau klik File lalu Export dan klik Media.
  2. Kemudian setel format video pada tampilan dialog menu export setting. Pada tahap ini pengaturan sangat penting karena bisa mempengaruhi hasil export. Oleh karenya kamu harus hati-hati dalam menentukan pilihan. Sementara untuk pilihan format, kamu bisa menggunakan format Mov atau H264. Fomat H264 sendiri dalah nama lain dari format MP4.
  3. Setelah memilih tipe format, langkah selanjutnya adalah menentukan preset. Pilih present sesuai dengan setingan awal saat memulai lebar kerja. Pada bagian ini semakin besar.
  4. Bila kamu ingin hasil exportmu berukuran tidak terlalu besar, kamu bisa menyetingnya dalam pilihan Target Bitrate dan Maximum Bitrate sebesar 10 Mbps dengan nilai minimal 5
  5. Setelah itu tentukan letak penyimpanan dan beri nama video sesuai keinginan kita. Patikan kita mudah menemukan kembali video tersebut.
  6. Setelah semua setiingan selesai, Klik Export. Selain export juga terdapat pilihan Queue. Perbedaan Queue dengan Export yaitu proses export dengan pilihan Queue prosesnya dilakukan oleh media encoder.
  7. Selesai sudah proses export video hasil kerjamu di Adobe Premier Pro.

 Export dengan Adobe Encoder

Adobe Premier Pro selain menyediakan pilihan export dengan metode standart juga menyediakan export dengan Adobe Encoder. Adobe Encoder merupakan jawaban dari berbagai kesulitan yang muncul ketika kita menggunakaan Adobe Premier Pro saat export video karena banyaknya istilah asing yang kurang dipahami oleh pemula. Bagi para profesional mungkin sudah makanan sehari-hari dalam mengexport file menggunakan Adobe Premier Pro tetapi hal ini berbeda dengan pemula yang baru meraba-raba editing dengan Adobe. Oleh karenanya, Adobe menghadirkan Adobe Encoder untuk mempermudah proses export file video. Penggunaannya juga cukup mudah dan pastikan kita telah menginstal Adobe Encoder untuk melakukan proses export dengan Adobe Encoder. Adapun langkah-langkah exportnya sebagai berikut ini.

  1. Langkah awal memulai export ini juga tidak jauh berbeda dengan langkah export pada Adobe Premier Pro yaitu kita cukup mengklik File pada menu bar, kemudian pilih Export dan klik Media.
  2. Setelah itu akan keluar dialog Media yang berupa export setting. Letak perbedaan dengan export menggunakan premier Pro ada disini, kita tidak usah menghiraukan berbagai pilihan setting yang ada pada dialog export setting dan tinggal mengklik Queue pada bagian bawah.
  3. Setelah mengklik Queue, mulai dari sinila Adobe Encoder bekerja. Kita tinggal mengikuti langkah-langkah yang ada pada aplikasi Adobe Encoder.
  4. Pada Adobe Encoder ini terdapat dua tampilan layar, layar kanan untuk kita melakukan setting dan kiri hasil settingan kita.
  5. Lalu pilih format video sesuai keinginan pada layar bagian kanan. Kita bisa memilih jenis format dengan Web Video. Asumsi kita pastilah format dengan web video akan memiliki hasil yang bagus dan jernih karena dalam video yang ditampilkan di web haruslah mempunyai kualitas yang bagus.
  6. Kemudian pilih preset yang diinginkan. Pada bagian ini kita juga bisa menyeting video untuk diupload ke Youtube, dengan mengklik pilihan youtube. Kemudian pilih resolusi yang diinginkan.
  7. Setelah ketiga settingan selesai drag settingan tadi kebagian kiri video kita. Maka otomatis video akan menyesuaikan dengan settingan yang telah kita buat tadi.
  8. Lalu klik strat atau tombol segitiga hijau di atas layar sebelah kiri untuk memulai proses export.
  9. Tunggulah sampai proses export selesai. Semakin besar resolusi yang kamu buat maka proses export akan memakan waktu yang lama pula.

Mudah bukan cara mengexport video menggunakan Adobe Premier Pro dan Adobe Encoder. Sekarang kamu bisa melakukan editing video sesukamu tanpa takut tidak bisa mengexport hasil kerjamu. Ketidakbisaan bukan lagi menjadi penghalangmu untuk berkreasi tanpa batas. Kenapa?. Meskipun kita tidak mengambil jurusan perfilman ataupun editing tetapi ingin mencoba mengedit-edit video sederhana.

Bukan berarti kita tidak bisa melakukan editing. Kita bisa menggunakan fasilitas search engine untuk memandu kita dalam menjalankan proses editing tersebut. Yah, walaupun pada akhirnya hasilnya tidak sebagus hasil editing dari para profesional. Pasti kita akan cukup puas karena hasil jerih payah kita sendiri. Keterbatasan juga tidak bisa menghalangi kita untuk berkreasi selagi kita mempunyai keinginan kuat untuk terus belajar. Belajar editing video untuk orang awam juga bukan hal yang mustahil karena materi-materi pembelajaran editing video sangat mudah sekali didapatkan. Kita bisa belajar editing darimana saja.

Kunci belajar sukses bagi pemula untuk belajar editing adalah ketekunan. Belajar otodidak, belajar sendiri, dan hanya mengandalkan materi dari website untuk belajar editing video tentu sangat membutuhkan ketekunan kita. Kita tidak mempunyai guru untuk memandu kita dalam proses belajar editing, oleh karenanya kita harus tekun dan pantang menyerah saat ada bagian editing yang masih sulit kita kuasai. Kita harus berkali-kali mencoba agar bagian sulit tersebut bisa kita pecahkan. Kita juga harus mencari lebih banyak informasi lagi agar kita mampu memecahkan kasus susah saat mempelajari editing video.

Oleh karenanya, ketekunan, tidak pantang menyerah, dan menyukai tantangan adalah sikap yang harus mulai kita pupuk dan kita latih bila ingin belajar editing video secara otodidak. Seiring berjalannya waktu pembelajar editing video dengan otodidak pasti juga akan menghasilkan karya yang tidak kalah bagusnya dengan hasil karya profesional dengan terus memperbanyak jam latihan editing. Selamat berkreasi dengan editing video dan semoga ulasan export video di atas bisa bermanfaat khususnya untuk para pembelajar otodidak.

Baca artikel yang lain mengenai Kamera Underwater 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen − eleven =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.