Cara Edit Photoshop Keren

Cara Edit Photoshop Keren yang Wajib Dikuasai

Ada banyak tips dan trik editing foto yang bisa Anda temukan di internet. Namun, dari sekian banyak, mungkin Anda cuma menemukan satu dua yang benar-benar memberikan dua fungsi. Yakni sebagai modal dasar Anda untuk menguasai teknik mengedit foto sekaligus memberikan hasil terbaik. Penasaran tips dan trik apa saja yang Anda perlukan agar foto hasil editan semakin mantap? Berikut ulasannya.

Trik Mengasah Skill dalam Menggunakan Layer

Karena mempergunakan layer merupakan hal paling penting dalam mengedit foto, maka trik untuk mengasah kemampuan satu ini adalah dengan membiasakan diri lewat latihan pengembangan layer.

Sebagai contoh, mari kita bahas mengenai bagaimana cara membuat wallpaper 3D pada window melalui panduan berikut.

  • Buat lembar baru pada photoshop dengan menggunakan ukuran 1.200 x 900 pixels background berwarna putih. Jika Anda menginginkan wallpaper yang lebih besar lagi, Anda hanya perlu menambah nilai pada pixels.
  • Buatlah layer baru yang kosong pada lembar kerja.
  • Gunakan rectangle marque tool, kemudian buatlah sebuah persegi, lalu tekan tombol Shift pada keyboard. Tombol Shift berfungsi untuk menyamakan ukuran sisi persegi tersebut.
  • Pastikan background toolbar berwarna merah. Jika warnanya belum merah, maka tinggal tekan instruksi Alt Backspace. Secara otomatis, kotak akan berubah menjadi berwarna merah sesuai background.
  • Gunakan Pick Tool pada toolbar atau dengan menekan tombol V pada keyboard, tekan dan tahan Shift lalu tarik ke sisi kanan kotak yang berwarna merah, berikan sedikit ruang agar tidak terlalu rapat.
  • Berikan warna lain pada kotak di sebelahnya dengan ‘tekan dan tahan’ tombol CTRL lalu klik layer thumbnail. Kemudian akan muncul seleksi kotak. Lalu tinggal ubah saja warna background menjadi hijau, dan tekan Alt backspace.
  • Seleksi dua kotak layer tadi, lalu copy dengan teknik yang sudah dilakukan di atas.
  • Beri warna biru dan kuning pada dua kotak yang telah Anda copy tadi, dengan mengulang cara seperti di atas. Selanjutnya, kotak tersebut sudah seperti logo windows.
  • Seleksi semua kotak pada layer lalu tekan Ctrl + E. Ini berfungsi untuk menyatukan layer-layer tersebut. Lalu berikan nama “Asli”—ini hanya contoh– pada layer.
  • Tekan Ctrl + T pada layer lalu klik kanan dan pilih menu distort.
  • Tarik keempat sudut pada logo windows untuk memberi kesan perspektif.
  • Lalu duplikatkan layer dengan menekan Ctrl + J pada keyboard. Buat layer asli tidak tampak untuk sementara dengan cara mengklik tanda mata yang ada pada layer. Usahakan hal tersebut Anda kerjakan di layer hasil copy. Kemudian klik menu filter > blur > radial blur. Berikan amount 100 > Zoom > Best lalu tempatkan titik tengah pada bagian pinggir kanan. Klik OK.
  • Duplikatkan gambar tersebut hingga delapan kali dengan cara menekan Ctrl + J pada keyboard sebanyak delapan kali (sesuai jumlah layer). Jika sudah selesai dan terseleksi semua layer, tekan Ctrl + E untuk menyatukan kedelapan layer tersebut.
  • Munculkan lagi layer yang Asli lalu pindahkan posisinya ke bagian yang paling atas. Usahakan Anda selalu bekerja pada layer copy, lalu tekan Ctrl + J.
  • Atur besarnya sehingga nampak sama. Sehingga hasil dari radial blur tadi akan menjadi logo windows.
  • Lalu klik kanan pada layer pilih menu blending options. Gunakan Inner Shadow, sesuaikan pengaturannya.
  • Klik kanan juga pada layer Asli lalu pilih blending options, gunakan drop shadows sesuai dengan pengaturan. Kemudian klik OK.
  • Tambahkan juga gradient overlay.
  • Kurangi opacity sehingga menjadi 80 persen lalu lihat hasilnya
  • Jika sudah, Anda bisa menambahkan tulisan “windows” dengan menggunakan text tool. Berikan warna putih pada teks dan warna merah untuk backgroundnya. Ikuti cara yang pertama lalu tempatkan layer di belakang teks layer. Walpaper 3D sudah selesai kita buat.
  • Tips Mengoptimalkan Penggunaan Tools Photoshop.

Tips Mengoptimalkan Penggunaan Tools

Penggunaan tools merupakan bagian penting dalam mengedit foto. Tanpa menguasai tools, rasanya tak mungkin seseorang bisa mahir mengedit. Agar fungsinya optimal, Anda perlu mengenal dan mengetahui dulu seperti apa tools yang dimaksud, dan bagaimana cara menggunakannya.

  • Move Tool

Sebagaimana kata ‘move’ yang berarti pindah, fungsi tool satu ini memang memindahkan. Baik itu memindahkan posisi layer atau memindahkan satu foto ke foto yang lain.

Ada beberapa bar pilihan (option bar) pada move tool yang perlu Anda kenali. Berikut di antaranya.

