Apa Itu Shutter Speed

Apa Itu Shutter Speed?

Begitu banyak istilah yang digunakan pada bidang fotografi. Oleh karena itu banyak yang tidak mengetahui apa maksud dari istilah-istilah tersebut.

Salah satu istilah dalam fotografi yang paling banyak disebut adalah shutter speed. Apa itu shutter speed? Apakah Anda mengetahuinya?

Bagi Anda yang akan belajar fotografi dan ingin menjadi seorang fotografer maka harus mengetahui apa itu shutter speed. Melalui artikel ini Anda bisa mengetahui lebih jauh mengenai arti dan kegunaan dari shutter speed.

Memahami Konsep Shutter Speed

Arti sederhana dari apa itu shutter speed adalah waktu yang dihitung mulai dari tombol shutter dipencet sampai tombolnya kembali ke posisi semula. Istilah ini juga digunakan untuk menyebutkan fungsi dasar dari pencahayaan sebuah kamera. Shutter speed adalah fungsi yang sangat penting dalam pengambilan sebuah gambar.

Shutter speed atau kecepatan rana saling berhubungan juga dengan ISO dan aperture. Semuanya akan bekerjasama untuk menyesuaikan banyaknya cahaya yang harus ditangkap oleh sensor pada kamera.

Apabila shutter speed memiliki kecepatan yang lebih maka efek membekukan gerakan semakin besar. Sedangkan jika lebih lambat akan membuat efek dinamis. Hitungan shutter speed adalah menggunakan detik. Supaya Anda lebih paham mengenai cara kerja shutter speed berikut ini ilustrasinya.

  • Di dalam setingan shutter speed semuanya memiliki kelipatan 2. Anda bisa melihat deretan shutter speed seperti 1/500, 1/250, 1/125, dan lain sebagainya. Namun ada juga yang memiliki settingan 1/3.
  • Cara membaca ukuran setting shutter speed, misalnya 1/500 artinya setting shutter speed dengan besar 500. 1/500 bisa dibaca sebagai seperlimaratus detik, waktu yang sangat cepat bukan? Jika ukurannya semakin kecil artinya shutter speed semakin cepat.
  • Shutter speed yang sepersekian detiknya lebih cepat maka akan mengumpulkan cahaya dua kali lebih besar dibandingkan dengan yang satu tingkat lebih lambat. Misalnya cahaya dari kecepatan 1/2 detik lebih besar dua kali lipat dibandingkan kecepatan 1/3 detik.
  • Ukuran aman ketika melakukan setting shutter speed adalah 1/60 sampai yang lebih cepat. Dengan begitu akan membuat foto lebih tajam dan tidak blur.
  • Supaya shutter speed ada dalam batas aman maka harus lebih besar dibandingkan dengan panjang lensa. Contohnya shutter speed 1/30 detik bisa digunakan pada lensa 17 mm atau shutter 1/60 detik untuk lensa 50 mm. Pilih kecepatan shutter yang paling dekat dengan ukuran lensa.
  • Jika akan mengambil foto bergerak sangat cepat seperti air terjun, cheetah, mobil yang sedang balapan, kendaraan di jalan raya, dan lain sebagainya maka shutter speed harus di-setting yang paling tinggi.
  • Selain digunakan untuk menangkap objek dengan pergerakan cepat supaya tidak blur, Anda juga bisa membuat blur yang disengaja. Maksudnya supaya terlihat efek pergerakan. Caranya adalah dengan memperlambat kecepatan shutter.

Sudah cukup jelas informasi mengenai apa itu shutter speed?

Efek dari Penggunaan Shutter Speed

Shutter speed akan memberikan efek yang berbeda pada sebuah objek bergerak tergantung dengan seberapa besar setting kecepatannya.

Misalnya Anda mengambil gambar sebuah air terjun kemudian menggunakan shutter speed yang lambat maka hasil foto untuk air terjun yang jatuh akan blur. Sementara itu, objek lainnya yang tidak bergerak seperti pohon, batu, dan lain sebagainya akan menjadi lebih tajam.

Hal ini berlaku juga ketika mengambil foto objek bergerak lainnya. Lambatnya kecepatan rana itu disebut dengan long exposure.

Long exposure sangat baik jika digunakan untuk memotret pemandangan. Oleh karena akan membuat adanya efek unik yang membuat hasil foto menjadi terlihat lebih indah. Masih dalam contoh pengambilan gambar air terjun tadi, hasil gambarnya akan terlihat seperti tempat tersebut berada di “negeri dongeng”.

