Belajar Edit Foto

Belajar Edit Foto dan Mengenal Aturan Dasarnya

Tak jarang seorang pemula yang mulai hobi mengedit foto, hingga seseorang yang berprofesi sebagai editor fotografi sekalipun, kerap bertanya bagaimana cara mengedit foto dengan hasil terbaik. Tentu, kebanyakan orang akan menjawab bahwa itu tergantung jam terbang, skill, dan pengetahuannya soal teknik editing. Benarkah seperti itu?

Mengenal Aturan Baku Teknik Komposisi dalam Edit Foto

Tak pernah ada aturan baku untuk menciptakan karya terbaik, begitu pula dalam dunia fotografi. Fleksibel adalah kunci menciptakan karya berkarakter dan spontan. Sebagai panduan, mari mengenali dulu aturan dasar komposisi fotografi untuk menciptakan foto yang pas.

1. Isi Frame

Kesalahan yang kerap terjadi kala mengatur komposisi adalah mengatur isi frame. Komposisi haruslah membiarkan frame terisi penuh, dan sebaiknya tanpa meninggalkan ruang kosong. Ruang kosong membuat subjek tampak kecil, dan tak enak dipandang. Tak jarang juga fokus penglihatan dibuat bngung. Agar tak terjadi, Anda bisa mendekati subjek sembari mengisi penuh frame atau menyiasatinya dengan zoom in.

2. Jangan Tutup Seluruh Frame

Sisakan ruang kosong pada frame agar gambar edit yang dihasilkan terkesan lebih natural dan komposisinya pun seimbang. Buat buram sekitarnya agar foto terkesan diambil menggunakan Shutter Speed lambat.

3. Perspektif Sederhana

Apapun yang dimulai dari dasar pasti menghasilkan sesuatu yang besar. Itulah mengapa imajinasi seorang anak akan berbeda dari imajinasi liar orang dewasa. Imajinasi, yang diaplikasikan dalam kamera butuh sentuhan khusus berupa teknik. Bila sulit, Anda bisa mencoba mencari titik fokus untuk menyiasati. Ini juga berlaku pada teknik editing. Misal, ubah focal range atau sudut pandang, sehingga muncul titik fokus yang menonjol. Anda juga bisa memburamkan satu titik atau mempertajam daerah lain untuk menonjolkan subjek atau objek pelengkap yang diinginkan. Berikutnya, pola, siluet, dan tekstur akan sangat berpengaruh dalam mengatur kesederhanaan komposisi.

4. Rasio Perbesaran

Saat memotret, orang memegang kamera dengan dua cara, vertikal dan horizontal. Bila mengedit, posisi seperti ini bisa Anda dapat dengan melakukan perbesaran gambar. Anda bisa membuat komposisi ulang dengan cropping. Misalnya, jika menggunakan fitur crop pada adobe photoshop, Anda bisa mengaplikasikan rasio 16×9 untuk menghasilkan widescreen, atau bereksperimen dengan 4×3, 5×7, dan sebagainya untuk menemukan komposisi yang tepat.

5. Hindari fokus di Tengah

Pada foto amatir yang hanya menempatkan fokus di bagian tengah frame sehingga gambar tampak membosankan, bisa Anda siasati menggunakan rule of third. Ini sebetulnya kunci sederhana yakni dengan membagi fokus menjadi 9 bagian sama besar. Biasanya Anda bisa menggunakan bantuan ruler saat mengedit. Dari sembilan bagian berupa kotak-kotak tadi, Anda bisa menempatkan fokus utama pada salah satu titik. Misal, jika Anda menempatkan fokus di kanan, gunakan cahaya, suatu benda, atau warna yang mencolok di sebelah kiri untuk menyeimbangkan komposisi.

6. Manfaatkan Garis Bantu

Garis bantu atau Leading Lines akan membantu mengarahkan pandangan mata kepada subjek utama, membangun perspektif, menegaskan kesan 3D dan memandu mata untuk fokus pada gambar yang paling menonjol. Anda dapat menggunakan garis melengkung atau lurus seperti jalan, aliran air, pagar, dan banyak lagi yang sesuai. Kemudian padukan dengan rule of third.

7. Gunakan Garis Diagonal

Garis diagonal digunakan untuk menambah kesan dan variasi yang “dramatis”. Bentuknya bisa apa saja asalkan diagonal. Memiringkan frame juga akan mengubah subjek tampak diagonal, dipadu padan dengan memutar tampilan frame beberapa derajat, tentu hasilnya jauh lebih dramatis.