  • Auto Select: jika pilihan ini diaktifkan maka Anda akan memiliki sebuah layer pada kanvas kerja secara langsung.
  • Show Transform Control: jika pilihan ini diaktifkan maka akan muncul garis putus-putus pada layer.
  • Align Top Edges: pilihan ini akan mensejajarkan dua buah layer aktif dengan patokan layer paling atas.
  • Align Vertical Centers: dua buah layer aktif dengan patokan titik tengah.
  • Align Bottom Edges: pilihan ini akan mensejajarkan dua buah layer dengan patokan layer paling bawah.
  • Align Left Edges: pilihan ini akan mensejajarkan dua buah layer aktif dengan patokan layer paling kiri.
  • Align Horizontal Centers: akan mensejajarkan dua buah layer aktif atau lebih dengan patokan titik tengah horizontal.
  • Align Right Edges: pilihan ini akan mensejajarkan dua buah layer dengan patokan layer kanan.
  • Distribute Top Edges: mengatur jarak antar layer aktif dengan patokan pada layer atas.
  • Distribute Vertical Centers: mengatur jarak antar layer dengan patokan pada titik tengah vertikal.
  • Distribute Bottom Edges: mengatur jarak antar layer aktif dengan patokan pada layer paling bawah
  • Distribute Left Edges: mengatur jarak antar layer dengan patokan pada layer paling kiri
  • Distribute Horizontal Centers: mengatur jarak layer dengan patokan pada titik tengah horizontal
  • Distribute Right Edges: mengatur jarak antar layer dengan patokan pda layer paling kanan

Agar lebih paham, coba Anda pindahkan satu layer ke dokumen yang baru dengan mengklik Ctrl + V, lalu masukkan angka sesuai keinginan Anda, dan klik oke. Buka foto yang telah dipindahkan dengan mengklik Ctrl + O. Kemudian pilih foto dan klik Open.

Selanjutnya, coba pindahkan foto ke dokumen, caranya dengan mengklik foto, tahan, dan drag ke dalam dokumen.

  • Lasso Tool

Tool ini sangat mudah untuk dioperasikan, tapi juga membutuhkan presisi yang akurat. Anda hanya perlu mengklik, tahan, dan gerakkan mouse sesuai dengan yang kita inginkan.

  • Polygonal Lasso Tool

Tool ini biasa digunakan untuk menyeleksi objek dengan pola garis lurus dengan sedikit garis melengkung. Anda hanya perlu mengklik setiap sudutnya. Titik awal yang diklik merupakan titik akhirnya. Atur posisi sewaktu proses penyeleksian sedang berjalan dengan menggunakan Polygonal Lasso Tool, caranya dengan mengklik dan menahan tombol Alt pada keyboard.

  • Magnetic Lasso Tool

Aktifkan Magnetic Lasso Tool, kemudian klik pada pinggiran objek yang ingin diseleksi, lalu gerakkan mouse. Tool ini bekerja dengan mengikuti perbedaan yang ada pada kontras warna pada sebuah foto. Garis yang terbentuk pada saat melakukan seleksi ini berupa garis dengan titik-titik yang menempel pada objek yang diseleksi. Hal ini terjadi karena perbedaan kontras yang kurang tinggi antara objek pinggir dengan objek lainnya.

Option bar pada Lasso, Polygonal Lasso dan Magnetic Lasso Tool:

  • Tombol [End] pada keyboard berfungsi untuk menaik dan menurunkan width sebanyak 1 pixel
  • Menekan tombol esc pada keyboard untuk membatalkan seleksi.
  • Gunakan zoom in dengan mengklik CTRL + agar tepian yang sedang diseleksi terlihat dengan jelas.

Tips Mudah Edit Foto Jadi Vektor di Photoshop

  • Buka foto yang akan diubah jadi vektor. Lalu buat duplikat layer dengan mengklik Ctrl +
  • Aftifkan Pen Tool, ubah pengaturannya jadi Shape dan beri warna hitam pada Fill.
  • Buat pola yang dimulai dari rambut. Kurangi fill pada layer agar lebih mudah membuat garis karena shape mengubahnya jadi transparan.
  • Lanjutkan pola vektor di wajah. Ubah dulu warna foreground sesuai warna kulit dengan mengklik pada foreground.
  • Teruskan sampai kulit untuk membentuk pola dasar. Pastikan layer berada di bawah rambut.
  • Kemudian buat pola dasar vector di mata menggunakan pen tool, dengan warna hitam. Pastikan layer di atas dasar kulit.
  • Lanjutkan ke bagian detail mata dan alis untuk mempertajam wajah objek. Simpan
  • Gabungkan semua layer di bagian mata, dengan mem-blok semua layer lalu tekan Ctrl +
  • Selanjutnya, Anda bisa mengulang semua langkah pada bagian tubuh lain.
  • Jangan lupa menyimpan semua bagian wajah dengan mengelompokannya satu per satu agar mudah diedit.

Tips Agar Foto Nonfokus Jadi Fokus

Mengubah fokus sangat penting untuk menciptakan kesan yang paling menonjol dalam foto. Untuk melakukannya, buka foto yang akan diedit lalu buat duplikatnya. Edit foto pada layer duplikat. Masuk ke menu filter – blur- Gaussian blur. Lalu beli radius sekitar 3 pixels, tergantung kualitas foto. Jika ingin lebih buram, cukup tingkatkan nilai radius.

Pada panel, klik Add layer mask. Nantinya di sebelah kanan layar akan muncul kotak putih polos yang disebut layer mask. Klik pada kotak tersebut, lalu aktifkan brush tool (B), dan pastikan foreground warna hitam serta background warna putih dengan menekan D. warna yang ada di bagian atas berarti sedang aktif, putar dengan menekan X untuk mengubah.

Selanjutnya, gunakan brush pada bagian foto yang akan dibuat fokus. Brush warna hitam untuk menghapus, dan putih mengembalikan ke keadaan semula. Selesai.

Baca artikel yang lain mengenai Kamera Olympus OMD EM1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three + seventeen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.