Supaya bisa mendapatkan hasil gambar yang lebih baik maka harus diambil ketika cahaya sedang minim.  Jika pagi hari, waktu terbaiknya adalah sebelum pukul 08.00 pagi sedangkan sore hari setelah jam 04.00.

Shutter speed yang lambat juga bisa Anda manfaatkan untuk memotret kendaraan yang bergerak pada malam hari. Efek keindahan dengan melakukannya juga akan semakin membuat foto lebih menakjubkan.

Oleh karena penuh dengan cahaya maka akan menciptakan jejak dari cahaya mobil yang melaju. Anda pasti sering melihat gambar seperti ini. Kemudian bisa juga untuk memotret kendaraan lain yang melaju cepat misalnya motor, perahu, pesawat, sepeda dan lain-lain.

Apabila shutter speed cepat dan Anda mengambil foto sesuatu yang bergerak dengan cepat juga maka hasilnya objek utama akan terlihat seperti beku. Hasil ini akan didapat misalnya ketika Anda memotret seorang yang sedang bermain bola, orang yang lompat, orang yang berlari, dan lain-lain.

Jadi kesimpulannya shutter speed yang lambat akan membuat foto benda yang bergerak terlihat lebih indah sementara dengan shutter speed yang cepat membuat benda yang bergerak terlihat lebih tajam.

Tips dalam Mengambil Foto Shutter Speed

Setelah selesai membahas mengenai apa itu shutter speed dan efeknya pada hasil foto, ketahui juga tips-tips berguna ketika akan mengambil foto menggunakan kecepatan rana ini.

Berikut ini berbagai tips yang bisa Anda gunakan.

  • Apabila menggunakan shutter speed lambat maka gunakan tripod. Kegunaannya supaya kamera bisa stabil dan gambarnya menjadi lebih baik dan tajam.
  • Idealnya menggunakan lensa jenis ultra wide jika punya. Tapi jika tidak punya, menggunakan kamera smartphone atau kamera pocket juga tidak masalah asal ada menu settingnya.
  • Gunakan shutter release atau remote supaya lebih mudah ketika mengambil foto. Jadi Anda dapat mengambil foto kapan saja. Dibandingkan dengan timer tentunya akan lebih bagus menggunakan shutter release ini.
  • Jika akan mengambil foto objek dengan exposure maka pilih ISO yang paling rendah bisa 100 atau 200. Dengan demikian noise akan semakin rendah.
  • Lebih baik ambil foto dengan mode kamera manual atau aperture priority.
  • Apabila Anda ingin mendapatkan ruang yang tajam lebih banyak maka gunakan aperture kecil. Lebih baik kurang dari F20 supaya ketajaman gambar semakin baik. Semakin besar nilai aperture maka ruang tajam lebih besar.
  • Matikan settingan IS pada kamera Canon atau VR pada kamera Nikon apabila Anda menggunakan tripod. Oleh karena memang tidak membutuhkannya.
  • Gunakan format RAW supaya aman ketika melakukan penyetingan.
  • Jika akan mengambil gambar ombak, riak air, aliran air, dan objek serupa lainnya gunakan kecepatan yang lebih dari 1/250 detik.
  • Apabila akan melakukan zoom pada objeknya akan diambil maka gunakan shutter speed 1 sampai 5 detik. Contohnya jika Anda akan mengambil gambar daun pada sebuah pohon yang tinggi.
  • Jika akan menggunakan shutter speed yang sangat cepat pastikan bahwa kondisi cahaya sedang banyak kemudian ISO juga harus tinggi, dan aperture besar.

Sementara itu, supaya Anda bisa mengukur seberapa cepat shutter speed yang dibutuhkan beberapa tipsnya antara lain:

  • Perhatikan apakah Anda mengambil gambar dalam posisi bergerak atau diam. Jika dalam keadaan bergerak maka setting shutter speed agar menjadi lebih cepat.
  • Perhatikan seberapa cepat objek bergerak. Untuk membekukan sebuah gerakan pada objek yang kecepatannya sangat tinggi maka shutter speed juga harus tinggi.
  • Jarak pemotretan foto juga menentukan kecepatan shutter speed yang harus digunakan. Semakin jauh jarak Anda dengan objek yang akan difoto maka lebih leluasa untuk mengikuti pergerakannya dibandingkan jika terlalu dekat. Jika jarak Anda cukup jauh gunakan shutter speed yang lebih cepat.

Itulah penjelasan mengenai apa itu shutter speed dan informasi lainnya mengenai efek yang ditimbulkan dari penggunaan shutter speed pada foto, dan tips mengambil gambar dengan shutter speed.

Baca artikel yang lain mengenai Prinsip Dasar Editing Video

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × one =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.