8. Sesuaikan Background

Background yang kurang pas bisa membuat editan Anda kurang sedap dipandang. Anda bisa mengaturnya tergantung keinginan, sekaligus kesesuaian dengan foto. Misal, efek bokeh di satu sisi bisa kelihatan bagus, tapi untuk foto tertentu justru tampak terlalu berlebihan. Untuk itu, Anda perlu mengatur kebutuhan latar belakang sesuai subjek yang dibidik.

9. Kreasikan Warna

Dalam pengeditan, teknik pewarnaan hampir lebih penting dibanding teknik lainnya untuk menciptakan komposisi yang baik. Warna primer yang tajam misalnya, bisa menarik perhatian yang melihat terutama jika dipadukan dengan warna complementer. Andai warna primer tidak ditemukan, Anda bisa menyiasatinya dengan menambahkan efek monochrome yang senada untuk meningkatkan kesan lebih mewah pada objek sederhana, atau menambahkan kontras.

Mematahkan Aturan

Sebagaimana tiap manusia yang berbeda dan memiliki karakternya masing-masing, editan yang baik pun bisa tercipta jika ada karakter yang kuat. Tanpa sembilan aturan baku di atas, Anda bahkan bisa menciptakan foto editan tak kalah menarik.

Misal, Anda bisa melanggar aturan baku dengan menempatkan foto tepat di tengah, mengambil perspektif agak tinggi atau rendah, dan memberi efek foto di berbagai sisi. Asalkan tata letaknya tepat.

Bahkan, dalam teknik fotografi juga dikenal yang disebut negative space. Yakni ruang kosong yang memang sengaja dibuat untuk menghadirkan kesan luas dan tenang, di mana subjek yang diambil hanya berada pada satu area kecil. Jadi, tak terbatas bahwa foto haruslah memenuhi frame.

Untuk melakukan ini, Anda bisa mengedit foto dengan mengompres gambar menjadi lebih kecil. Lalu menciptakan layer baru yang bisa Anda edit sedemikian rupa.

Bahkan, besar kecilnya rasio pun bisa Anda sesuaikan. Yang jelas, bagaimana cara agar foto itu terlihat pas dan enak dipandang adalah yang terpenting.

Kiat Agar Lihai Memberi Komposisi Tepat dalam Editan

Pada dasarnya, untuk memberi hasil editan terbaik, seorang editor foto dituntut dapat mengaplikasikan fotografi dan beragam tekniknya. Meski begitu, ada yang sebetulnya jauh lebih penting, yaitu selera. Dalam hal fotografi itu soal apa yang dilihat “bagus” oleh seorang pengedit foto, dan bagaimana ia menyusun komposisi foto. Kabar baiknya, ternyata ‘seni melihat’ itu bisa diasah. Berikut langkahnya.

  1. Mulai mengedit dari objek yang sederhana seperti lingkaran, kotak, atau garis. Misal, jika Anda memilih garis, pada sebuah foto marka jalan gedung bertingkat, atau kabel listrik, coba buat garis-garis itu lebih menonjol. Misalnya dengan menambahkan efek di sekitar atau mempertajam garis.
  2.  Selanjutnya, kembangkan teknik editing pada jenis garis yang lebih tersembunyi. Misal, bagaimana Anda bisa memunculkan kesan kuat pada garis tengah di daun pisang, atau pinggiran tumpukan kayu. Kunci untuk ini adalah memainkan pewarnaan seperti kontras dan kecerahan warna.
  3. Beranjaklah ke objek abstrak. Buat pantulan dengan memanfaatkan teknik pencahayaan atau memberi efek flare, buat gerakan lambat atau cepat dengan bantuan bluring, hingga memainkan pewarnaan pada awan, pohon, juga warna langit.
  4. Lakukan setiap hari agar Anda terbiasa, lalu beralih pada pengeditan kombinasi.

Dengan demikian, seni melihat dan selera Anda untuk menciptakan hail edit foto terbaik bisa terlaksana. Ditambah memahami komposisi dengan baik, tentu mengedit foto bukan lagi hal yang sulit.

Baca artikel yang lain mengenai Spesifikasi Panasonic Lumix GH5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × five =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.